Akankah Anda Mencium Batu Hitam? (al-Hajr al-Aswad )
Batu Hitam, al-Hajr al-Aswad, adalah peninggalan pusaka orang Islam. Menurut tradisi, batu ini peninggalan sejak zaman Adam dan Hawa. Batu ini terletak di pojok Timur Ka’bah, yaitu bangunan batu tua berbentuk kubik di Mekah.
Apakah Batu Hitam itu? Mengapa begitu penting bagi orang Islam? Jawabannya terdapat pada tradisi kuno.
Tradisi Islam dan Batu Hitam
Menurut tradisi Islam, Batu ini jatuh dari Surga. Tujuannya, menunjukkan kepada Adam dan Hawa tempat untuk membangun altar, yaitu altar pertama di bumi. Batu ini semula berwarna putih.
Menurut Hadits: “(Batu) ini jatuh dari Firdaus lebih putih dari susu, namun dosa dari keturunan Adam membuatnya menjadi hitam”. Tradisi Islam mengatakan, ketika air bah melanda dan Nuh serta keluarganya memasuki Bahtera, Batu ini hilang. Di kemudian hari, tradisi mengklaim bahwa Abraham menemukan Batu Hitam ini. Dia meminta Ismail, anak yang dinyatakan orang Islam sebagai leluhur Muhammad, untuk membangun Ka’bah. Ismail menempatkan Batu ini di pojok sebelah Timur Ka’bah.
Batu Hitam bila bukan batu basal, sejenis batu akik, adalah merupakan kaca alamiah, yaitu batu bintang.
Batu Hitam Ziarah Umat Muslim
Batu Hitam yang ada sekarang sudah dipoles licin. Batu ini terdiri dari berbagai keping yang disatukan dalam bingkai perak. Ini karena pada sejarah Islam mula-mula, satu pemberontak balatentara Islam memecahkan Batu itu berkeping-keping. Batu ini sekarang menjadi bundar dan usang, sebab jutaan orang Islam telah menyentuh dan menciumnya selama berabad-abad.
Selama menunaikan ibadah haji, para jemaah mengitari Ka’bah selama tujuh kali. Setiap kali mengitari, mereka harus mencoba mencium Batu Hitam. Mereka meniru apa yang dulu Muhammad (nabi mereka) lakukan. Karena besar sekali jumlah jemaah yang datang, banyak orang tidak bisa mencium Batu Hitam. Sebagai gantinya, mereka menjulurkan tangan dan menunjuk ke arah Batu Hitam ketika mereka mengitari Ka’bah. Ritual ini memegang peranan yang penting selama ibadah haji.
Mengapa Orang Islam Mencium Batu Hitam?
Mengapa Anda ingin mencium sebuah batu? Jawabannya berasal dari Muhammad. Orang Islam mengklaim bahwa Muhammad mencium Batu Hitam. Orang Islam mencium Batu ini untuk meniru apa yang nabi mereka lakukan. Mengapa Muhammad mencium Batu Hitam? Ketika Muhammad datang ke Mekah, dia menyuruh agar berhala-berhala dikeluarkan dari Ka’bah sebelum dia memasukinya. Sayangnya dia sendiri tidak konsisten. Dia terlihat mencium Batu Hitam, yang merupakan kebiasaan penyembah berhala.
Di kemudian hari, Umar bin al-Khattab, rekan Muhammad terusik dengan apa yang dilihatnya. “Umar mendekati Batu Hitam dan menciumnya serta mengatakan, ‘Tidak diragukan lagi, aku tahu kau hanyalah sebuah batu yang tidak berfaedah maupun tidak dapat mencelakakan siapa pun. Jika saya tidak melihat Utusan Allah mencium kau, aku tidak akan menciummu” (Sahih al-Bukhari, Volume 2, Buku 26, Nomor 680).
Apakah Mencium Batu Itu Pemujaan Berhala?
Islam dengan ketat melarang pemujaan berhala, dan melihat Batu Hitam tidak lebih dari sekedar simbol. Mungkinkah ada orang-orang yang berpikir, Muhammad tertangkap basah menyembah berhala!? Menurut Anda bagaimana?
Kebanyakan orang Islam tidak menyembah Batu Hitam. Namun beberapa orang melihat Batu Hitam sebagai berhala yang akan muncul di Hari Penghakiman, dengan mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara. Ini berbahaya! Sebab telah membuat Batu Hitam sebagai berhala daripada memuja sang Pencipta Alam Semesta!
‘Hitam’ Melambangkan Apa?
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, orang Islam merasa batu ini menjadi hitam karena dosa. Apakah ini berarti dosa dari orang-orang yang melewati Batu Hitam ditransfer kepadanya? Beberapa orang merasa demikian. Jelas orang Islam, demikian juga semua manusia, mencari jalan untuk menghapus dosa mereka.
Perhatikan percakapan di surga berikut, di antara makhluk surgawi untuk melihat bagaimana Injil memperlakukan dosa: “Salah seorang dari pemimpin-pemimpin [makhluk surgawi] itu bertanya kepada saya, ‘Orang-orang yang berjubah putih ini, siapa mereka dan dari mana mereka datang?’ ‘Saya tidak tahu, Tuan. Tuan sendiri yang tahu,’ jawab saya. Maka dia berkata kepada saya, ‘Inilah orang-orang yang sudah dengan selamat melalui masa penganiayaan yang hebat. Mereka sudah mencuci jubah mereka dan membuatnya menjadi putih dengan darah Anak Domba itu.” (Injil, Wahyu Yohanes, 7:13 – 14). Karena cucuran darah Isa Al-Masih, jubah (hidup) mereka menjadi putih, bukan hitam.
Kunci untuk Menghilangkan Dosa
Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah “Anak Domba”. Dia yang menanggung dosa dunia di atas kayu salib. Hanya Dia, bukan Batu Hitam, yang dapat membersihkan hati kita dari dosa.
Allah, yang datang menjelma sebagai manusia kepada kita, mati sehingga kita dapat dibersihkan dari noda dosa. Walaupun kita dulu hitam (karena dosa), sekarang kita dapat menjadi seputih salju. Ini akan terjadi jika kita mengijinkan Isa Al-Masih mencuci noda dosa kita dengan darah-Nya, yaitu darah yang dicucurkan-Nya bagi Anda dan saya.
[Staff Isa and Islam: Kami harap saudara rindu memperdalam pengertian tentang keselamatan dari dosa. Bila ada pertanyaan, silakan mengirim email ke: masukan@idionline.info ]
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Add comment
Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: masukan@idionline.info.
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.
Wassalam,
Staf, Isa dan Islam
Tweet Terbaru



Dialog Agama - Isa dan Islam
Comments
Terimakasih atas maklumat tersebut, ini menguatkan lagi keimanan saya pada ajaran Kristian.
Sama-sama saudara Iman. Semoga konten-konten yang terdapat dalam situs kami ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
~
SO
Terimakasih juga ya, saya jadi semakin kuat lagi untuk tidak percaya Yesus Tuhan. Terlebih hanya oleh argumen seperti anda ini.
Saya percaya Yesus Nabi, utusan-Nya. Maka jelas Yesus bukan Tuhan.
Saudara Masnu,
Yesus atau Isa Al-Masih tidak pernah memaksakan seseorang, untuk mempercayai dan menerima-Nya sebagai Tuhan. Bila saudara tidak mau mempercayai bahwa Dia sebagai Tuhan, itu hak saudara dan tidak ada yang dapat melarangnya.
Satu hal yang pasti dan perlu saudara ketahui, kedatangan Isa Al-Masih ke dunia tidaklah akan menjadi sia-sia. Kematian-Nya di kayu salib sebagai korban tebusan bagi dosa setiap manusia akan tetap tergenapi, sebab untuk itulah Dia datang. Untuk memberi Hidup Kekal bagi setiap orang yang mau menerima-Nya sebagai Juruselamat.
“Barangsiapa percaya kepada Anak (Isa Al-Masih), ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak (Isa Al-Masih), ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36)
~
SO
Ka'bah di Injil:
"Adapun batu yang telah dibuang oleh segala tukang itu, ia itu telah menjadi hulu penjuru adanya..." (Mazmur 118:22-23)
"Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib..." (Injil, Rasul Besar Matius 21:42).
"Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." (Injil, Rasul Markus 12:11)
"Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?" (Injil, Rasul Lukas 20:17)
Ternyata umat Muslim bukan hanya berusaha mengklaim beberapa ayat Alkitab, sebagai rujukan kedatangan nabi mereka sebagai nabi penyempurna. Beberapa diantara mereka, termasuk saudara Kumbang, juga berusaha mengutip beberapa ayat dari Alkitab sebagai rujukan atas Batu Hitam yang ada di Ka'bah.
Saudara Kumbang, kami melihat ternyata pengetahuan saudara tentang Alkitab cukup baik. Terbukti beberapa ayat di atas yang saudara kutip, dan merujuknya sebagai pembenaran atas Batu Hitam yang selama ini jutaan umat Muslim di dunia berlomba untuk menciumnya.
Sayangnya, penafsiran saudara salah. Yang disebut sebagai “batu penjuru” pada ayat di atas bukanlah batu hitam yang ada di Ka'bah seperti perkiraan saudara. “Batu Penjuru” yang dimaksud adalah Isa Al-Masih. Dia-lah “Batu Penjuru” yang telah dibuang (ditolak) manusia.
Kami mengundang saudara untuk membaca Alkitab dengan seksama, sehingga saudara mempunyai pendafsiran yang lebih benar lagi. Juga kami persilakan membaca url ini untuk mengetahui lebih lagi tentang Pribadi Isa Al-Masih, http://tinyurl.com/3cvhqy3.
~
SO
To, Om Kumbang,
Semua orang yang benar-benar membaca Alkitab juga tahu kalau yang dimaksud batu penjuru itu Yesus Kristus.
Kalau om mengamini maksud ayat tersebut sebagai batu hitam dan setelah tahu yang dimaksud batu penjuru itu sebenarnya ialah Yesus, maka artinya?
Saudara Shuto,
Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Semoga dapat menjadi pencerahan bagi orang yang membacanya. Dan semoga juga konten-konten yang kami cantumkan dalam artikel ini dapat bermanfaat bagi saudara.
~
SO
Quoting kumbang:
Yesus berkata tentang benda mati (batu penjuru). Mengapa batu penjuru itu ditafsir sebagai benda hidup (Yesus)? Seharusnya Yesus berkata 'akulah batu penjuru yang......'
Apa makna 'mencium' sama dengan 'menyembah'?
Kalau mau berbicara tentang batu hitam di Ka'bah, jangan asal sembarangan ber-interpretas i hingga jadi salah kaprah.
Terimakasih.
Kata “Batu Penjuru” hanyalah sebagai “gambaran” tentang Pribadi Isa Al-Masih. Dia menjelaskan kepada murid-murid-Nya , bahwa Dia ibarat batu penjuru yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan. Di mana seharusnya batu penjuru tersebut tidak boleh dibuang. Sebab batu penjuru merupakan pondasi terpenting dari sebuah bangunan.
Alkitab menggambarkan bahwa Isa Al-Masih adalah batu penjuru yang telah “dibuang” oleh tukang –tukang bangunan. Dia telah dibuang oleh bangsa Israel. Pada hal Dia adalah “Batu Penjuru” bagi umat Allah. Isa Al-Masih merupakan pondasi yang kuat bagi kekristenan.
Sebagai batu penjuru Isa Al-Masih adalah kekuatan yang menyatukan di antara umat Allah yang percaya kepada-Nya. Namun Dia juga dapat menghancur-lebu rkan mereka yang tidak percaya dan menolak-Nya.
“Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk." (Injil, Rasul Lukas 20:18)
~
SL/SO
Silakan baca Mazmur 118:22-27 sbb:
“Adapun batu yang telah dibuang oleh segala tukang itu, ia itu telah menjadi hulu penjuru adanya. Maka perkara itu telah jadi dari pada pihak Tuhan juga, dan ajaiblah ia itu kepada pemandangan kita. Maka inilah hari yang telah diadakan oleh Tuhan; marilah kita bersuka-sukaan dan tamasya padanya. Ya Tuhan! karuniakan apalah selamat sekarang ini; ya Tuhan! berikanlah kiranya sekarang ini sejahtera. Berbahagialah ia yang datang dengan nama Tuhan! maka kami ini memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Maka Tuhan itulah Allah, yang telah mengaruniakan terang kepada kita. Tambatkanlah kiranya segala persembahan hari raya itu dengan tali sampai kepada tanduk mezbah.”
Saudara Kumbang,
Terimakasih atas saran saudara. Kami telah membaca ayat yang saudara berikan. Adakah yang perlu saudara tanyakan dari ayat tersebut? Bila ada, silakan langsung menghubungi staf kami di email: masukan
~
SO
Tidak ada sekutu bagi Tuhanmu, selain batu "hitam" ini (Qs 6:66).
Saudara Joni,
Sepertinya saudara salah dalam mengutip ayat. Silakan saudara memberikan ayat yang benar sesuai dengan komentar saudara. Terimakasih!
~
SO
Ada yang mengatakan batu itu baunya harum seperti bunga, tapi menurut saya itu perbuatan yang memberhalakan suatu benda, dan haram hukumnya.
Mencium Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad) adalah kerinduan semua Muslim. Nyata jelas kerinduan itu ketika mereka menunaikan ibadah haji. Mereka berlomba bahkan rela saling dorong agar dapat mencium, atau paling tidak menyentuhnya. Sementara di sisi lain, Islam sangat melarang pemujaan berhala.
Jutaan umat manusia berlomba mencium Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad). Sayangnya, batu hitam itu tidak dapat memberi keselamatan dan hidup kekal bagi mereka.
Firman Allah berkata, “dan Aku (Isa Al-Masih) memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”. (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
Hanya Isa Al-Masih yang dapat memberi hidup kekal. Bukan batu hitam (al-Hajr al-Aswad).
~
SO
Batu tetaplah batu. Entah itu batu surga ataupun batu dunia sekalipun tetaplah batu.
Pikiran mana yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih itu menyatakan diri-Nya batu? Tinggalkanlah batu itu jika menimbulkan bid'ah bagi umat lain.
Saudara Fisabilillah,
Jelas Isa Al-Masih bukanlah batu. Walaupun di Injil ada yang menyebut Dia dengan perumpamaan seperti “Batu Penjuru”. Itu hanya sebuah perumpamaan. Tentu “Batu Penjuru” yang disebut dalam Injil berbeda dengan batu hitam yang ada di salah satu sudut Ka'bah.
Batu hitam jelas tidak dapat memberi keselamatan bagi orang yang menciumnya. Tetapi “Batu Penjuru” (Isa Al-Masih) sangat jelas sekali dapat memberi jaminan kepastian keselamatan. Sehingga bari orang yang percaya kepada-Nya tidak akan ragu-ragu lagi tentang keselamatannya. Sebab dosanya telah diampuni.
“. . . . firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Kitab Nabi Besar Yesaya 1:18).
~
SO
To staff Isa dan Islam,
Selamat berjuang yah, mudah-mudahan makin banyak yang percaya. Memang sulit bagi saudara kita Muslim untuk mencerna hal-hal ke-Ilahian, karena selama ini semua yang mereka lakukan hanyalah ritual dan ibadah, tapi tidak beroleh pengertian.
Untuk logika sederhana saja mereka masih sulit mencerna. Contohnya, kedatangan Isa sebagai hakim nantinya. Hal ini juga diakui dalam kitab mereka. Siapa yang berhak mengadili? ya pasti Tuhan dan siapakah Ia, yah jelas Isa Al-Masih.
Saat penghakiman, siapa nanti yang membela mereka? Sedangkan Muhamad sendiripun didoakan. Apakah amal ibadah cukup menyelamatkan? Ya jelas tidak. Makanya dalam Injil dikatakan bahwa keselamatan itu hanyalah anugerah bagi yang percaya pada-Nya.
Saudara Armi,
Terimakasih atas apresiasi yang sudah saudara berikan atas situs kami. Terimakasih juga atas komentar yang sudah saudara berikan. Semoga menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya.
Bila saudara ada kesempatan, silakan juga mengunjungi situs kami lainnya, yaitu: www.isadanalquran.com dan www.isadanalfatihah/.com.
Semoga dua situs kami lainnya dapat menjadi berkat bagi saudara.
~
SO
Jesus Blessed Us, Halleluyah!
Isa Al-Masih adalah anak Maryam, anak manusia, bukan Anak Domba. Kaum Muslimin menghormati-Nya sebagai Nabi dan Rasul, tetapi kalian umat Kristiani menghina-Nya dengan mengatakan 'Anak Domba'. Patutkah kalian mendapat pengampunan?
Hajar aswad adalah batu hitam yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Istimewanya batu itu, karena batu itu bukan berasal dari bumi tetapi dari meteorit yang melayang antara Jupiter dan Saturnus, dan digunakan Allah untuk menunjukkan tempat yang tepat untuk membangun kabah.
Mereka yang mencium hajar aswad dengan mengharap berkah dari batu itu, sama saja dengan kalian yang mengharap berkah dari Isa Al-Masih.
Saudara Jagona,
Allah menetapkan kepada Ibrahim dan Musa suatu jalan penebusan dosa-dosa umat Israel melalui korban anak domba yang sifatnya sementara. Sebab setiap kali berbuat dosa mereka harus memberikan kurban tersebut. Kurban ini hanya berlaku sampai saat Isa Al-Masih mengorbankan diri-Nya.
Isa Al-Masih adalah penggenapan dari kurban tersebut, itu sebabnya Ia disebut “anak domba” yang menghapus dosa seluruh umat manusia. Satu kali untuk selamanya. Tertulis dalam Kitab Suci, “demikian pula Kristus (Isa Al-Masih) hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia" (Injil, Surat Ibrani 9:28).
Mengenai batu hitam, bukankah bila kita memohon berkah dari Allah kita dapat langsung memintanya pada Allah?. Mengapa harus melalui batu hitam untuk meminta berkah, padahal batu itu tidak memiliki kekuatan apa-apa? Tentu berbeda jika kita memohon berkah dari Isa Al-Masih karena dia adalah Allah.
~
NN
Di Arab masa jaman pagan, Ka'bah bukan cuma yang ada sekarang tapi banyak yang lainya, digunakan untuk menyembah dewa bulan. Bulan dan bintang sebagai simbolnya, tapi anehnya sekarang dipakai oleh umat Islam.
Saudara memang benar. Sejak dulu ada suku Quraish, suku terkuat di Mekkah yang mengatur tempat utama pemujaan di seluruh tanah Arab. Kuil yang dipenuhi dengan berhala dikenal dengan Kabah. Kakek Muhammad memiliki kehormatan sebagai pelayan dari Kabah.
Kuil itu dibuat dari tembok persegi dengan halaman yang luas, dengan bangunan menyerupai kubus di tengah. (Kata Al-Ka’ba berarti kubus).
Semua suku percaya ada Tuhan Yang Mahakuasa, tapi mereka tidak yakin siapa Tuhan itu. Mereka mencari mediator untuk berhubungan dengan Tuhan ini. Jadi, mereka membuat bermacam tipe dari patung-patung.
Al-Quran berkata mengenai patung-patung itu: "Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatny a". (Qs 39:3).
Saat tumbuh dewasa, Muhammad terus menghabiskan waktu sekitar Kabah dan Ia melihat orang sujud di sekitar patung. Pengalaman ini memiliki pengaruh yang besar pada Muhammad sehingga berdampak terhadap ajarannya hingga sekarang.
~
NN
Saudara Jagona, anda mengatakan istimewanya batu Hajar Aswad karena batu itu bukan berasal dari bumi. Tetapi dari meteorit yang melayang antara Jupiter dan Saturnus, dan digunakan Allah untuk menunjukkan tempat yang tepat untuk membangun Ka'bah.
Saudara Jagona, darimana orang dulu tahu bahwa hajar aswad adalah meteorit yang melayang-layang antara Jupiter dan Saturnus? Sementara ilmu astronomi belum berkembang maju seperti sekarang ini, dan kedua planet Jupiter dan Saturnus juga baru ditemukan pada era tahun 1900 masehi. Atas dasar apa sampai keluar pernyataan seperti itu! Tolong pergunakan logika sederhana.
Saudara Teduh,
Terimakasih untuk tanggapan yang saudara berikan. Kiranya hal ini dapat menjadi pencerahan bagi saudara Jagona dan orang lain yang membacanya. Sehingga mereka dapat berpikir apakah memang benar batu Hajar Aswad mempunyai keistimewaan atau hanya sekedar batu, sama seperti batu-batu lainnya.
~
SO
Cara berfikir yang sangat ngawur apakah mencium berarti menyembah yang dicium. Yesus ketika akan ditangkap beliau sujud mencium tanah. Pertanyaannya apakah Yesus menyembah tanah?
Hanya orang bodoh yang dengan mudah menyimpulkan setiap mencium itu pasti menyembah, seperti tulisan di atas menulis umat Islam menyembah Hajar Aswad.
Kemudian soal nabi Muhamamad yang dibilang tidak konsisten, apanya tidak konsisten? Nabi Muhammad mengeluarkan seluruh berhala kecuali apa-apa yang dahulunya sudah ada, yaitu Hajar Aswad Kabah.
Saudara Ilham,
Bila saudara Ilham tidak setuju dengan isi artikel di atas, tentang tujuan atau motivasi orang Islam mencium batu Hajar Aswad Kabah, lalu menurut saudara, apakah tujuan orang Islam sampai rela berdesak-desaka n bahkan sampai terinjak-injak agar dapat mencium Aswad Kabah?.
Mengapa harus memilih batu Hajar Aswad Kabah dan bukan batu lain? Adakah “sesuatu” yang ghaib pada batu tersebut sehingga dia lebih “diagungkan” diantara batu-batu lain?.
Bila memang Muhammad ingin membersihkan Ka'bah dari berhala-berhala , mengapa dia harus memberi pengecualian?.
~
SO
Orang Islam mencium Hajar Aswad, karena melihat nabinya menciumnya. Orang Islam senantiasa mau mengikuti perbuatan nabinya, karena Muhammad sebagai panutan yang sempurna.
Kalau ada orang Islam yang mencium Hajar Aswad dalam hatinya menyembah batu tersebut ataukah Hajar Aswad mempunyai kekuatan menghapus dosa, maka ini melanggar prinsip Islam. Dalam prinsip Islam kekuatan itu hanya berasal dari Allah SWT semata-mata.
Kalau Nabi Isa yang disimbolkan sebagai Batu Penjuru, mudah-mudahan benar, karena kalau salah, maka sebagai orang Islam saya menganggap itu berdosa dan perlu pengampunan dari Allah SWT.
Kami setuju dengan saudara Muhammad Tahir, kekuatan hanya berasal dari Allah. Tetapi perlu juga saudara ingat, iblis pun dapat memberi kekuatan bagi manusia.
Menurut saudara, seseorang yang rela berdesak-desaka n bahkan sampai terinjak-injak, dan menghabiskan uang yang tidak sedikit hanya demi menyentuh atau mencium sebuah batu, tidakkah ada motivasi atau hasrat dalam dirinya? Apakah umat Muslim yang mencium Hajar Aswad hanya sekedar mengikuti perbuatan nabinya tanpa ada tujuan tertentu?.
Dan, pada saat nabi umat Muslim mencium batu itu, apakah dia hanya sekedar mencium tanpa ada satu maksud atau tujuan?
Saudara betul, sebuah batu tidak dapat menghapus dosa. Namun kenyataanya, berjuta-juta umat Muslim di dunia mendatangi Hajar Aswad. Mereka tidak perduli besarnya biaya yang harus dikeluarkan, juga tidak mengindahkan keselamatan dirinya, asal mereka dapat mencium atau setidaknya menyentuh batu tersebut.
Apakah ini tidak dapat dikatakan sebagai perbuatan memberhalakan sebuah batu?.
Tentang Isa Al-Masih benarkah disimbolkan sebagai “Batu Penjuru”, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel yang terdapat di url ini: tinyurl.com/7z9 bzrm
~
SO
Kalau mencium batu itu perbuatan sekedar mengikuti apa yang dilakukan Muhammad, jangan salahkan para pria yang mengawini puluhan wanita karena itu juga mengikuti Muhammad.
Mengikuti teladan seorang nabi memang baik. Tetapi, kita juga perlu memilih mana yang layak untuk diikuti. Sebab, bagaimanapun juga, nabi tetaplah manusia yang juga dapat melakukan kesalahan. Perbuatan yang melanggar kebenaran firman Tuhan, tentulah tidak layak untuk diikuti.
Lantas, bagaimana dengan mencium batu dan mempunyai isteri lebih dari satu, apakah layak perbuatan tersebut diikuti?.
~
SO
Apakah setiap mencium itu pasti mencium?
Kalian lupa Yesus pun menyembah dan sujud mencium tanah. Injil Matius 26:39 "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau..."
Apakah Yesus menyembah tanah?.
Saudara Izmy Azhary,
Setiap pekerjaan “mencium” jelas artinya “mencium”. Tidak ada arti lain dari pekerjaan “mencium” selain “mencium”.
Berikut saya kutip selengkapnya isi ayat yang saudara kutip “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Injil, Rasul Matius 26:39).
Di sana dikatakan “Yesus sujud dan berdoa”. Bukan Yesus mencium tanah seperti yang saudara katakan.
Motivasi dari “Yesus sujud” pada ayat tersebut dengan orang Islam mencium/menyent uh batu Hajar Aswad jelas berbeda. Tujuan Yesus sujud untuk merendahkan diri dan memohon sesuatu kepada Allah. Sedangkan motivasi orang Islam mencium/menyent uh batu Hajar Aswad, mereka mengharapkan mendapatkan sesuatu karena telah berhasil mencium/menyent uh batu tersebut.
Focus Yesus sujud adalah kepada Allah, sedangkan focus orang Islam mencium dan menyentuh adalah batu Hajar Aswad. Sementara kitab suci mengajarkan, hanya menyembah/berha rap kepada Allah saja, tidak kepada yang lain.
Maka, Yesus maupun pengikut-Nya tidak pernah menyembah tanah. Hanya menyembah kepada Allah saja.
~
SO
Staff IDI, mengapa komentar saya dihapus?
Saudara Izmy Azhary,
Komentar saudara kami hapus karena tidak sesuai ketentuan-keten tuan yang telah kami tetapkan. Apakah ketentuan-keten tuan itu? Silakan saudara lihat bagian paling bawah halaman ini.
Bila saudara ingin komentar saudara luput dari sensor kami, silakan memberi komentar yang sesuai dengan ketentuan-keten tuan tersebut.
~
SO
To: Admin,
Tidak ada nash di dalam Al-Quran dan hadist mewajibkan kami mencium Hajar Aswad.
Sama halnya dengan sholat menyembah kabah, yang kita pahami kedua benda hanyalah simbol ukhuwah/pemersa tu dalam memahami Allah atas ke-Esaan serta kebesaran-Nya, karena itu masjid dan mushola kita menghadap pada arah yang sama dipenjuru dunia.
Sekarang apa bedanya anda mencium kaki patung Yesus dalam setiap peribadatan anda, apakah disitu anda menyembah patungnya ataukah wujud persembahan iman berupa penghormatan atas kebesaran Yesus?
Saudara Lala,
Kami setuju dengan saudara, tidak ada perintah di Al-Quran untuk mencium Hahar Asward. Tapi mengapa milyaran umat Muslim di dunia berlomba-lomba ke Mekkah agar dapat mencium batu tersebut? Mengapa orang-orang yang naik haji rela berdesakan bahkan tidak menghiraukan keselamatan dirinya agar dapat mencium batu itu?
Menurut sejarah, pada awal kenabian Muhammad kiblat menghadap ke Yerusalem. Dan sekarang kiblat Muslim menghadap ke Mekkah. Menurut saudara, apakah Yerusalem tidak dapat lagi menunjukkan kebesaran Allah sehingga kiblat di geser ke Mekkah? Atau mungkin Allah yang disembah Muhammad saat itu telah berpindah dari Yerusalem ke Mekkah?
Kami tidak pernah mencium kaki patung Yesus. Dalam beribadah, kami hanya memuliakan Allah, tidak ada yang lain.
~
SO
RSS feed for comments to this post