Guru Besar Islam Mencap Injil Barnabas Injil Palsu
Tidak sedikit umat Muslim mengutip ayat-ayat dari Injil Barnabas untuk menyerang ke-Kristenan. Terkadang juga mereka mengutip ayat dari Injil ini. Tujuannya untuk memperkuat pernyataan mereka, bahwa nabi mereka adalah benar nabi terakhir dan penyempurna.
Sayangnya, hal tersebut tidak sesuai dengan pendapat mendiang Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad. Seorang guru besar terkenal di Universitas Al Azhar di Cairo, Mesir. Dia mengajak umat Muslim sedunia untuk menjauhkan diri dari Injil Barnabas. Dalam bukunya “Hayatul Masih fit Tarikh was Kusyufil ‘ashril Hadiets”, (Cairo: Darul Hilal) ia menguraikan kepalsuan Injil tersebut. Ia berkesimpulan kitab ini bukan saja menyerang ajaran agama Kristen tetapi juga Islam.
Injil Barnabas Bertentangan Dengan Al-Quran
Sangat masuk akal bila mendiang Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad mengatakan Injil Barnabas palsu. Sebab terdapat beberapa ajaran dalam Injil Barnabas yang bertentangan dengan Al-Quran.
Pertama: Mesias adalah Isa, Bukan Muhammad
Al-Quran dengan jelas mengatakan Mesias adalah Isa Al-Masih. Bukan Muhammad. Sebaliknya, Injil Barnabas mengatakan “Muhammad adalah Mesias, dan Isa selalu menyangkal bahwa Ia bukan Mesias” (Lihat bab 3, 42, 82).
Sungguhkah Mesias itu adalah Muhammad, anak Abdullah dan bukan Isa Al-Masih anak Maryam?
Kedua: Langit Ada Tujuh, Bukan Sembilan
Sura Al-Baqarah ayat 29 mengatakan langit ada tujuh. Juga Sura Al-Isra ayat 44 memberi pernyataan yang sama. Tetapi Injil Barnabas bab 178 dengan tegas mengatakan bahwa langit ada sembilan.
Sepertinya penulis kitab ini membaca tulisan Dante yang mengarang khayalan terkenal “Divina Commedia” tentang sembilan langit menuju Firdaus.
Mana yang benar – sembilan atau tujuh?
Ketiga: Seorang Pria Dapat Menikahi Berapa Wanita?
Menurut Qs 4:3, “seorang laki-laki dapat menikahi dua, tiga, empat wanita” sekaligus. Bahkan Qs 70:30 menambahkan keempat isteri tersebut adalah “selain budak-budak yang mereka miliki”. Hal ini bertentangan dengan ajaran Injil Barnabas. Menurutnya “hendaklah seorang lelaki puas dengan seorang wanita yang dikaruniakan Allah baginya dan hendaklah dia melupakan wanita lainnya” (Injil Barnabas bab 115).
Manakah petunjuk Allah yang sesungguhnya – empat atau satu?
Keempat: Adakah Maryam Mengalami Sakit Saat Melahirkan?
Saat melahirkan Isa Al-Masih, “Maryam mengalami rasa sakit saat melahirkan” (Qs 19:23). Sedangkan Injil Barnabas bab 13 mengatakan, “Maryam ‘dikelilingi oleh cahaya terang yang luar biasa, seraya melahirkan puteranya tanpa sakit”.
Manakah yang benar – Siti Maryam sakit pada waktu melahirkan atau tidak?
Kelima: Allah Membutuhkan Manusia?
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya” (Qs 17:13).
“Ketika Allah menciptakan manusia dengan kebebasan agar dia boleh mengetahui bahwa Allah tidak membutuhkan manusia, sama seperti seorang raja yang memberikan kebebasan kepada hamba-hambanya” (Injil Barnabas bab 155)
Perhatikanlah dua ayat di atas, bukankah keduanya saling bertentangan?
Injil Barnabas Bertentangan Dengan Alkitab
Sangat jelas bahwa Injil Barnabas bertentangan dengan Alkitab. Inti Injil adalah Kabar Baik yang dibawa oleh Isa Al-Masih. Kabar Baik ini menegaskan sia-sialah segala usaha amal manusia untuk meraih keselamatan. Hal tersebut tidak dapat melepaskan manusia dari ikatan dosa dan iblis. Keselamatan hanya terdapat dalam Isa Al-Masih.
Bila amal ibadah dapat menghapus dosa, seberapa banyakkah amal yang harus dilakukan manusia agar dapat mengampuni dosa-dosanya? Jelas hal itu mustahil!
Isa Al-Masih Menghancurkan Kuasa Setan
Injil yang benar memberikan jawaban yang indah. Sesungguhnya manusia yang terikat oleh dosa tidak dapat mematahkan rantai iblis. Tetapi Isa Al-Masih, Tuhan yang turun dari sorga, sudah menghancurkan kuasa setan. “Bagi Dia (Isa Al-Masih), yang mengasihi kita dan telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya dan telah membuat kita menjadi suatu kerajaan…bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin” (Injil, Kitab Wahyu 1:6).
Kembali Injil Barnabas menyangkal fakta dalam Injil. Menurutnya, Isa Al-Masih tidak pernah mati disalib, melainkan Judas-lah yang dibuat Allah menyerupai wajah Isa Al-Masih. Sedangkan Isa sendiri diangkat Allah ke sorga.
Benarkah Isa Al-Masih takut menghadapi maut sehingga harus melarikan diri? Inilah perkataan Isa Al-Masih, “Sekarang jiwa-Ku (Isa Al-Masih) terharu dan apakah yang akan Ku katakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini (yaitu dari salib). Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, memuliakan nama-Mu!” (Injil, Rasul Besar Yohanes 12:27, 28).
Isa Al-Masih tidak pernah melarikan diri dari maut. Dia bersedia mengorbankan diri sebagai “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29). Ia menghapus dosa semua manusia yang percaya kepada-Nya.
Injil yang benar menawarkan keselamatan cuma-cuma sebagai anugerah dari Allah. “Karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, (Isa Al-Masih) Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23). Sambutlah Dia! Yakinlah akan janji Isa Al-Masih, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan dibuang” (Injil, Rasul Yohanes 6:37).
[Staff Isa dan Islam – Rindukah saudara menerima Kasih dan Pengampunan Isa Al-Masih? Artikel tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih dapat membantu saudara mendapatkannya.]
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Add comment
Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: masukan@idionline.info.
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.
Wassalam,
Staf, Isa dan Islam
Tweet Terbaru



Dialog Agama - Isa dan Islam
Comments
Sadarlah, Alkitab sekarang sudah tidak asli, karena telah banyak mengalami revisi. Kalian sendiri tau bahwa Bible ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan kata-kata Paulus, bukan semata-mata perkataan Nabi Isa.
Apakah itu dapat dikatakan sebagai Kitab Tuhan?
Saudara Nureen Rafi,
Umat Kristen percaya bahwa Kitab Suci Injil adalah wahyu Allah ( Injil, Surat 2 Timotius 3:16). Allah menggunakan manusia dari berbagai latar belakang dan kepribadian sebagai penulisnya. Setiap penulis Injil memiliki tujuan yang khas dan mereka menekankan aspek yang berbeda dari kepribadian dan pelayanan Isa Al-Masih.
Sekalipun dalam Kitab Suci Injil memiliki kisah yang berbeda tentang Isa Al-Masih namun tetap akurat. Setiap kisah ketika ditambahkan kepada kisah lainnya, menghasilkan gambar yang lebih lengkap mengenai Isa Al-masih yang tak terlukiskan. Dan sekalipun kita tidak akan pernah benar-benar tahu segala sesuatu mengenai Isa Al-Masih, namun melalui Kitab Suci Injil itu kita dapat mengenal dan mempercayai-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.
“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Kitab Nabi Besar Yesaya 40:8)
~
SL
Islam hanya menganggap Alkitab direvisi dan direvisi, tanpa tahu mana Kitab yang belum direvisi, tidak tahu arti dan pendalaman akan Alkitab itu sendiri.
Tetapi tidak bisa disangkal, ternyata Islam yang banyak menghujat mereka malah tidak paham akan Al-Qurannya, bahkan arti dari Al-Quran saat tak ada tafsirannya mereka tidak mampu mengartikan, mereka hanya percaya ustad mereka, yang terkadang ustadnya-pun hanya bisa baca tanpa tahu artinya.
Memang sudah bukan rahasia lagi bila umat Muslim selalu mengatakan bahwa Alkitab sudah revisi. Namun sayang, tidak satupun diantara mereka yang dapat membuktikannya. Hal ini dituduhkan karena terdapat begitu banyak Alkitab dalam berbagai bahasa.
Tapi, apakah hal itu dapat menjadi bukti bahwa Alkitab sudah direvisi? Jelas tidak! Mungkin ilustrasi artikel pada url ini dapat membantu saudara, http://tinyurl.com/44soash.
Jelas Alkitab berisi firman Allah yang diilhamkan melalui orang-orang pilihan-Nya. Dan firman-Nya itu bersifat kekal untuk selama-lamanya. “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. " (Kitab Nabi Besar Yesaya 40:8)
~
SO
Bagaimana mungkin Injil Barnabas menyerang ajaran Kristen dan Islam, padahal pada zaman itu belum ada istilah Kristen, dan penganut Muslim yang dinamai Islam baru ada pada zaman Muhammad.
Bukankah Barnabas adalah salah seorang murid Yesus, yang langsung berhubungan dengan Yesus dan jelas melebihi derajat pengetahuan Paulus?
Walau memang ada yang kontradiksi dalam Injil Barnabas, namun tercantum jelas dalam Injil tersebut kalau Barnabas mengutip perkataan Yesus tentang akan datangnya seorang Nabi sesudah Beliau yang akan jadi penutup dari semua Nabi utusan Allah.
Kutipan Barnabas tentang perkataan Yesus itulah hingga Injil ini disebut sesat dan tidak diakui oleh Kristen.
Saudara Cerah,
Apakah saudara juga mempercayai Injil Barnabas sebagai Injil yang asli karena di sana terdapat nubuat tentang kedatangan Muhammad sebagai nabi terakhir?
Silakan perhatikan beberapa informasi berikut, yang menjadi alasan mengapa Injil Barnabas disebut palsu dan menyerang ajaran Islam dan Kristen.
Injil Barnabas mengatakan Muhammad adalah Al-Masih. “Kemudian imam itu berkata: "Dengan nama apakah Mesias itu akan dipanggil?" (Isa menjawab) "Muhammad adalah namanya yang diberkati“ (Injil Barnabas bab. 97).
Bandingkan dengan ayat ini, “…Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) darinya, namanya Almasih Isa Purta Maryam….” (Qs. 3:45).
Menurut saudara, manakah diantara dua ayat di atas benar? Apakah Al-Quran pernah mengatakan Muhammad adalah Al-Masih?
~
SO
Istilah Al-Masih tidak identik dengan istilah Mesias.
Isa disebut Al-Masih karena Beliau Nabi terakhir dari Yahudi sebagai Juruselamat bagi umat-Nya (Yahudi).
Mesias adalah penyelamat bagi semua umat manusia, itulah Muhammad yang sampai sekarang ini tidak disadari oleh Yahudi kalau Mesias yang mereka nantikan dan telah diberitakan oleh Isa Al-Masih dalam Injil Barnabas.
Mesias yang dijanjikan adalah Isa Al-Masih, seperti arti namanya yaitu Juruselamat, bukan nabi saudara. Bagaimana mungkin seorang nabi yang belum sanggup menyelamatkan dirinya dan masih harus didoakan, dapat menyelamatkan pengikutnya? karena keselamatan hanya dapat diberikan oleh Allah SWT yang datang ke dunia dan menjadi manusia dalam Isa Al-Masih.
Kedatangan Isa Al-Masih sudah dinubuatkan oleh para nabi dalam kitab Taurat ratusan tahun bahkan ribuan tahun sebelumnya dan telah digenapi oleh Isa Al-Masih, seperti yang dikatakan Isa: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." (Injil, Rasul Besar Matius 5:17).
Nabi Yesaya telah me nubuatkan penderitaan dan kematian Isa Al-Masih, yaitu Mesias yang dijanjikan 740 tahun sebelum Isa Al-Masih datang.
Semua nubuatan yang ada mengarah pada satu berita utama yaitu seperti yang dikatakan Isa Al-Masih bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati. Bahwa penderitaan dan pengorbanan-Nya adalah jalan keselamatan yang Ia berikan untuk menyelamatkan semua manusia, bukan hanya untuk bangsa Yahudi.
Malaikat Jibril menyampaikan kedatangan Isa Al-Masih adalah bagi keselamatan seluruh bangsa-bangsa, bukan hanya Israel saja, "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Isa Al-Masih, Tuhan, di kota Daud." (Injil, Rasul Lukas 2:10-11).
~
NN
Ajaran Islam tidak pernah menanggapi Injil Barnabas adalah wahyu suci Tuhan kepada Isa Al-Masih. Injil Barnabas adalah tulisan pengikut setia Isa Al-Masih bernama Barnabas yang sepaham dengan ajaran Isa Al-Masih.
Al-Quran menyebutkan tentang Injil Tuhan kepada Isa Al-Masih yang asli dan naskah itu telah lama hilang. Alkitab bukan Kalimah Allah tapi tulisan ilham manusia yang statusnya jauh lebih rendah dari Barnabas.
Kekristenan tidak pernah menerima Injil Barnabas sebagai bagian dari kitab suci umat Kristen. Dan Injil Barnabas tidak ditulis oleh murid Isa Al-Masih yang bernama Barnabas. Walaupun injil ini disebut Injil Barnabas, tidak dapat membuktikan bahwa injil tersebut ditulis murid Isa Al-Masih.
Namun sayangnya, tidak sedikit umat Muslim yang mengutip ayat Injil ini untuk menguatkan argumentasi mereka bahwa Isa Al-Masih pernah menubuatkan Muhammad sebagai nabi akhir zaman.
Bicara tentang Injil asli yang hilang, hanyalah cerita lama yang dipermasalahkan umat Muslim. Dan hingga hari ini, tak satupun diantara mereka yang dapat membuktikan kebenarannya.
Bagaimana mungkin seseorang dapat mengatakan ada 'sesuatu' yang hilang, sementara orang tersebut tidak pernah melihat 'sesuatu' itu?
~
SO
To: Grandma,
Kejelekan yang mana yang Sudara maksud? Staff Isa dan Islam berusaha memaparkan siapa Yesus pada anda, supaya anda beroleh keselamatan.
Sudah jelas di Al-Quran tertulis, bahwa Isa-lah yang akan datang untuk kedua kali sebagai Hakim (yang Ia sendiri adalah Tuhan). Saat penghakiman siapakah yang akan menyelamatkan anda sebagai pembela? Apa amal ibadah anda? Apa itu cukup?
Mungkinkah Nabi anda? Sedangkan Dia sendiri masih didoakan bahkan nanti juga ikut diadili.
Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa keselamatan itu adalah anugerah, bukan karena usaha (amal) kita, dan anugerah itu sendiri diberikan bagi yang percaya kepada Isa Al-Masih.
Kepada para pembaca situs kami,
Setiap hal yang kami sampaikan lewat situs ini adalah informasi yang kebenarannya didukung oleh firman Allah. Baik itu yang terdapat dalam Injil, Taurat, Kitab Nabi-Nabi, maupun Al-Quran.
Bila ada saudara pembaca merasa bahwa kami memberikan kesalahan informasi, kiranya saudara pembaca dapat memberikan komentar, atau mengirim email ke staf kami di: masukan
Setiap email yang masuk akan selalu kami tanggapi. Dan setiap komentar yang masuk dan sesuai dengan ketentuan-keten tuan yang sudah kami tetapkan, akan kami jawab.
Harap maklum!
~
SO
Semua orang tahu kalau Barnabas itu murid langsung dari Yesus yang derajatnya jauh melebihi Paulus (yang cuma mengaku ketemu Yesus dalam mimpi).
Kalau Injil Barnabas saja bisa di-cap palsu, bagaimana dengan Injil-Injil lainnya yang katanya tidak ada seorangpun dapat merubah firman-Nya dalam Injil?
Saudara Cerah,
Barnabas memang salah satu dari murid Yesus. Tetapi yang menulis Injil Barnabas bukanlah Barnabas yang sama. Barnabas adalah nama yang umum dipakai oleh bangsa Yunani. Sama halnya seperti nama Siti atau Bambang di Indonesia. Tentu tidak sulit mencari beberapa orang yang menggunakan nama, yaitu Siti atau Bambang di Indonesia.
Yang mengatakan Injil Barnabas palsu, bukanlah hanya orang Kristen. Tetapi seorang Guru Besar Islam-pun mengatakan demikian. Maka, tidak ada hubungan antara Injil Barnabas yang dicap palsu dengan Injil yang diyakini orang Kristen sebagai firman Allah yang tidak dapat diubah manusia.
~
SO
Terima kasih pengasuh/staff Isa dan Islam atas adanya situs ini. Dan kami telah banyak belajar bagaimana pandangan anda.
Hanya saja, saya perlu mempertimbangka n nama Islam dalam website ini, karena saya melihat anda bukan pakarnya. Dan kami tak perlu membaca Injil, karena kami beranggapan bahwa ajaran Taurat, Injil, Zabur yang boleh dikerjakan sudah ada dalam Al-Quran. Itulah keyakinan kami.
Wassalam
Saudara Muhammad Tahir,
Terimakasih atas apresiasi yang saudara berikan. Kami memang belumlah sempurna. Bahkan masih sangat jauh dari sempurna. Tentu saudara setuju, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, sebab kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.
Itulah gunanya Allah memberi manusia akal dan pikiran. Dengan akal dan pikirannya itu, manusia dapat belajar hal-hal yang belum mereka ketahui. Sebab orang yang rajin belajar akan menjadi bijak.
Firman Allah berkata, “Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.” (Kitab Zabur 26:16).
~
SO
Pokoknya Injil adalah Injil. Dia adalah perkataan Tuhan dan Tuhan tidak pernah bohong sesuai yang saya percaya.
Injil disebut juga Kabar Baik. Yaitu kabar keselamatan yang dibawa oleh Isa Al-Masih. Seseorang yang percaya akan Injil, tentu percaya bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya Pribadi yang dapat menjamin keselamatan. Sebab untuk itulah Dia datang ke dunia.
“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Matius 3:15).
Kiranya kasih karunia Allah selalu menyertai saudara.
~
SO
Quoting Armi:
Di dalam al-Quran diajarkan untuk saling mendoakan keselamatan. Nabi atau umat manusia semuanya sama-sama saling mendoakan. Yang mengkabulkan doa hanya Allah. Yang menghapuskan dosa juga hanya Allah, bukan Yesus atau Muhammad atau malaikat.
Saudara Grandma,
Kami setuju dengan pendapat saudara. Kita harus saling mendoakan, satu sama lain. Jelas ajaran ini bukan hanya terdapat di Al-Quran, tetapi Isa Al-Masih juga menekankan demikian.
“.....berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).
Namun terdapat perbedaan yang nyata dalam dua ajaran tersebut dalam hal mendoakan. Pengikut Isa Al-Masih mendoakan orang lain sebagai bentuk kasih kepada sesama, sebagaimana yang diajarkan Isa Al-Masih. Jelas hal ini berbeda dengan ajaran Islam.
Saudara betul, hanya Allah yang layak menghapus dosa manusia. Malaikat atau Muhammad tidak dapat melakukannya. Bagaimana dengan Isa Al-Masih, apakah Dia layak menghapus dosa manusia? Jelas. Dia layak untuk hal itu.
“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).
“Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.” (Injil, Surat 1 Rasul Yohanes 3:5).
~
SO
Injil Barnabas ditulis pada abad ke-18, jadi jauh sekali dengan kehidupan orang murid Yesus yang bernama Barnabas. Barnabas sendiri tidak pernah menulis Injil.
Pengarang Injil Barnabas adalah orang yang mengaku "Barnabas", seolah Injil itu ditulis oleh Barnabas. Injil Barnabas adalah injil gnostik (palsu).
Umat Islam mengakui Injil Barnabas sebagai bagian dari Injil, kitab suci umat Kristen, karena salah satu isi dari injil tersebut mengakui bahwa Muhammad adalah nabi akhir zaman. Sayangnya, mereka tidak mengetahui bahwa injil tersebut adalah palsu dan sebagian isinya juga menyerang ajaran Islam.
Bila diteliti, sebenarnya hal yang ingin ditekankan oleh penulis Injil Barnabas adalah, siapakah yang berhak menjadi Al-Masih. Isa atau Muhammad? Jawabannya sudah jelas dan tidak bisa dirubah. Baik Al-Quran maupun Alkitab mengakui bahwa Al-Masih adalah Isa.
“…Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) darinya, namanya Almasih Isa Purta Maryam….” (Qs. 3:45).
~
SO
Kalau Alkitab dikatakan palsu, buat apa saya harus hidup suci. Lebih baik saya hidup dalam dosa, lebih enak tidak perlu susah-susah saya harus hidup suci.
Alkitab adalah firman Allah yang tertulis. Walaupun banyak usaha dari musuh-musuh Alkitab, untuk memalsukan, merusak bahkan menghancurkanny a namun Alkitab tetap terjaga.
“Langit bumi akan lenyap, tapi Firman-Ku itu tetap!" (Injil, Rasul Besar Matius 24:35).
Alkitab menerangkan dengan jelas sekali bagaimana umat Kristen harus menanggapi firman Allah. Umat Kriten harus menerima apa yang dikatakan firman Allah. Percaya, menyimpan dalam hati, mentaati bahkan harus hidup bersandar pada janji-janji-Nya.
“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Zabur, Kitab Mazmur 119:9).
~
SL
To Nureenrafy,
Anda menyebutkan bahwa Injil itu sudah tidak asli lagi. Jadi anda harus berani menunjukkan yang mana yang asli.
Entah berawal dari mana, hampir seluruh umat Muslim percaya bahwa Injil yang asli sudah hilang. Benarkah? Hilang di mana? Siapa yang mencuri? Kog bisa sampai dicuri?
Hingga saat ini, tak satu pun orang Islam dapat menjawab pertanyaan-pert anyaan di atas. Sungguh aneh, bukankah mereka yang mengklaim Injil asli sudah hilang? Tetapi mengapa mereka tidak bisa membuktikannya?.
~
SO
Quoting nureen rafi:
To: Nureen Rafi,
Pernahkah saudara melihat teks asli Al-Quran?
Menurut saudara, Siapakah yang menyalin dan menyebarkan Al-Quran?
Bukankah kisah Al-Quran dibacakan oleh Jibril itu ada di hadist?
Umat Muslim selalu mengatakan Injil bukan firman Allah. Injil sudah dipalsukan, dll. Sayangnya, mereka terlalu sibuk mencari cara untuk menjatuhkan Injil, sehingga mereka luput menyelidiki Kitab Suci mereka sendiri.
Bagaimana dengan Al-Quran? Benarkah merupakan firman Allah yang disampaikan kepada Muhammad, atau Al-Quran yang ada sekarang merupakan 'hasil karya' dari sahabat-sahabat Muhammad, mengingat bagian-bagian dari 'wahyu' tersebut baru dikumpulkan setelah sekian puluh tahun Muhammad meninggal?
Tanpa bermaksud menggurui, seharusnya umat Muslim juga dapat menyisihkan waktu untuk memahami sejarah/latar belakang bagaimana penulisan Al-Quran dimulai.
~
SO
Konsep Mesias bukan milik Kristen sendiri, tetapi jauh di belakang Kristen, Yahudi memiliki konsep Mesias. Jadi Yesus bukan satu-satunya Mensias.
Kitab Nabi Yesaya 45:1. "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada mesias, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup".
RSS feed for comments to this post