Muhammad – Adakah Nubuat Baginya di Alkitab?
‘Nubuat' secara bahasa berhubungan dengan kenabian. Satu ‘nubuatan’ menyatakan informasi atau berita tentang kejadian-kejadian di masa depan.
Kedatangan Isa Al-Masih Dinubuatkan Nabi Besar
Al-Quran mengatakan Isa Al-Masih adalah “. . . seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . . .” (Qs 3:45). Layaklah bila seorang nabi besar menubuatkan kedatangan Isa Al-Masih, bukan?
Perhatikanlah nubuat yang disampaikan nabi besar Yesaya lima ratus tahun sebelum Isa Al-Masih datang. “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Kitab Nabi Besar Yesaya 7:14). Dalam Injil, oleh malaikat Tuhan, Isa Al-Masih diberi nama “Imanuel”.
Siapa Yang Menubuatkan Kedatangan Muhammad?
Orang Islam percaya Muhammad adalah nabi akhir zaman. Dia juga dikenal sebagai penutup nabi-nabi sebelumnya. Sayangnya, tidak satupun ayat Alkitab yang berbicara tentang hal itu.
Memang pakar Islam ingin meneguhkan iman orang Islam akan kenabian Muhammad. Mereka berusaha untuk mencari ayat-ayat di Alkitab yang dapat diklaim sebagai nubuat kedatangannya. Namun, tidak satupun ayat-ayat tersebut yang mengarah ke sana.
Benarkah Alkitab Bicara Tentang Nabi Umat Islam?
Beberapa ayat Alkitab yang sering digunakan pakar Islam sebagai nubuat kedatangan Muhammad adalah:
Pertama: Taurat, Kitab Ulangan 18:18 “Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini (Musa); Aku akan menaruh FirmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya”.
Ayat di atas adalah sabda Allah pada Musa. Allah mengatakan akan ada seorang nabi “dari antara saudara mereka”. Yang dimaksud dengan 'mereka' di sini adalah bangsa Israel. Jelas Muhammad tidak berasal dari bangsa Israel, tetapi dari suku Quraysi.
Kedua: Taurat, Kitab Ulangan 34:10 “Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel”.
Sulit diterima akal mengapa umat Islam mengklaim ayat di atas sebagai nubuat untuk Muhammad. Pada hal jelas-jelas ayat tersebut tidak ada sedikitpun menyinggung tentang Muhammad.
Ketiga: Kitab Nabi Yesaya 29:12 “Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: ‘Baiklah baca ini,’ maka ia akan menjawab: ‘Aku tidak dapat membaca’”.
Menurut kepercayaan orang Islam, Muhammad tidak dapat baca tulis. Itulah alasan mereka mengklaim ayat di atas sebagai nubuat kenabian Muhammad. Benarkah?
Jelas ayat di atas tidak ada hubungannya dengan Muhammad. Sebab bila disimak pada ayat selanjutnya, khususnya ayat 13 dan 14, ayat ini merupakan teguran keras dari Allah atas sikap bangsa Israel yang bebal. Jelas orang Islam tidak menganggap Muhammad bebal seperti bangsa Israel pada masa itu!
Keempat: Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16 “.....dan Ia (Allah) akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”.
Siapa yang dimaksudkan sebagai ‘Penolong’? Ayat 17 menekankan bahwa ‘Penolong’ adalah Roh Kebenaran. Bukan manusia! Lebih lanjut dikatakan “dunia tidak dapat melihat Dia”. Memang, sebab ‘Penolong’ adalah Roh adanya.
Sayangnya, orang masih sering menggunakan ayat di atas sebagai nubuat untuk Muhammad. Mereka percaya yang disebut dengan 'Penolong' pada ayat di atas adalah nabi mereka.
Tidak Ada Nubuat Muhammad di Alkitab
Demikianlah beberapa ayat yang sering dikutip pakar Islam sebagai nubuat kedatangan Muhammad. Faktanya, tidak satupun ayat tersebut bicara tentang Muhammad. Hal inilah salah satu alasan mengapa orang Kristen tidak mengakui Muhammad sebagai nabi yang diutus Allah.
Selain itu, juga terdapat beberapa ajaran Muhammad yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan dalam Injil dan Taurat (Seperti: Syahadat, naik haji, dll.).
Pengikut Isa Al-Masih Tidak Butuh Nabi Lain
Tetapi, alasan utama pengikut Isa Al-Masih tidak menerima Muhammad, karena mereka tidak membutuhkan nabi lain! Mengapa? Sebab mereka telah menerima jaminan keselamatan dari Isa Al-Masih. Bagi mereka, tidak ada keragu-raguan tentang Keselamatan dan Hidup Kekal di sorga.
Kiranya renungkanlah janji indah Isa Al-Masih berikut, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).
[Staff Isa dan Islam – Rindukah saudara mempunyai kepastian mengenai masuk sorga? Artikel tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih dapat membantu saudara mendapatkannya.]
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Add comment
Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: masukan@idionline.info.
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.
Wassalam,
Staf, Isa dan Islam
Tweet Terbaru



Dialog Agama - Isa dan Islam
Comments
Saya pribadi sangat setuju, karena hanya Yesus Tuhan yang akan datang kedua kalinya ke dunia.
Terpujilah Engkau Tuhan Yesus, di bumi dan di sorga.
Saudara Tomy,
Terimakasih atas komentar saudara. Terimakasih juga telah meluangkan waktu untuk mengunjungi situs kami.
Bila ada waktu, silakan juga mengunjungi dua situs kami lainnya. Yaitu www.isadanalquran.com dan www.isadanalfatihah.com.
Semoga artikel-artikel yang terdapat dalam situs ini bermanfaat bagi saudara.
~
SO
“Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini (Musa)..."(Taurat, Kitab Ulangan 18:18).
Mari dikaji dua kata penting yaitu "saudara mereka" dalam ulangan 18:18. Admin mengartikan "mereka" adalah bangsa Israel. Kalau begitu kata "saudara mereka" artinya nabi yang akan dibangkitkan adalah dari saudara bangsa Israel, bukan dari Israel.
Hal ini diperjelas lagi dengan Taurat, Kitab Ulangan 34:10: “Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel”.
Siapa saudara Israel itu? Tentulah bani Ismail. Ibrahim punya dua anak, Ishak dan Ismail. Dari Ishak lahirlah bani Israel dan dari bani Ismail lahirlah Muhammad sebagai penutup Nabi.
Saudara Kumbang,
Pengertian "Saudara mereka” yaitu “dari antara mereka sendiri”. Jadi bukan dari luar keturunan Israel. Sebab yang dijanjikan Allah adalah Ishak, bukan Ismael.
"Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu! Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya."(Taurat, Kitab Kejadian 17:18-19).
Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan suatu “perjanjian”. Jelas, perjanjian itu terikat pada Ishak saja. Ada apa dengan Ishak? Melalui Ishak lahirlah Esau dan Yakub. Yakub beranak cucu menjadi satu bangsa yaitu bangsa Israel.
Dari bangsa Israel Allah menetapkan lahirnya para nabi. Para nabi bernubuat mengenai kedatangan Mesias yaitu Juruselamat manusia. Dan puncaknya kedatangan Mesias Sang Juruselamat manusia, Isa Al-Masih.
~
NN
Ini Allah yang berkata, Kitab Nabi Besar Yesaya 29:12, “Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: ‘Baiklah baca ini,’ maka ia akan menjawab: ‘Aku tidak dapat membaca’”.
Qs. 7:157 "(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka....."
Qs. 3:078 "Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Alkitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Alkitab, padahal ia bukan dari Alkitab, sedang mereka mengetahui".
Saudara Siti Maryam,
Terimakasih atas kutipan ayat yang saudara berikan. Adakah yang ingin saudara tanyakan atau jelaskan dari ayat-ayat tersebut?.
~
SO
Staff Isa mengatakan: 'Penolong’ adalah Roh adanya.
Mengapa ini bukan penolong juga:
1. Kisah Rasul 6:5 (Stephanus dipenuhi Roh kudus),
2. 2Petrus 3:2 (Nabi yang Kudus),
3. Lukas 1:41 (Elisabeth penuh Roh kudus),
4. Hakim-hakim 3:9-10 (Otniel dihinggapi Roh Kudus),
5. Hakim-hakim 11:29 (Yefta dihinggapi Roh Kudus),
6. 2Tawarikh 20:14 (Yahaziel dihinggapi Roh Kudus),
7. Keluaran 31:1-3 (Bezaleel dipenuhi Roh Kudus),
8. 2Tawarikh 15:1 (Azarya dihinggapi Roh Kudus).
Saudara Siti Maryam,
Justru karena Penolong yang dijanjikan Isa Al-Masih adalah Roh, bukan manusia, maka Roh tersebut dapat menghinggapi manusia. Jelas manusia tidak dapat hinggap pada manusia lain bukan?
Seorang Kristen yang benar-benar telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, di dalam diri mereka akan dipenuhi oleh Roh Kudus. Di mana Roh Kudus tersebut yang akan menuntun mereka untuk dapat hidup berkenan di hadapan Allah.
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku…..." (Injil, Kitab Para Rasul 1:8)
“Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan." (Injil, Rasul Lukas 12:12).
~
SO
Mengapa komentar saya dihapus oleh admin? Apakah admin merasa komentar saya tidak pantas atau anda malu karena artikel anda saya bantah?
Saudara Muslim,
Setiap orang yang mengunjungi situs ini dapat memberi komentar pada setiap artikel yang mereka baca. Namun, dalam memberi komentar mereka juga diwajibkan untuk memperhatikan ketentuan-keten tuan dalam memberi komentar yang telah kami tetapkan.
Maka, setiap orang yang memberi komentar, wajib mengikuti ketentuan tersebut. Bagi komentar yang melanggar, akan secara otomatis kami hapus.
Bila saudara ingin komentar saudara tidak dihapus, kami sarankan saudara memberi komentar yang tidak melanggar ketentuan-keten tuan tersebut.
~
SO
Bukannya tidak ada nubuatan dalam Alkitab perihal Muhammad, namun kalian hanya tidak mengerti dan tidak menyadari tentang nubuatan yang mengarah kepada Muhammad atau kalian memang mengingkarinya?
Hal ini sama seperti perangai kaum Yahudi yang mengingkari Isa Al-Masih padahal nubuatan tentang Isa Al-Masih ada pada Kitab mereka.
Sejauh kami membaca Alkitab dan mempelajarinya, tidak satupun ayat yang kami temui sebagai nubuat kenabian Muhammad.
Namun, bila saudara telah membaca Alkitab dan menemukan ayat tersebut, kiranya saudara dapat memberitahu kami. Agar kami dan pembaca situs ini dapat mengetahuinya.
Tentang Isa Al-Masih sudah sangat jelas, nabi-nabi sebelumnya sangat sering menubuatkan kedatangan-Nya. Saudara dapat membaca dalam Taurat dan Kitab Nabi-nabi tentang hal ini.
~
SO
Kitab Nabi Besar Yesaya 29:12, “Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: ‘Baiklah baca ini,’ maka ia akan menjawab: ‘Aku tidak dapat membaca’”.
Kitab Yesaya ini digenapi dan diperjelas lagi di dalam Al-Quran: "(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka..." (Qs 7:157)
Jadi jelas kedatangan Muhammad sudah dinubuatkan di Injil.
Saudara Wito,
Memang tidak jarang umat Muslim mengutip ayat di atas sebagai nubuat kenabian Muhammad. Hal ini dikarenakan mereka hanya membaca satu ayat tanpa memperhatikan ayat sebelumnya.
Ayat di atas adalah “peringatan” dari Allah bagi bangsa Israel yang bebal. Perhatikanlah ayat sebelumnya, “Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai" (Kitab Nabi Besar Yesaya 29:11).
Pada ayat di atas dijelaskan, bahwa orang yang diperintah untuk membaca itu adalah orang yang tahu membaca, tetapi karena orang itu bebal dan “buta” secara rohani, maka dia tidak dapat membaca kitab itu. Dia melihat kitab itu seperti kitab yang termeterai.
Lebih jelas lagi ayat 13 mengatakan, “Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan” (Kitab Nabi Besar Yesaya 29:13).
Maka, tidaklah benar isi Kitab Nabi Besar Yesaya 29:12 menubuatkan kedatangan Muhammad.
~
SO
Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16-17, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu".
Dan dipertegas lagi di Al-Quran: Dan ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumKu, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (Qs 61:16).
Saudara Mikael,
Kami kurang tahu Al-Quran versi mana yang saudara gunakan sehingga Al-Quran saudara Qs 61 ada 16 ayat. Sementara dua Al-Quran yang kami miliki, Qs 61 hanya berjumlah 14 ayat.
Bila saudara ingin mengatakan bahwa Qs 61:16 adalah penggenapan dari Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16-17 seperti yang saudara kutip di atas, kami katakan hal itu tidak benar.
Dikatakan bahwa: Roh itu akan menyertai selama-lamanya. Dan dunia tidak dapat melihat Roh itu.
Apakah hingga saat ini Muhammad masih ada di dunia? Jawabannya: Tidak! Sebab dia sudah mati. Apakah dunia tidak dapat melihat Muhammad? Jawabannya: Tidak! Sebab Muhammad bukan roh, tetapi manusia.
Dengan kata lain, Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16-17 bukan nubuat akan kenabian Muhammad.
~
SO
Yesus berkata: "Aku akan mengutus penolong daripada Bapa kepada kamu. Dia adalah Spirit of truth yang akan mengajarkan Kebenaran tentang Allah. Dia akan memberikan kesaksian tentang Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:26).
Semenjak Muhammad muda sebelum diangkat menjadi Rasul, beliau diberi gelar 'Al-Ameen' atau 'Spirit of truth' maknanya orang yang dipercaya atau roh kebenaran. Gelaran tersebut diberikan oleh orang Arab dan di'iktiraf oleh semua orang termasuk bukan Islam juga tentang kejujuran beliau. Yesus juga merujuk kepada Counsellor akan datang sebagai Spirit of Truth.
Muhammad hanya menyampaikan apa yang diterima dari Gabriel (Jibril) dan tidak ada satu ayatpun dalam Al-Quran hasil ciptaan beliau, semua diterima daripada Allah melalui Gabriel dan disampaikan kepada pengikut-Nya.
Saudara Domba Nyasar,
Berikut adalah isi lengkap dari ayat yang saudara kutip, “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:26)
Orang Islam dan para cendekiawan Muslim mengartikan “Roh Kebenaran” pada ayat di atas sebagai nubuat Isa Al-Masih akan Muhammad. Benarkah demikian?
Isa mengatakan: “Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa”. Berarti Roh ini datangnya dari Bapa. Dia adalah bagian dari Tri-Tunggal Allah. Yaitu Roh Kudus.
Lebih lanjut saudara dapat melihat pada Injil, Rasul Besar Yohanes 14:17, “yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Maka, Roh Kebenaran yang dimaksud pada ayat yang saudara kutip bukan menunjuk pada Muhammad, melainkan Roh Kudus. Sebab Muhammad bukanlah roh, tapi manusia yang mempunyai wujud.
~
SO
Taurat, Kitab Kejadian 17:20, "Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar."
Taurat, Kitab Kejadian 17:21, "Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."
Nubuat tentang Nabi harus ada korelasi dengan kovenan (perjanjian) yang diadakan, Muhammad dari Ismael tidak ada hubungannya dengan kovenan, jelaskah?
Saudara Eaglejohn Huang,
Kami mengucapkan terimakasih atas komentar yang saudara berikan. Allah memang berjanji untuk memberkati Ismael. Hanya berjanji untuk memberkati.
Tetapi Ishak, dia adalah anak perjanjian Allah. Sebab Allah telah berjanji pada Abraham bahwa melalui Ishak, Allah akan menggenapi janji-Nya. (Lihatlah dalam Taurat, Kitab Kejadian 12:2-3).
~
SO
Nubuat Muhammad. "Aku (Yesus) akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong lain, supaya Ia menyertai kamu selama- lamanya, yaitu Roh Kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16–17a).
Kata "Seseorang" tapi mengapa yang datang Roh? Roh itu tidak berwujud, tidak punya massa, berat dan bentuk. Roh bukan orang, oleh sebab itu gereja mengganti Ahmad dengan Roh Kudus.
Saudara Saykoseng,
Mengapa yang datang Roh? Ya, karena memang yang dijanjikan Yesus adalah Roh Penolong. Bukan Manusia penolong.
Perhatikan ayat berikut, “Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” ( Rasul Besar Yohanes 14:17). Pada ayat ini lebih jelas Yesus menyebutkan ciri-ciri dari Roh Penolong tersebut.
Menjawab pertanyaan saudara tentang kata “seseorang”. Menurut saudara, kata apakah yang cocok untuk menunjukkan roh? Apakah dengan kata “sebuah”, “sehelai” atau ada kata yang lebih tepat selain kata “seorang”?.
Dengan kata lain, kata “seseorang” belumlah cukup untuk mengklaim bahwa ayat tersebut merujuk pada Muhammad. Dan kata “seseorang” tidaklah cukup menjadi alasan gereja mengganti Ahmad dengan Roh Kudus seperti yang saudara katakan.
~
SO
Staff IDI, anda mengutip ayat Bible Perjanjian Lama, yaitu: "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Kitab Nabi Besar Yesaya 7:14).
Kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Baru: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita". (Injil, Rasul Besar Matius 1:23).
Perhatikan kedua ayat tersebut bahwa anak dara tersebut (Maria) melahirkan seorang anak laki-laki. Kalau begitu Maria melahirkan seorang anak manusia, bukan Tuhan kan? Jelaslah bahwa Yesus bukanlah Tuhan, tetapi sebagai manusia utusan Tuhan.
Saudara Kumbang,
Allah mempunyai seribu satu cara untuk dapat datang ke dunia. Jelas manusia tidak akan dapat memahami cara-cara yang diambil Allah untuk menyatakan diri-Nya pada manusia.
Zaman Nabi Musa, Allah menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel dalam wujud “Tiang Awan” dan “Tiang Api”. “Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan.....dan pada waktu malam dalam tiang api.......” (Taurat, Kitab Keluaran 13:21).
Juga Allah berbicara dengan Musa dalam wujud api “Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"….... berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah." (Taurat, Kitab Keluaran 3:3-4).
Bila akhirnya Allah memilih datang ke dunia dalam rupa manusia, apakah hal itu mustahil? Tentu tidak! Isa Al-Masih memang dilahirkan oleh Maria. Tetapi anak yang dilahirkan Maria bukan hasil hubungannya dengan pria. Isa Al-Masih itu adalah Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia.
Mengapa Allah memilih Maria untuk melahirkan Kalimatullah? Silakan saudara membaca pada url ini: http://tinyurl.com/6oy4nu8.
~
SO
Apakah Tuhan "sempurna" jika Dia datang ke dunia menyelamatkan dosa manusia dengan turun menjelma sebagai manusia yang notabene adalah ciptaan-Nya sendiri?
Ini justru menampakkan ketidaksempurna an seorang "Tuhan".
Saudara Dombatobat,
Kata "sempurna" atas sifat Allah dapat diartikan "Tidak terbatas". Utuh atau lengkap segalanya.
Justru dengan menjadi manusia merupakan suatu tanda bahwa Allah itu Akbar. Dia sanggup menjadi apa saja yang Dia mau. Itulah bukti kesempurnaan-Nya.
Atas hak apakah saudara mengatakan mustahil Allah datang ke dunia dalam wujud manusia. Adakah yang tidak mungkin bagi Allah?.
Bila Dia mau, Dia bisa menjadi apa saja yang Dia inginkan, bukan hanya sekedar menjadi manusia dan datang ke dunia.
~
SO
Terkadang untuk kita mengenal Allah hanya membutuhkan iman yang sederhana, terlepas dari segala campur tangan duniawi.
Saudara Iru,
Kami setuju dengan pendapat saudara. Memang sudah seharusnyalah kita mengenal Allah dengan iman. Bukan dengan akal, logika, dan pikiran yang terbatas.
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Injil, Surat Roma 10:17).
~
SO
Tidak ada yang mustahil bagi Allah, menurut manusia logikanya adalah benar dan sempurna, sehingga bisa mengatakan "mustahil" akan rencana Allah sesuai dengan pemikirannya sendiri di dunia yang notabene penuh dengan ketidaksempurna an dan justru hal itu yang menggambarkan betapa tidak sempurnanya manusia.
Diantaranya sifat Allah adalah Maha Besar. Maha Sempurna. Bagi-Nya tidak ada yang terbatas. Dia adalah Allah yang infinity. Dia adalah Allah yang Agung.
Keserakahan manusia untuk menyamai Allah telah dimulai sejak zaman nabi Adam. Kitab suci menuliskan, “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” (Taurat, Kitab Kejadin 3:6).
Dengan tegas Allah telah melarang Adam dan Hawa memakan buah yang ditetapkan Allah. Tetapi manusia itu tertarik memakannya karena buah itu memberi pengertian/pengetahuan.
Sifat pendosa yang telah diwariskan Adam dan Hawa berlanjut kepada anak cucu Adam hingga saat ini. Dan kembali manusia ingin menjangkau ke-Maha Besar-an Allah dengan memberi gelar “Allah mustahil”.
~
SO
Quoting Iru:
Memang benar, tidak ada yang mustahil bagi Allah dan tidak ada manusia yang sempurna.
Tapi ingat, dibanding binatang, manusia diberi kelebihan yaitu akal, logika dan daya nalar untuk menilai kebenaran dengan belajar hingga bisa tahu mana yang benar dan yang mana tidak benar.
Adalah mustahil bagi Allah bila memberi petunjuk di Kitab Suci yang diluar kemampuan daya nalar manusia ciptaan-Nya.
Terimakasih.
Saudara Domba Nyasar,
Apa yang saudara katakan itu benar. Manusia diberi kelebihan dibanding binatang. Tapi, apakah menurut saudara dengan kelebihan yang Allah berikan, yaitu akal, logika, dan daya nalar cukup untuk mengetahui ke-Maha Besar-an Allah?.
Janganlah kita menjadi manusia yang sombong. Yang berusaha untuk mencapai logika Allah.
Kitab suci memang perlu dipelajari dan dimengerti. Bukan sekedar dibaca. Itulah sebabnya mengapa kitab suci umat Kristen diterjemahkan ke berbagai bahasa yang ada di dunia ini. Tujuannya: supaya setiap orang dapat memahami firman Allah dalam kitab suci.
Bagaimana mungkin saudara dapat memahami kitab suci saudara dengan nalar saudara, bila saudara tidak mengerti dengan baik bahasa kitab suci saudara?.
~
SO
Katakanlah kita sama. Sama-sama manusia, sama-sama orang Indonesia, lalu apa yang membedakan umat non Muslim dengan umat Muslim dalam memahami Al-Quran?
Mengapa umat Muslim berpandangan dan sering menuduh non Muslim ngawur dalam mentafsirkan Al-Quran, padahal bahasa dalam Al-Quran itu Arab, memang umat Muslim mengerti betul apa isinya? Jangankan bahasa Arab, memahami bahasa Indonesia saja orang Indonesia masih sering keliru.
Umat Muslim mengimani bahwa Al-Quran dan Sunnah Rasul saw adalah pemberi petunjuk bagaimana mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu mengamalkan Al-Quran dan Sunnah Rasul saw dengan tafsiran yang benar merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim, bahkan menjadi syarat utama menjadi seorang Muslim.
“Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Al-Quran dan Sunnah Rasul saw.” (H.R. At-Tirmizi).
Namun kenyataannya, tidak semua umat Muslim dapat membaca dan memahami Al-Quran maupun Sunnah Rasul saw dengan benar. Kalaupun membaca Al-Quran Sunnah Rasul saw, mereka hanya sekedar membaca tetapi tidak mengerti artinya. Oleh sebab itu jangan disalahkan kalau umat Muslim lebih menyukai membaca surat kabar, majalah dan buku setiap hari, namun tidak berminat untuk membaca Al-Quran dan Sunnah Rasul saw.
~
SL
Quoting Staff Isa dan Islam:
Memang benar, "Allah mustahil" menjelma pada diri Yesus karena di Injil dengan jelas kalau Yesus berseru untuk menyembah Allah Yang Esa, bahwa beliau tak lebih dari utusan-Nya.
Tidak sembarangan Allah memperlihatkan Wujud-Nya di depan mata manusia ciptaan-Nya.
Dosa Adam telah diampuni oleh-Nya, itu yang harus diyakini, bila tidak, hal itu sama dengan mengingkari sifat Allah Yang Maha Pengampun. Sebesar apapun dosa manusia, bila bertobat akan diampuni oleh Allah, apalagi dosa Nabi Adam.
Saudara Domba Nyasar,
Di sinilah salah satu letak perbedaan Allah yang disembah pengikut Isa Al-Masih dengan Allah yang saudara sembah. Allah yang kami sembah adalah Allah yang Maha Kasih. Bagi-Nya tidak ada yang mustahil. Termasuk menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus juga tidak mustahil bagi Allah.
Allah yang disembah pengikut Isa Al-Masih tidak terbatas oleh apapun. Juga tidak dapat dibatasi oleh manusia, Dia bebas sebebas-bebasny a menjadi apapun yang Dia mau.
Benarkah sifat Allah yang saudara sembah Maha Pengampun? Lalu apa maksud ayat ini menurut saudara, “mengirim syaitan-syaitan kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka berbuat ma’siat” (Qs 19:83). Bukankah ayat ini menjelaskan bahwa Allah bukan Maha Pengampun?.
Bukankah semua manusia adalah ciptaan Allah? Tapi mengapa Dia membeda-bedakan satu dengan lainnya?.
~
SO
Quoting domba nyasar:
Jika Tuhan Allah telah mengampuni Adam, bukankah berarti Tuhan telah kehilangan Kemuliaan-Nya, karena yang ditetapkan begitu saja terhapus?.
“Upah dosa adalah maut” (Injil, Surat Roma 6:23). Setiap dosa, baik kecil maupun besar, di hadapan Allah adalah sama. Dan semuanya harus mendapat ganjaran, yaitu maut.
Allah memang telah mengampuni kelalaian Adam dan Hawa yang telah memakan buah yang Allah larang. Bentuk pengampunan Allah itu terlihat ketika Dia menyembelih seekor hewan, mengambil kulitnya untuk dibuatkan sebagai pakaian Adam dan Hawa (Taurat, Kejadian 3:21).
Tetapi, Adam dan Hawa tetap harus menanggung konsekwensi kesalahan yang mereka lakukan. Yaitu, keluar dari taman Eden, hidup di dunia dengan segala penderitaan yang telah ditetapkan Allah (Taurat, Kejadian 3:16-19).
Dan, Adam dan Hawa telah mewariskan satu sifat bagi anak cucunya hingga sekarang. Yaitu sifat pendosa. Tidak satupun manusia yang luput dari sifat ini.
~
SO
[quote name="Bayu"]* Bukannya tidak ada nubuatan dalam Alkitab perihal Muhammad, namun kalian hanya tidak mengerti dan tidak menyadari tentang nubuatan yang mengarah kepada Muhammad atau kalian memang mengingkarinya?
To: Saudara Bayu,
Baca yang teliti dan jangan memaksakan kehendak bahwa di dalam Alkitab ada nubuatan tentang Muhammad.
Itu namanya anda memaksakan kehendak yang hanya hayalan anda sendiri. Atau anda para Muslim putus-asa dan iri bahwa Isa Al-Masih ada di Al-Quran sedangkan Muhammad tidak ada. Karena Muhammad tidak dinubuatkan menjadi Nabi.
Salah satu alasan orang Islam mengatakan Injil dan Taurat dipalsukan, karena mereka tidak menemukan satu ayatpun dalam kitab suci tersebut berbicara tentang nabi mereka.
Memang ada beberapa ayat yang mereka klaim sebagai nubuat kenabian Muhammad. Namun sayang, setelah diselidiki tak satupun dari ayat tersebut berbicara tentang Muhammad.
Maka, wajar saja bila orang Kristen menolak Muhammad sebagai nabi akhir zaman. Sebab Allah tidak pernah berpesan lewat nabi-nabi-Nya, bahwa Dia akan mengutus seorang nabi yang bernama Muhammad.
~
SO
Quoting dombatobat:
To: Domba Tobat,
Boleh saya tambahkan sedikit keterangan dari staff IDI. Begini, Allah itu sudah berkali-kali mengutus Nabi-Nya untuk menyampaikan maksud Allah kepada ciptaan yang paling dikasihi-Nya ini, tetapi tetap saja manusia berbuat cela dan melawan kehendak-Nya. Makanya Allah berinisiatif langsung turun ke dunia ini mengajarkan maksud dan keinginannya-Ny a terhadap ciptaan-Nya. Yaitu anda dan saya ini.
Pertanyaan saya yaitu, bolehkah Allah bertindak menurut kehendak-Nya tersebut? Bagaimana menurut anda? Kalau tidak boleh berarti Allah itu sudah terbatas bukan?
Saudara Alayboz,
Kami mengucapkan terimakasih atas tambahan komentar yang saudara berikan. Semoga apa yang sudah saudara jelaskan dapat menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membaca situs ini.
~
SO
Quoting dombatobat:
Dalam Islam Allah memiliki sifat wajib dan sifat mustahil. Allah Maha Kuasa, maka mustahilnya Allah adalah mustahil tidak maha kuasa. Maha Mengetahui, maka mustahil tidak tahu, Maha Besar mustahil Kecil, dan masih banyak lagi.
Maka dari itu Allah maha Konsisten dengan sifat-sifat-Nya bukan berarti terbatas, justru disitu menyatakan bahwa Allah senantiasa selalu maha kuasa, dan tidak akan lenyap maha kuasa tersebut. Jika Tuhan jadi manusia maka lenyaplah sifat-sifat Tuhan tersebut, dari maha kuasa, maha tahu dan sebagainya.
Saudara Izmy,
Sepertinya saudara perlu mencari contoh yang lebih masuk akal dari sifat Allah yang mustahil itu. Kalau sudah dikatakan besar, sudah jelas tidak mungkin kecil. Kalau saudara Izmy seorang wanita, sudah pasti mustahil saudara seorang pria. Kecuali (maaf) saudara mempunyai dua kepribadian.
Dan contoh di atas tidaklah cukup untuk membantah bahwa Allah mustahil menjelma ke dunia dalam wujud manusia. Dan hal itu juga tidak akan dapat menghilangkan sifat-sifat keilahian-Nya. Contohnya, dalam wujud manusia Isa Al-Masih, Allah masih sanggup mengampuni dosa manusia. Bukankah salah satu sifat keilahian Allah adalah mampu mengampuni dosa manusia?.
Saudara Izmy, Allah itu Maha Sempurna. Dia Agung. Dia Besar. Pikiran manusia yang terbatas tidak akan mampu menyelami kebesaran-Nya.
~
SO
Quoting kumbang:
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru terdapat Synopsis Kovenan Allah, sedangkan nubuat-nubuat dalam Alkitab sangat berkaitan dan berakar dalam Synopsis ini, kemana hilangnya kovenan dibuat oleh Muhammad? Kemana Paskah di buat Muhammad?
Kitab Taurat, Zabur, kitab nabi-nabi, Amsal Sulaiman dan Injil adalah Firman Allah yang sama sekali tidak pernah menyinggung soal datangnya Muhammad. Hanya dalam kitabnya,Muhamm ad, menyatakan dirinya sendiri telah dijanjikan oleh Isa Al-Masih. Hal inilah yang menjadi akar persoalan teologis Islam dengan Kristen dan Yudaisme.
Seperti kita ketahui bersama bahwa sebelum mendeklaraikan dirinya sebagai nabi dan rasul, Muhammad, mengalami kerisauan oleh karena bangsanya yang tidak seperti bangsa Yahudi yang memiliki Musa sebagai nabi mereka dan Kristen yang memiliki Isa Al-Masih (Muhammad mengira Isa Al-Masih adalah nabinya orang Kristen sebagaimana Musa nabinya orang Yahudi, padahal saat itu hingga saat ini umat Kristen tidak menyembah nabi karena Isa Al-Masih bukan nabi tetapi Tuhan).
Maka Muhammad membentuk agama Islam. Ia menjadi nabi dan rasul Islam berdasarkan pengalaman pribadinya.
NN
~
Setelah membaca pernyataan Saudara-saudara Muslim, saya dapat menyimpulkan bahwa memang pada dasarnya pandangan pengikut Isa Al-Masih dan umat Muslim tentang Allah Yang Maha Kuasa itu berbeda.
Menurut pengikut Isa Al-Masih, Maha Kuasa berarti Allah berhak untuk berkehendak apapun bahkan yang menurut manusia mustahil, sedangkan Maha Kuasa menurut umat Islam adalah di mana Allah menjadi Maha Kuasa bila tidak menjadi sesuatu yang mustahil bagi manusia. Kalau begitu Ke-Maha-Besaran Allah masih bisa terjangkau oleh umat Muslim.
Saudara Yehuda,
Walau berbeda dalam pemahaman tentang kemahakuasaan Allah, umat Muslim dan Kristen juga mempercayai Allah yang Esa adalah pencipta dari segala yang ada. Dan bahwa alam ciptaan Tuhan juga mencerminkan kekuasaan Tuhan.
Jika Allah adalah Pencipta berarti daripadanya segala sesuatu berasal. Allah Bagaikan Bapa Sorgawi bagi seluruh ciptaan. Sebagai Bapa tentu Allah tidak membiarkan ciptaan-Nya binasa. Dan sebagai Bapa tentu Allah tahu bahwa ciptaan-Nya, terutama manusia, terus menerus digoda oleh Iblis agar bersamanya di neraka kekal. Maka sebagai Bapa Sorgawi, Allah sendirilah yang datang menyelamatkan manusia. Menjadi sama dengan manusia agar manusia dapat mengenal-Nya.
Melalui suratan alam kita dapat petunjuk tentang Allah.
Bagaikan seorang ayah yang mengasihi anaknya dan berjuang agar anaknya dapat hidup, seperti itulah gambaran sederhana tentang kemahakuasaan Allah.
NN
~
Taurat, Kitab Ulangan 18:18, “Seorang Nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti Engkau ini (Musa);......"
Taurat, Kitab Ulangan 34:10, “Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi Nabi yang bangkit di antara orang Israel”.
Jawab:
Faktanya kesamaan antara Musa dan Muhammad sangat banyak. Yesus sendiri tidak bisa disamakan dengan Musa, terutama karena Yesus dianggap Tuhan oleh Kristen sedangkan Musa tidak pernah dianggap Tuhan.
Jika dikatakan "saudara mereka" diartikan bangsa Israel, maka nubuat ini akan kontradiksi dengan ayat yang menyatakan tidak ada Nabi dari Israel (Ulangan 34:10).
Ismail dan Ishaq bersaudara dan logikanya keturunan Ismail inilah yang dimaksud "saudara mereka".
Saudara Domba Nyasar,
Jangan hanya membaca ayat 10, tetapi baca juga ayat 11 sampai 12. Setelah ayat 10 seharusnya ada tanda “koma” bukan “titik” seperti yang saudara buat.
Lengkapnya seperti ini: “ Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.” (Taurat, Ulangan 34:10-12)
Yang dimaksud dengan tidak ada nabi selain Musa yaitu, tidak ada lagi nabi dalam hal mengadakan tanda-tanda mujizat seperti yang dilakukan Musa terhadap Firaun.
Setelah Musa masih ada banyak lagi nabi-nabi lainnya: Samuel, Elia, Elisa, Yesaya, Yeremia, Natan, Maleakhi, Hagai, Yunus dan lain-lain. Para nabi tersebut lahir dari bangsa Yahudi.
Puncak dari pengutusan para nabi-nabi ialah kedatangan Isa Al-Masih untuk menggenapi seluruh Firman yang disampaikan para nabi tersebut. Penggenapan itu ialah pemberian jalan keselamatan bagi manusia melalui pengorbanan Isa Al-Masih. Seperti tertulis: “Tentang Dialah (Isa Al-Masih) semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya (Isa Al-Masih), ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya (Isa Al-Masih)." (Injil, Kisah Para Rasul 10:43)
NN
~
Maaf kepada Pembaca situs ini, khususnya kepada pembaca yang komentarnya kami hapus.
Artikel di atas sedang membahas "Adakah Nubuat Tentang Kenabian Muhammad di Alkitab". Untuk itu, silakan saudara memberi komentar yang sesuai dengan artikel.
Komentar yang tidak sesuai dengan artikel, akan otomatis kami hapus.
Harap maklum!
Yth. Staf IDI,
Sampai kapanpun perdebatan tidak akan ada habis-habisnya karena pembenaran disatu pihak akan menggugurkan pembenaran dipihak lainnya.
Kalau menurut Kristen, tidak ada nubuat Muhammad dalam Injil, itu wajar-wajar saja, karena kalau mengakui-Nya berarti akan otomatis akan menggugurkan Ketuhanan Yesus.
Jadi marilah kita sama-sama berjalan damai diatas kepercayaan masing-masing tanpa ada saling mengusik atau menghujat satusama lain.
Terimakasih.
Tujuan situs ini bukan untuk berdebat, atau membenarkan pendapat orang lain dan membenarkan pendapat sendiri. Atau memaksakan pendapat pada orang lain. Melalui situs ini, kami hanya ingin menyampaikan informasi, di mana informasi tersebut adalah kebenaran firman Allah.
Siapapun dapat memberi tanggapan pada situs ini, selama itu mengikuti aturan yang sudah kami tetapkan.
Menurut kami, selama diskusi yang dilakukan dengan menjunjung tinggi sopan santun dan saling menghargai, maka tidak akan terjadi perdebatan seperti yang saudara khawatirkan.
~
SO
Perhatikan Injil:
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu". (Yohanes 14:16-17)
Dipertegas di Al-Quran:
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelum-Ku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (Qs 61:6).
Yang dimaksud oleh Isa Al-Masih pada Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16-17 adalah Roh Kebenaran, atau lebih dikenal dengan Roh Kudus. Setiap orang yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, maka dirinya akan dipenuhi Roh Kudus. Roh Kudus ini akan memimpin mereka untuk hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah.
Roh Kebenaran yang dijanjikan Isa Al-Masih: Adalah Roh, tidak dapat dilihat manusia, Dia menyertai manusia selamanya, dan diam dalam diri manusia.
Muhammad: Dia manusia, bukan Roh, dapat dilihat, sekarang sudah tidak ada karena sudah mati, tidak dapat diam dalam diri manusia.
Qs 61:6, bila memang benar Isa Al-Masih pernah menubuatkan Muhammad, mengapa nubuat tersebut justru ada di Al-Quran. Tidak pada kitab-kitab sebelumnya?
Lihatlah Isa Al-Masih, ribuan tahun sebelum kedatangan-Nya ke dunia, banyak nabi-nabi yang menubuatkan, salah satunya adalah Nabi Besar Yesaya.
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5)
~
SO
Quoting kumbang:
Apakah Muhamad tidak dapat diterima, tidak dilihat dan tidak dikenal oleh dunia? Apakah Muhamad menyertai manusia, sedangkan secara logika Beliau sudah lama meninggal? Apakah Muhamad diam di dalam orang-orang? Bagaimana bisa, Beliau manusia bukan roh.
Untuk memperkuat pernyataan yang disampaikan oleh Muslim bahwa Muhammad adalah nabi terakhir, mereka berusaha untuk mengklaim ayat-ayat dalam Injil dan Taurat sebagai nubuat kenabian Muhammad.
Salah satu ayat yang mereka klaim adalah Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16-17. Disadari atau tidak, satu hal yang pasti, tidak sedikitpun ayat tersebut mengarah pada Muhammad. Dan memang kenyataannya, tidak ada satupun ayat dalam Alkitab yang menubuatkan kenabian Muhammad.
~
SO
To staf dan Sarah,
"Roh kebenaran" di Yohanes 14:17 diartikan oleh umat kristiani adalah roh kudus.Tapi mohon dilanjutkan kutipan Yohanes 16:7 sbb:
"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."
"Penghibur itu tidak akan datang kepadamu". Berarti penghibur itu belum datang. Jelas tidak cocok dengan roh kudus karena ‘Roh Kudus’ sebagai unsur Tuhan sudah ada sebelum dan sesudah Yesus Kristus lahir. Lihat misalnya Yesaya 63:11, Matius 1:18,20, Markus 1:8, Lukas 1:15,35,41, Yohanes 1:33. Bahkan Yesus sendiripun roh kudus, lihat Matius 1:18,20.
Muhammad bukanlah nabi, tidak ada satupun sifat kenabian dalam diri Muhammad. Muhammad hanyalah seorang pedagang yang menjadi panglima perang.
Jika banyak orang menganggap Muhammad adalah nabi, maka genaplah nubuat di dalam Alkitab bahwa nabi palsu akan muncul untuk mencobai umat manusia.
Muhammad adalah orang yang mendirikan agama Islam, sekaligus nabi umat Muslim. Dasar keimanan seorang Muslim adalah mengakui bahwa Muhammad adalah rasul utusan Allah. Seorang Islam yang tidak mengakui kenabian Muhammad, akan dianggap murtad/kafir.
Namun, kenabian Muhammad hanya dapat diterima oleh orang Islam. KeKristenan sendiri menolak kenabian Muhammad. Mengapa? Sebab Taurat, Kitab Nabi-nabi, dan juga Injil tidak pernah memuat Muhammad sebagai nabi akhir zaman.
Selain itu, orang Kristen tidak membutuhkan nabi. Mereka hanya membutuhkan Pribadi yang dapat membawa mereka pada Kemuliaan Allah dan menjamin keselamatan mereka.
Bila ada yang dapat menjamin keselamatan sorgawi, apakah kita harus meninggalkannya dan mengikuti yang lain, yang tidak dapat memberi jaminan keselamatan sorgawi?
"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
Apapun katanya, apapun ajarannya tetap Tuhan Yesus lah jalan kebenaran dan hidup.
Isa Al-Masih lah yang akan datang nanti untuk menghakimi manusia. Kristen adalah agama yang paling sempurna dan saya sudah buktikan itu semua.
Percayalah!
Semua umat beragama tentu menganggap 'agama'nya lah yang paling sempurna. Hal ini tentu wajar. Sebab, bagaimana mungkin dia akan tetap memeluk satu agama, bila dia mengetahui bahwa agama tersebut tidak benar.
Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa 'agama' tidak dapat menyelamatkan seseorang. 'Agama' hanyalah sebuah aturan yang dibuat manusia, menjadi pedoman hidup untuk dapat mengenal dan lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta.
Sedangkan tentang 'Keselamatan', hanya ada satu Pribadi yang dapat menjaminnya. Yaitu Allah itu sendiri. Karena belas kasih Allah, Dia datang ke dunia dalam rupa manusia Isa Al-Masih, agar setiap orang yang menerima-Nya sebagai Juruselamat tidak akan binasa dalam kekekalan.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
SO
RSS feed for comments to this post