Tauhid - Islam & Kristen http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/ Thu, 23 Oct 2014 22:29:19 +0700 Joomla! - Open Source Content Management id-id masukan@idionline.info (Dialog Agama - Isa dan Islam) Mengapa Orang Kristen Mempercayai Adanya Tiga Allah? http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/mengapa-orang-kristen-mempercayai-adanya-tiga-allah http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/mengapa-orang-kristen-mempercayai-adanya-tiga-allah TrinityKami sedih bila membaca Surah 5:116-117. Belum pernah ada orang Kristen mempercayai atau menerima ajaran yang tertulis dalam Al-Quran ini, yaitu “Allah berfirman, Hai Isa putera Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia, ‘Jadikanlah aku (Isa) dan ibuku (Maryam) dua orang tuhan selain Allah’ “. Ajaran ini adalah hujat. Dari mana datangnya ajaran semacam ini? Yang jelas ini bukan ajaran Kristen atau Alkitab!

Orang Kristen tidak pernah percaya kepada tiga Allah, tetapi kepada satu Allah yang Esa! (Ulangan 6:4; Markus 12:29). Sebetulnya tidak seorang manusiapun bisa mengerti Allah sepenuhnya, karena jika demikian kita akan menjadi setara dengan Allah. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Allah adalah Esa yang beroknum tiga. Sejak kekal Allah itu sudah ada sebagai Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, tetapi Ia Esa adanya.

Allah Bapa terutama ditunjukkan dalam karya menciptakan dan menopang alam semesta beserta dengan segala isinya. Allah Anak disebut sebagai Firman kekal, Tuhan dan Juruselamat dunia. Allah Roh Kudus dihubungkan terutama dengan pekerjaanNya meyakinkan manusia tentang dosa, melahir-barukan, dan membimbing umatNya. (Injil Matius 28:18,19; Lukas 3:21,22; Yohanes 1:1, 14:16-17; 2 Korintus 12:13.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Tue, 29 Dec 2009 19:52:40 +0700
Mengapa Isa Al-Masih disebut Tuhan? http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/mengapa-isa-al-masih-disebut-tuhan http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/mengapa-isa-al-masih-disebut-tuhan Isa memegang bumiIsa Al-Masih adalah Allah yang datang ke dunia dengan mengambil rupa manusia, datang untuk menebus setiap jiwa-jiwa dari ikatan dosa dan memberikan jaminan hidup kekal. Dia datang melalui rahim Maryam yang dikandung dari Roh Kudus (Injil, Rasul Matius 1:23). Kedatangan-Nya dengan merendahkan diri dalam rupa manusia tidak akan pernah mengubah keilahian-Nya. Dan itu bukanlah suatu hal yang mustahil karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Injil, Lukas 1:37).

Injil, Rasul Yohanes 1:1 dan QS. Ali' Imran 3:45, mengatakan bahwa: “Dia (Isa Al-Masih) pada mulanya adalah Firman/Kalimat Allah”. Yang menurut Injil, Rasul Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita”.

Pada akhir zaman, Dia akan datang sebagai hakim yang adil, yang akan menghakimi segala bangsa (Injil, Rasul Yohanes 5:22) dan (QS. Az Zukhruf 43:61).

Isa Al-Masih adalah Alfa dan Omega

Jika Allah adalah Alfa dan Omega (yang pertama dan terakhir) dan Isa Al-Masih adalah Firman atau Kalimat Allah yang sudah ada di dalam Allah jauh sebelum dunia ini dijadikan, maka Isa Al-Masih adalah Alfa dan Omega karena tidak ada waktu atau saat dimana Allah tidak pernah berkalimat atau berfirman, dengan kata lain Allah tidak pernah bisu.

Secara gamblang memang tidak ada ayat di dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, namun bukan berarti bahwa Dia tidak memproklamirkan bahwa Dia adalah Allah, hal ini dapat kita ketahui melalui ucapannya di Injil, Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu”. Disamping itu, kita juga dapat menemukan keistimewaan dan gelar kehormatan yang diberikan Al-Quran kepada Isa Al-Masih yang merujuk bahwa Dia adalah Allah yang layak disembah.

Gelar Isa Al-Masih dalam Al-Quran

Inilah beberapa diantaranya gelar kehormatan dan mujizat yang dilakukan oleh Isa Al-Masih dimana hal tersebut tidak pernah ditemui didalam diri tokoh manapun yang pernah datang ke muka bumi ini: Dia disebut sebagai 'tanda bagi manusia' dan 'rahmat' (QS Maryam 19:21), yang 'didekatkan kepada Allah' (QS. Ali-Imran 3:45), sebagai 'Utusan Allah', 'Nabi', Kalimat Allah', 'Roh dari Allah' (QS An-Nisaa 4:171), lahir dari Roh Kudus, dapat berbicara diwaktu masih dalam buaian, membentuk burung dari tanah meniupnya lalu burung itupun hidup (QS Al-Maa-idah 5:110).

Pada umumnya semua gelar kehormatan dan mujizat yang ditujukan Al-Quran kepada Isa Al-Masih dapat diterima oleh orang Kristen selain mujizat yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih dapat berbicara diwaktu masih dalam buaian dan membentuk burung dari tanah, meniupnya lalu burung itupun hidup. Kedua mujizat ini tidak diakui oleh orang Kristen karena tidak ada dalam Injil.

Dan juga perhatikanlah apa yang Dia katakan dalam Injil, Rasul Yohanes 14:7-9 “.....Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa (Allah)....”. Dan juga apa yang tertulis dalam Sura Roma 10:9 “sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”

Isa Al-Masih bersabda: “Aku (Isa Al-Masih) adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Surat Wahyu 22:13).

Selain Tuhan, siapakah di muka bumi ini yang layak dikatakan sebagai Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang terkemudian?

(Saodah)

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Mon, 01 Feb 2010 02:42:24 +0700
Ketuhanan Isa Al-Masih Berdasarkan Alkitab dan Al-Quran http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/ketuhanan-isa-al-masih-berdasarkan-alkitab-dan-al-quran http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/ketuhanan-isa-al-masih-berdasarkan-alkitab-dan-al-quran Ketuhanan Isa Mari kita mempelajari dan meneliti tentang Ketuhanan Isa Al-Masih berdasarkan Alkitab dan yang dinyatakan dalam Al-Quran. Al-Quran mengenal martabat dan sifat-sifat Isa yang menempatkan Dia lebih tinggi dari semua manusia. Sifat-sifat itu telah diwujudkan dalam gaya hidup dan perilaku maupun dalam khotbah dan pribadiNya. Jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang disebut dalam Al-Quran baik para nabi maupun rasul termasuk Muhammad sendiri, maka kita tidak akan menemukan satupun dari sifat-sifat istimewa yang diberikan kepada Isa ini di dalam hidup mereka. Seperti proses kelahirannya yang ajaib yaitu lahir dari seorang Perawan (Sura 19:16-34; 3:47; Injil, Matius 1:23),

Isa Al-Masih menyatakan kekekalan-Nya

Juga di dalam Alktab Isa sendiri telah mengatakan bahwa “Aku (Isa) sudah ada sebelum Abraham” (Injil, Rasul Yohanes 8:54-59), artinya Isa kekal. Isa menerima pengakuan Rasul Petrus, bahwa Isa adalah ‘Anak Allah’ ( Injil, Matius 16:13-17). Bukan berarti anak secara jasmani tetapi dalam arti kiasan, Anak Allah artinya sama dengan Firman Allah atau Kalimat Allah (Injil, Sura Ibrani 1:1-3). Seperti dalam Al-Quran hanya Isa saja yang diberi gelar “Kalimat Allah”(Sura 3:35, 39; 4:171).

Isa Al-Masih suci dan dapat mengampuni dosa

Hanya Allah dapat mengampuni dosa. Dalam Alkitab mengatakan Isa berkuasa mengampuni dosa (Injil, Markus 2:5-12). Ia datang ke dunia untuk mencari orang yang berdosa dan memberi keselamatan kepada orang yang percaya kepadaNya. Isa Al-Masih mengatakan bahwa Ia turun dari surga dan sudah ada sebelum dunia ada. Dari pernyataan ini kita dapat mengetahui bahwa Isa adalah Allah, karena hanya Allah-lah yang berasal dari surga dan sudah ada sebelum segala sesuatu ada karena Allah adalah kekal (Injil, Rasul Yohanes 3:13; 17:5). Dalam Al-Quran dinyatakan bahwa Isa disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (19:19) - bandingkan dengan Adam yang berdosa, Sura 7:22,23; Abraham minta dosanya diampuni, Sura 26:82; Musa minta dosanya diampuni, Sura 28:16; Yunus berdosa, Sura 37:42; Muhammad minta diampuni, Sura 47:19; 48:2 - artinya hanya Isa saja yang tanpa dosa dan karena itu Isa tak perlu minta pengampunan. Isa adalah perantara yang dekat dengan Allah (Surat Ali Imran 45) dan hanya Isa saja sekarang sudah pasti berada di sorga ( Sura 3:55).

Isa Al-Masih tidak menolak penyembahan

Melalui penerimaan penyembahan. Isa disembah sebagai Allah. Ia tidak menolak penyembahan terhadap diriNya,  karena memang satu-satunya yang layak disembah adalah Allah.Waktu masih bayi Isa sudah disembah (Injil, Matius 2:11). Ketika Dia membuat suatu pengakuan atau mujizat-mujizat ada orang yang menyembah Dia dan Dia tidak pernah menolak atau menghalangi orang yang menyembah-Nya (Injil, Matius 14:33; 28:9).

Isa Al-Masih berkuasa mencipta dan maha tahu

Melalui sifat-sifat Ilahi dan otoritas-Nya. Isa sebagai pencipta. Kalimat Allah mempunyai kuasa untuk menciptakan dan memberi hidup. Isa adalah pencipta segala sesuatu (Injil, Rasul Yohanes 1:1-3; Sura Kolose 1:16; Sura Efesus 3:9). Allah adalah Firman Pencipta, jadi Kalimat Allah adalah satu pribadi dengan Allah. Di dalam Al-Quran dikatakan Isa menciptakan burung dari tanah (Sura Al-Maidah 110), tetapi hal ini tidak dinyatakan dalam Alkitab.

Isa mengetahui semua orang sampai kedalaman hatinya, karena manusia diciptakan oleh Dia dan sudah dipersiapkan sebelum kelahirannya. Isa Maha Tahu (Injil, Rasul Yohanes 1:47-48; Matius 9:3-4). Isa menjelaskan tanda-tanda kesudahan dunia (Injil, Matius 24:3-33). Keistimewaan inipun dalam Al-quran dinyatakan yaitu Isa memberi pengetahuan tentang hari khiamat (Sura 43:61), Isa dijadikan oleh Allah “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami”(Sura 19:21).

Isa Al-Masih mempunyai kuasa Ilahi

Dikatakan juga bahwa Isa Maha Kuasa (Injil, Kisah Para Rasul 3:6). Mujizat-mujizatNya menguatkan kebenaran ini. Memang diakui bahwa ada nabi-nabi lain yang juga melakukan mujizat, tetapi mereka melakukannya dengan memohon kuasa Allah melalui doa. Tetapi Isa tidak, Ia melakukan ini karena sifat keilahianNya berkuasa melakukan mujizat. Juga perlu dinyatakan di sini bahwa murid-murid Isa melakukan berbagai mujizat dalam nama Isa Al-Masih. Mujizat-mujizat Isa ( Sura 3:39; 5:114).

Isa Al-Masih akan menghakimi segala bangsa

Isa akan menghakimi segala bangsa (Injil, Rasul Yohanes 5:22-23b). Ia akan datang kembali sebagai hakim pada hari kiamat  (Sura 43:69). Isa akan membangkitkan semua orang yang mati (Injil, Rasul Yohanes 6:40). Setiap orang yang percaya kepadaNya akan diberi hidup yang kekal.  Dan karena hanya Allah yang bisa memberikan hidup kekal,  jadi Isa tidak lain adalah Allah itu sendiri.

Injil menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya seorang manusia biasa, juga dinyatakan dalam Al-Quran. Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia, datang ke dunia untuk membebaskan kita dari dosa, neraka, dan iblis.  Isa Al-Masih walaupun memiliki sifat Allah, tidak mempertahankan hal tersebut, tetapi sebaliknya Dia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Injil, Sura Filipi 2:6-7).

(Daniar Rayta)

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Wed, 17 Feb 2010 15:33:45 +0700
Isa Al-Masih - Tuhan atau Siapakah Dia? http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/isa-al-masih-tuhan-atau-siapakah-dia http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/isa-al-masih-tuhan-atau-siapakah-dia Menyembah“Pernahkah Yesus mengatakan ‘Akulah Tuhanmu maka Sembahlah Aku’”? Pertanyaan jujur ini dialamatkan kepada situs IDI.

Mengapa Isa Al-Masih hati-hati menyatakan KeTuhanan-Nya

Terus terang tidak ada ayat demikian didalam Alkitab. Pasti bila Isa Al-Masih membuka pelayanan-Nya dengan ucapan di atas, pelayanan-Nya akan singkat sekali dan Isa Al-Masih akan mati dirajam orang Yahudi atau Isa akan segera dicap dan ditertawakan sebagai “Si tolol dari Nazaret”.

Pernyataan Zakaria, Nabi Yahya dan Rasul Yohanes:

Yang penting kita dengarkan adalah perkataan malaikat Tuhan kepada Zakaria bapa nabi Yahya Pembaptis yang diutus untuk mempersiapkan kedatangan Isa Al-Masih. “Ia (Yahya Pembaptis) akan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia” (Injil Lukas 1:17). Tiga puluh tahun kemudian Nabi Yahya Pembaptis memulai pelayanannya dan memperkenalkan diri dengan mengutip nubuat-nubuat nabi Yesaya, “Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Injil, Lukas 3:2). Yahya menggambarkan diri sebagai ‘suara’ saja, tetapi suaranya terang dan jelas – Tuhan datang!

Siapakah Tuhan ini? Tidak lain daripada Isa Al-Masih, Tuhan yang turun dari surga. Rasul Yohanes dalam Injil Yohanes mulai dengan berita yang sama. “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi” (Injil, Rasul Yohanes1:1,2). Kemudian ditulis, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (Injil, Rasul Yohanes 1:14).

Dengarlah ucapan Isa Al-Masih sendiri --- Siapa selain Tuhan:

1) Berkuasa mengampuni dosa ?Supaya kamu tahu, bahwa di dunia in Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa“ (Injil Matius 9;6).

2) Berkuasa membangkitkan orang mati? “Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya” (Injil, Rasul Yohanes 5:21). Contoh Lazarus, teman Isa Al-Masih dibangkitkan. Lihatlah Injil Yohanes, pasal 11.

3) Berkuasa memberikan hidup yang kekal? Sama seperti Engkau (Bapa) telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya” (Injil Yohanes 17:2).

4) Berkuasa atas hari Sabat? “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat” (Injil Matius 12:8).

5) Berkuasa datang dalam kemuliaan Bapa-Nya? “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya” (Injil, Rasul Matius 16:27).

6) Berkuasa mengutus malaikat-malaikat-Nya? “Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya” (Injil, Rasul Matius 13:41).

7) Berkuasa membalas setiap orang? “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya, pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya” (Injil Matius 16:27).

Pernyataan-Pernyataan Isa Al-Masih yang sangat mengherankan:

“Kata Yesus kepada mereka Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dari Allah” (Injil, Rasul Yohanes 8:42).

“Abraham bapamu bersukacita bahwa Ia akan melihat hari-Ku dan Ia telah melihatnya dan ia bersukacita. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Injil, Rasul Yohanes 8:56, 58).

“Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia” (Injil, Rasul Yohanes 3:13).

“Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa” (Injil, Rasul Yohanes 6:46).

“Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Injil, Rasul Matius 18:20).

“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (Injil Matius 28:19).

“Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Injil, Wahyu 1:18).

“Kata Yesus kepadanya Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Yohanes 14:6).

Siapakah Dia? Sesudah kebangkitan Isa Al-Masih, Rasul Tomas melihat-Nya dan berkata: ”Ya Tuhanku dan Allahku!” (Injil Yohanes 20:28).

Bagaimana mungkin menarik kesimpulan lain? Tinggal satu pertanyaan lagi, memang pertanyaan yang terpenting: Sudahkah Isa Al-Masih Tuhanmu dan Allahmu?

(David Eran)

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Fri, 05 Mar 2010 17:35:24 +0700
Keesaan Allah dan Allah Tritunggal http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/keesaan-allah-dan-allah-tritunggal http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/keesaan-allah-dan-allah-tritunggal BUKANKAH KONSEP KEESAAN ALLAH BERTENTANGAN DENGAN KONSEP ALLAH TRI-TUNGGAL?

Umat Kristen dan Islam setuju bahwa Allah Maha-Esa dan tidak ada sesuatu yang seperti Dia.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.  . . . .  tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS 112 Al-Ikhlas 1-4)

”Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Kitab Taurat, Ulangan 6:4) “Dia [Allah] itu esa dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.” (Injil, Markus 12:32)

Perlu dikatakan istilah “trinitas” tidak  ada dalam Alkitab (juga istilah “tauhid” tidak ada dalam Al-Quran) namun Kitab Suci mengajar bahwa Allah, walaupun Maha Esa, juga beroknum tiga.

Kitab Suci juga menjelaskan bahwa 'Kalimat Allah' adalah Allah.  Lihatlah Injil, Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman (Kalam, Kalimat), Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Juga Roh Kudus berulangkali dalam Kitab Suci disebut “Roh Allah” (Injil, Surat Efesus 4:30) dan Allah disebut “Allah Bapa” (Injil, Surat Galatia 1:1).  Demikian Allah Tri-Tunggal adalah Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Roh Allah.

Memang buat kita manusia konsep Allah Tri-Tunggal tidak masuk akal.  Tetapi sebagai manusia mustahil kita mengerti semua tentang Allah.  Allah sendiri berfirman: Pikiran-Ku bukan seperti pikiran kamu, dan jalan-Ku bukan seperti jalan kamu. Setinggi langit dari bumi setinggi itulah jalan-Ku daripada jalanmu, dan pikiran-Ku daripada pikiranmu" (Yesaya 55:8-9).

Jika guru matematika menjelaskan konsep matematika kepada murid dan murid mengatakan, “Tidak masuk akal” kita pasti tertawa.  Karena pikiran anak dangkal dan terbatas.  Lebih baik kalau anak ini rendah hati dan percaya pada guru walaupun belum mengerti konsepnya.

Konsep Tri-Tunggal

Kepercayaan akan Allah Tri-Tunggal tidak berarti percaya adanya tiga Tuhan yang bekerjasama.  Juga “Tri-Tunggal” tidak berarti bahwa Allah menampakkan diri-Nya dalam tiga modus yang berbeda.  Pokoknya Kitab Suci tidak mengajar adanya tiga Tuhan. Allah Maha Esa! Sudah jelas konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga melebihi kuasa pemahaman manusia.  Inilah sesuatu misteri, sesuatu yang gaib.

Ada banyak ilustrasi untuk menjelaskan konsep Allah Tri-Tunggal.  Semua ilustrasi ini membantu sedikit tetapi tidak satupun sempurna karena Allah melebihi pemahaman kita.  Salah satu ilustrasi yang mungkin menolong adalah segitiga.  Segitiga jelas bentuk esa atau satu tetapi kalau salah satu sudutnya hilang bukan lagi dapat disebut segitiga.  Dengan kata lain setiap segi dalam segitiga unik tetapi tanpa hubungan dengan dua segi lain, tidak ada segitiga.

Komposisi manusia menjadi ilustrasi juga.  Kita mempunyai roh, jiwa dan tubuh.  Saya ada satu orang, esa, namun saya terdiri dari tiga komponen dan kalau satu komponen absen saya tidak boleh disebut manusia.  Namun masing-masing komponen unik, yaitu tubuh jelas berbeda dari jiwa.

Akhirnya, jangan kita lupa bahwa kita tidak dapat mengerti Allah dengan pikiran dan otak kita.  Ia jauh melebihi kita.  Lebih baik kita mempelajari apa yang dikatakan tentang Allah dalam Kitab Suci.  Sudah jelas bahwa Kitab Suci mengajar Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, yaitu Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Roh Allah.  Perhatikanlah karangan-karangan lain pada situs “Isa dan Islam” untuk mendapat pengertian tambahan tentang konsep Allah Tri-Tunggal.

 

(Jason Gilead)

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Tue, 30 Mar 2010 16:52:36 +0700
Kelemahan-kelemahan Konsep Tauhid http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/kelemahan-kelemahan-konsep-tauhid http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/kelemahan-kelemahan-konsep-tauhid BingungAda orang mengatakan bahwa konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga sulit diterima dengan nalar. Memang semua konsep tentang Allah sulit diterima dengan nalar karena Allah jauh di atas kita. Namun dibandingkan dengan konsep Allah Tri-Tunggal, konsep Tauhid juga sulit diterima dengan nalar.

Konsep ketauhidan Allah menggambarkan Allah yang jauh dari sempurna. Allah SWT hanya dapat dilihat sempurna jika diteropong di dalam konsep bahwa Allah itu Maha Esa yang beroknum tiga.

]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Wed, 23 Jun 2010 01:39:29 +0700
Islam & Kristen Setuju - Allah Tidak Beranak http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/islam-kristen-setuju-allah-tidak-beranak http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/islam-kristen-setuju-allah-tidak-beranak Ayah dan Bayi"Allah orang Kristen mempunyai anak!" Kalimat ini sudah tidak asing di telinga saya. Sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, teman-teman Muslim saya sudah sering mengejek iman saya dengan perkataan tersebut.

Walau saat itu saya masih kecil, saya percaya Allah itu satu. Dia tidak mempunyai anak. Tentulah ada alasan tersendiri dibalik iman orang Kristen yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Namun memang, saat itu saya belum bisa menjelaskan apa maksud dari "Isa Al-Masih anak Allah".

Hanya Manusia Mempunyai Anak, Allah Tidak!

Salah satu naluri yang ada dalam diri manusia adalah mempunyai anak. Memiliki anak merupakan berkat tersendiri bagi seseorang. Bahkan, orang tua yang tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki anak kandung, tidak jarang mereka melakukan adopsi.

Manusia berbeda dengan Allah. Bila manusia mempunyai naluri memiliki anak, tidak demikian halnya dengan Allah. Allah tidak pernah mempunyai anak biologis! Tidak satu pun ayat dalam Kitab Suci yang menjelaskan bahwa Allah pernah melakukan hubungan biologis dengan manusia, hingga melahirkan seorang anak.

Isa Al-Masih Bukan Anak Biologis Allah!

". . . janganlah kamu mengatakan: '(Tuhan itu) tiga'. . . . Sesungguhnya . . . Maha Suci Allah dari mempunyai anak . . ." (Qs 4:171).

Ayat di atas adalah salah satu kekeliruan yang diberikan Al-Quran kepada umat Muslim. Sehingga selama ratusan tahun, umat Muslim percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Anak biologis Allah menurut kepercayaan orang Kristen. Alhasil, umat Muslim salah, menuduh orang Kristen mempunyai kepercayaan politeisme.

Jika seorang Muslim sungguh-sungguh memikirkan ayat dalam Al-Quran tentang ke-anak-an Isa Al-Masih, mereka akan dipaksa untuk meragukan dan menolaknya. Sebab Qs 6:101 berkata, "Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu"

Benar, Allah adalah Sang Pencipta. Tidak mungkin Dia mempunyai isteri atau anak!

Arti Ke-anak-an Isa Al-Masih

Bila merujuk kepada Injil, memang kita akan menemukan beberapa ayat yang menyatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Diantaranya: "Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Rasul Besar Matius 3:17).

Juga, " . . . . sebab itu anak yang akan kaulahirkan [Maryam] itu akan disebut kudus, Anak Allah" (Injil, Rasul Lukas 1:35).

Ayat di atas tidak berarti bahwa Allah telah melakukan hubungan biologis dengan Maryam dan menghasilkan Isa Al-Masih. Kata "anak" pada kedua ayat tersebut  adalah "anak" dalam arti kiasan/figuratif. Seperti: Mesir merupakan anak dari sungai Nil. Kita juga mengenal istilah "ibu jari." Atau "anak pribumi."  Jangan membuat kesalahan yang mengartikan kata "anak" secara harfiah!  Ini hanya dapat diartikan secara figuratif!

Penjelmaan dan Kedatangan Kalimat Allah Ke Dunia

Ketika Injil mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Anak Allah, bukan berarti "anak" biologis Allah. Tetapi karena kasih Allah yang sungguh luar biasa bagi manusia berdosa, Allah hadir ke dunia dalam pribadi Isa Al-Masih. Sehingga melalui penjelmaan ini, Isa Al-Masih dapat dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia.

Inilah kepercayaan kekristenan yang sebenarnya. Isa Al-Masih bukan "anak" biologis Allah. Tetapi Dia adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Dan tinggal di tengah-tengah manusia, sebagaimana firman Allah berkata, "Pada mulanya adalah Firman [Kalimat]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . . . Firman itu menjadi manusia, dan diam di antara kita . . ." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14).

Satu-satunya tujuan Kalimat Allah datang ke dunia, adalah untuk menyediakan Jalan Keselamatan bagi setiap orang yang mau menerimanya.

 

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Mon, 10 Sep 2012 13:09:07 +0700
Allah Tidak Beranak Dan Tidak Diperanakkan http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/allah-tidak-beranak-dan-tidak-diperanakkan http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/allah-tidak-beranak-dan-tidak-diperanakkan Ayah-dan-AnakSaya masih ingat dengan jelas ketika pertama kali mendengar isi dari Qs 112:3, “Dia [Allah] tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.” Kala itu saya sedang duduk di serambi rumah kami di kota kecil di Jawa Timur. Beberapa anak SMP berjalan kaki pulang dari sekolah. Kira-kira 50 meter dari rumah, mereka melihat saya dan langsung berteriak, “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.”  Kemudian mereka meneruskan perjalanan pulang. Walau hal itu terjadi sekitar 45 tahun yang lalu, saya masih mengingatnya dengan jelas.

Anak-anak itu dan semua orang Islam cenderung berpikir bahwa ucapan yang demikian merupakan serangan bagi iman kekristenan. Jelas itu merupakan pemikiran yang salah. Sebab kekristenan setuju sepenuhnya dengan ayat Qs 112:3.

Orang Kristen juga dapat meneriakkan, “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.”  Benarkah? Inilah penjelasan kami:

Perbedaan kata Figuratif dan Harfiah

Orang yang mengerti bahasa dan mendengar istilah “Anak Suroboyo” tentu tidak berpikir bahwa Surabaya melahirkan anak. Melainkan, orang tersebut berasal dari Surabaya. Demikian juga dengan kata “anak kunci.” Bukan berarti kunci melahirkan anak. Inilah yang disebut dengan kata figuratif atau kata kiasan.

Bagaimana dengan ungkapan, “Muhammad adalah kekasih Allah”? Apakah Allah berpacaran dengan Muhammad, layaknya pria dan wanita? Tentu semua umat Muslim mengerti ungkapan tersebut hanyalah kiasan/figuratif.

Lalu, bagaimana kita memahami ayat suci yang terkenal di Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16? Dikatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Mereka yang mengerti bahasa, tentu mengerti bahwa, “Anak-Nya yang tunggal” di ayat tersebut adalah ucapan figuratif.  Seperti halnya “Anak Suroboyo” berasal dari Surabaya. Demikian juga “Anak Allah” berasal dari Allah, namun bukan anak biologis Allah.

Kristen dan Islam – Allah Tidak Beranak

Alkitab tidak mengajarkan Allah melakukan hubungan biologis dengan Maryam sehingga melahirkan allah baru, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Inilah pemahaman sebagian umat Muslim yang salah. Mereka yang mempunyai pemahaman demikian, sulit membedakan antara bahasa figuratif dan bahasa harfiah.

Dan anehnya, bila mendengar kalimat “Muhammad adalah kekasih Allah” mereka tahu ungkapan tersebut hanya kiasan, tetapi bila mendengar kata “Anak yang tunggal,” mereka langsung mengartikannya secara harfiah.

Tentu Alkitab tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan “. . .  Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak . . . . “ (Qs 4:171). Sayangnya ucapan nabi ini tidak membedakan antara bahasa figuratif dan harfiah.

Kiranya umat Muslim mengerti bahwa Alkitab dan orang Kristen tidak mengajarkan, Isa Al-Masih adalah hasil hubungan biologis antara Allah dan Siti Maryam!

Allah Tidak Diperanakkan

Ketika kami masih tinggal di Indonesia, saya sering bertanya dengan teman Muslim saya, “Apakah Allah dapat masuk Stadion Surabaya?” Mereka menjawab, “Allah Maha Kuasa dan dapat masuk ke mana Ia berkehendak.” Saya bertanya lagi, “Apakah Allah dapat masuk rumah kami?”  Jawabanya sama. Saya bertanya lagi, “Apakah Allah dapat masuk ke ruang tamu dimana kami duduk?”  Jawabannya, “Allah Maha Kuasa, Ia dapat masuk kemana saja Ia mau!”

“Apakah Allah dapat masuk ke bawah meja di depan kami?”  Tentu! Dia Maha Kuasa, Ia dapat masuk kemana Ia berkehendak. Bila demikian, “Apakah Allah dapat masuk ke dalam rahim perempuan?”  Dengan terpaksa mereka menjawab, “Allah Maha Kuasa.  Bila Ia ingin masuk ke dalam rahim wanita, tentu Ia dapat masuk.”

Bila Allah tidak beranak, bagaimana dengan Isa Al-Masih? Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” yang kekal. Tidak mempunyai permulaan (mustahil memisahkan Allah dari Kalimat-Nya) dan  berasal dari sorga. Kalimat Allah yang Maha Kuasa masuk ke dalam rahim Siti Maryam, dan dilahirkan sebagai manusia. Selama 33 tahun di bumi, Kalimat Allah yang dilahirkan Siti Maryam dikenal dengan nama “Isa Al-Masih.”

Kalimat Allah Menjelma Menjadi Manusia

Dengan kata lain, Allah menjelma menjadi manusia melalui proses kelahiran. Allah tidak diperanakkan. Ia, yang Roh adanya, mendandani diri dengan tubuh manusia. “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan” (Injil, Surat I Timotius 3:16).

Dia rela menyembunyikan keilahian-Nya, agar dapat tinggal di dunia yang berdosa, bersama manusia berdosa. Agar mereka dapat dibenarkan di hadapan Allah. “ Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar ” (Injil Surat Roma 5:19).

[Staf Isa dan Islam – Rindukah saudara dibenarkan di hadapan Allah? Silakan mengikuti petunjuk pada artikel di tautan ini.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Mon, 28 Jan 2013 18:22:12 +0700
Tanpa Konsep Trinitas, Allah Seakan-akan Bisu dan Tuli http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/tanpa-konsep-trinitas-allah-seakan-akan-bisu-dan-tuli http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/tanpa-konsep-trinitas-allah-seakan-akan-bisu-dan-tuli tuli-bisuRobinson Crusoe, tokoh fiktif dalam karangan Daniel Defoe yang diterbitkan tahun 1719, tinggal sendirian di sebuah pulau selama 28 tahun. Selama itu, ia tidak pernah bertemu seseorang, sehingga dia tidak pernah berbicara. Tidak mungkin dia berbicara dengan hewan, tumbuhan, atau dengan dirinya sendiri, bukan? Tanpa adanya makhluk sejenis menjadi lawan bicara, ia seakan-akan menjadi bisu.

Karena tidak ada manusia lain, dia tidak dapat mendengar suara manusia, percakapan manusia, atau penjelasan dari sesama. Dari segi tukar pikiran dengan sesama manusia, ia juga seakan-akan tuli.

Kekekalan Allah Melebihi Dugaan Kita

Manusia mengenal istilah “kekal.” Apakah mereka sungguh memahaminya? Mengukur waktu saja manusia begitu kesulitan. Para ahli berkata, alam semesta dimulai 14 milyar tahun yang lalu.  Katanya umur bumi 4.54 milyar tahun. Siapa dapat merangkul angka itu?

Bila angka-angka itu sulit dikuasai, apalagi kekekalan. Kekekalan tidak dapat diukur. Dalam kekekalan tidak ada “waktu,” yaitu tahun-tahun.

Setiap Mukmin diwajibkan percaya akan kekekalan (al-Qidam) Allah. Bagi Allah tidak ada permulaan karena Ia tidak diciptakan. Terjemahan Al-Quran untuk Qs 112:2 ialah, “ Allah, yang kekal, yang mutlak ” (Yusuf Ali). Bila Allah tidak diciptakan, berarti Ia kekal adanya. Kitab Allah dalam Ulangan 33:27 berbunyi, “ Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu. . . ”

Apa yang Dilakukan Allah Dalam Kekekalan?

Tidak ada orang yang dapat menjawab pertanyaan ini dengan pasti. Tapi kita tahu, tanpa adanya konsep Trinitas, dalam kekekalan seakan-akan Allah bisu dan tuli. Mengapa? Sebab bila Allah sendirian dalam kekekalan sebagaimana menurut konsep Tauhid, berarti Allah tidak berbicara atau mendengar. Mungkinkah Allah akan berbicara dalam kekekalan, sementara tidak ada yang mendengarkan? Mungkinkah Dia mendengar suara bila tidak ada oknum yang berbicara kepada-Nya?

Allah Bergantung Pada Malaikat-malaikat?

Mungkin para Mukmin akan berkata, “Ia menciptakan malaikat dan bicara pada mereka.”  Bisa saja, tapi bukankah hal itu berarti Allah bergantung pada malaikat agar Ia dapat mendengar dan berbicara? Sehingga, tanpa malaikat Allah tidak komplit atau sempurna!  Ini juga sulit diterima.

Haruskah kemampuan Allah berbicara atau mendengar, bergantung pada malaikat-malaikat ciptaan-Nya? Kiranya jangan kita berkata Allah tidak komplit dan sempurna tanpa ciptaan-Nya!  Jelas, dalam kekekalan sebelum ada ciptaan-Nya, Ia sempurna, bukan?

Allah Diam Saja Dalam Kekekalan

Orang lain berkata, “Allah diam saja dalam kekekalan. Tidak perlu bicara atau mendengar.”  Tetapi Allah adalah satu pribadi. Bila Ia berdiam diri dalam kekekalan sebelum tiba waktu menciptakan sesuatu, berarti dalam kekekalan Ia tidak pernah bicara dan mendengar.

Mungkin ada orang yang puas menyembah Allah yang demikian. Tapi kami tidak siap menyembah Allah yang terpaksa berdiam diri dalam kekekalan. Menurut kami, Allah yang demikian kurang sempurna.

Agama Kristen dan Islam Memegang Keesaan Allah

Sama seperti orang Islam, Kristen juga percaya akan ketauhidan Allah. Dalam hal ini, kedua agama besar tersebut sehati. Lihatlah satu ayat dari Al-Quran, “ Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah . . . Dialah Yang Awal dan Yang Akhir . . . ” (Qs 47:19; 57:3).

Buku Allah juga memuat ayat sejenis sbb: “ Dengarlah . . . Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! . . . Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. . . . tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain ” (Taurat, Kitab Ulangan. 6:4; Kitab Nabi Besar Yesaya 45:5-6). 

Maka, orang Kristen dan Islam seharusnya tidak perlu berdebat tentang keesaan Allah. Allah Maha Esa. Semua setuju!

Konsep Trinitas Menangani Masalah Kekekalan

Kitab Allah dengan jelas menekankan bahwa Roh Allah kekal adanya. Sehingga, Ia disebut "Roh Kekal." Ingat, hanya Allah yang kekal! Juga, Ia disebut "Roh Kudus" dan hanya Allah yang kudus. Maka Rohullah adalah Roh Ilahi, Allah adanya.

Kitab nabi Islam dalam Qs 4:171 dan Kitab Allah, memberi nama "Kalimat Allah" kepada Isa Al-Masih. Satu ayat kunci berbunyi, "Pada mulanya adalah Firman (Kalimat); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).  Maka "Kalimat Allah" juga Allah.

Demikian dalam kekekalan ada Trinitas: Allah Bapa, Allah Roh, Kalimat Allah. Ini disebut Allah Tri-Tunggal. Dalam kekekalan ada lingkaran kasih dalam keesaan Allah, dimana Allah Bapa, Roh Allah, Kalimat Allah saling-mengasihi, berinteraksi satu sama lain karena beroknum tiga, namun maha esa.

Para Mukmin Berkata , "Mustahil Percaya pada Trinitas!"

Jelas tidak mudah percaya pada Trinitas. Namun menurut kami, lebih mudah menerima dan percaya Trinitas daripada konsep ketauhidan Allah yang dikemukakan dalam agama Islam. Sulit mempercayai bahwa Allah dalam kekekalan seakan-akan bisu dan tuli.  Karena itu, konsep Tauhid juga sulit diterima!

Kenyataan yang Lebih Penting dari Pengertian Trinitas atau Tauhid

Nasib manusia sesudah mati, ke neraka atau sorga, perlu menarik perhatian kita, bukan? Bila kita kuat dalam dogmatika, tetapi jiwa masuk neraka selamanya, apa gunanya dogmatika kita? Allah yang maha esa menyediakan jalan, agar dosa kita dapat diampuni dan kita mendapat hidup kekal.  Kiranya saudara klik di sini dan membaca keterangan mengenai keselamatan.

Pada akhir penjelasan tentang keselamatan disediakan "Doa Keselamatan" bagi saudara. bila dengan tulus hati dan penuh iman saudara mendoakan doa itu, masalah terpenting, keselamatan kekal saudara, akan ditangani.

 

Beberapa Pertanyaan Untuk Komentar: 

Staff IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kami minta agar komentar hanya menanggapi pertanyaan-pertanyaan berikut: 

  1. Apakah yang dikerjakan Allah dalam kekekalan sebelum Ia menciptakan apa-apa? 
  2. Apakah mengurangi martabat Allah, bila kita percaya bahwa Allah bergantung pada ciptaan-Nya jika akan berbicara atau mendengarkan sesuatu? 
  3. Manakah yang lebih penting, keselamatan kekal jiwa kita, memahami pengertian Trinitas, dan Tauhid? Mengapa saudara merasa demikian?

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Tue, 21 May 2013 01:38:23 +0700
Klaim Al-Quran Tentang Trinitas Yang Membingungkan http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/klaim-al-quran-tentang-trinitas-yang-membingungkan http://www.isadanislam.com/tauhid-islam-a-kristen/klaim-al-quran-tentang-trinitas-yang-membingungkan tiga-jariOrang Islam sangat menentang konsep Trinitas dan mengimani Tauhid sebagai inti akidah mereka. Penolakan yang kuat terhadap Trinitas dipengaruhi Al-Quran.  

Ayat-ayat Al-Quran tentang Trinitas

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga,’ padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa” (Qs 5:73).

Qs 5:73 memberi kesan bahwa orang Kristen percaya akan adanya tiga Allah.

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai ’Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ’Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’" (Qs 5:116).

Ayat ini memberi kesan orang Kristen menyembah Maryam sebagai Tuhan.

Asalnya Ide Trinitas yang Terdapat di Al-Quran

Yang membingungkan, darimanakah penulis Al-Quran mendapat ide bahwa orang Kristen percaya pada tiga Allah, bahkan mengangkat Maryam menjadi Tuhan? Pertanyaan ini sangat membingungkan orang Kristen. Karena orang Kristen tidak percaya akan adanya tiga Allah. Juga orang Kristen tidak pernah mengangkat Maryam sebagai Tuhan.

Pertanyaan penting ialah, dimanakah penulis Al-Quran mendapat ide aneh mengenai Maryam ini?

Allah Maha Tahu dan Tidak Dapat Ditipu

Jelas Allah sendiri tidak pernah bingung mengenai kepercayaan orang Kristen. Dia tahu orang Kristen tidak pernah menganggap Maryam sebagai Tuhan. Sehingga Dia tidak mungkin menurunkan wahyu untuk menegur orang Kristen, untuk dosa yang tidak mereka lakukan.

Al-Quran Memberi Informasi salah?

Tidak salah jika pembaca Al-Quran mempertanyakan diri, “Dari mana ide palsu ini datang?” Jelas tidak datang dari Allah!

Kelihatan ada seorang yang kurang mengerti kepercayaan Kristen, memberi informasi salah pada nabi Islam. 

Maryam Manusia Berdosa

Maryam pernah berdoa, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Injil, Rasul Lukas 1:46-47).

Melalui doa ini Maryam menyatakan bahwa dia sama seperti kita. Dia berdosa.  Dia memerlukan Juruselamat!

Orang Kristen percaya sepenuhnya pada Kitab Allah. Kitab Allah menekankan Maryam orang berdosa. Dia bukan Tuhan. Dia tidak pernah diangkat sebagai Tuhan. Pertanyaannya, “Darimanakah penulis Al-Quran mendapat ide bahwa umat Kristen menyembah Maryam sebagai Tuhan?”

Doa Maryam Mengingatkan Kita Perlunya Juruselamat

Masalah Maryam juga masalah kita. Yaitu, bagaimana mengatasi dosa? Injil menekankan, melalui penyaliban Isa Al-Masih, Allah menebus kita dari perbudakan dosa. “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus . . . dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (Injil, Rasul Besar Petrus 1:18-19).

Kami mengundang saudara belajar lebih mendalam mengenai keselamatan dengan klik disini.

Beberapa Pertanyaan Untuk Komentar:

Staf IDI berharap komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

1.         Menurut saudara, dimanakah penulis Al-Quran mendapat informasi bahwa umat Kristen   mengangkat Maryam menjadi Tuhan?

2.         Mengapa umat Kristen tidak mendewakan Maryam?

3.         Mengapa Allah tidak mungkin menegur umat Kristen perihal pengangkatan Maryam sebagai Tuhan?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Komentar/pertanyaan di luar topik artikel, dapat dikirim lewat email ke staf kami di: masukan@idionline.info.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
]]>
dham@idionline.info (Web Administrator) Tauhid - Islam & Kristen Tue, 03 Sep 2013 01:20:54 +0700