Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Islam & Kristen Setuju - Allah Tidak Beranak

Ayah dan Bayi"Allah orang Kristen mempunyai anak!" Kalimat ini sudah tidak asing di telinga saya. Sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, teman-teman Muslim saya sudah sering mengejek iman saya dengan perkataan tersebut.

Walau saat itu saya masih kecil, saya percaya Allah itu satu. Dia tidak mempunyai anak. Tentulah ada alasan tersendiri dibalik iman orang Kristen yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Namun memang, saat itu saya belum bisa menjelaskan apa maksud dari "Isa Al-Masih anak Allah".

Hanya Manusia Mempunyai Anak, Allah Tidak!

Salah satu naluri yang ada dalam diri manusia adalah mempunyai anak. Memiliki anak merupakan berkat tersendiri bagi seseorang. Bahkan, orang tua yang tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki anak kandung, tidak jarang mereka melakukan adopsi.

Manusia berbeda dengan Allah. Bila manusia mempunyai naluri memiliki anak, tidak demikian halnya dengan Allah. Allah tidak pernah mempunyai anak biologis! Tidak satu pun ayat dalam Kitab Suci yang menjelaskan bahwa Allah pernah melakukan hubungan biologis dengan manusia, hingga melahirkan seorang anak.

Isa Al-Masih Bukan Anak Biologis Allah!

". . . janganlah kamu mengatakan: '(Tuhan itu) tiga'. . . . Sesungguhnya . . . Maha Suci Allah dari mempunyai anak . . ." (Qs 4:171).

Ayat di atas adalah salah satu kekeliruan yang diberikan Al-Quran kepada umat Muslim. Sehingga selama ratusan tahun, umat Muslim percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Anak biologis Allah menurut kepercayaan orang Kristen. Alhasil, umat Muslim salah, menuduh orang Kristen mempunyai kepercayaan politeisme.

Jika seorang Muslim sungguh-sungguh memikirkan ayat dalam Al-Quran tentang ke-anak-an Isa Al-Masih, mereka akan dipaksa untuk meragukan dan menolaknya. Sebab Qs 6:101 berkata, "Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu"

Benar, Allah adalah Sang Pencipta. Tidak mungkin Dia mempunyai isteri atau anak!

Arti Ke-anak-an Isa Al-Masih

Bila merujuk kepada Injil, memang kita akan menemukan beberapa ayat yang menyatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Diantaranya: "Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Rasul Besar Matius 3:17).

Juga, " . . . . sebab itu anak yang akan kaulahirkan [Maryam] itu akan disebut kudus, Anak Allah" (Injil, Rasul Lukas 1:35).

Ayat di atas tidak berarti bahwa Allah telah melakukan hubungan biologis dengan Maryam dan menghasilkan Isa Al-Masih. Kata "anak" pada kedua ayat tersebut  adalah "anak" dalam arti kiasan/figuratif. Seperti: Mesir merupakan anak dari sungai Nil. Kita juga mengenal istilah "ibu jari." Atau "anak pribumi."  Jangan membuat kesalahan yang mengartikan kata "anak" secara harfiah!  Ini hanya dapat diartikan secara figuratif!

Penjelmaan dan Kedatangan Kalimat Allah Ke Dunia

Ketika Injil mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Anak Allah, bukan berarti "anak" biologis Allah. Tetapi karena kasih Allah yang sungguh luar biasa bagi manusia berdosa, Allah hadir ke dunia dalam pribadi Isa Al-Masih. Sehingga melalui penjelmaan ini, Isa Al-Masih dapat dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia.

Inilah kepercayaan kekristenan yang sebenarnya. Isa Al-Masih bukan "anak" biologis Allah. Tetapi Dia adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Dan tinggal di tengah-tengah manusia, sebagaimana firman Allah berkata, "Pada mulanya adalah Firman [Kalimat]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . . . Firman itu menjadi manusia, dan diam di antara kita . . ." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14).

Satu-satunya tujuan Kalimat Allah datang ke dunia, adalah untuk menyediakan Jalan Keselamatan bagi setiap orang yang mau menerimanya.

 

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Johan 2012-10-12 14:20
*
Staf Isa,

Mengapa orang Kristen mensejajarkan Nabi Isa dengan Allah?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-19 08:24
~
Saudara Johan,

Isa Al-Masih Tuhan bukan karena disejajarkan dengan Tuhan. Izinkan kami memberitahukan Firman dari Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14, dibawah ini penjelasannya:

1. "Pada mulanya adalah Firman" (ayat 1) Ini menunjukan kekekalan Firman. Ia tidak berawal. Ketika segala sesuatu mulai ada, Ia sudah ada.

2. "Firman itu bersama-sama dengan Allah" (ayat 1) ini merupakan kepribadian Firman. Kuasa yang melakukan rencana Allah adalah kuasa suatu pribadi tertentu, yang berdiri dalam hubungan yang kekal dengan Allah dalam persekutuan yang aktif.

3. "Dan Firman itu adalah Allah" (ayat 1). Ini adalah ke-Allah-an Firman. Meskipun secara pribadi di dunia Dia berbeda dengan Bapa [Allah], Ia bukanlah mahluk ciptaan. Ia adalah Allah sendiri. Disinilah terletak misteri kesatuan Allah yang terungkap dalam penjelmaan-Nya.

4. “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia" (ayat 3). Ini menunjukan Firman yang mencipta. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Dan Dia bukan ciptaan.

5. "dalam Dia ada hidup" (ayat 4). Ini adalah Firman yang memberikan daya penggerak. Tidak ada kehidupan dalam dunia ini kecuali didalam Dia dan melalui Dia.

6. "Dan hidup itu adalah terang manusia" (ayat 4). Ini adalah Firman yang memberikan penyingkapan. Dalam memberikan kehidupan, Dia juga memberikan terang, artinya kedekatan hubungan dengan Allah melalui penjelmaan-Nya menjadi manusia.

7. "Firman itu telah menjadi manusia" (ayat 14) Ini adalah inkarnasi Firman. Bayi dalam palungan di Betlehem tidak lain adalah Firman yang kekal.

Itu sebabnya dalam Qs 3:45 Isa Al-Masih disebut “Kalimattulah, Yang terkemuka di dunia dan akhirat”. Ini menunjukkan kekekalan-Nya.
~
NN
# sangkala 2012-10-13 23:30
*
Orang Kristen percaya kalau Nabi Isa itu identik dengan Allah. Yang membuat saya heran, mengapa orang Kristen yang percaya dengan Trinitas (Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus), justru lebih condong menyembah Putera (Yesus) daripada Allah Bapa yang disembah oleh Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-15 20:11
~
Orang Kristen tidak pernah menyamakan atau mentahbiskan Isa Al-Masih menjadi Allah. Namun Alkitab memberi kesaksian bahwa Isa Al-Masih itu adalah benar-benar Allah. Bahkan kita juga melihat ayat di Al-Quran yang juga menunjukkan keilahian Isa Al-Masih.

“Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya” (Qs 4:171)

Jelas “Kalimat Allah” tidak mempunyai permulaan. Jika ada permulaan, maka ada masa dimana Allah tidak berkalimat. Itu mustahil!  Karena Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” maka Ia juga Allah. Dan juga Roh Allah itu kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan.

Sejak dulu sampai sekarang umat Kristen menyembah Allah Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Kalimat Allah dan Roh Allah, namun ketiga-Nya adalah esa.
~
SL
# jinggo 2012-10-14 10:07
*
Agama Kristen itu membingungkan. Banyak hal yang harus diterangkan panjang lebar, itupun kadang masih membuat bingung.

Mengapa Tuhan orang Kristen tidak menggunakan istilah yang sederhana, supaya mudah dipahami? Dengan menggunakan istilah Anak bisa menimbulkan kesalah-mengert ian, saya yakin orang Kristen sendiripun banyak yang tidak paham dengan istilah anak ini.

Manakakah ayat dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa istilah anak adalah makna figuratif?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-15 20:12
~
Orang Kristen memahami imannya dengan hati yang terbuka, mereka menyadari bahwa ciptaan itu tidak mungkin dapat mengerti keseluruhan tentang Pencipta.

Misalnya tentang istilah Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Orang Kristen dengan pikiran sederhana memaknai bahwa Allah tidak mungkin mempunyai anak biologis! Allah tidak pernah melakukan hubungan biologis dengan manusia, hingga melahirkan seorang anak.

"... Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi”
(Injil, Rasul Lukas 1:31-32)

Isa Al-Masih disebut Anak Allah (makna figuratif). Anak Allah adalah gelar yang diberikan untuk menunjukkan keakraban hubungan. Isa Al-Masih dan Bapa memiliki "satu" hakekat, tidak berarti bahwa kedua-duanya itu sama.
~
SL
# sangkala 2012-10-17 23:00
*
Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya, bagaimana Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari orang-orang tersebut?

Islam mengajarkan Tuhan itu tidak beranak dan diperanakan: “Dia tidak beranak dan tidak diperanakan” (Qs 11:3).
# Staff Isa dan Islam 2012-10-22 16:35
~
Saudara Sangkala,

Kami setuju dengan pernyataan saudara bahwa Tuhan adalah pencipta segalanya. Bagaimana dengan Yesus? Perhatikanlah ayat berikut:

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3).

Ayat di atas menjelaskan bahwa awalnya “Firman” itu bersama-sama dengan Allah dan “Firman” itu adalah Allah sendiri.

Perhatikan juga ayat ini: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Ada masa dimana “Firman” tersebut menjadi manusia dan tinggal di antara manusia. Dan “Firman” tersebut dikenal dengan nama: Yesus Kristus/Isa Al-Masih.

Itulah sebabnya Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:58).

Tentangnya Allah memiliki anak, silakan saudara membaca artikel pada link ini: http://tinyurl.com/75kj53j.
~
SO
# putra minang 2012-10-22 15:25
*
Saya bingung mengapa di Alkitab tidak ada yang menyebutkan bahwa Yesus itu Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-25 18:05
~
Saudara Putra Minang,

Bila saudara ingin mengetahui dengan baik tentang pribadi Yesus, saudara harus mencaritahu hal tersebut dalam Alkitab. Dengan membaca Alkitab secara keseluruhan, saudara akan mengerti siapa sebenarnya Yesus. Apakah Dia hanya sekedar manusia biasa seperti pendapat saudara, ataukah Dia memang benar Allah yang menjelma menjadi manusia sebagaimana yang diyakini umat Kristen selama ini.

Perhatikanlah ayat ini: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5).

Inilah salah satu nubuat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dikatakan bahwa Dia adalah “Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai!”

perhatikan juga ayat ini: “Aku [Yesus] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13). Dikatakan bahwa Yesus adalah kekal.

Menurut saudara, selain Allah, adakah manusia yang kekal? Jelas tidak! Semua mahkluk hidup, termasuk manusia, pada akhirnya akan menemui ajalnya.

Untuk mengetahui lebih lagi pribadi Yesus, silakan saudara mempelajari artikel ini: http://www.isadanislam.com/isa-al-masih/.
~
SO
# TynPCS 2012-10-22 22:58
*
Putra Minang, sampai kapan pun kamu tidak bisa faham jika tidak baca dengan hati yang tenang. silakan baca dengan focus apa yang staf Isa terangkan di atas, dan kamu pasti mendapat jawaban apa yang kamu mahu. Tuhan memberkati!
# petruk 2012-10-26 07:30
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Sangkala,

Perhatikan juga ayat ini: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

~
SO

Perhatikan juga ayat ini: “Firman itu............ diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya (Allah), yaitu kemuliaan yang diberikan kepada (Yesus) sebagai Anak......Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Maaf bila saya meng-edit ayat di atas,yang menurut saya seharusnya demikian karena memang bila kita beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka semua firman Allah ada dihati kita.

Semua umat pada zamannya bahkan masih berlanjut hingga saat ini, menyebut Allah dengan istilah 'Bapa'.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-29 16:13
~
Saudara Petruk,

Terimakasih atas komentar yang saudara sampaikan, dan tentang ayat yang saudara edit (ambil sepotong-sepoto ng) menurut kami secara keseluruhan tidak mengubah makna awal dari ayat tersebut. Sebab memang benar, bahwa Firman itu (yaitu Isa Al-Masih) telah diam diantara manusia, ketika Dia datang ke dunia dalam wujud manusia, yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih.

Dia disebut sebagai Anak Allah, sebab Dia telah dengan sempurna menyatakan Kemuliaan Allah bagi manusia. Dan tentang panggilan “Bapa” terhadap Allah, menandakan adanya hubungan yang indah antara orang-orang percaya dengan Allah yang telah mengaruniakan kasih-Nya yang begitu besar.

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah” (Injil, Surat 1 Yohanes 3:1).
~
SO
# assyiffa 2012-10-27 13:29
*
Allah berfirman, Firman tersebut adalah Yesus yang berwujud manusia. Lalu kenapa yang di-Tuhan-kan adalah Yesus yang merupakan Firman berupa manusia. Itu artinya Yesus merupakan ciptaan Allah bukan?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-29 16:14
~
Saudara Assyiffa,

Pertama, perlu saudara ketahui bahwa Yesus tidak pernah diciptakan. Dia datang ke dunia bukan karena diciptakan Allah, tetapi adalah manifestasi Allah sendiri.

Allah atau Yesus tidak dapat dipisahkan. Sebab keduanya adalah Pribadi yang sama. Sehingga, bila seseorang menyembah Yesus, maka secara otomatis pula yang bersangkutan menyembah Allah.

Pada penjelasan sebelumnya telah dikatakan, bahwa “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Memang bukanlah hal yang mudah untuk mengerti tentang Pribadi Allah yang demikian. Namun, itulah kebesaran Allah, keterbatasan akal pikiran manusia jelas tidak dapat mengenal sifat-Nya dengan sempurna.

Untuk mengerti Pribadi Allah, saudara membutuhkan hikmat dari Allah. Saran kami, sebelum saudara mencari kebenaran tentang Pribadi Allah, berdoalah terlebih dahulu. Minta Roh Allah yang Kudus membimbing saudara untuk mengenal Dia dengan baik.
~
SO
# Harun 2012-11-16 20:09
*
Allah bukan Yesus, karena:

1. Yesus dan Bapa adalah dua Pribadi, bukan satu pribadi; berdasarkan Yoh. 8:17-18.

2. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Allah, bahkan dia menyebut Bapa sebagai Allah dan satu-satunya Allah yang telah mengutus Dia. Lihat Yoh. 17:3

3. Yesus adalah yang diurapi Allah berdasarkan Kis. 10:38. Apakah yang diurapi itu sama dengan yang mengurapi? Dan Roh Kudus sebagai ‘minyak’ apakah sama dengan yang mengurapi dan yang diurapi?

4. Yesus adalah Rasul dan Imam Besar berdasarkan Ibrani 3:1. Yesus sebagai Rasul yang diutus dan sebagai Imam besar tidak bisa menjadi Allah. Yesus adalah Rasul yang setia sebagaimana Musa, seorang manusia biasa yang dipilih Allah untuk menjadi Rasul. Lihat Ibr. 3:2; Yoh. 5:36.

5. Yesus adalah penyampai pesan Allah Yang Esa kepada manusia berdasar 1 Tim. 2:5.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-13 16:15
~
1. Inilah bukti bahwa Yesus dan Bapa bukan dua Pribadi: “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:3).

2. Benar, Yesus dalam kapasitas-Nya sebagai manusia memang diutus Allah ke dunia. Memang Allah-lah yang mengambil inisiatif untuk mengutus Kalimatullah, yaitu Isa/Yesus untuk datang ke dunia menjadi manusia. Supaya dengan demikian, Allah dapat menyatakan kemuliaan-Nya secara langsung kepada manusia.

3. Ini adalah bukti dalam Alkitab tentang Allah Tritunggal. Dimana Allah Bapa mengurapi Sang Mesias yaitu Isa Al-Masih. Memang Kalimat Allah ketika di dunia wujudnya adalah manusia. Tetapi Dia adalah Allah dan Raja Damai sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5)

4. Terdapat banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang menjelaskan tentang ketuhanan Isa Al-Masih. Saudara dapat membacanya dalam artikel pada link ini: http://tinyurl.com/8abrx5t.

5. Saudara benar. Allah harus terlebih dahulu menjadi manusia agar Dia dapat menyatakan langsung isi hati-Nya kepada manusia. Jelas mustahil bila Allah dalam wujud-Nya berbicara kepada manusia, karena tidak seorangpun dapat melihat kemuliaan Allah. Itulah sebabnya Kalimatullah harus menjadi manusia dan dikenal dengan nama Isa Al-Masih.
~
SO
# Navhitopulloe 2012-11-21 04:25
*
Hal ini sangat mudah untuk dimengerti. Logikanya, apa salah jika diriku berkata? Jiwaku adalah Bapa bagi Tubuh dan Rohku, kepada tubuhku, jiwaku berkenan.

Diriku mempunyai 3 komponen. Yaitu: Jiwa, Roh dan Tubuh. Tubuhku adalah anak dari jiwaku, bagian hidupku. Apa mungkin jiwa dapat melakukan hubungan biologis?

Tubuhku hanya mengikuti perintah dari jiwaku, dan rohku yang membuat tubuhku dapat hidup didunia/bumi. Manusia itu 1, tetapi terdiri dari 3 bagian, tubuh,j iwa, dan roh.

Untuk mendalami manusia saja, para psikiater/dokte r sudah kesulitan selama berabad-abad tahun, apalagi mendalami Allah.
# IHFz 2013-02-27 23:35
*
Bagaimana mungkin Allah menciptakan makhluk dan mengisi ciptaannya dengan roh Allah sendiri. Penyatuan antara Tuhan dan makhluk itu ajaran sesat. Allah tidak memasuki dunia. Sebab dimensi manusia dan Allah itu sangatlah berbeda. Seorang pemahat kayu tidak akan pernah menyatu menjadi satu dengan kayu tersebut.

Tuhan tidak boleh dimanifestasika n, tidak ada penggambaran Tuhan melalui Yesus. Jika Tuhan dapat digambarkan, maka Tuhan tidak akan Maha Kuasa lagi, dan jika Tuhan dapat digambarkan, maka Tuhan adalah makhluk itu sendiri. Makhluk berbeda dengan Tuhan. Yesus berbeda dengan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:19
~
Saudara IHFz,

Bila saudara mengatakan manusia menjadi Tuhan. Kami setuju, itu adalah ajaran menyesatkan. Karena jelas manusia tidak bisa bermanifestasi menjadi Tuhan.

Tapi, atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa Tuhan tidak boleh menjadi manusia? Mengapa Tuhan tidak boleh bermanifestasi menjadi manusia?

Memang hal ini sangat tidak masuk akal dan logika manusia, tetapi bukan berarti hal yang tidak masuk logika manusia, lantas tidak bisa dilakukan Tuhan. Dia bisa menjadi apa saja yang Dia mau, dan manusia tidak punya kuasa untuk melarangnya, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Injil, Rasul Lukas 1:37).
~
SO
# adriansyah 2013-03-22 07:58
*
Allah tidak pernah berubah jadi manusia. Allah berada di Arsyi di tempat yang ter tinggi. Allah hanya ingin kita sebagai mahkluk ciptaanya berserah diri kepadanya. Hanya dengan kita taat pada perintah allah dan memohon ampun atas kesalahan yang kita perbuat maka Allah akan mengampuni dosa kita.

Allah tidak merasa rugi atas perbuatan manusia di muka bumi. Allah telah menyiapkan atas apa yang telah kita perbuat di atas bumi ini. Taat dengan perintahnya surga balasanya. Ingkar atas perintahnya neraka balasanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-26 11:25
~
Saudara Adriansyah,

Penuturan saudara tentang Allah mengisyaratkan bahwa Allah itu duduk tenang di alam-Nya yang nyaman dan tidak terusik dengan apapun yang menimpa manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Ia hanya menuntut dan menuntut. Jika tuntutan-Nya tidak terpenuhi maka ada ganjaran, begitu juga sebaliknya.

Tampaknya Allah yang saudara lukiskan itu begitu egois. Dimana sifat-Nya yang maha pengasih dan penyayang. Pengampunan oleh karena permintaan ampun umat-Nya juga tidak menunjukan sifat pengasih sebab orientasi-Nya masih kepada “jikalau”, Jikalau umat meminta ampun atau jikalau umat taat. Artinya Allah yang menuntut balasan.

Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu sifat-Nya kasih sehingga Ia rela menjadi manusia agar manusia mengenal-Nya. Ia menjadi manusia untuk memberikan keteladanan akan ketaatan pada perintah-Nya dan akan sifat kasih-Nya yang sejati. Bahkan karena kasih-Nya yang besar Ia rela tersalib untuk membersihkan aib najis dosa manusia dengan darah-Nya yang suci.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [Isa Al-Masih], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
NN
# adriansyah 2013-03-27 08:06
*
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [Isa Al-Masih], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Telah mengaruniai anak yang tunggal (Isa Al-Masih ). Apa mungkin anak menjadi Tuhan seperti yang anda tulis di atas.

Allah tidak egois. Allah hanya ingin umat-Nya bersujud sukur atas nikmat yang telah di berikan kepada kita dan tidak menginkari kebesaran-Nya.

Apa bila anda mempunyai anak, apa mungkin anda diam saja bila anak saudara tidak mengindahkan apa yang anda inginkan. Begitu juga Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-27 21:37
~
Saudara Adriansyah,

Istilah Anak Allah (bukan “anak-anak Allah”) yang menunjuk Isa Al-Masih adalah sebuah gelar sinonim dengan gelar khas lainya yaitu Mesias.

Bangsa Yahudi menantikan datang-Nya Mesias yang juga disebut Anak Allah. Istilah Mesias dan Anak Allah tersebut datang dari Allah sebagai identitas penyelamat, dan istilah itu diberitahukan jauh sebelum Isa Al-Masih datang. Maka saat Isa Al-Masih datang Ia dipanggil Anak Allah, sebagai penggenapan dari janji Allah datangnya juruselamat.

Dalam Kitab Suci dituliskan, "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-11).

Ada istilah “anak kunci” apakah berarti harus ada bapak dan ibu kunci?
~
NN
# adriansyah 2013-03-28 07:28
*
Staff IDI mengistilahkan "anak kunci." Menurut anda anak kunci diciptakan berpasangan apa tidak?

Aku tahu kalian adalah orang-orang yang mahir dalam mengolah ayat-ayat Injil maupun al-Quran untuk tujuan kalian. Aku tahu kalian sudah mendalami perbedaannya dengan sangat baik. Sayangnya kalian mencampur adukkan dan mencomot ayat-ayat dengan begitu saja demi tujuan kalian, tanpa melihat konteksnya dan adanya ayat-ayat yang bertentangan. Kalian tentunya tahu Injil dan Al-Quran amat berbeda dalam hal yang sangat pokok.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-03 10:46
~
Saudara Adriansyah,

Mungkin saudara melihat bahwa Injil dan Al-Quran memiliki perbedaan. Tetapi keduanya sama-sama menjelaskan tentang Isa Al-Masih. Dalam Kitab saudara dijelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah yang terkemuka bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat (Qs 3:42-55).

Isa Al-Masih tidak diciptakan, karena Ia berasal dari Firman Allah. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis dalam Injil, " Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Bahkan Isa Al-Masih dipanggil juga sebagai Ruhullah yaitu Ruh Allah (Qs 21:91).

Kemudian Isa dijuluki Al-Masih ( Qs 3:45) "Massih" artinya juruselamat yang dijanjikan untuk menghapuskan dosa manusia. Apakah ada nabi yang dijuluki "Al-Masih"?

Juga dalam ayat 45 Isa Al-Masih disebut suci tidak berdosa. Adakah nabi yang suci? Adam saja yang diciptakan langsung oleh Allah masih berdosa lihatlah dalam Qs 20:21. Dan nabi saudara yang paling agungpun memerlukan pengampunan dosa, lihatlah Qs 48:2. Hanya Isa Al-Masih yang suci.

Musuh besar manusia adalah kematian. Tetapi hanya Isa Al-Masih yang mengalahkan kematian. Dia membangkitkan orang mati dan Ia sendiri bangkit dari kematian, lihatlah dalam Qs 4:158.
~
NN
# salomon 2013-03-29 23:17
*
Menurut sekte Mormon, Yesus itu adalah hasil inkarnasi hasil hubungan Allah dengan Maryam. Maka lahirlah kata anak menurut pemahaman anda. Dan istilah anak ini dijungkirbalikk an lagi oleh sekte-sekte yang lain dengan mengatakan istilah khusus dari anak. Istilah khusus itu berbeda-beda adalah yang mengatakan kiasan dsb.

Sepertinya anak SD pun sudah sadar betul kebingungan dengan konsep anak ini sesuatu kebohongan yang paling dalam yang pernah ada dalam ajaran Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-03 10:52
~
Saudara Salomon,

Saudara sangat keliru jika mengartikan inkarnasi Yesus adalah hasil hubungan antara Allah dan Maryam. Istilah “anak” yang menunjuk Isa Al-Masih bukan dalam arti anak secara biologis.

Jika saudara membuka hati, maka saudara tidak perlu bingung dengan istilah “anak” yang sering dipakai untuk menyebut Isa Al-Masih.

Kami jelaskan sekali lagi, Anak Allah yang menunjuk Isa Al-Masih adalah sebuah gelar sinonim dengan gelar khas lainya yaitu Mesias. Bangsa Yahudi menantikan datang-Nya Mesias yang juga disebut Anak Allah. Istilah Mesias dan Anak Allah tersebut datang dari Allah sebagai identitas penyelamat, dan istilah itu diberitahukan jauh sebelum Isa Al-Masih datang. Maka saat Isa Al-Masih datang Ia dipanggil Anak Allah, sebagai penggenapan dari janji Allah datangnya juruselamat.

Jadi Isa Al-Masih disebut Anak Allah sebagai gelar yang diberikan pada-Nya
~
NN
# adriansyah 2013-04-05 07:48
*
Anda ganti kata-kata fiman menjadi Allah

Pada mulanya Allah, Allah bersama-sama dengan Allah dan Allah adalah allah.

Pada mulanya Yesus, Yesus bersama-sama dengan Yesus dan Yesus adalah Yesus.

Beginilah kata-kata kalau anda mengatakan firman Allah adalah Allah itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-10 11:24
~
Saudara Adriansyah,

Kami tidak paham maksud saudara.

Persoalan epistemologi bukan persoalan main kata-kata. Klaim Isa Al-Masih mengenai diri-Nya sungguh dahsyat sampai-sampai Al-Quran tidak dapat menyembunyikann ya. Firman Allah mengklaim bahwa Firman itu adalah Allah dan Firman itu adalah Yesus Kristus/Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Kitab suci saudara juga mengklaim bahwa Isa Al-Masih adalah kalimat Allah/Firman Allah (Qs 3:45, Anas Bin Malik 72).
~
NN
# adriansyah 2013-04-15 07:40
*
Memang Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih adalah Firman Tuhan. Allah telah meniupkan Roh/Firman ke dalam rahim Bunda Maryam.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 14:30
~
Saudara Adriansyah,

Terimakasih untuk konfirmasi yang sudah saudara berikan.

Nah, apakah saudara setuju bila kami mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Firman Tuhan yang datang ke dunia dalam wujud manusia?
~
SO
# christ 2013-05-02 03:56
*
Kalau benar Allah menyatu dengan Yesus, kenapa ketika Yesus dalam kesulitan Dia malah meninggalkan-Ny a? Seharusnya tidak begitukan? Kalau kalau Yesus bukan Tuhan, kenapa orang Nasrani menyebut 'Tuhan Yesus'?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 14:31
~
Saudara Christ,

Dapatkah saudara menjelaskan dan memberi contoh kapan Yesus mengalami kesulitan dan Dia ditinggalkan?

Orang Nasrani atau orang Kristen menyebut Yesus sebagai Tuhan Yesus, karena memang demikianlah adanya. Yesus adalah Pribadi kedua dari Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia, dan dikenal dengan nama Yesus. Mungkin saudara akan mengatakan hal ini aneh. Untuk itu, saudara perlu mempelajari apa yang dimaksud dengan Allah Tritunggal. Silakan membaca penjelasan tentang Allah Tritunggal di artikel ini: http://tinyurl.com/d2k6hcw.

Kitab Suci Injil menuliskan, “Aku [Yesus] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13).

Alfa dan Omega atau Yang Pertama dan Yang Terkemudian, artinya adalah kekal. Bila Tuhan adalah kekal, dan Yesus kekal. Lalu siapakah Yesus sehingga Dia menyebut diri-Nya kekal?
~
SO
# adriansyah 2013-05-24 08:04
*
Jadi anda mewakili umat Kristen mengatakan kalau Yesus pribadi ke dua dari Allah. Kenapa anda mentuhankan Tuhan yang lemah dalam wujud manusianya? Kenapa umat Kristen tidak menyembah Allah yang agung. maha perkasa ,besar. dan tidak selemah Yesus? Apakah umat Kristen tidak salah mentuhankan Yesus yang lemah yang telah disiksa & dihina oleh umat nya sendiri?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-25 21:46
~
Saudara Adriansyah,

Umat Kristen menyembah Allah pencipta yang dikenal dalam nama Yesus Kristus/Isa Al-Masih. Dia terlihat lemah dan hina karena kasih-Nya yang besar. Banyak orang mengira Ia tidak berdaya dan tidak kuasa padahal demi kitalah Ia seperti itu. Ada tertulis:

“Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya . Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Kitab, Nabi Yesaya 53:2-5).

Mata jasmani kita ini sering gagal menilai yang baik dan yang tidak.
~
NN
# adriansyah 2013-05-27 16:24
*
Dia terlihat lemah dan hina karena bukan karna kasih-Nya yang besar. Karena Yesus adalah manusia biasa. Kalau anda mengira Allah selemah yang anda bayangkan, apa lagi anda mengatakan Isa adalah wujud Allah yang menjelma jadi manusia, wujud Allah tidaklah sama dengan wujud mahluk dunia maupun di semesta alam ini.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-12 21:27
~
1. Kami tidak pernah mengatakan Allah lemah. Kami mengimani bahwa Allah Maha Besar.

2. Memang wujud Allah tidak sama dengan makhluk yang ada di dunia. Tetapi, bila Allah berkehendak, apakah menurut saudara Dia mustahil bisa datang ke dunia dan wujud-Nya menjadi sama dengan makhluk ciptaan-Nya? Bukankah kita sama-sama sepakat bahwa Allah maha kuasa?

Kitab Suci Allah menuliskan “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 55:8-9).

Siapakah manusia sehingga dia kuasa menghalangi rancangan dan kehendak Allah?
~
SO
# adriansyah 2013-06-19 08:01
*
Jadi menurut anda Isa yang telah disiksa dan dihina bukanlah lemah. Tetapi anda mengataka Isa adalah Tuhan. Apakah Tuhan disiksa oleh umat ciptaan-Nya sendiri. Apakah dengan menyiksa Tuhan dosa umat terampunkan.

Menurut saya siapa yang telah menghina Tuhan dan tidak percaya dengan kekuasaan-Nya yang maha besar akan mendapat azab yang amat pedih dan kekal di neraka sebagai mahluk yang teramat hina.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-24 09:55
~
Saudara Adriansyah,

Pahamilah bahwa ada hukuman neraka yang menantikan manusia. Amal dan perbuatan baik tidak dapat menyelamatkan. Manusia cendrung berbuat dosa dan tidak ada yang dapar menjalankan agamanya dengan sempurna, nabi sekalipun. Manusia terpisah dari Allah karena Allah itu suci.

Itu sebabnya ada korban. Ibrahim, Musa dan nabi-nabi lainnya mengajarkan tentang korban. Apa maksudnya dengan korban?

Itu sebabnya Isa Al-Masih mengorbankan hidup-Nya supaya manusia selamat dari siksa neraka dan menjadi murid-murid-Nya . Memang bagi orang yang akan binasa di neraka berita salib ini adalah suatu kebodohan.

Beberapa abad sebelum Isa Al-Masih, ada seorang nabi yang menubuatkan tentang pengorbanan Isa Al-Masih.

“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah” (Kitab Nabi Yesaya 53:4).
~
NN
# Adimulya 2013-10-18 00:59
*
Saudara Admin IDI,

Jika Umat Kristen menyembah Allah pencipta yang dikenal dalam nama Yesus Kristus/Isa Al-Masih, itu dapat diartikan bahwa Allah itu laki-laki. Apakah betul pendapat saudara dan Umat Kristen seperti itu?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 19:10
~
Saudara Adimulya,

Allah yang kami sembah adalah Allah yang dapat kami kenal, bukan Allah yang jauh. Allah yang datang ke dunia menjadi manusia melalui bangsa Yahudi yaitu Isa Al-Masih.

Allah mengambil wujud manusia agar kita dapat mengenal-Nya lebih dekat. Jika Allah tidak menjadi manusia, maka mustahil kita, manusia yang terbatas dapat melihat Allah.

Allah adalah Roh , seperti ada tertulis, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24). Namun saat menjadi manusia Allah berada dalam tubuh daging laki-laki yaitu Isa Al-Masih, namun bukan berarti Allah itu laki-laki, karena Allah adalah Roh.
~
NN
# adriansyah 2013-11-27 07:47
~
Coba anda lihat ayat Yesaya 1:10-20. Apa yang telah anda persembahkan Tuhan tidak pernah suka.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-27 22:55
~
Saudara adriansyah,

Ayat yang saudara kutip merupakan Firman Allah yang ditujukan bagi bangsa Sodom dan Gomora yang melakukan perbuatan yang jahat dan kekejian bagi Allah

“ Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimp in, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai"(Kitab, Nabi Yesaya 1:10 -11).

Karena itulah Allah menghanguskan bangsa ini dengan api, karena Allah sangat murka. Tetapi Allah tentu saja akan berkenan kepada umat yang taat pada-Nya. Apakah Allah akan menolak persembahan umat yang taat pada-Nya?
~
Noni
# eco 2014-01-07 23:06
~
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "sesungguhnya allah itu ialah al masih putera maryam".katakan lah:"maka siapakah yang dapat menghalang-hala ngi kehendak Allah, jaki Dia hendak membibasakan al masih putera maryam itu beserta ibu nya dan seluruh orang-orang yang berada dibumi kesemuanya?" Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya;Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu."
# Staff Isa dan Islam 2014-01-10 11:47
~
Saudara Eco,

Kami kurang mengerti maksud tulisan saudara. Namun izinkan kami memberikan ayat dalam Hadis Anas Bin Malik 72 “Sesunggunya Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah”. Selidikilah bahwa Roh Allah dan Kalimat Allah tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal hanya Allah semata.
~
Noni
# Manusia Biasa 2014-02-22 18:04
~
Saya bingung. Jika Allah menjadi sosok Isa atau bersemayam dalam jiwa beliau untuk menghapus dosa seluruh umat Isa, lalu untuk apa Allah ciptakan manusia sebelum Isa dan manusia saat ini? Dan jika benar Allah menghapus dosa manusia melalui Isa saat itu, bagaimana dengan dosa manusia-manusia sebelum Isa sampai ke bumi? Apa akan dihapus sama seperti umat Isa saat itu juga padahal belum ada kemunculan Isa?

Tolong beri saya penjelasan mengenai ini agar saya paham.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 22:27
~
Saudara Manusia Biasa,

Kami memiliki artikel yang membahas tentang hal itu secara khusus. Kiranya saudara berkenan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/6wf9w8k dan kiranya saudara terbantu melalui artikel tersebut.
~
Solihin
# TrueReligion 2014-03-08 18:36
~
“Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya” (Qs 4:171).

Sudah jelas dituliskan di atas bahwa Isa Al-Masih adalah utusan Allah, bukan jelmaan Allah menjadi manusia. Allah menciptakan Isa dengan kalimat-Nya, dengan meniupkan roh. Itu jelas bahwa Isa bukanlah jelmaan, atau bahkan Anak Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 22:32
~
Saudara True Religion,

Menurut kami, kalimat dalam tanda kurung di ayat itu merupakan tambahan dari para penafsir Al-Quran. Kalau boleh tahu, apakah dalam bahasa aslinya tertulis kalimat dalam tanda kurung tersebut? Lagi pula, artikel di atas telah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Anak Allah dalam pengertian adikodrati. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# indra dwi j 2014-05-10 19:50
~
Ya, itu bukannya punya anak/tidak tapi Allah direndahkan di hadapan manusia. Allah itu bisa menciptakan makhluk yang lebih maju dari kita di Al-Quran. Jadi, Allah tidak butuh kita. Inti dari Yesus turun ke dunia itu sebenarnya hasrat dari beberapa orang yang ingin Tuhan nyata (penasaran).
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 22:38
~
Saudara Indra,

Istilah Anak Allah dikemukakan Allah saat berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Rasul Besar Matius 3:17). Jadi, pengertian 'anak' di sini adalah adikodrati, bukan biologis. Tentu ini bukan wujud merendahkan karena Allah sendiri yang menyatakannya. Tentu kita tidak dapat melarang Allah untuk menyebut Isa Al-Masih demikian, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# andre 2014-06-07 12:14
~
Saya kira banyak pemutarbalikan kata-kata. Kenapa Kristen jelas-jelas menyebut Tuhan Yesus. Saya kira Tuhan tidak perlu anak secara kiasan untuk berkorban untuk umatnya, menyelamatkan umatnya. Inti sebuah agama adalah terserah dari umatnya beribadah. Apabila tidak beribadah sudah jelas masuk neraka atau sorga.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 22:42
~
Saudara Andre,

Kami telah menjelaskan di atas bahwa istilah Anak Allah merupakan pemberian atau pernyataan Allah sendiri kepada Isa Al-Masih. "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Rasul Besar Matius 3:17). Kalau boleh bertanya, beranikah saudara melarang Allah untuk menyebut demikian? Bagaimana saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com