Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Kelemahan-kelemahan Konsep Tauhid

BingungAda orang mengatakan bahwa konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga sulit diterima dengan nalar. Memang semua konsep tentang Allah sulit diterima dengan nalar karena Allah jauh di atas kita. Namun dibandingkan dengan konsep Allah Tri-Tunggal, konsep Tauhid juga sulit diterima dengan nalar.

Konsep ketauhidan Allah menggambarkan Allah yang jauh dari sempurna. Allah SWT hanya dapat dilihat sempurna jika diteropong di dalam konsep bahwa Allah itu Maha Esa yang beroknum tiga.


Di bawah ini dikemukakan beberapa kelemahan konsep Tauhid:

1. Dengan Konsep Tauhid, Allah Sendirian dalam Kekekalan

Kita tahu Allah SWT kekal adanya. Ini berarti bahwa Ia sudah ada sebelum manusia dan alam raya diciptakan. Dia selalu ada. Kita perlu bertanya, apakah yang dilakukan Allah sebelum jagad raya dan manusia ada? Memang kita tidak tahu tetapi kita harus bertanya, apakah Dia sendirian saja?

Mungkin orang akan berkata, “Dia menyibukkan diri dengan menciptakan jagad raya lain”. Tetapi jawaban ini tidak masuk akal karena Allah dapat menciptakan sejuta jagad raya sekaligus dengan sepatah kata saja.

Konsep Tri-Tunggal menjelaskan masalah ini. Dalam diri Allah yang Esa terdapat tiga pribadi (oknum, “person”) yang selalu ada dan di dalam kekekalan ketiga pribadi itu saling mengasihi satu sama lain. Allah tidak sendirian dalam kekekalan. Ada lingkaran kasih dalam Allah Tri-Tunggal. Dalam Allah yang Maha-Esa ada interaksi kekal antara tiga pribadi ini. Allah tidak sendirian.

Orang pasti akan menjawab, “Allah tidak pernah bosan dan senang sendirian.” Tetapi jawaban ini sulit diterima dengan nalar. Pribadi yang sendirian dalam kekekalan pasti bosan !

2. Dengan Konsep Tauhid, Allah Tidak Memiliki Sifat KasihTidak Ada Kasih

Kita semua tahu bahwa sifat kasih sejati hanya dapat dinyatakan jika ada pribadi lain untuk dikasihi karena kasih berarti memberi. Maka menurut nalar, jikalau tidak ada seseorang untuk dikasihi maka kasih tidak dapat dinyatakan.

Jika Allah dalam kekekalan sendirian, siapakah yang dikasihi-Nya? Tidak ada! Dengan demikian dari kekekalan, yaitu dalam diri pribadi Allah, sifat kasih tidak mungkin ada.

Jika Allah SWT perlu menciptakan malaikat atau manusia supaya Dia dapat menyatakan sifat kasih itu, berarti sifat kasih Allah bergantung pada ciptaan-Nya. Dengan demikian Allah SWT tidak sempurna di dalam diri-Nya. Artinya, sebelum ciptaan-Nya ada, sifat kasih-Nya tidak ada.

Dalam konsep Allah Tri-Tunggal, dapat dimengerti bahwa Allah yang kekal memiliki sifat kasih yang sama kekalnya. Jadi Allah tidak bergantung pada ciptaan-Nya untuk memungkinkan adanya sifat kasih-Nya. Dalam Allah Tri-Tunggal, Roh Allah mengasihi Allah Bapa dan Kalimat Allah. Kalimat Allah mengasihi Roh Allah dan Allah Bapa. Allah Bapa mengasihi Roh Allah dan Kalimat Allah. Sehingga Allah Maha Esa yang beroknum tiga selalu berada dalam lingkaran kasih yang kekal adanya.

3. Dengan Konsep Tauhid, Kemampuan Allah untuk Berkomunikasi Dibatasi

Menurut konsep tauhid, sebelum dunia diciptakan Allah tidak dapat berkomunikasi. Karena berabad-abad lamanya, bahkan sebelum konsep waktu diciptakan, yaitu dalam kekekalan, Allah tidak dapat berkomunikasi karena tidak ada satu oknum pun yang dapat menerima komunikasi-Nya.

Kita manusia sadar bahwa hubungan seseorang dengan yang lain sangat penting. Tetapi konsep Tauhid berarti bahwa sebelum sesuatu diciptakan, yaitu bertrilyun-trilyun tahun, bahkan sebelum “waktu” diciptakan, Allah tinggal sendirian tanpa hubungan dengan seorangpun.

Konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga menyelesaikan masalah ini. Sejak kekekalan, sebelum ada suatu apapun, telah ada komunikasi dalam lingkaran Allah Tri-Tunggal.

4. Dengan Konsep Tauhid, Orang Islam Terpaksa Harus Menolak Kekekalan Al-Quran

Dalam abad ke-sembilan Imam Hanbal dianiaya oleh orang Islam lain karena ia mengatakan bahwa Al-Quran kekal. Akhirnya pihak Imam Hanbal menang. Pada umumnya orang Islam setuju dengan Iman Hanbal dan juga Imam Shaafi’ee yang berkata, “Al-Quran tidak diciptakan Allah”. “Siapa yang mengatakan Al-Quran diciptakan adalah orang kafir.” (Ash-Shariah) Sering dikutip ayat ini sebagai bukti “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh (batu tulisan abadi)”. (QS Al-Buruj, 85:21-22)

Jikalau kita menerima konsep bahwa Al-Quran kekal adanya berarti Al-Quran tidak mempunyai permulaan sama seperti Allah tidak mempunyai permulaan. Jikalau Al-Quran tidak mempunyai permulaan berarti ada dua yang kekal adanya, dan ini berarti Allah mempunyai saingan.

Jika orang mau sungguh-sungguh berpegang pada konsep tauhid dia terpaksa harus menolak konsep bahwa Al-Quran kekal adanya dan tidak mempunyai permulaan.

Jelas orang Islam tidak percaya pada dua Allah. Demikian juga orang Kristen yang percaya bahwa Allah Bapa, Kalimat Allah dan Roh Allah kekal tetapi juga tidak percaya pada tiga Allah.

5. Konsep Tauhid Menyebabkan Orang Bersembahyang Pada Kuburan Orang Sakti

Kita perlu bertanya, “Mengapa banyak orang Mukmin di seluruh dunia berziarah ke kuburan orang sakti (tempat keramat)”? Walaupun Islam sudah berada di Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Iran, Iraq berabad-abad lamanya, mengapa banyak pengikut Islam berfokus pada sembahyang di depan orang yang mati? Bukankah ini karena ajaran Tauhid meyakinkan umat bahwa Allah terpisah jauh dari manusia. Allah tersendiri, terpisah dari kita.

Allah tidak dikenal oleh manusia. Dia tersendiri. Orang Sufi berusaha mengatasi doktrin ini dengan mengatakan “Allah lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya.” (QS 50:16). Tetapi pada umumnya Allah SWT dianggap tersendiri, jauh nun di sana dan terpisah dari manusia.

Konsep Allah Tri-Tunggal mengatasi masalah ini. Kalimat Allah, yaitu satu oknum dari Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, menjelma menjadi manusia. Ia tinggal di antara kita. Kita tahu siapa Dia, yaitu Isa Al-Masih. Ketika Ia kembali ke sorga, Roh Allah turun dan memenuhi hati setiap orang percaya, “. . . Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’” (Injil, Galatia 4:6). Orang yang sudah menerima keselamatan melalui Isa Al-Masih tidak mungkin bersembahyang ke kuburan! Mengapa? Karena Allah sudah berkomunikasi dengan mereka setiap hari melalui Roh Allah yang mendiami hati mereka.

Kesimpulan

Jelas konsep Tauhid memuat beberapa kelemahan filsafati dan teologis.

Orang Kristen mengakui bahwa juga sulit menjelaskan konsep Tri-Tunggal. Namun sudah jelas lebih sulit lagi memecahkan beberapa pertanyaan yang diakibatkan oleh konsep Tauhid. Jika keduanya dibandingkan, konsep Tri-Tunggal lebih gampang diterima dengan nalar.

Akhirnya perlu diingat bahwa Allah tidak jauh dari kita, tidak terpisah dari kita, dan tidak tinggal sendirian. Dalam diri Kalimat Allah Ia turun ke dunia untuk menyelamatkan kita dan mendiami hati kita. Setiap orang diminta datang kepada-Nya dan menerima keselamatan-Nya. Isa Al-Masih mengundang: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. (Injil, Matius 11:28)

(Jason Gilead)


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Staff Isa dan Islam 2010-06-24 06:04
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 03:39
T
TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

...............................KELEMAHAN-KELEMAHAN TAUHID....................................

Kami senang menerima comments yang langsung menyetujui atau menantang intisari uraian tentang kelemahan-kelem ahan Tauhid. Informasi yang memperkaya pengertian tentang Tauhid juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.
# Achmad Nurul 2010-06-24 14:53
*
Otak dan akal manusia itu seperti sangkar dan merpati, dan pengetahuan Tuhan itu seperti rajawali. Jadi bagaimana mungkin bisa, rajawali masuk sangkar merpati?" (Jalaluddin Rumi)
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 10:40
~
Kami setuju dengan kutipan dari Rumi. Namun Rumi tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh menggumuli konsep-konsep yang berhubungan dengan Allah. Ia hanya mengatakan bahwa kita tidak boleh lupa bahwa Allah jauh lebih tinggi dari kita.

Kita harus memiliki sikap yang rendah hati apabila membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan Allah.

Jikalau kita berhenti berpikir, maka itu berarti kita berhenti memakai kemampuan unik yang Allah berikan kepada kita, yaitu kemampuan berpikir. Allah ingin agar kita berpikir mengenai semua hal.

Perhatikanlah ajaran Isa Al-Masih bahwa hukum yang paling utama di dunia adalah: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Injil, Rasul Matius 22:37).

Dengan demikian, kita wajib menggumuli konsep ketauhidan dan ketri-tunggalan Allah dengan akal budi yang Allah telah berikan kepada kita. Namun dengan selalu memiliki sikap rendah hati.
~
CA
# afrianto 2010-07-05 21:47
*
Ada 1 hal besar yang membedakan antara konsep ketuhanan Islam dan agama lainnya, yaitu personifikasi.

Dalam agama lain termasuk Kristen, ternyata Tuhan begitu lemah (seperti makhluk), karena bisa bosan sehingga membutuhkan teman.

Untuk bisa mengasihi, Tuhan ternyata tidak bisa jika tidak ada teman.

Kesimpulan: Tuhan dalam Kristen lemah, dan bersifat kemakhlukan (ciptaan) karena punya kebutuhan.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-08 06:45
~
Sdr. Afrianto perlu berusaha menjawab pertanyaan-pert anyaan yang termuat dalam konsep Tauhid: (1) Dengan siapakah Allah berkomunikasi sebelum Ia menciptakan satu mahluk? (2) Apakah satu “personifikasi” dapat mempunyai sifat kasih jikalau tidak ada sesuatu untuk dikasihi? (3) Apakah Allah sudah ada sebelum Al-Quran ada?

Daripada menyerang agama Kristen, kiranya Saudara lebih dahulu berusaha menjawab pertanyaan-pert anyaan itu.

Dalam konsep Allah Yang Maha Esa yang beroknum tiga, pertanyaan 1 dan 2 mempunyai jawaban yang jelas. Orang Kristen yakin Allah tidak lemah dan tidak berkebutuhan.

Jawaban pada pertanyaan 1 dan 2, akan menolong Saudara melihat keindahan dari Isa Al-Masih, Kalimat Allah.
~
CA
# afrianto 2010-07-09 13:52
*
Jika Tuhan butuh beroknum tiga untuk bisa sempurna dan tidak butuh apa-apa, sama saja berarti Tuhan tidak sempurna karena butuh beroknum tiga.

Kebutuhan menunjukkan kelemahan.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-10 00:47
~
Karena Tuhan dalam diri-Nya adalah “Maha Esa yang beroknum tiga”, ini berarti definisi kesempurnaan ialah “Allah yang Maha Eesa, yang beroknum tiga.” Apa saja yang berusaha menyerang kesempurnaan ini, berusaha mengurangi kesempurnaan Tuhan. Jika demikian, konsep Tauhid adalah berusaha mengurangi kesempurnaan Tuhan. Kami yakin Saudara tidak percaya bahwa konsep Tauhid mengurangi kesempurnaan Tuhan.

Tuhan tidak butuh tiga oknum untuk menjadi sempurna. Kesempurnaan terdiri dari Allah Yang Maha Esa yang beroknum tiga.

Tetapi perlu kami tekankan bahwa kami yakin penuh akan keesaan Tuhan. Kami hanya merasa konsep Tauhid mengurangi kesempurnaan Tuhan karena tidak mengaku bahwa Allah beroknum tiga.
~
CA
# arif budiman 2010-07-10 23:12
*
Salam.

Apa kabar? Saya sangat senang dengan adanya kolom ini. Semoga akan tetap menjadi sarana yang akan memberikan pengertian yang seluas-luasnya bagi kita semua, Amin.
# Staff Isa dan Islam 2010-12-23 17:54
~
Sdr. Arif Budiman, kabar kami baik. Terimakasih atas apresiasi yang Saudara berikan. Semoga situs ini dapat menjadi berkat bagi banyak orang, dan dapat menjadi sarana bagi mereka yang sedang mencari Kebenaran dan Keselamatan.
~
SO
# Danang 2010-07-11 23:24
*
Apakah Allah memiliki kasih sebelum menciptakan makhluknya? Tentu iya, karena tiap perbuatan ada dasarnya. Seperti seorang calon ibu yang memiliki rasa kasih walau anaknya belum lahir.

Dengan siapa Allah berkomunikasi? Hanya Allah yang tahu. Allah tidak membutuhkan apapun. Dia berkehendak atas segala sesuatu. Jika Allah digambarkan membutuhkan sesuatu, itu justru akan melemahkan sifat keEsaanNya.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-12 06:36
~
Sdr. Danang, bagaimana kalau ibu itu bahkan belum menikah, apakah ia bisa sayang akan anaknya?

Kita harus berpikir dari segi kekekalan. Dalam diri Allah tidak mungkin dapat memiliki kasih, kalau tidak ada sesuatu untuk dikasihi. Kasih hanya mungkin bisa, ada asal ada obyek untuk dikasihi.

Dalam kekekalan Allah tidak dapat berkomunikasi, kalau tidak ada yang dapat menerima komunikasi-Nya. Dalam konsep Trinitas, dari kekekalan ada komunikasi dalam Allah sendiri. Memang poin ini nampaknya melemahkan sifat keesaan-Nya, tetapi kalau memeluk konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga, masalah ini di atasi sementara keesaan Allah tetap dipelihara.
~
CA
# zulkeffli 2010-07-29 16:07
*
Saya sangat senang membaca setiap uraian-uraian yang diberikan oleh admin. Dan yang lebih menarik, di sini kesediaan admin menjawab dengan tenang segala pertanyaan. Islam seharusnya memiliki kesabaran seperti admin.

Saya merasa bahwa pegangan dan tradisi beragamakan Islam itu menjadi penghalang orang Islam mendalami Kristian.

Wasallam,
Zul
# Staff Isa dan Islam 2010-07-31 00:30
~
Sdr. Zulkeffli, kami berterima kasih atas masukan.

Kami merasa akidah kita menjadi makin kuat kalau kita menantang konsep-konsep dalam agama kita. Kalau konsep (doktrin, kepercayaan itu benar) kita tidak perlu kuatir. Kalau salah mungkin kita perlu mempertimbangka n kepercayaan lain.

Soalnya baik konsep Tauhid dan konsep Tri-Tunggal sulit dimengerti. Namun orang beragama perlu menggumuli konsep ini kalau mereka ingin makin mengenal Allah.

Akhirnya kita perlu menyembah sambil mengucapkan Firman Allah yang diberikan pada Nabi Besar Yesaya: Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari ranganganmu. (Kitab Nabi-Nabi, Yesaya 55:9)
~
CA
# Iskandar el-Masihiyy 2010-07-31 19:25
*
Tritunggal (Ats-Tsuluts al-Muwahid) Kristen yang berakar pada teologi Ibrani justru ingin memurnikan Tauhid (Ke-Esa-an) Ilahi: Esensi Allah Bapa (al-Abi, Dzat Wajib al-Wujud) sejak kekal memiliki Akal Ilahi/Hikmat/Fi rman (al-Ibni, Kalimat Allah).

Allah yang ghaib / tak tampak (ar-Ruh al-Qudus, Hayat Allah) itu, dinyatakan secara historis-tempor al dengan Inkarnasi Firman (Kalimat Allah Mutajjasad): Sayyidina 'Isa al-Masih Ibn Maryam. Dia mempunyai dua kodrat (sempurna Ilahi dan sempurna insani) sebagaimana keyakinan Islam tentang kodrat ganda Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-07 15:44
~
Saudara Iskandar, sesungguhnya memang konsep tritunggal sama sekali tidak bertabrakan dengan konsep Allah yang esa. Bagi mereka yang berusaha berpikir jernih dan tidak berpikir berputar-putar, maka akan memahami bahwa Allah itu sesungguhnya tidak bisa dihitung secara matematika.

Ketika Alah yang tidak tampak mewujudkan diri-Nya di dalam diri Isa Al-Masih, itu tidak harus dihitung bahwa Allah sudah bertambah satu.

Allah berada agung di atas tahta-Nya yang mulia, sekaligus juga senantiasa bersama-sama dengan manusia dan tidak pernah meninggalkan manusia. Allah senantiasa berada di sekeliling kita, dan mata Allah mengawasi kita di mana-mana. Apakah ini berarti Allah telah berkembangbiak menjadi banyak?

Allah sesungguhnya jauh melampaui hitungan, jauh melampaui ruang dan waktu. Janganlah kita menghitung Allah. Janganlah kita membatasi Allah.

Kami berterima kasih atas tanggapan Saudara.
~
CA
# Muslim 2010-07-31 19:59
*
Baru pertama saya membaca, bahwa konsep Tri-tunggal adalah konsep yang mudah diterima oleh nalar manusia. Umat non-muslim sendiri bahkan professor sekalipun menyatakan sebaliknya.

Konsep Tri-tunggal adalah konsep yang tidak masuk di akal dan paling sulit untuk dimengerti.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-05 07:53
~
Sdr. Muslim, uraian di atas tidak mengatakan bahwa konsep Tri-tunggal mudah dimengerti. Uraian mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan konsep tauhid, Tri-tunggal lebih mudah diterima.

Sdr. Muslim langsung menyerang Tri-tunggal. Uraian ini mengenai kelemahan konsep tauhid. Sayang Saudara tidak menjelaskan bagaimana Allah dalam kekekalan dapat menyatakan kasih kalau tidak ada objek untuk dikasihi. Lagi bagaimana Allah dalam kekekalan dapat berkomunikasi kalau tidak ada objek untuk menerima komunikasi-Nya.

Kami ingin supaya comments berkisar sekitar intisari uraian, yaitu: “Kelemahan-kele mahan Tauhid.”
~
CA
# raihan mubarok 2010-08-05 15:39
*
Allah adalah zat yang sempurna. Jangan samakan kasih Allah seperti kasih kita. Jangan samakan pikiran Allah seperti pikiran kita . Jangan samakan nalar Allah seperti nalar kita.

Jangan samakan waktu Allah seperti waktu kita. Jangan samakan perhitungan Allah dengan perhitungan kita. Jangan samakan logika Allah dengan logika kita, dan seterusnya.

Dalam Al-Quran sudah jelas tidak ada nalar seorang manusiapun yang sanggup memikirkan zat Allah yang Esa. Allah menyarankan kepada manusia hanya untuk memikirkan ciptaan-Nya yang begitu sempurna.

Jika ada orang yang berpikir, bahwa tidak mungkin ciptaan Allah yang sempurna ini terjadi dengan sendirinya, pasti ada zat ilahi yang menciptakan.
Contoh, betapa teliti Allah menciptakan organ tubuh kita hanya dari setetes air. Tidak mungkin itu terjadi dengan sendirinya.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-06 06:33
~
Sdr. Raihan Mubarok, kami sangat setuju bahwa manusia mesti heran dengan ciptaan Allah. Juga siapa sanggup menyelidiki sedalam-dalamny a semua yang Allah kerjakan di dunia ini. Jelas juga tidak ada orang yang sanggup memikirkan dengan tuntas akan Allah yang esa. Pandangan Saudara dalam hal ini pasti kami terima!

Juga kami tidak bertentangan dengan penjelasan bahwa pikiran Allah tidak sama dengan pikiran manusia. Lagi Saudara mengatakan, “Jangan samakan nalar Allah seperti nalar kita.” Saya kira ucapkan ini memuat hikmat yang berbobot.

Sering orang mengatakan konsep Allah yang Maha Esa yang Beroknum Tiga tidak masuk nalar. Mungkin konsep ini tidak cocok dengan nalar manusia, tetapi seperti Saudara katakan, “Jangan samakan nalar Allah seperti nalar kita.”

Lagi mengenai konsep Tauhid. Mungkin ada hal-hal tentang keesaan Allah (ketauhidan Allah) yang tidak dapat diterima oleh nalar manusia. Tetapi lagi, “Jangan samakan nalar Allah seperti nalar kita.”

Kami berterima kasih atas sumbangan Saudara. Sungguh menolong dalam diskusi uraian di atas!
~
CA
# Nur 2010-08-07 21:51
*
(1) Sudah jelas kalau Allah berbeda dengan manusia, jadi kasih dari Allah tidak sama dengan nalar anda tentang kasih anda.

(2) Anda sendiri kalau mendapat sakit, itu termasuk kasih dari Tuhan atau tidak?

(3) Tetapi kalau anda berbuat kasih ke anak anda, akankah dia akan anda sakiti?

Terserah anda yang menjawab itu menunjukkan nalar anda atau tidak.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-08 09:42
~
(1) Kasih Allah berbeda dengan kasih manusia dalam hal kasih Allah adalah sempurna, tidak pilih bulu, tidak terbatas dan mengasihi kita sedemikian rupa, sehingga rela menyelamatkan kita melalui kayu salib. Sulit untuk manusia dengan nalarnya, menjelajahi dalamnya kasih Allah.

(2) Penyakit, kerugian, perampokan, kelaparan, dan lain-lain, adalah akibat masuknya dosa ke dalam dunia ini, melalui jatuhnya Adam. Dunia tidak lagi sesempurna seperti yang dimaksudkan Allah pada mulanya.

(3) Allah yang mengasihi kita tidak mengirim penyakit pada kita. Kita menjadi sakit dan mati akibat adanya dosa di dunia ini.

Isa Al-Masih mati di kayu salib untuk melepaskan kita dari akibat dosa yang paling buruk, yakni penderitaan di neraka selama-lamanya. Inilah bukti utama kasih Allah bagi kita. Semoga kita semua menerima keselamatan yang disediakan akibat penyaliban Isa Al-Masih.
~
CA
# Nana 2010-12-23 09:19
*
Perlu kerendahan hati dan bersikap netral untuk mempelajari keunikan Allah.

Manusia hanyalah debu yang tidak mungkin menjangkau pikiran-pikiran Allah.

Namun setiap kita diberi akal sehat dan hati nurani untuk membedakan mana yang benar, yang berasal dari Allah asalnya.

Allah yang Maha Kasih tidak mungkin membiarkan manusia tersesat dan jatuh ke dalam neraka untuk selamanya.

Walaupun tidak mungkin manusia diselamatkan oleh kekuatan sendiri karena manusia adalah pembuat dosa, dan karena hukuman dosa adalah maut. Namun Allah tak kurang jalan untuk mewujudkan rencana penyelamatan-Ny a.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-07 15:50
~
Saudara Nana, kami mengucapkan terima kasih untuk tanggapan Saudara. Kami sangat setuju akan kalimat Saudara di atas. Kiranya setiap pengunjung website ini diberi berkah dan hidayah oleh Allah, sehingga mampu mengerti kebenaran sejati yang berasal dari Allah.

Adalah mustahil bagi manusia untuk dapat selamat karena perbuatannya sendiri. Namun Allah memang tidak kekurangan jalan, dan Ia telah menyediakan Isa Al-Masih sebagai Penebus dan Juru Selamat bagi umat manusia yang percaya dan beriman kepada-Nya. Dia telah membayar lunas hukuman atas dosa kita dengan cucuran darah-Nya di atas kayu salib.
~
CA
# hayati 2010-12-26 13:33
*
Kalau Islam sendiri tak mampu menjabarkan kenapa Tuhan itu sendiri, apakah anda bisa menjabarkan mengapa ada Trinitas?

Siapakah yang lebih berkuasa: Allah, Yesus, atau Roh Kudus?
# Staff Isa dan Islam 2010-12-30 22:30
~
Saudara Hayati, Trinitas adalah kehidupan pribadi Allah. Konsep Trinitas ada karena Allah sendiri yang menyatakannya kepada manusia melalui Alkitab. Konsep ini sama sekali bukan mengatakan wujudnya ada Tiga Allah.

Trinitas adalah ajaran yang mengakui satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi, yaitu Allah Bapa, Kalimat Allah, dan Roh Allah. Di mana ketiganya mempunyai esensi yang sama, sama kedudukannya, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya.
~
SL
# hadi 2011-02-26 08:24
*
"Dengan Konsep Tauhid, Orang Islam terpaksa harus menolak kekekalan Al-Quran"
Jawaban dari konsep tersebut adalah, dalam ajaran Islam Allah itu kekal, dan hanya Allah yang maha kekal, lalu bagaimana dengan surga, neraka, dan Al-Quran yang katanya kekal.

Dalam ajaran Tauhid juga ada yang sudah kekal, yaitu Allah, dan ada yang dikekalkan, contohnya Al-Quran. Sedangkan surga dan neraka, dari awal diciptakan semua tidak kekal, lalu Allah kekalkan.

Jadi, hanya Allah saja yang maha kekal, bukan saja kekal, tapi maha kekal. Karena hanya Allah yang kekal. Maksudnya, Allah yang pertama kekal, sebelum yang lain dikekalkan, dan hanya Allah yg bisa mengekalkan sesuatu (Al-Quran dan lain-lain).
# Staff Isa dan Islam 2011-03-03 11:57
~
Saudara Hadi, izinkanlah kiranya kami mengutip kembali sebahagian dari tulisan di atas, karena ternyata Saudara belum membacanya secara teliti.

Dalam abad ke-sembilan Imam Hanbal dianiaya oleh orang Islam lain, karena ia mengatakan bahwa Al-Quran kekal. Akhirnya pihak Imam Hanbal menang. Pada umumnya orang Islam setuju dengan Iman Hanbal dan juga Imam Shaafi’ee yang berkata, “Al-Quran tidak diciptakan Allah”. “Siapa yang mengatakan Al-Quran diciptakan adalah orang kafir.” (Ash-Shariah). Sering dikutip ayat ini sebagai bukti: “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh (batu tulisan abadi).” (Qs Al-Buruj 85:21-22)

Jikalau kita menerima konsep bahwa Al-Quran kekal adanya berarti Al-Quran tidak mempunyai permulaan sama seperti Allah tidak mempunyai permulaan. Jikalau Al-Quran tidak mempunyai permulaan berarti ada dua yang kekal adanya, dan ini berarti Allah mempunyai saingan.

Jika orang mau sungguh-sungguh berpegang pada konsep tauhid, dia terpaksa harus menolak konsep bahwa Al-Quran kekal adanya dan tidak mempunyai permulaan.


Sebagai tambahan, Saudara boleh membaca pendapat kaum alim ulama lainnya: tinyurl.com/4cgb6bo.

Apakah Saudara setuju akan apa yang disampaikan di atas?
~
CA
# Tasya 2011-02-26 13:20
*
Tolong tunjukan firman dalam Injil yang menunjukan kata "Trinitas".
# Staff Isa dan Islam 2011-06-07 16:03
~
Saudara Tasya, kami hendak menginformasika n bahwa di dalam Alkitab tidak ada kata 'trinitas'. Demikian pula tidak ada kata 'tauhid' di dalam Al-Quran.

Hanya istilahnya saja yang tidak pernah muncul, namun semua pengajaran di dalam Al-Kitab selalu mengajarkan tentang konsep trinitas ini. Sebagai contoh:

"Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (Allah) Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

Demikian pula ada sangat banyak ayat lainnya dalam Kitab Suci yang juga mengajarkan tentang trinitas ini.
~
CA
# Hamba Allah 2011-03-02 16:22
*
Kehidupan Tuhan dan manusia sangatlah berbeda. Jangan samakan kehidupan Tuhan dengan manusia yang butuh pasangan.

Manusia terbatas akalnya. Jadi jangan terlalu jauh memikirkan kehidupan Tuhan, akibatnya kamu akan tersesat dan celaka.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-03 14:22
~
Saudara kiranya dapat menolong kami menemukan jawaban atas pertanyaan ini: Allah adalah Maha Kasih. Sebelum Allah menciptakan segalanya, apa yang Dia kasihi? Apakah Kasih Allah itu kekal. Apakah Kasih Allah itu ada awalnya? Kapan? Terima kasih.
~
CA
# arsun 2011-04-27 12:54
*
Konsep Allah itu satu, menunjukkan tidak ada kelemahan dari diri-Nya, tapi kalau tiga menjadi satu maka Tuhan itu ada kelemahannya.

Di Al-Quran selalu dikatakan bahwa Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang. Kalau Tuhan itu tiga dan saling mengasihi, maka Tuhan itu pasti ada kelemahan karena Dia tidak perlu mengasihi, karena dia sudah maha.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 02:55
~
Kalau Allah itu disebut sebagai Maha Pengasih, maka tentulah ini berarti bahwa Dia harus sudah mengasihi sejak sebelum dunia dijadikan oleh-Nya.

Kami pengikut Isa Al-Masih tidak pernah mengimani 3 Allah. Kiranya Saudara juga boleh menjelaskan kepada kami apa pandangan Saudara tentang kelemahan konsep Allah, jikalau Saudara tidak setuju dengan apa yang kami utarakan.
~
CA
# Udin 2011-06-22 19:25
*
5. Konsep Tauhid menyebabkan orang bersembahyang pada kuburan orang sakti.

Ziarah kubur ahli Tauhid adalah tiga hal:

1. untuk mengingat mati, mengambil i'tibar dan pelajaran. Nabi Muhammad bersabda "Lakukanlah ziarah kubur, karena ia akan mengingatkanmu pada hari akhirat."

2. Berbuat baik (doa) kepada si mayat agar tidak ditinggalkan dan dilupakan. Berziarah agar berdoa untuk ahli kubur dengan memohon ampunan, rahmat dan kesentosaan bagi mereka.

3. Berbuat baik kepada diri sendiri dengan mengikuti Sunnah dalam berziarah. Dan itu bukan kepada orang Sakti, tapi kepada keluarga dan Ahli Islam. Sholat mayat (tanpa sujud )hukumnya sunnah untuk mendoakan si mayat agar terhapus dosanya.

Allah itu terpisah (dari kehidupan nyata) manusia, bukan berarti tidak berhubungan, jika tidak terhubung untuk apa kami susah payah sholat 5 kali sehari, berdoa dan memohon.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 14:03
~
Memang tidak salah seseorang pergi berziarah. Umat Kristen juga ada yang pergi ziarah ke makan sanak-keluarganya.

Cukup jelas bagi kami alasan orang Kristen pergi ziarah. Yaitu mengenang masa-masa hidup almarhum, agar tidak melupakannya, atau sekedar ziarah dan membersihkan makamnya dari tumbuh-tumbuhan liar mungkin. Dengan kata lain, tujuan orang Kristen ziarah hanya untuk memenuhi kebutuhan hal-hal duniawi saja.

Namun sulit untuk diterima akal, mengapa kita harus memohon ampunan dan rahmat bagi orang yang sudah meninggal. Seseorang yang sudah meninggal tidak mempunyai kesempatan lagi untuk bertobat dari dosa-dosanya. Lalu, mengapa kita harus berdoa bagi si mayat agar dosa-dosanya diampuni?.

Tuhan hanya memberi kesempatan satu kali bagi setiap manusia untuk bertobata, dan hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah. Yaitu saat mereka masih hidup. Maka dari itu, selagi ada kesempatan jangalah menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah untuk bertobat.

Bagaimana dengan saudara Udin? Selagi masih ada kesempatan, terimalah keselamatan yang ditawarkan Isa Al-Masih. Untuk membantu saudara, pelajarilah artikel tentang Keselamatan pada url ini: http://tinyurl.com/3cvhqy3.
~
SO
# Orang Awam Jawab 2011-06-24 03:37
*
Maaf, saya cuma mau bertanya:

Saudara yakin, Allah saudara itu 1 (satu) tapi beroknum/pribad i 3 (tiga)? Tapi saudara menolak jika dibilang punya 3 (tiga) Allah.

Analoginya begini:

Di seluruh dunia, kumpulan 2 manusia atau lebih namanya kelompok atau gerombolan atau kawanan.

Oknum = person = pribadi itu pasti sendiri-sendiri.
Masa satu manusia bisa berisi 3 Orang?

Jika saudara tidak mau disebut mempunyai tiga Allah, lebih mungkin anda meyakini adanya Dewan Allah, Kelompok Allah atau Gerombolan Allah, karena terdiri dari 3 Oknum atau 3 Pribadi.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-27 09:30
~
Sebenarnya Allah dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Namun manusia itu tak akan bisa mengerti misteri Allah Tritunggal karena keterbatasan pancainderanya. Allah itu adalah Yang Maha Besar atau Yang Tak Terbatas. Allah Bapa adalah Yang Tak Terbatas!

Tetapi bagaimana dengan Isa Al-Masih Sang Allah Putera? Jelas yang dilihat adalah Isa sebagai manusia yang terbatas. Tetapi Isa sebagai Allah, Ia pun adalah Yang Tak Terbatas.

Sedangkan Allah Roh Kudus yang dinyatakan dalam bentuk burung merpati dan lidah-lidah api, juga Yang Tak Terbatas.

Sehingga ada tiga sosok, yang semuanya adalah Yang Tidak Terbatas. Artinya Tiga itu adalah Satu yang tak terpisahkan yaitu Yang Tak Terbatas. Apakah Saudara bisa memisah-misahka n tiga yang semuanya tidak terbatas ini ?
~
SL
# ahdi 2011-10-31 04:49
*
Aku seorang Kristen dan percaya kepada Allah yang Esa dan tidak terbatas. Konsep Tritunggal adalah cara memahami Allah yang ada di Alkitab, tetapi kata Tritunggal tidak ada dalam Alkitab.

Konsep yang saya pahami Allah yang Esa yang menyelamatkan manusia melalui Yesus yang sehakikat dengan Dia dan menolong kita melalui Roh-Nya adalah Allah yang punya satu pribadi, bukan 3 pribadi.

Memang dalam waktu bersamaan ada Allah yang di sorga, ada Yesus di dunia, tetapi sebenarnya adalah satu pribadi karena kemaha-kuasaan- Nya, mau jadi 4 atau 5 pun tidak masalah bagi Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 09:52
~
Memahami ke-Tritunggalan sama halnya dengan memahami hakekat Allah itu sendiri. Mustahil kita percaya kepada Allah tanpa memahami hakekat-Nya yang meskipun tidak terbatas tetapi berkenan memberikan penyataan tentang diri-Nya di dalam Alkitab sesuai dengan kemampuan akal kita yang terbatas.

Meskipun kata ‘Tritunggal’ tidak ada dalam Alkitab, tetapi para bapa Gereja mula-mula merumuskannya dengan dasar Alkitabiah. Mereka adalah yang mula pertama mencetuskan ide, gagasan dan dengan tepat mendasarkan doktrin Trinitas dari ayat Rasul Besar Matius 28:19. Dan mereka pula yang menjabarkannya dalam suatu doktrin yang berbunyi: "satu hakekat tiga pribadi".
~
SL
# sibocah 2012-03-30 07:03
*
Di konsep agama anda, Tuhan anda yang disebut 'The Son' adalah anak yang dilahirkan Maryam. Saya merasa aneh di sini, kenapa Trinitas yang menyakini bahwa tiga yang kekal, 'The Son' sendiri baru ada setelah dilahirkan? Kenapa lahir dari sebuah mahluk? namanyakan merendahkan Tuhan?, Jadi 'The Son' adalah ciptaan 'The Father'?
# Staff Isa dan Islam 2012-04-09 12:00
~
'The Son' yang saudara sebut di atas, atau yang biasa juga disebut Allah Anak, atau Yesus/Isa adalah kekal adanya. Sama halnya seperti Allah Bapa dan Allah Roh. Walaupun ada tiga oknum yang berbeda, tetapi ketiga oknum tersebut semuanya adalah Kekal.

Perhatikanlah perkataan The Son berikut ini: “Aku [Isa Al-Masih] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13).

Di atas adalah kesaksian Isa Al-Masih, bahwa Dia mempunyai kekekalan yang sama dengan Allah Bapa.
~
SO
# rudi setiawan 2012-07-29 21:02
*
Maaf sebelumnya, saya yang bingung dengan adanya Trinitas.

Allah adalah Tuhan yang Maha Kuasa bukan? Allah bukan makhluk yang merasakan kesepian atau bosan seperti yang anda utarakan. Dan Allah adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan tiada hal yang patut dipertanyakan tentang itu.

Mohon belajarlah lagi arti ketauhidan dan pelajarilah lagi makna keTuhanan. Karena jika anda menemukan kebenarannya saya yakin, anda adalah salah seorang yang beruntung.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-03 16:21
~
Saudara Rudi Setiawan, terimakasih sudah bersedia mengunjungi dan memberi komentar pada situs kami.

Dalam uraian kami mengatakan bahwa konsep Trinitas memang sulit dimengerti. Namun, lebih sulit lagi memecahkan beberapa pertanyaan yang diakibatkan oleh konsep Tauhid. Tetapi masalah itu dapat dipecahkan/diat asi oleh konsep Trinitas.

Kita harus berpikir dari segi kekekalan. Dalam diri Allah tidak mungkin dapat memiliki kasih, kalau tidak ada sesuatu untuk dikasihi. Kasih hanya mungkin bisa/ada asal ada obyek untuk dikasihi. Justru kami merasa bahwa Tuhan dalam kekekalan tidak menjadi bosan, karena Allah Yang Maha Esa itu beroknum tiga. Jikalau Allah baru dapat berbicara kepada yang lain sesudah Ia menciptakannya, berarti Allah SWT bersandar pada ciptaan-Nya.

Terimakasih untuk masukannya. Kami juga memiliki kerinduan untuk berbagi kebenaran, karena pada kami telah dibukakan pengetahuan akan keselamatan oleh Allah, di dalam dan melalui diri Isa Al-Masih. Untuk itu silakan baca dan renungkan http://tinyurl.com/6ntpehg

Kiranya melalui artikel-artikel di situs kami dan diskusi ini menjadi pemahaman baru bagi saudara.
~
DA
# ahmad 2012-07-30 10:08
*
Kalau Allah dengan kesendirian-Nya membuat anda bingung sehingga butuh keramaian, kenapa keramaian tersebut anda batasi dengan tiga? Mengapa tidak empat atau lima. Allah itu Esa, jadi tidak perlu bingung.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-31 19:34
~
Saudara Ahmad,

Kami memang bingung menyelami kebesaran Allah. Walau bagaimanapun kami mencoba untuk mengetahui tentang Dia, tetapi kami tetap tidak bisa. Itulah kebesaran Allah. Bila Allah dapat kita mengerti dengan baik, bisa jadi kitalah yang lebih besar daripada Allah.

Kami tidak pernah membatasi atau membuat Allah menjadi tiga. Yang kami tahu hanyalah, bahwa Allah yang Esa adalah Allah yang terdiri dari tiga oknum yang berbeda. Yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Dimana ketiga-Nya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
~
SO
# andyandy 2012-08-01 21:31
*
Anda menyebutkan "satu oknum dari Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, menjelma menjadi manusia" Itu salah besar. Buktinya dalam Injil ketika disalib, Yesus memanggil-mangg il “eli-eli lama sabakhtani, “Tuhan tuhan jangan tinggalkan aku”.

Jadi Tuhan Allah adalah oknum terpisah dari tubuh Yesus yang manusia. Bukti lain kalau Yesus oknum terpisah dari Tuhan, “Lalu Yesus menengadah ke atas (langit) dan berdoa “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu karena Engkau telah mendengarkan Aku,…. Engkaulah yang mengutus Aku” (Injil Yohanes 11:41:42).
# Staff Isa dan Islam 2012-08-03 13:18
~
Isa Al-Masih disebut sebagai Pengantara Tunggal antara Allah dan manusia. Sebagai pengantara antara Khalik dan makhluk. Isa Al-Masih harus memiliki dua sifat dasar yang menyatu dalam satu pribadi, yaitu ke-Allah-an dan kemanusiaan.

Namun harus dimengerti di sini bahwa Isa Al-Masih sama sekali bukan termasuk kategori makhluk ciptaan, tetapi sebaliknya Dia adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia sejati!

Ke-Allah-an Isa Al-Masih tidaklah berkurang ketika di dalam dunia, Dia berdoa kepada Allah Bapa di surga. Isa Al-Masih berdoa kepada Bapa menunjukkan hubungan yang erat dalam ketritunggalan dengan Bapa. Dan Dia menjadi contoh bagi umat Kristen, bahwa mereka juga harus bersandar kepada Allah melalui doa untuk kekuatan dan hikmat yang diperlukan.
~
SL
# andyandy 2012-08-07 19:59
*
Isa Al-Masih dan Allah Bapa di sorga adalah memang dua pribadi yang beda. Ini sudah jelas bahwa Tri-Tunggal yang saudara uraikan jauh pengertiannya dengan tanggapan yang sekarang.

Dan sejarah mengatakan, tidak ada sedikitpun bukti yang menyatakan bahwa para rasul pernah mendengar kata 'Tri-Tunggal' langsung dari Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-10 16:43
~
Saudara Andyandy,

Dimana letak perbedaan dari penjelasan kami mengenai Tritunggal? Mungkin saudara dapat menunjukkan kepada kami, sehingga kami dapat menjelaskan kepada saudara, terimakasih.

Allah Bapa, Isa Al-Masih dan Roh Kudus adalah tiga pribadi yang berbeda, tetapi mereka memiliki keesaan esensi yaitu Ilahi.

Ambil sebagai contoh, saudara Andyandy terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Ketiganya berbeda, tetapi tidak disebut tiga orang melainkan hanya satu yaitu saudara Andyandy.

Memang tidak ada dalam Alkitab Isa Al-Masih mengucapkan kata “Tritunggal”, namun Isa Al-Masih mengajarkan bahwa, "Aku"..."Bapa". .."Roh Kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14;16-17), atau "Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku" (14;26). Dan mengutus murid-muridNya membaptiskan orang yang menyambut Dia, yaitu Injil, dengan rumus, 'dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus' (Injil, Rasul Besar Matius 28;20).

Nah, kata Trinitas digunakan untuk menyebut “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan”. Jadi, konsep yang diwakili oleh kata “Tritunggal” ada dalam Alkitab.
~
DA
# kenzo 2012-11-17 00:53
*
Maaf saya orang awam dan jauh dari sempurna. Untuk bisa mengasihi, saya rasa bisa tanpa ada objek lain karena tiap pagi saya menyisir rambut (memperindah diri), mandi 2-3x dalam sehari (menyehatkan diri) dll.

Dan itu tidak membutuhkan objek lain selain diri saya.
Kesimpulan, saya bisa mengasihi diri saya sendiri, dan itu terjadi sebelum ada istri saya.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-19 21:02
~
Setiap pagi saudara menyisir rambut anda, mandi agar tubuh saudara bersih. Semua saudara lakukan karena saudara mengasihi tubuh dan rambut saudara. Bukankah rambut dan tubuh saudara adalah objek?

Saudara Kenzo, untuk menyalurkan rasa kasih itu, jelas diperlukan objek. Kasih tidak dapat dilakukan tanpa ada objek yang akan menerima kasih tersebut.
~
SO
# Doni Andra 2012-11-20 07:26
*
Bukankah Alkitab sendiri memberitakan pada anda jangan mengatakan "pasti" karena itu adalah bentuk "kesombongan". Tetapi mengapa Kristen dengan bangganya mengatakan asal iman kepada Yesus pastimasuk sorga.

Saya kutip larangan mengatakan pasti: "Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu meme­gahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa" (Yakobus 4:13-17)

Dan bisakah Anda menunjukkan pada kami ayat dalam Alkitab beriman kepada Yesus pasti masuk sorga?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-20 15:41
~
Saudara Doni,

Perhatikanlah ayat ini: “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohaens 3:15). Hidup kekal, jelas bukan di bumi, melainkan di sorga. Sebab di bumi tidak ada yang kekal.

“Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohaens 11:25).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Inilah beberapa ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa seseorang yang beriman kepada Yesus PASTI masuk sorga!

Kepastian pada ayat-ayat yang kami kutip di atas adalah “pasti” menurut Tuhan. Bukan menurut manusia. Sedangkan kata “pasti” yang terdapat dalam ayat yang saudara kutip, adalah “pasti” menurut manusia. Siapakah manusia sehingga dia tahu pasti apa yang akan terjadi di depannya?
~
SO
# gg 2012-12-22 23:34
*
(Injil, Rasul Besar Yohaens 3:15). Hidup kekal, jelas bukan di bumi, melainkan di sorga. Sebab di bumi tidak ada yang kekal.

“Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohaens 11:25).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia,. . .” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Inilah beberapa ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa seseorang yang beriman kepada Yesus pasti masuk sorga!

Tidak ada kalimat pasti yang menuliskan bahwa hidup kekal itu berada di surga, dari ayat yang saudara berikan, sama sekali tidak disebutkan kata-kata surga, apakah keselamatan itu benar-benar surga-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-26 21:17
~
Saudara Gg,

Bila hidup kekal bukan di sorga, lalu menurut saudara hidup kekal itu ada dimana, apakah di dunia?

Kitab suci berkata, bahwa Keselamatan yang dibawa oleh Yesus adalah Keselamatan Hidup Kekal di sorga. Bukan di dunia! Karena di dunia tidak ada yang kekal.

Atau saudara mempunyai pandangan lain mengenai kehidupan di dunia?
~
SO
# hakkuallah 2013-02-06 12:06
*
Pemahaman para staff Kristen masih dangkal dan tidak memahami apa yang dikatakan. Segala sesuatu yang bukan sumbernya dari Allah dan Rasul-Nya amalnya akan tertolak (alias tidak diterima).

Nabi Isa tidak mengajarkan Trinitas. Untuk menafsirkan Al-Quran harus memiliki persyaratan. Terjemahan adalah buatan manusia, sementara Al-Quran buatan Allah. Sampai saat ini tidak ada satupun yang sanggup mengkritik Al-Quran. Yang mereka kritik adalah terjemahan saja. Berarti terbukti bahwa Al-Quran bebas tuduhan dari kesalahan dan kekurangan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-08 16:27
~
Saudara Hakkuallah,

Seorang mantan Islam menjelaskan: “Umat Muslim sudah diajarkan untuk mempercayai tuduhan Kristen adalah kafir sebab menyekutukan Allah. Apakah benar mereka menyekutukan Allah? Lihatlah ketika umat nasrani disebut kafir, mereka tidak tersinggung dan tidak meresponi. Itu karena mereka tidak merasa seperti yang dituduhkan di ceramah-cermah Islam, bahwa Kristen telah menyekutukan Allah.

Allah Kristen itu esa eksistensinya, tak terhitung presensinya, dan tak terhitung juga penampilannya. Berdasarkan Alkitab, Penampilan Allah yang tak terhitung jumlahnya tadi dikelompokkan ke dalam 3 kelompok yakni penampilan sebagai Sang Allah Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus.

Ada namanya gelombang Elektromagnetik . Gelombang elektromagnetik ini memberikan pengertian bahwa : Eksistensi gelombang hanya ada 1 atau tunggal, Presensi gelombang tak terhitung jumlahnya, Presentasi gelombang ada 5 buah.

Dengan wawasan gelombang elektromagnetik ini diketahui bahwa sesuatu yang bereksistensi tunggal, presensi dan presentasinya tidak harus tunggal.

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (Injil, surat 1 Timotius 2:5).
~
NN
# Daeng 2013-02-14 17:42
*
Secara filsafi konsep Trinitas "runtuh". Secara logika lahirnya konsep tri karena ada satu. Itu artinya tri melekat dalam satu. Tri hanya simbol dari pecahan satu, satu, satu menjadi tiga.

Semua yang ada adalah satu. Tauhid adalah satu. Satu adalah general. General adalah satu. Tauhid adalah Independenpent, tidak berjarak, dan utuh. Fahami konsep ini.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-08 21:37
~
Saudara Daeng,

Umat Muslim sudah diajarkan untuk mempercayai tuduhan Kristen adalah kafir sebab menyekutukan Allah. Apakah benar kami menyekutukan Allah? Lihatlah ketika umat Nasrani disebut kafir, mereka tidak tersinggung dan tidak meresponi. Ada apa ini, itu karena mereka tidak merasa seperti yang dituduhkan di ceramah-cermah Islam, bahwa Kristen kafir telah menyekutukan Allah.

Allah Kristen itu esa eksistensinya, tak terhitung presensinya, dan tak terhitung juga penampilannya. Berdasarkan Alkitab, Penampilan Allah yang tak terhitung jumlahnya tadi dikelompokkan ke dalam 3 kelompok yakni penampilan sebagai Sang Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus.
~
NN
# arhamdi 2013-03-02 16:57
*
Jujur, saya beberapa kali membaca namun saya tidak mengerti maksud tulisan ini. Sedikit saya pahami bahwa dalam Islam dan ajaran tauhid kita jangan memikirkan Allah, karena otak manusia ini diciptkan oleh Allah, jadi tidak akan mampu.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-08 21:43
~
Saudara Armadi,

Keterbatasan otak manusia bukanlah penyebeb ketidakmampuan manusia mengenal atau memahami Tuhannya. Buktinya, Adam dan Hawa pernah memiliki relasi yang sangat intim dengan Allah. Memang benar, saat ini manusia tidak lagi mampu mengenal Tuhannya seperti Adam intim dengan Tuhan.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, kapan dan apa penyebabnya sehingga manusia memiliki hubungan yang amat terbatas terhadap Tuhan.

Pada waktu Adam dan Hawa makan buah terlarang maka pada saat itulah manusia kehilangan keintiman dengan Tuhan. Hubungan intim itu putus karena dosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Injil, surat Roma 3:23). Manusia diperbudak dosa.

Dan hanya Tuhanlah yang mampu memulihkan hubungan itu. Sedangkan manusia tidak berdaya. Maka Tuhan datang ke dunia dalam wujud manusia. “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-11).
~
NN
# aris 2013-03-03 18:25
*
Allah adalah Tuhan. Jika Dia bosan, kesepian atau ketergantungan dengan lainya, maka Dia bukan Tuhan sesunguhnya.

Jikai anda ambil air di lautan dan airnya itulah ilmu atau nalar kita yang sangat terbatas dan lautan itulah ilmu Allah yang tanpa batas.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-08 21:47
~
Saudara Aris,

Konsep Islam bahwa Allah adalah Allah jika Dia tidak mampu melakukan apa yang tidak mampu dipikirkan oleh umat ciptaan. Contohnya, bagi Islam Dia bukan Allah jika ia berperasaan. Sebab Islam percaya perasaan hanya milik ciptaan.

Bagi pengikut Isa Al-Masih, Allah adalah Tuhan jika Ia mampu melakukan apa yang tidak mampu dilakukan umat ciptaan. Contohnya, Allah menjadi manusia demi menyelamatkan seluruh umat manusia dari dosa dan siksa neraka.

Firman Allah berkata: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Injil, Rasul Besar Lukas 1:37).
~
NN
# azriady 2013-03-19 01:00
*
Pemikiran anda mirip aku waktu TK. Allah maha melihat apa Allah punya mata seperti manusia atau lebih hebat lagi bermata super besar atau super banyak? Mata diciptakan hanya untuk makhluknya.

Allah tidaklah serupa seperti ciptaan-Nya. Maha penyayang bukan berarti harus punya sesuatu untuk disayang. Allah sang pencipta rasa sayang itu hanya untuk manusia agar mereka bisa saling mengerti.

Allah tidak terikat oleh waktu karena ruang, dimensi, dan waktu diciptakan oleh Allah. Kesepian hanya sifat yang dimiliki makhluknya. Kita bisa mengatakan orang yang paling menyayangi kita adalah orang tua kita tapi dibalik itu sebenarnya Allah yang telah memilihkan orang tua kita. Karena itu hanya Allah yang maha penyayang.

Jika menurut anda rasa kasih sayang itu seperti sifat yang dimiliki manusia, kenapa Allah menciptakan neraka? Allah Maha kuasa mengubah seluruh manusia menjadi suci tanpa harus turun menjelma jadi manusia. Kenapa tidak berbuat mukjizat seperti itu saja?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-25 20:34
~
Saudara Azriady,

Tuhan itu maha suci yang tidak terikat oleh apapun kecuali diri-Nya sendiri. Ia telah memberikan kehendak bebas kepada manusia sebagai suatu kodrat. Maka kesucian Allah ialah tidak semena-mena merubah kehendak bebas tersebut supaya menjadikan manusia suci dengan sendirinya. Buktinya, Adam dan segenap keturunannya dibebaskan untuk memilih jalan hidup mereka.

Tetapi Allah tidak membiarkan manusia tersesat begitu saja oleh karena kehendak bebas tersebut.

Maka Allah memberikan satu jalan yang benar, Itu sebabnya Isa Al-Masih berkata "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Manusia tidak akan pernah menjadi suci di mata Allah jika Isa Al-Masih tidak menyucikannya.

Kami tahu bahwa umat Muslim tidak memiliki gambaran konkrit tentang Tuhannya. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa Muhammad tidak pernah sekalipun punya pengalaman berkomunikasi langsung dengan Allah.
~
NN
# moer 2013-03-19 10:18
*
Quoting azriady:
Allah Maha kuasa mengubah seluruh manusia menjadi suci tanpa harus turun menjelma jadi manusia. Kenapa tidak berbuat mukjizat seperti itu saja?
“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu" (Kitab Nabi Besar Yesaya 55:8-9)
# azriady 2013-03-27 01:41
*
Saya mengaku tidak bisa menggambarkan seperti apa Allah lewat kata-kata. Agama anda hebat bisa tahu kalau Tuhan ternyata beroknum tiga. Kami hanya tahu kalau Allah itu satu tapi bukan menurut bilangan yang diciptakan manusia.

Allah tidak mengenal batas pemikiran manusia. Aku bahkan tidak bisa bayangkan bagaimana Allah itu ada. Tapi anehnya aku bisa membayangkan bagaimana Yesus itu ada. Wajar saja karena aku dan anda tahu Yesus itu manusia, tidak seperti Allah yang tidak bisa dibayangkan wujudnya. Aku juga bisa bayangkan pada mulanya aku hanya seberkas roh yang masih suci lalu Allah menciptakan tubuhku dalam rahim wanita melalui proses pembuahan sel telur dan sperma.

Aku dalam wujud roh ditiupkan ke dalam janin yang masih kecil. Akhirnya aku hidup dan bisa mengenal dunia ciptaan ini. Lalu saat aku mati, kelak aku akan kembali berwujud roh. Aku punya awal mula karena aku bukan Tuhan, bagaimana dengan Yesus yang pada mulanya hanya sebuah firman Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-27 22:00
~
Saudara Azriady,

Tidak ada seorang manusia pun yang sanggup melihat Allah dalam kesucian dan kemuliaan-Nya. Allah sangat tidak terbatas sedangkan mausia terbatas. Karena itu Allah memperkenalkan diri-Nya dalam wujud yang dapat dijangkau manusia.

Isa Al-Masih tidak diciptakan, karena Ia berasal dari Firman Allah. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti ada tertulis," Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah"(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Isa Al-Masih tidak sama dengan manusia lain yang diciptakan. Dia adalah Allah yang menjadi manusia, merendahkan dirinya disalibkan, untuk menyelamatkan manusia dari hukuman neraka. Karena hanya Allah saja yang sanggup untuk menyelamatkan ciptaan-Nya.

Isa Al-Masih adalah firman Allah yang menjadi manusia, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.. ."(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Sebenarnya Isa Al-Masih sudah menjawab ketidak-mungkin an saudara membayangkan atau mengenal Allah.
~
NN
# azriady 2013-03-27 23:45
*
Firman itu milik Allah bukan pribadi Allah. Saat Allah berfirman jadilah terang maka terang pun bersinar. Dari firman-Nya menjelma menjadi terang apakah cahaya terang itu juga pribadi Allah?

Kamu milik Kristus dan Kristus milik Tuhan (1 Korintus 3:23), apa itu bisa di artikan Kamu adalah Kristus dan Kristus adalah Tuhan?

Kamu dan Kristus satu pribadi dengan tuhan? Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita adalah satu (Yohanes 17:22), Jika Yesus satu pribadi dengan Tuhan lalu dia berdo'a agar para murid juga ikut menjadi satu dengan Yesus, artinya para murid juga adalah pribadi Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-06 06:19
~
Saudara Azriady,

Memahami Isa Al-Masih tidak cukup dengan satu atau dua ayat. Ayat-ayat yang saudara pakai justru menunjukan kelekatan Isa Al-Masih dengan Allah. Isa Al-Masih menentukan sebagaimana Allah menentukan.

Jika Isa Al-Masih adalah ilahi maka semua persoalan tentang-Nya selesai secara alami. Kitab suci saudara mengklaim keilahian-Nya dengan gelar Isa Al-Masih sebagai yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45).

Pada Injil Rasul Besar Yohanes 8:19; 14:7; 12:45; 14:9; 12:44; 14:1; 15:23; 5:23 terdapat klaim Isa Al-Masih secara langsung yang menjelaskan diri-Nya, perhatikan klaim-klaim tersebut:

Mengenal Isa Al-Masih sama dengan mengenal Allah;
Melihat-Nya sama dengan melihat Allah;
Percaya kepada-Nya sama dengan percaya kepada Allah;
Menerima-Nya sama dengan menerima Allah;
Menghormati-Nya sama dengan menghormati Allah;
Membenci-Nya sama dengan membenci Allah.


Dan Isa Al-Masih tidak mengidentifikas ikan para murid sama seperti klaim tentang diri-Nya tersebut.
~
NN
# salomon 2013-03-29 23:30
*
Anda begitu tidak adil dengan menyebutkan konsep Tauhid memiliki kelemahan karena cara pandang anda yg jahiliyah saja yang menyebutkan konsep tauhid lemah dengan membandingkan konsep tritunggal+one yaitu Bunda Maria.

Maka sempurnalah konsep ketuhanan anda, sayang Bunda Maria tidak digemborkan padahal umat Katolik sangat menghargai dan hampir menyebutnya Ibu Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-06 06:30
~
Saudara Salomon,

Dalam sejarah kekristenan tidak pernah terjadi Maria dipertuhankan atau menjadi salah satu dari tritunggal. Maria sama seperti tokoh lainya yang adalah hamba Tuhan. Ia mendapat kehormatan lebih dari semua wanita, tetapi ia manusia biasa yang juga butuh Tuhan.

Tuduhan Islam bahkan Al-Quran bahwa Kristen mentuhankan Maria sebagai bagian dari tritunggal adalah keliru dan tidak akurat.
~
NN
# ronggo009 2013-06-09 22:49
*
Saya hanya beri analogi untuk menjawab artikel ini. Pada laut ada ombak, gelombang, buih, pantai, ikan dll. Ombak bagian dari laut, ikan bukan laut tapi ikan bagian dari laut.

Kalau dikaitkan dengan konsep ke-Tuhan-an maka harus anda perjelas ke dalam konsep nama, konsep sifat atau konsep Dzat. Konsep Dzat tidak akan mampu dijelaskan oleh profesor manapun.

Misalkan pesan yang ingin anda sampaikan terkait dengan konsep sifat yg dilkaitkan dengan sifat kasih dan tauhid. Lalu anda kaitkan sifat kasih Tuhan sama seperti sifat kasih diantara manusia tentu itu justru anda telah menyatakan Tuhan tidak sempurna. Yang harus anda pahami bahwa kesempurnaan Pencipta justru karena tidak dapat dicapai oleh nalar ciptaan.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-10 22:51
~
Saudara Ronggo,

Saudara benar, kita tidak dapat memahami sepenuhnya tentang Allah bahkan kita belum pernah melihat Allah. Dengan iman kita percaya adanya Allah, segala sesuatu tercipta karena-Nya dan kepada Dialah segala mahluk akan menghadap.

Untuk itulah Allah memberikan kitab-kitab Firman-Nya agar kita mengenal-Nya dan menemukan jalan-jalan-Nya . Dalam konteks agama Yahudi, Nasrani dan Islam kita diperkenalkan dengan kitab Alkitab [Taurat, Zabur, Injil, dan kitab para nabi dan rasul] dan Al-Quran. Mana dari kedua kitab ini yang memberikan jalan dan petunjuk mengenal Allah yang benar?

Alkitab menjelaskan tentang Allah dan jalan Allah yang dinyatakan Allah secara langsung dan gamblang, tidak samar-samar dan tidak melalui perantara malaikat utusan. Bagaimana dengan Al-Quran, apakah kitab ini menjawab keingintahuan manusia akan penciptannya?
~
NN
# rahasia 2013-06-10 12:07
*
Pertanyaannya adalah, kenapa Tuhan membutuhkan teman untuk berkomunikasi atau berbagi sayang. Bukankah itu sifat dari orang lemah.

Bisakah dikatakan berkuasa atau Tuhan, apa bila Dia masih bergantung kepada yang lain. Ini mematahkan konsep 3 tuhan, yang ternyata membutuhkan tuhan lain untuk membagikan kasih-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-17 11:43
~
Saudara Rahasia,

Coba perhatikan lagi pernyataan saudara, apakah benar komunikasi dan sifat kasih sayang adalah tanda kelemahan. Apakah Islam memang mengajarkan bahwa komunikasi dan sifat kasih sayang adalah tanda kelemahan? Dan apakah itu berarti menurut Islam bahwa tidak berkomunikasi [bisu] dan tidak memiliki kasih sayang [kebencian] adalah tanda kekuatan?

Allah dalam Alkitab mengajarkan bahwa Allah berkomunikasi dan bersifat kasih. Ini adalah tanda kebesaran-Nya. Mengapa manusia berkomunikasi dan memiliki sifat mengasihi, karena pencipta-Nya seperti itu.

“Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." (Taurat Kitab Kejadian 1:26).
~
NN
# nelson 2013-06-22 21:33
*
Terimakasih banyak atas upaya tim ini dalam melakukan dialog agama, dan tetap bersikap tenang walaupun mendapat banyak tekanan.

Selama ini sulit memberikan penjelasan terhadap berbagai pendapat dan pandangan yang tidak benar. Kiranya Tuhan menyertai semua upaya ini.
# Wahyu 2013-06-28 16:19
*
Allah bersifat Qiyamuhu Binafsihi.

Artinya ialah bahwa Allah berdiri sendiri dan tidak memerlukan pertolongan orang lain, mustahil memerlukan pertolongan orang lain. Kalau Ia memerlukan pertolongan orang lain maka Ia adalah lemah, tidak sempurna dan tidak berhak menjadi Tuhan. Tuhan Allah Kuasa, gagah, tegak, berdiri sendiri, tidak memerlukan pertolongan siapapun juga. Ia sudah sempurna tidak memerlukan apa-apa.

Seandainya seluruh manusia sepakat untuk menjadi kafir dan tidak menyembah-Nya, kesempuraan-Nya tidak berkurang. Begitu juga bila seluruh manusia berpakat untuk menyembah dan mengabdikan diri kepada-Nya, kesempurnaan-Ny a tidak bertambah. Allah tidak memerlukan ibadah atau apa saja dari makhluk ciptaan-Nya. Sebaliknya merekalah yang berhajat dan memerlukan pertolongan dari Allah setiap saat. Tanpa pertolongan Allah tidak mungkin makhluk akan ada, hidup dan berbuat apa saja.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-01 17:16
~
Saudara Wahyu,

Kami sangat setuju sekali dengan penjelasan saudara di atas. Jelas Allah maha sempurna. Dia tidak tergantung kepada apapun, termasuk kepada ciptaan-Nya.

Tapi satu hal yang perlu saudara ingat, bahwa Allah juga maha pengasih. Melalui sifat-Nya ini, Allah jelas tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa, bukan?

Sekali lagi kami setuju dengan saudara. Manusia memerlukan pertolongan Allah. Tanpa pertolongan Allah, mustahil manusia dapat hidup.

Demikian juga dengan keselamatan akherat, jelas manusia tidak dapat mengusahakannya sendiri lewat amal ibadahnya. Manusia memerlukan anugerah dan rahmat dari Allah, agar mereka bisa selamat di akherat dan masuk sorga.

Firman Allah dalam Kitab Suci dikatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# azak 2013-09-04 09:11
*
Kalau memang benar Yesus itu berkuasa sama dengan Allah, tolong tunjukan ciptaan Yesus dalam dunia ini. Karena dunia dan alam semesta ini telah tercipta sebelum adanya Yesus.

Tentang ditiupkannya Roh ke Yesus, Nabi Adam manusia yang pertama ditiupkan roh ke dalam jasadnya. Allah maha esa dan maha berkuasa atas segala sesuatu, tiada sekutu baginya untuk menciptakan segala sesuatu. Maaf apa bila Tuhan tiga dalam satu, maka kemungkinan Tuhan itu akan terjadi kelainan keperibadian. Karena pribadi Yesus berbeda dengan ibunya, begitu juga dengan Bapanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-07 18:59
~
Saudara Azak,

Allah tidak pernah meniupkan roh ke jadas Yesus sebagaimana Allah meniupkan roh ke jasad Adam. Yang benar adalah: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).

Dalam Kitab Suci Injil dituliskan, "Roh Kudus akan turun atasmu [Maryam] dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Injil, Rasul Lukas 1:35).

Yesus sebelum datang ke dunia, Dia adalah Kalimat/Firman Allah yang kekal. Dia sudah ada sebelum dunia diciptakan. Perhatikan ayat ini, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Kalimat Allah] dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Taurat, Kitab Kejadian 1:3).
~
SO
# andi 2013-09-17 04:11
*
Allah SWT dzat maha segalanya. Kalau anda bicara dengan siapakah Allah berkomunikasi, di sini dalam konteks ketuhanan Allah kuasa atas segala sesuatu. Sehingga Allah bisa berbuat apapun yang dikehendaki-Nya .

Allah tidak memerlukan bantuan siapapun untuk tetap memuliakan diri-Nya sebagai Tuhan. Di sini penjelasan yang anda kemukakan adalah seperti bentuk keputus-asaan yang berkepanjangan. Pertanyaan ini jawabannya anda sebenarnya sudah mengetahui bahwa Allah SWT Esa dan kekal, serta berkuasa atas segala sesuatu. Yang menjadi pemikiran anda di sini adalah anda memperumit jalan pemikiran yang sebenarnya anda sudah mengetahu jawabannya, mungkin dari referensi yang anda dapat.

Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2013-09-17 22:43
~
Saudara Andi,

Menarik membaca pernyataan saudara di atas. Yaitu: “Allah bisa berbuat apapun yang dikehendaki-Nya .” Bila saudara percaya Allah sanggup melakukan setiap hal yang dikehendaki-Nya , apakah saudara juga percaya bahwa Allah dapat datang ke dunia dalam wujud manusia?

Bila saudara berkata tidak, maka saudara belum mengimani Allah seperi pernyataan saudara di atas.

Pernyataan saudara berikutnya yang ingin kami tanggapi adalah: “Allah tidak memerlukan bantuan siapapun untuk tetap memuliakan diri-Nya sebagai Tuhan.” Benarkah demikian?

Bila tidak ada siapapun yang memuliakan Allah, lalu menurut saudara siapakah yang akan memuliakan Dia? Bukankah ketika dikatakan Allah dimuliakan, pada waktu yang bersamaan juga harus ada satu subjek yang melakukan pemuliaan tersebut?

Bila tidak keberatan, kiranya saudara dapat memberi pencerahan untuk pertanyaan kami berikut ini:

1. Apakah yang dikerjakan Allah dalam kekekalan sebelum Ia menciptakan apa-apa?

2. Apakah mengurangi martabat Allah, bila kita percaya bahwa Allah bergantung pada ciptaan-Nya jika akan berbicara atau mendengarkan sesuatu?
~
SO
# Iyan Faisal 2013-09-17 15:55
*
Staff IDI yth,

Setelah membaca tentang Tauhid dan Tri-Tunggal, saya sangat terkesan dengan penjelasan anda. Sungguh hikmat dari Tuhan menaungi saudara.

Saya awalnya hanya sekedar membaca semua artikel yang ada di situs ini, akhirnya saya bisa yakin dan percaya tentang Tri-Tunggal adalah bagian dari Allah yang Esa. Juga tentang Isa Al-Masih yang merupakan Kalimatullah adalah jalan satu-satunya menuju surga.

Bantu saya dalam doa untuk dapat bersaksi tentang "Kalimatullah" itu kepada keluarga saya yang sebagian besar belum percaya.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-03 14:30
~
Saudara Iyan,

Kami bersyukur bila ternyata artikel maupun komentar yang ada di situs kami dapat menguatkan iman saudara.

Bila saudara memerlukan bimbingan dari kami, silakan mengirim email kepada kami di: . Staf kami akan membantu saudara dan juga kami akan berdoa untuk pergumulan yang sedang saudara hadapi.
~
SO
# raka 2013-10-04 11:10
*
Allah SWT maha tinggi, maha esa dan maha segalanya, pencipta alam semesta. Semua sifat yang anda gunakan untuk melemahkan tauhid semuanya sifat manusia.

Sadarlah bahwa manusia tidak bisa dibandingkan dengan Allah SWT mengenai kebiasaan manusia.

Segeralah bertobat dan memeluk Islam.
Insya Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-10 22:29
~
Saudara Raka,

Kami sangat setuju bahawa Allah Maha atas segala-galanya. Manusia yang terbatas tidak akan dapat menyamai Allah yang tidak terbatas. Namun Allah dapat menjadi apapun sesuai kehendak-Nya karena Ia tidak dapat dibatasi oleh apapun juga.

Manusia terbatas pada indera sehingga sangat sulit memahami jika Allah dapat menjadi apapun juga, termasuk menjadi manusia seperti kita. Inilah kemahakuasaan Allah. Jika Allah tidak dapat menjadi manusia berarti Allah memiliki keterbatasan. Apakah berarti saudara meragukan kemahakuasaan Allah?

“ Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Injil, Surat Filpi 2:5-7)

~
NN
# Adhin 2013-10-07 23:58
*
Yth Admin,

Sepertinya kita semua, termasuk saya merasa serba tahu, Bahkan tahu detail bagaimana Allah sebelum adanya alam semesta sampai kiamat nanti. Padahal kita baru ada di dunia belum lama dan tidak menyaksikan sedikitpun sebelum dan sesudah alam semesta diciptakan kecuali hanya prasangka belaka.
Maha Suci Tuhan Esa, Yang Maha Tinggi dari apa-apa yang manusia sifatkan. Engkau Maha Tinggi tidak mungkin merendahkan diri.
Maka ampunilah kami semua disini yang mencoba mengerti tentang Engkau, agar kiranya kami boleh menyembah Engkau dengan tulus Ikhlas dan memurnikan ketaatan hanya kepada-Mu.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-10 22:30
~
Saudara Adhin,

Manusia sungguh makhluk yang terbatas. Tetapi kita bersyukur karena Allah telah menyatakan apa yang sering tidak kita pahami melalui Firman Allah. Untuk itulah ada Firman Allah. Kita dapat mengenal Allah dan dunia ciptaan-Nya saat kita mempelajari dan merenungkan Firman Allah.

Allah yang layak disembah bukanlah Allah yang jauh, yang tidak dapat dipahami manusia. Dia adalah Allah yang dapat kita kenal dan juga dapat dipahami oleh pikiran manusia yang terbatas. Sudikah saudara menyembah Allah yang sama sekali tidak saudara kenal, dan tidak saudara pahami?
~
NN
# Adimulya 2013-10-18 00:21
*
Saudara Admin IDI,

Konsep Trinitas ini menyebutkan bahwa oknum Tuhan yang pertama berbeda dengan Ke-Bapaan, karena itu ia disebut sebagai Tuhan Bapa (Dia dianggap sebagai Tuhan yang lebih tua). Sementara oknum Tuhan kedua berbeda dengan ke-Anakan yang lahir menjadi manusia bernama Jesu. Dalam pengertian singkatnya bahwa Tuhan anak baru ada setelah adanya Tuhan Bapa. Karena itu ia disebut sebagai sang anak.

Pertanyaan : Jika baru ada oknum Tuhan pertama dan setelah itu oknum Tuhan kedua, dimanakah letak kesempurnaan Tuhan/Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 20:25
~
Saudara Adimulya,

Isa Al-Masih disebut “Anak Allah” bukan karena ia baru ada setelah adanya Bapa. Sebutan “Anak Allah” ini merupakah gelar keilahian-Nya. Isa Al-Masih berkata, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Surat Wahyu 22:13). Ini menunjukan bahwa Isa Al-Masih adalah kekal.

Silakan saudara baca ayat ini, “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3).

Ayat di atas menjelaskan bahwa Firman dan Allah adalah satu, karena Firman tersebut adalah Allah. Firman itu kemudian menjadi manusia dan kita mengenal-Nya dalam Isa Al-Masih, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Jadi Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu pribadi yang tidak terpisahkan.
~
NN
# numpang lewat 2013-10-24 22:43
saya pernah membaca bahwa

Tuhan/ Bapa menciptakan manusia segambar dengan Allah....

apakah ini artinya Tuhan/ Bapa bentuknya sama dengan Yesus.. seperti yang kita lihat di gambar gambar sekarang ini.....
# Staff Isa dan Islam 2013-10-29 10:54
~
Saudara Numpang Lewat,

Terimakasih atas pertanyaan saudara. Kita tidak dapat menduga-duga bentuk Allah secara daging sebab Allah adalah Roh. Makna dari manusia segambar dengan Allah lebih dari sekedar tampilan secara fisik tubuh daging yang dapat terlihat dan dapat binasa. Demikian juga dengan perwujudan Allah dalam rupa manusia Isa Al-Masih. Ia memakai tubuh daging karena disesuaikan dengan manusia, sebab Ia datang untuk manusia

Hanya Allah yang dapat menjelaskan segala aspek Allah secara masif. Isa Al-Masih adalah Allah yang menciptakan semesta. Isa Al-Masih berkata: ”Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Jika saudara ingin mengenal Allah secara utuh maka kenalilah Isa Al-Masih.
~
NN
# Putra 2013-10-29 09:50
~
Sdr. Numpang lewat,

Manusia diciptakan se-citra dengan-Nya. Ini adalah untuk lebih mengenal pribadi Allah supaya lebih dekat dengan kita. Coba bayangkan bila anda tidak mengenali sama sekali seperti apakah Allah itu?Maka anda tidak akan pernah merasa lebih dekat.

Yesus yang ada dalam foto/patung pun tidak ada yang sama. Semua gambar Yesus dalam foto/patung adalah menyerupai Yesus. Namun apakah gambar Yesus/foto/patu ng adalah sama atau tidak sama tidaklah penting bagi pengikut-Nya. Karena yang lebih penting adalah iman kepada-Nya.

Gambar/foto/patung Yesus tersebut adalah supaya kita dapat mengenal lebih dekat.
# fahmi 2013-11-07 02:55
~
Saya ingin pada admin disini,

Apabila anda berkata bahwa Tuhan memerlukan interaksi berarti anda secara tidak langsung mengatakan bahwa Tuhan itu seperti manusia yang memerlukan interaksi?

Mengenai konsep tauhid yang bersembahyang kepada makam suci itu tidak pernah ada ayat Al-Quran satu pun yang menyuruh itu akan tetapi itu hanya muncul dari pikiran manusia saja.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-22 22:19
~
Saudara Fahmi,

Yang membedakan antara manusia dengan makhluk ciptaan lainnya yaitu bahwa manusia dibuat segambar dengan Allah. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kitab Kejadian 1:27).

Segambar disini bukan berarti manusia sempurna sebagaimana Allah. Salah satu contoh dari aspek manusia yang segambar dengan Allah adalah aspek sosial. Manusia memerlukan interaksi dan komunikasi sebab Allah berinteraksi dan berkomunuikasi. Interaksi dan komunikasi bukan tanda kelemahan tetapi interaksi dan komunikasi adalah bagian dari sifat Allah. Bisa dibayangkan betapa sulit menggambarkan Allah yang tidak berinteraksi dan tidak berkomunikasi.
~
Noni
# fahmi 2013-11-27 21:37
~
Anda mengatakan "interaksi dan komunikasi adalah bagian dari sifat Allah" sedangkan kita tahu sendiri komunikasi dan interaksi itu harus memiliki objek atau teman yang lain disini menjelaskan bagaimana Tuhan pun saling menggantungkan dirinya dan tidak bisa berdiri sendiri.

Di dalam Islam Allah itu maha sempurna jadi dia tidak perlu berinteraksi dengan orang lain atau siapapun karena dia tidak tergantung dengan yang lain karena dia sempurna.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-02 20:14
~
Saudara Fahmi,

Tidak seorang Islampun dan tidak pula Muhammad dapat menggambarkan Allah dengan benar. Gambaran Allah yang diyakini Islam adalah gambaran dari kefakuman wujud nyata Allah dalam Islam. Maka Allah dalam Islam bukan pribadi yang menyisakan sedikit ciri-Nya dalam esensi manusia melainkan konsep semata. Sifat-sifat dan nama-nama Allah yang menjadi alasan umat Islam mengenal Allahnya merupakan kumpulan konsep bukan pribadi Allah itu sendiri.

Silakan saudara menyelidiki Allah lebih dalam lagi hingga melewati konsep-konsep itu. Lepaskan diri Anda dari pengaruh konsep yang berurat berakar itu dan buka hati saudara untuk mendengar suara Tuhan yang mau memperkenalkan diri-Nya secara pribadi dengan Anda.
~
Noni
# fahmi 2013-11-28 06:05
~
Yang saya bingungkan malah di sistem Trinitas yang mengatakan tuhan itu 3: Yesus, Allah dan roh kudus itu saling mengkasihi apakah Tuhan pun perlu dikasihi? Kalau perlu dikasihi berarti Tuhan tidak sempurna dong? di dalam Islam Allah memiliki kasih kepada mahluk ciptaan-Nya bukan untuk dirinya sendiri karena diri-Nya sendiri sudah sempurna.

Setahu saya memang tidak ada satu ayat Al-Quran pun yang mengatakan Al-Quran itu kekal
# Staff Isa dan Islam 2013-12-02 20:23
~
Saudara Fahmi,

Sungguh tidak masuk akal jika mengasihi adalah tanda ketidaksempurna an. Sifat mengasihi adalah mulia, mana mungkin sifat yang mulia datangnya bukan dari Allah yang sempurna penuh kasih.

Kami ulangi lagi bahwa Islam meyakini Allah tidak dikenal oleh manusia. Dia tersendiri. Orang Sufi berusaha mengatasi doktrin ini dengan mengatakan “Allah lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya.” (QS 50:16). Tetapi pada umumnya Allah SWT dianggap tersendiri, jauh nun di sana dan terpisah dari manusia.

Benarkah Allah terpisah dari dunia? Faktanya memang seperti itu kalau menurut Islam. Tetapi Qs 50:16 justru sebaliknya. Manakah yang benar?

Konsep Allah Tri-Tunggal mengatasi masalah ini. Kalimat Allah, yaitu satu oknum dari Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, menjelma menjadi manusia. Ia tinggal di antara kita. Kita tahu siapa Dia, yaitu Isa Al-Masih. Ketika Ia kembali ke sorga, Roh Allah turun dan memenuhi hati setiap orang percaya, “. . . Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’” (Injil, Galatia 4:6). Orang yang sudah menerima keselamatan melalui Isa Al-Masih tidak mungkin bersembahyang ke kuburan! Mengapa? Karena Allah sudah berkomunikasi dengan mereka setiap hari melalui Roh Allah yang mendiami hati mereka.
~
Noni
# tonwsh 2013-12-19 06:11
~
Bukannnya justru konsep tauhid Kristen yang aneh, Trinitas satu Tuhan dengan tiga pribadi.
Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-14 "Pada mulanya adalah Logos (Firman), Logos (Firman) itu bersama dengan Tuhan dan Logos (Firman) itu berasal dari Tuhan."

Dalam hymne Platonis yang diperkenalkan oleh Philo. Logos bukan Tuhan, tetapi lebih tepat disebut "Firman Tuhan". Penyalin Injil Yohanes kemudian memetik hymne ini dan menempatkannya sebagai pembukaan Injil Yohanes. Tidak hanya sampai di sini, penyalin kemudian merubah anak kalimat:

"Dan Logos itu berasal dari Tuhan" menjadi "Dan Logos itu adalah Tuhan". Pencaplokan ajaran Platonis ini oleh penyalin Injil Yohanes dijelaskan oleh Santo Augustinus dalam bukunya The Confession of Saint Augustine di bawah sub judul: Kitab Suci dan Filsafat Penyembah Berhala.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-07 15:39
~
Salam Tonwsh,

Keunikan Allah dapat terlihat dari ke-esaan-Nya dalam tiga Pribadi, bukan? Bukankah ini sebuah keunikan tanpa harus melihatnya menjadi sesuatu yang aneh?

Fakta bahwa Allah merendahkan diri menjadi sebuah Kalimat dalam Pribadi Isa Al-Masih adalah sesuatu yang menggembirakan umat manusia. Sebab, jika Dia tidak berinisiatif menjadi Kalimat Allah (manusia sempurna) maka adakah keselamatan bagi umat manusia?

Qs.3:45 memberikan fakta bahwa Isa Al-Masih berasal dari Allah “...dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya... Bukankah Al-Quran juga mengakui bahwa Isa Al-Masih adalah Firman (Kalimat Allah) yang menjelma menjadi manusia sempurna seperti yang dipaparkan dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1?

Sungguh sesuatu yang unik, bukan?
~
Salma
# fahmi 2014-01-17 00:03
~
Yang saya permasalahkan di sini bukanlah sifat "kasih-Nya", tapi sifat "dikasihani-Nya ". Karena anda mengatakan Tuhan dalam Kristen itu saling mengasihani berarti ada ketergantungan. Dan dari ketiga mereka itu tidak ada yang bisa berdiri sendiri.

Apakah anda berpikir kalau Tuhan masih harus dikasihani. Sedangkan Tuhan sendiri sudah sempurna. Dimana logika anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-21 21:04
~
Saudara Fahmi,

Kata 'mengasihi' dan 'mengasihani' adalah dua kata yang memiliki makna berbeda. Tentu saudara tahu perbedaan itu, bukan?

Nah, kalau boleh tahu, pada bagian mana dalam artikel di atas disebutkan bahwa Tuhan dalam Kristen itu saling mengasihani?
~
Salma
# cheng 2014-02-05 18:53
~
Salam sejahtera bersama dalam nama-Nya. Amin.

Tauhid artinya satu atau esa. Artikel di atas sangat jelas bahwa penulis tidak memahami tauhid. Apa seharusnya Tuhan Allah yang esa adalah satu?

Demikian kita tahu dalam Islam dituliskan dalam kitab Qs 112:1-4, "Katakanlah: 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa...Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan'." Sedangkan dalam Injil dikatakan, "Aku adalah firman."

Di sini ada terlihat pemahaman sangat sederhana. Siapa Allah dan Isa? Siapa yang menghidupkan dan siapa yang dihidupkan?

Coba kita bersama pahami akan hal ini. Mudah-mudahan Allah memberkati dan memberi kita bersama ilmu-Nya. Amin.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-17 07:02
~
Saudara Cheng,

Maaf saudara, kami tidak mengerti apa yang saudara maksud. Bila artikel di atas ada yang salah, sudi kiranya menunjukkan dimana kesalahannya.

Injil menuliskan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.. ." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14).

Allah masuk dalam sejarah dan berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia. Bagaimana dengan konsep tauhid? Adakah Dia berkomunikasi dengan manusia?
~
Salma
# HR1dy 2014-02-17 04:54
~
Bahkan perdebatan ini pun atas seijin-Nya. Subhanallah, maha suci Allah, Dia biarkan jiwa-jiwa yang bimbang atas kebesaran-Nya mencoba menangkap-Nya dengan otak yang amat sangat kecil.

Selemah apapun konsep tauhid saudara jelaskan, mengapa justru kekuatan yang masuk dalam benak saya? Kekuatan akan keyakinan bahwa manusia sungguh lemah. Semoga saudara menyadari hal itu. Bahwa manusia lemah, lemah, lemah, bahkan sangat lemah.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-17 07:13
~
Saudara HR1dy,

Kami setuju bahwa manusia lemah dibandingkan Allah. Tetapi bukan berarti Allah tidak menyatakan diri-Nya kepada manusia, bukan?

Itulah sebabnya, Allah ingin manusia mengenal-Nya dengan benar. Dia berkomunikasi dengan manusia. "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta" (Injil, Surat Ibrani 1:1-2).

Kita tidak dapat berlindung di balik alasan lemah, sementara kitab suci dengan jelas menyatakan pribadi-Nya. Apakah konsep tauhid menjelaskan bahwa Allah berkomunikasi dengan manusia?
~
Salma
# omzell 2014-02-25 15:50
~
Dengan mempertanyakan apa yg dilakukan Tuhan sebelum mencipta, menandakan kerendahan konsep Ketuhanan si penanya. Pertanyaan itu muncul karena dalam benak penanya Tuhan itu sama dengan makhluk. Itulah sebabnya, penanya mampu memahami kenapa Yesus itu Tuhan. Karena si penanya memiliki pemahaman Tuhan itu sama dengan makhluk.

Tuhan tidak sama dengan makhluk. Tuhan tidak dapat diserupai, tidak menyerupai. Tuhan tidak dapat dibayangkan, digambarkan, karena sesuatu yang bisa digambarkan atau dibayangkan itu adalah makhluk. Membayangkan atau menggambarkan Tuhan sama dengan menyembah berhala. Jangan dulu tanya Tuhan, jawab dulu ini: duluan mana ayam apa telur?

Wassalam
# kasbrunks 2014-03-05 00:13
*
1. Saya lebih menerima Allah sendirian dalam kekekalan, karena Dia Tauhid dari pada Allah berbicara sendiri dengan pribadi yang lain (Allah berkepribadian triple). Apakah anda menyangka Allah gila harus berbicara sama diri sendiri? Apa yang harus dikenalkan oleh Allah, jika Allah sendirian?

Sifat-sifat Allah adalah sarana ciptaan-Nya untuk mengenal Sang Pencipta maha kasih, maha kuasa, dan lain-lain. Saya lebih menerima Allah sendirian diam dalam kekal dari pada Allah memukul diri-Nya sendiri untuk menunjukkan sifat kuasa-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 22:48
~
Saudara Kasbrunks,

Kami menghargai pendapat saudara. Tetapi kalau boleh tahu, bila Allah sendirian dalam kekekalan, bagaimana Dia menyatakan kasih-Nya dalam kekekalan? Bukankah Allah memiliki sifat maha kasih? Dan bila Allah diam dalam kekekalan, bagaimana Allah berbicara dan dengan siapa Allah berbicara?

Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# Dimas 2014-03-07 18:23
~
Saya akan menyapa dengan salam Islam. Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.

Jadilah kita umat yang menjawab maupun yang bertanya dengan kekuatan iman. Allah maha segalanya. Mudah bagi-Nya membuka hati siapa saja yang dikehendaki-Nya . Semoga kita menjadi manusia yang dalam kasih sayang-Nya.

Untuk Admin,

Silakan pelajari lebih dalam lagi Injil anda. Sebagai seorang manusia kita dengan memperhatikan tanda kekuasaan di langit dan di bumi dan jagat raya ini pun membuktikan Tuhan itu satu, Tuhan itu esa, dan Tuhan itu adalah Allah. Silakan ambil hikmah dari Injil anda, dan jika anda belum paham, silakan anda renungi kandungan Al-Quran.

Wassalam
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 23:05
~
Saudara Dimas,

Kami pun meyakini bahwa Allah itu esa. Seperti yang diajarkan Isa Al-Masih (Injil, Rasul Markus 12:29). Tetapi barangkali ada pemahaman yang berbeda. Sebab dalam pemahaman kami, esa adalah satu kesatuan yang utuh.

Menurut kami, artikel di atas telah menjelaskan kelemahan-kelem ahan konsep Tauhid. Tentu Allah dapat menyatakan kasih dan kehendak-Nya bila tidak sendirian dan diam dalam kekekalan, bukan?
~
Salma
# Udhien Sumardha 2014-03-10 11:51
~
Tauhid adalah ajaran tentang monoteisme. Ajaran ini muncul melalui Yudaisme. Bagi Islam, konsep monoteisme Yudaisme tidak hanya menjadi 'tradisi' Ketuhanan, tetapi juga benar 100%. Tidak ada kelemahan sedikitpun terhadap konsep Tauhid yang berasal dari Yudaisme itu.

Perbedaannya jelas semata-mata soal peristilahan dan bahasa, bukan pada definisi konsepsionalnya . Menikam Tauhid sama dengan membunuh dasar-dasar paradigmatik agama Ibrahimiyah.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 23:11
~
Saudara Udhien Sumardha,

Sangat menarik saudara mengakui peran orang Yahudi yang notabene sangat dibenci Islam. Sesungguhnya Isa Al-Masih pun mengajarkan bahwa Allah esa. Tetapi esa di sini adalah satu kesatuan yang utuh. Artinya tidak sendirian dan diam dalam kekekalan.

Sebab bila Allah sendirian dan diam dalam kekekalan, bagaimana Dia dapat menyatakan kasih dalam kekekalan? Bukankah Allah maha kasih?
~
Salma
# dinarawan 2014-03-12 01:01
~
Janganlah anda mengusik keberadaan Allah dengan membanding-band ingkan antara ajaran Islam dan Kristen. Karena sesungguhnya anda tidak akan pernah hidup tenang dan akan selalu ingin membandingkan terus. Allah adalah sesuatu hal yang sangat baik di dunia ini yang tidak akan bisa kita bayangkan keberadaannya.

Marilah kita mengimani apa yang kita yakini saja karena apabila kita terlalu memikirkannya kita sendiri yang akan rugi karena bisa berdampak gangguan jiwa. Mencari kebenaran mengenai agama adalah benar tetapi harus anda sikapi dengan bijaksana. Apabila anda membahasnya seperti ini maka anda akan memunculkan perang antar agama.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 23:19
~
Saudara Dinarawan,

Kami setuju dengan saudara untuk mengimani keyakinan. Tetapi keyakinan tanpa disertai dengan pemikiran, maka yang muncul adalah keyakinan buta, bukan?

Menurut kami, artikel di atas telah menjelaskan bahwa sangatlah janggal bila Allah sendirian dan diam dalam kekekalan seperti konsep Tauhid. Bagaimana Allah akan menyatakan kasih-Nya bila Dia sendirian dan diam dalam kekekalan? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# muslim 2014-03-19 16:48
~
Kalau Allah beroknum tiga, apa jadinya kalau ada perbedaan pendapat diantaranya? Bagaimana jika mereka memiliki ide sendiri-sendiri ? Apa mereka akan berdebat? Bayangkanlah!
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 23:23
~
Saudara Muslim,

Sangat menarik tulisan saudara. Mungkinkah Allah maha suci akan berdebat? Debat hanya akan dilakukan dalam mempertahankan kebenaran. Bukankah Allah adalah kebenaran? Bila Allah berdebat, mungkinkah ada dua kebenaran? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# peaceful 2014-03-25 17:20
~
Dear Staff,

Kalau boleh saya berkomentar di sini bahwa anda adalah seorang yang mempunyai pengetahuan di bidang teologi. Namun, pendapat ini tidak akan banyak pengaruh terhadap konsep agama mana yang benar secara hakiki tentang Tauhid karena Tauhid itu sendiri tidak akan pernah bisa dijelaskan/dide finisikan baik secara verbal maupun oral.

Tauhid hanya bisa dipahami berdasarkan pengalaman spiritual oleh "mereka" yang telah diberi hidayah. Dan sekali lagi bagi mereka yang telah diberi hidayah pun tidak akan pernah bisa menyampaikan secara verbal atau oral kepada orang lain tentang konsep Tauhid ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-25 22:29
~
Saudara Peaceful,

Kami menghargai pendapat saudara. Tetapi menurut kami, konsep Tauhid menjelaskan Allah sendirian dan tidak dapat berbagi kasih dalam kekekalan. Bukankah Allah maha kasih? Bila Allah maha kasih, maka kepada siapakah Allah mengasihi sebelum Allah menciptakan alam semesta dan isinya? Tentu ini lebih membingungkan, bukan?
~
Salma
# peaceful 2014-03-26 11:30
~
Di sinilah poin yang telah saya sampaikan bahwa sejuta macam pertanyaan terjawab, sejuta pertanyaan akan terus muncul diantaranya (who, what, why, dan seterusnya). Maha kasih adalah salah satu dari sifat-sifat Sang Pencipta yang maha segalanya. Dengan demikian apakah konsep Tauhid yang benar hanya dilihat dari salah satu sifat-Nya?

Sekali lagi "Zat" yang tidak ada satu pun yang dapat mendefinisikan (dengan media verbal maupun oral) tidak akan pernah selesai untuk didiskusikan. Kalaupun seandainya ada suatu pendapat yang bisa dipatahkan oleh pendapat lain, itu bukan berarti pendapat yang mematahkan pendapat lain mempunyai konsep Tauhid yang benar.

Begitu juga sebaliknya. Ini hanyalah masalah sejauh mana kita dapat menyusun kata agar kita bisa mempertahankan pendapat kita.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 14:01
~
Saudara Peaceful,

Ini bukan soal kelihaian dalam menyusun kata, tetapi konsep yang benar mengenai Allah. Justru sangatlah membingungkan Allah disebut maha kasih, tetapi Dia sendiri tidak dapat menunjukkan kasih-Nya dalam kekekalan karena hanya sendirian alias kesepian. Bagaimana kita dapat percaya bahwa Allah maha kasih, bila Dia sendiri dalam kekekalan tidak dapat menunjukkan kasih-Nya?

Seperti pertanyaan kami sebelumnya yang belum saudara jawab. Bukankah Allah maha kasih? Bila Allah maha kasih, maka kepada siapakah Allah mengasihi sebelum Allah menciptakan alam semesta dan isinya? Tentu ini lebih membingungkan, bukan?
~
Salma
# widodo 2014-03-26 20:42
~
Kasih sayang Tuhan itu bisa dianalogikan seperti sinyal handphone. Dia tetap ada dan abadi walaupun tidak ada perangkat handphonenya. Handphone seperti ciptaan-Nya dan diciptakan untuk menerima signal kasih sayang-Nya. Tuhan, sinyal handphone, dan handphone itulah yang disebut Al-Quranil Karim. Al-Quran adalah firman Tuhan yang nyata.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 14:02
~
Saudara Widodo,

Kami menghargai tulisan saudara. Tetapi bila Allah dalam kekekalan tidak dapat menunjukkan kasih-Nya, bukankah Dia adalah Allah yang kesepian? Dan lagi, bila dalam kekekalan Allah tidak dapat menunjukkan kasih-Nya, bagaimana kita tahu bahwa Allah maha kasih? Inilah yang membingungkan dengan konsep Tauhid.
~
Salma
# DSS 2014-03-26 21:08
~
Kasih sayang Allah itu seperti sinyal HP. HP itu bisa dianalogikan sebagai ciptaan-Nya. Tanpa HP pun sinyal itu tetap ada karena ia abadi. HP diciptakan Tuhan untuk menerima dan karena kasih sayang-Nya. Allah, sinyal HP, dan HP itulah yang disebut Al-Quranul Karim.

Al-Quran dan Allah adalah kekal, bukan berarti ada dua kekekalan. Karena Al-Quran itu adalah kekuasaan Allah itu sendiri yang ada dalam satu kekekalan di dalam Allah. Umat Muslim banyak ke tempat keramat bukan karena ia terpisah dari Tuhan-Nya, tetapi mencari jalan untuk menemukan "sinyal" Tuhan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 14:03
~
Saudara DSS,

Sangat menarik tulisan saudara. Tidakkah lebih membingungkan lagi bahwa ada Al-Quran, tetapi masih ke tempat keramat untuk mencari sinyal Tuhan. Lantas, apa gunanya Al-Quran bila masih mencari sinyal di tempat lain?

Menurut kami, konsep Tauhid justru membingungkan. Bagaimana cara Allah menyatakan kasih-Nya dalam kekekalan bila Dia sendirian atau kesepian? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# widodo 2014-03-26 21:31
~
Setuju pendapat saudara DSS. Itulah mengapa di sisi lain Yesus menyatakan dirinya adalah makhluk yang lemah dan bukan Tuhan. "Eli, eli lama sabaktini, Tuhan mengapa engkau tinggalkan aku" kata Yesus ketika akan disalib.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 14:04
~
Saudara Widodo,

Justru dengan datangnya Isa Al-Masih ke dunia ini, maka Ia memperkenalkan konsep Allah yang benar. Dia tidak sendirian dalam kekekalan dan Dia dapat menyatakan kasih-Nya dalam kekekalan. Dan kini, Allah dalam Pribadi Isa Al-Masih berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia secara langsung. Tidak hanya itu, Ia datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan “menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).

Inilah bukti kasih yang nyata. Bagaimana dengan konsep Tauhid? Apakah Allah dapat menyatakan kasih-Nya dalam kekekalan karena Ia sendirian dan kesepian? Lalu, apa bukti nyata Allah mengasihi saudara untuk menyelamatkan saudara dari dosa?
~
Salma
# wiwiek 2014-03-26 21:45
~
Yang saya tangkap, umat Kristen tidak mampu untuk menggambarkan eksistensi Tuhan-Nya sehingga menggambarkan Tuhan sesuai kemampuan-Nya sehingga muncullah konsep Trinitas.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 14:05
~
Saudara Wiwiek,

Injil dengan jelas menggambarkan eksistensi Allah. Dia datang ke dunia, berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dengan manusia. Dia juga datang ke dunia dengan tujuan untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Itu adalah eksistensi Allah dalam Injil.

Bagaimana dengan Al-Quran? Apakah Allah kitab saudara menyatakan diri secara langsung dan berinteraksi serta berkomunikasi dengan saudara? Bagaimana Ia menyatakan kasih-Nya kepada saudara untuk menyelamatkan saudara dari dosa?
~
Salma
# usil 2014-03-27 05:48
~
Tambahan untuk Staff Isa dan Islam.

Kalau Allah sudah ada dalam kekekalan-Nya di dalam Trinitas, Dia sudah tidak butuh lagi alam semesta sebagai ciptaan-Nya, karena Dia sudah "exist" tanpa perlu alam semesta. Alam semesta diciptakan sebagai saksi dari kekuasaan Allah.

Sedikit koreksi untuk DSS. Kekuasaan Allah dan ciptaan-Nya yang disebut Al-Quranil Karim. Dan ia ada di dalam satu kekekalan yaitu Allah itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 14:41
~
Saudara Usil,

Sepertinya saudara menganggap bahwa Allah seperti makhluk ciptaan-Nya. Karena Allah kesepian dan sendirian dalam kekekalan, maka karena Dia maha kuasa, diciptakanlah makhluk-makhluk . Dengan kata lain, karena Allah butuh manusia dan supaya tidak sendirian, diciptakanlah manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan untuk menghibur hati-Nya yang sedang kesepian.

Tidakkah ini konsep yang membingungkan kalau tidak disebut aneh? Pertanyaannya adalah bagaimana Allah menyatakan kasih-Nya dalam kekekalan – sebelum dunia diciptakan – bila Dia sendirian dan kesepian?
~
Salma
# peaceful 2014-03-28 12:47
~
Sifat-sifat Ilahi adalah bagian dari "Zat" yang dikenal setelah alam gaib (sorga, neraka, Iblis, dan sebagainya) dan alam kasat mata (universe - dimana bumi hanya sebutir debu, belum lagi dibanding omniverse, multiverse - menurut science) diciptakan.

So, apa kita mau mencoba menerka-nerka kepada siapa dan sifat apa yang Dia berikan pada masa kekekalan-Nya? Jadi, bagaimana mungkin kita bisa membenarkan konsep Tauhid kita adalah "konsep Tauhid yang benar?” Semua itu hanya suatu "pendapat" yang kita anggap benar.

Selagi beda keyakinan (apalagi anda tidak mengakui adanya Islam dan rasulnya), yang satu keyakinan saja bisa beda - diskusi ini hanya membuang waktu dan energi kita.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 19:38
~
Saudara Peaceful,

Tentu menarik membahas ini. Bukankah umat Islam sangat mengagungkan konsep Tauhid? Dan menurut kami, konsep ini perlu mendapat penjelasan lebih lanjut untuk mengenal Allah dengan benar. Bukankah kita perlu mengenal Allah bukan hanya pada tataran konsep? Karena itu, kita perlu melihat ini dari sisi kekekalan, sebelum dunia diciptakan?

Nah, apakah dengan tulisan saudara di atas, saudara tidak setuju dengan konsep Tauhid yang dipegang umat Islam?
~
Salma
# Huda 2014-03-29 00:58
~
Saya rasa staff IDI bicaranya tidak jelas. Tauhid artinya mengakui hanya ada satu Tuhan. Bahkan tatkala Tuhan menciptakan manusia, konsep Tauhid sama sekali tidak terpengaruhi, berubah jadi Trinitas. Dalam kekekalan Tuhan menciptakan makhluk. Dan makhluk diperintahkan untuk memuja Dia yang menciptakan makhluk. Dan konsep ajaran yang dianut makhluk disebut Tauhid.

Sebenarnya 'ketidakmasukak alan konsep Tauhid' adalah sugesti pengkacauan pikiran pembaca oleh staff IDI sendiri. Yang jadi pertanyaan sekarang, teori "tanpa konsep 3 in 1, Allah tuli dan bisu dasar itu dari mana?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 19:51
~
Saudara Huda,

Kami justru bertanya-tanya, adakah kami menyebutkan bahwa Allah tuli dan bisu? Silakan saudara membaca dengan teliti. Dan bila kami ada menyatakan demikian, maka mohon kiranya saudara menunjukkannya kepada kami. Kami dengan senang hati akan mendiskusikan hal itu dengan saudara.

Jelas, yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana Allah dalam kekekalan dapat menunjukkan kasih-Nya bila Ia sendirian dan kesepian? Tentu akan membosankan bila Dia seorang diri, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# widodo 2014-03-30 20:33
~
Sungguh ini adalah topik diskusi yang paling menarik dari semua diskusi dalam forum ini. Alam semesta ini sesungguhnya adalah "wajah" Tuhan itu sendiri. Anda lihat matahari, kalau dianalogikan itu sebagai Tuhan dan sinarnya adalah "kasih sayang"nya. Ia tetap "eksis" memancarkan sinarnya walaupun tanpa keberadaan makhluk di bumi. Makhluknya yang membutuhkan sinarnya.

Sekarang kalau matahari itu ada tiga, dimana yang satu sinarnya memancar kedua yang lainnya dalam "kekekalan"? Bagaimana makhluk di bumi akan menerima sinarnya? Matahari, sinar, dan makhluk itulah yang disebut Al-Quranul Karim. Ia ada dalam satu kekekalan. Mudah-mudahan analogi ini bisa membantu anda untuk memahami konsep Tauhid.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-06 18:56
~
Saudara Widodo,

Tulisan saudara sama dengan artikel kami yang lain. Dan kami telah menanggapi komentar saudara di atas. Silakan saudara membaca tanggapan kami dalam link ini http://tinyurl.com/pjh3yn4 untuk mengetahuinya.
~
Solihin
# nick nurutami 2014-03-31 14:33
~
Kita semua pernah membatin/berbic ara dalam diri kita sendiri baik tentang pertimbangan sesuatu, renungan, pemikiran, dan lain-lain yang tentunya melibatkan tubuh, pikiran, perasaan hati kita. Seolah-olah pikiran berbicara dengan bagian dalam kita, dan semuanya kesatuan dari diri kita yang tak terpisahkan dan masing-masing bereksistensi baik tubuh, pikiran, perasaan dalam batas-batas manusia.

Yang Mahakuasa juga demikian. Sebelum segala sesuatu, Dia Pribadi yang punya pikiran (ide/gagasan), perasaan, dan lain-lain. Dia adalah Roh Suci yang adalah Sang Firman yang dalam satu kesatuan tak terpisahkan dalam hakekat-Nya. Dalam mencipta, tentu Dia berbicara/memba tin/berpikir pada Diri-Nya sendiri apa yang baik, tentu kita tak menganggap Dia jamak, bukan?
# peaceful 2014-04-02 10:31
~
Begini saja, apakah anda setuju seandainya segala ciptaan-Nya baik alam gaib maupun alam kasat mata beserta isi dari kedua alam tersebut (sorga, neraka, Iblis, malaikat, milyaran galaxy, nebula, bintang, planet, juga segala yang ada di dalamnya) tidak menyembah dan memuji-Nya, maka Zat Ilahi tidak akan pernah bertambah atau berkurang dan Dia akan tetap mulia, agung, perkasa, mahakasih (mahasegalanya)?

Jadi, kenapa kita terlalu kerdil untuk mengkotak-kotak an sifat-sifat Sang Pencipta dengan berlandaskan agama? Apapun agama itu pada intinya adalah "total devotion" kepada Sang Pencipta. Islam adalah total devotion. Jadi, kalau ada agama dengan nama di luar nama Islam, itu adalah pemberian nenek moyangnya dimana budaya komunitas itu berada.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-06 18:58
~
Saudara Peaceful,

Semua manusia mengerti bahwa Allah adalah mahakasih. Dan sifat ini telah ada dalam kekekalan, bukan? Sebab Injil menuliskan bahwa “Allah adalah kasih” (Injil, Surat 1 Yohanes 4:8). Bila sifat ini telah ada dalam kekekalan, maka bagaimana Allah menyatakan sifat kasih-Nya sebelum Dia menciptakan dunia dan isinya? Tentu ini menjadi pertanyaan. Dan konsep Tauhid belum dapat menjelaskan ini. Bukankah dengan konsep Tauhid, Allah sendirian dalam kekekalan?

Karena itu, kami tidak mengkotak-kotak kan sifat Sang Pencipta. Adakah tulisan kami mengindikasikan demikian? Justru kami berpikir dan mempertanyakan konsep yang diyakini umat Islam yaitu Tauhid. Tentu terasa janggal bila Allah sendirian dalam kekekalan, bukan?
~
Solihin
# manone 2014-04-03 20:59
~
Trinitas sama dengan tiga Tuhan yang mengatur dunia alam semesta, langit dan bumi. Kita sederhanakan, tiga presiden yang mengatur sebuah negara. Sepertinya tidak ada dan takkan pernah ada.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-06 19:03
~
Saudara Manone,

Untuk mengetahui sebuah konsep, maka kita perlu belajar dari sumbernya. Menurut kami, ini adalah kejujuran intelektual. Karena itu, untuk mengetahui konsep Trinitas, maka saudara perlu mempelajari Injil secara menyeluruh. Dan pertanyaan yang perlu direnungkan adalah benarkah konsep Trinitas mengakui adanya tiga Tuhan?

Trinitas tidak mengakui adanya tiga Tuhan. Trinitas adalah Allah yang esa dalam satu kesatuan yang utuh. Dan konsep Trinitas ini lebih dapat menjawab pertanyaan-pert anyaan tentang Allah dalam kekekalan dibandingkan konsep Tauhid. Bagaimana Allah menyatakan sifat-sifat-Nya dalam kekekalan – sebelum dunia ini diciptakan – dengan konsep Tauhid, menurut saudara?
~
Solihin
# muslimah 2014-04-04 22:17
~
Bismillahirrahmanirahim,

Buat Staff IDI dan Pembaca Semua,

Terkait artikel ini sudah dijawab. Jadi, buat saudara-saudara Muslim tidak perlu buang-buang energi untuk mengomentari wacana ini. Selamat membaca link di atas dan semoga bermanfaat.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-06 19:06
~
Saudara Muslimah,

Kami senang saudara mau menyempatkan waktu memberikan komentar pada situs kami. Tetapi kami terpaksa menghapus link yang saudara berikan, karena itu adalah ketentuan situs kami. Kita dapat berdiskusi panjang lebar mengenai hal ini dan saudara bebas mengambil sumber dari manapun sebagai bahan diskusi, asalkan tidak mencantumkannya dalam situs kami. Kiranya saudara memaklumi hal ini.

Dan kami telah membaca link yang saudara berikan. Setidaknya kami menyimpulkan sebagai berikut. Bahwa Allah memiliki hak eksklusif dalam dalam hal mencipta, mengesakan Allah dan sifat-Nya yang maha segalanya. Tetapi satu pertanyaan mendasar yang belum dijelaskan pada link tersebut adalah bagaimana Allah menyatakan sifat kasih-Nya sebelum dunia diciptakan?
~
Solihin
# bahagia tambunan 2014-04-24 11:57
~
Betul, Tritunggal artinya satu tapi tiga jabatan yang tidak terpisahkan. Yaher, Anak (Yesus), Roh Kudus. Ini ibarat elektronik, di mana roh sama dengan sinyal, sinyal tidak bisa dilihat tapi dirasa ada, handphone adalah wujud casing, tapi senyawa dengan sinyal. demikianlah tentang Tritunggal tadi.
# Hamba Allah 2014-04-25 02:38
~
Saudara IDI,

Saya melihat yang menjadi persoalan utama bagi anda adalah bila Allah itu adalah Tauhid, kepada siapa dia mencurahkan kasih sayangnya. Begitu, bukan? Anda menyebutkan bahwa konsep Trinitas itu adalah Tuhan itu sebenarnya satu tapi dalam bentuk tiga bentuk yang berbeda-beda.

Pertanyaan anda saya balikkan ke anda sendiri. Bila Tuhan Anda dalam tiga wujud yang berbeda tapi pada hakikatnya adalah satu ini, kepada siapa Dia mencurahkan kasih-Nya sebelum ada makhluk lain? Ke wujudnya yang berbeda tadi? Itu artinya sama saja Dia mencurahkan kasih-Nya kepada diri-Nya sendiri, bukan? Kecuali anda memang meyakini bahwa konsep Trinitas itu bahwa sebenarnya adalah konsep yang meyakini ada tiga Tuhan yang berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-25 05:40
~
Saudara Hamba Allah,

Kami mengemukakan hanya salah satu dari kelemahan konsep Tauhid. Apakah saudara sudah membaca dengan teliti artikel di atas? Artikel di atas telah memaparkan banyaknya kelemahan dalam konsep Tauhid. Allah sendirian dan kesepian, Allah tidak memiliki sifat kasih, dan lain sebagainya.

Karena itu, Tritunggal lebih dapat menjelaskan ini. Di dalam kekekalan, Roh Allah mengasihi Bapa dan Kalimat Allah. Kalimat Allah mengasihi Roh Allah dan Bapa. Bapa mengasihi Roh Allah dan Kalimat Allah. Sehingga tiga Pribadi ini selalu berada dalam lingkaran kasih yang kekal.

Sekarang pertanyaan untuk saudara. Bagaimana Allah dalam kekekalan dapat menunjukkan kasih-Nya bila Ia sendirian dan kesepian? Bila kita memberikan gelar Allah mahakasih, maka di dalam kekekalan sifat ini menjadi sifat yang harus dapat ditunjukkan dan tidak bergantung pada makhluk ciptaan-Nya untuk menunjukkan mahakasih-Nya, bukan?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-04-26 19:40
~
Penjelasan akan pendek karena dibatasi limit huruf. Bila di waktu X Budi kafir maka Allah Marah dan Allah tidak bertemu Budi. Di Waktu Y Budi bertobat maka Allah senang dan Allah belum bertemu Budi. Di waktu Z Budi masuk sorga maka Allah bertemu Budi.

Allah di waktu X tidak sama diwaktu Y dan Z. Artinya Allah dibatasi oleh waktu, padahal bukankah waktu itu ciptaan-ya? Allah Kekal, maka tidak ada perbedaan antara X, Ydan Z. Karena kekekalan tidak dipengaruhi/dib atasi Waktu.

Dalam Kristen, Allah Bapa-lah yang berada dalam Kekekalan sedangkan Allah Anak (Sang Firman) bersinergi dengan waktu, menjembatani antara yang Kekal dengan ruang, Jarak dan Waktu. Tanpa Trinitas, maka Tuhan kalah dipecundangi oleh waktu.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-11 22:57
~
Salam Sdr. Berpikir Sehat,

Menarik sekali pemaparan saudara.

Isa Al-Masih pernah berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 8:58 "Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Hal ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih kekal adanya. Dia sudah ada sebelum dunia dijadikan. Bapa, Anak dan Roh satu adanya dalam kekekalan.
~
Salma
# Light 2014-05-06 11:57
~
Pantaskah saudara mengatakan Tuhan adalah sama dengan manusia?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-11 23:02
~
Salam Sdr. Light,

Perrnahkah saudara tahu bahwa Qs 3:45 menuliskan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berarti Allah telah mengambil rupa menjadi manusia?
~
Salma
# andre 2014-05-09 10:01
~
Memahami bahwa kasih Tuhan tidak terbatas sebagai kasih-Nya yang tidak pandang bulu yang rela mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa makhluk-Nya, tentu hal ini akan bertentangan dengan sifat Tuhan yang lain yakni Dia yang maha adil.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 13:36
~
Saudara Andre,

Kami sangat senang untuk menanggapi dan memberikan pandangan terkait komentar saudara. Tetapi karena komentar saudara tidak berhubungan dengan topik di atas, maka kami menyarankan saudara untuk mengunjungi link ini http://tinyurl.com/bo2jxca dan berdiskusi di sana. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-10 07:48
~
Kelemahan lain dari Muslim ialah saat menyambung secara sembarangan antara konsep inkarnasi dengan Trinitas. Padahal ini dua hal yang sangat berbeda. Trinitas sudah ada sebelum Yesus inkarnasi jadi manusia. Tanpa Trinitas, maka dipastikan Tuhan kalah oleh ciptaan-Nya sendiri yaitu waktu. Yang benar-benar belajar menekuni filsafat baik dari Islam atau Kristen harusnya mengerti maksud saya.
# roni 2014-06-06 23:15
~
Apakah Trinitas itu? Trinitas tidak mengajarkan adanya tiga Tuhan, apalagi terdiri Allah, Isa dan Maryam (Qs Al Maidah 73, 116). Ajaran Tritunggal ini tidak lahir dari alam politeisme seperti yang dihadapi Islam, sehingga Al-Quran menegaskan: “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan”.

Kritik Lam yalid wa lam Yulad dalam surah Al-Ikhlas itu, konteks semula ditujukan kepada keyakinan Arab pra-Islam yang menganggap al-Lata, al-Uzza dan Manat sebagai Banat Allah (putri-putri Allah). Kristen muncul dari latar belakang Yahudi yang monoteis, sehingga yang mau dijawab dengan akidah Kristen bukan “keberapaan Allah”, tetapi “kebagaimanaan Allah yang esa”
# fitoriniendah 2014-06-26 22:49
~
Dear Admin,

Allah kami esa, tapi Allah kami punya 99 sifat baik dalam keesaannya, namanya asmaulhusna. Allah maha pengasih. Oleh sebab itu, Ia menciptakan alam dan seisinya, menciptakan Adam dan Hawa. Jika Allah itu esa dan mempunyai tri oknum, bagaimana jika suatu saat ketiga oknum tersebut berbeda pandangan? Menyatukan dua kepala saja sulit, apalagi tiga kepala.

Allah itu maha segala, tanpa siapapun Dia tidak apa-apa. Allah itu tidak pelit dan tidak egois, maka Dia menciptakan kita semua ini. Kalau Allah menampakan diri-Nya, maka Dia tidak adil, karena orang buta tak akan bisa melihat-Nya. Saya awam, tapi saya senang dan bangga memeluk agama Islam.
Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 22:55
~
Saudara Fitoriniendah,

Alangkah lebih bijak bila kita memandang Allah tidak dari sudut pandang manusia. Bila ini kita lakukan dalam menilai Allah, maka pemahaman dan pengertian kita pasti keliru. Jelas Allah yang esa adalah Allah yang tak terbatas sehingga tidak mudah untuk mengertinya. Tetapi bukan berarti Allah tidak pernah menyatakan diri-Nya. Sebab keesaan Allah adalah satu kesatuan yang utuh. Artinya di dalam kekekalan Allah tidak sendirian dan tetap berkomunikasi. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Roger 2014-08-22 07:28
~
Bapa itu kewujudannya tidak ada permulaan dan pengakhirannya, manakala Anak itu ada permulaan, pertengahan dan akhir. Justru itu, Anak melengkapi kewujudan Bapa yang tidak kelihatan kepada kelihatan, sebagai mana wujud secara logika dan releven. bukan begitu?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 11:21
~
Salam Sdr. Roger,

Terimakasih untuk pemaparan saudara. Kemahakuasaan Allah dapat terlihat melalui Pribadi Isa Al-Masih. Allah merendahkan diri mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia. Itulah kehebatan yang dilakukan Allah. Dan lagi, dalam tubuh manusia-Nya, Dia tetap kudus, suci tanpa dosa. Sangat berbeda dengan ketauhidan dalam konsep Muslim.
~
Salma
# Rosid 2014-08-31 08:20
~
Anda sering mengatakan hendaknya kita tidak memaknai Allah dari sudut pandang manusia, tapi Anda sendiri mensifati Allah dengan sifat-sifat manusia (butuh komunikasi, kasih, kesepian, dan lain-lain). Bukankah pernyataan Anda sendiri mengandung kontradiksi?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 21:57
~
Saudara Rosid,

Terimakasih untuk komentar saudara. Maaf, bila pertanyaan saudara terpaksa kami hapus karena tidak sesuai dengan artikel di atas.

Kembali ke topik. Menurut kami, tidak ada yang kontradiksi. Cara memandang Allah dan sifat Allah adalah dua hal berbeda. Komunikasi, kasih, dan lain-lain bukankah dilakukan Allah? Dan bukankah itu sifat Allah? Bila Allah tidak berkomunikasi, maka bagaimana Dia menyampaikan firman-Nya? Bila Allah tidak mengasihi, bagaimana saudara dapat menyebut-Nya Pengasih dan Penyayang? Jadi, tidak ada yang kontradiksi.
~
Solihin
# Reni Pebriyani 2014-08-31 18:25
~
1. Kenapa admin membandingkan Tuhan dengan sifat manusia yang relatif? Kalau manusia sendiri kemudian bosan itu wajar. Kalau Tuhan bosan? Apa itu Tuhan?
2. Mengapa sifat kasih Tuhan harus disamakan dengan sifat kasih manusia? Sifat kasih ibu dan anak saja sudah beda apalagi Tuhan pada manusia?
3. Haruskah Tuhan berkomunikasi? Jika Tuhan dalam kesendiriannya haus untuk berkomunikasi. Bukankah konsep Ketuhanannya dipertanyakan?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 22:04
~
Saudara Reni,

Terimakasih untuk komentar saudara. Maaf, bila sebagian komentar saudara terpaksa kami hapus karena tidak sesuai dengan artikel di atas.

Kembali ke topik. Artikel di atas mencoba membandingkan dan menjawab tentang ketauhidan. Dan penulis telah menunjukkan kelemahan-kelem ahan tauhid itu. Jelas, Tuhan harus berkomunikasi. Tuhan pun harus menunjukkan sifat kasih-Nya dalam kekekalan. Bagaimana dengan konsep tauhid? Bukankah Allah menjadi bisu dan sepi karena tidak berkomunikasi dan tidak dapat menyatakan kasih-Nya? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# asionga 2014-09-06 21:10
~
Dalam Al-Quran atau aqidah Islam, Allah memperkenalkan dirinya mempunyai sifat wajib dan sifat mustahil. Bagi Muslim paling tidak wajib mengetahui minimal 20 sifat wajib bagi Tuhan, dan 20 sifat mustahil bagi Tuhan.

Sifat wajib: Tuhan wajib maha kuasa, Tuhan wajib maha hidup, Tuhan wajib maha mengetahui, Tuhan wajib maha pengasih, wajib maha mendengar, dan seterusnya. Sifat mustahuil bagi Tuhan: Tuhan mustahil menyerupai makhluknya, Tuhan mustahil mati, Tuhan mustahil bodoh, Tuhan mustahil tuli, dan seterusnya.

Sekarang masalahnya bukan mampu atau tidak mampunya. Jika Tuhan menyerupai apapun, termasuk menyerupai manusia, tetapi yang menjadi masalah adalah: karena Tuhan mempunyai sifat mustahil menyerupai makhluk, maka Tuhan mustahil menyerupai manusia.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-10 23:12
~
Saudara Asionga,

Terimakasih untuk penjelasan saudara. Membaca tulisan saudara tampaknya saudara sedang membatasi Allah dengan sifat mustahil yang saudara sampaikan. Tetapi jelas konsep Tauhid memiliki kelemahan. Allah di dalam kekekalan berada sendirian dan tidak berkomunikasi serta tidak dapat menyatakan kasih-Nya. Jelas, ini sukar dimengerti, bukan?

Bila Allah dalam kekekalan saja tidak dapat menyatakan kasih-Nya, maka bagaimana kita dapat mengerti bahwa Allah benar-benar maha kasih? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# asionga 2014-09-11 19:01
~
Tuhan Islam tidak membutuhkan/ber gantung pada apapun. Agar dimengerti dan dapat menyatakan kasihnya Tuhan Islam cukup dengan wahyu dan nabi. Tidak perlu menjelma jadi makhluk. Tuhan Islam seperti Tuhan nabi terdahulu. Tuhan Islam menyatakan kasihnya cukup dengan tanda-tanda ciptaannya serta anugerah yang tidak dapat dihitung oleh manusia, diantaranya: bernafas/oksige n gratis, ginjal masih sehat tidak perlu bayar cuci darah, buang hajat lancar, waras, dsb.

Hanya karena Islam mengajarkan Tuhannya, mustahil beranak, mustahil bodo, tuli, mati, menyerupai makhluk dsb yang negatif-negatif . Lalu datanglah ajaran Kristen mengajarkan Tuhan tidak terbatas, sehingga Tuhan Kristen tidak mustahil jadi apapun termasuk kemungkinan: Tuhan Kristen jadi Tuhan beranak- tuli- bodo-mencuri-ds b. Bahkan ada kemungkinan menyerupai setan atau binatang-binata ng.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 22:27
~
Salam Sdr. Asionga,

Tidakkah pernah saudara sadari bahwa Allah dalam ajaran Islam adalah Allah yang tidak dapat berbuat apa-apa? Allah yang tidak berkuasa melakukan sesuatu bagi umatnya.

Dan lagi seperti bahasan dalam artikel di atas Dalam abad ke-sembilan Imam Hanbal dianiaya oleh orang Islam lain karena ia mengatakan bahwa Al-Quran kekal. Akhirnya pihak Imam Hanbal menang. Pada umumnya orang Islam setuju dengan Iman Hanbal dan juga Imam Shaafi’ee yang berkata, “Al-Quran tidak diciptakan Allah”. “Siapa yang mengatakan Al-Quran diciptakan adalah orang kafir.” (Ash-Shariah) Sering dikutip ayat ini sebagai bukti “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh (batu tulisan abadi)”. (QS Al-Buruj, 85:21-22)

Tidakkah ini seharusnya menjadi sesuatu yang perlu saudara carikebenaranny a. Atau memang iman umat Muslim sudah mati sehingga tidak perlu diselidiki, benarkah umat Muslim menyembah Allah yang benar?
~
Salma
# bhaktisuar 2014-09-17 20:27
konsep trinitas mengatasi masalah orang tidak sembahyang ke kuburan?? bagi saya Salib adalah sebuah kuburan berupa kayu berpalang tempat orang mati...disalib. jadi runitas sembahyang pada kuburan itu ada dalam konsep trinitas karena tuhannya juga mati di kuburan salib itu.
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com