Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Ketuhanan Isa Al-Masih Berdasarkan Alkitab dan Al-Quran

Ketuhanan Isa Mari kita mempelajari dan meneliti tentang Ketuhanan Isa Al-Masih berdasarkan Alkitab dan yang dinyatakan dalam Al-Quran. Al-Quran mengenal martabat dan sifat-sifat Isa yang menempatkan Dia lebih tinggi dari semua manusia. Sifat-sifat itu telah diwujudkan dalam gaya hidup dan perilaku maupun dalam khotbah dan pribadiNya. Jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang disebut dalam Al-Quran baik para nabi maupun rasul termasuk Muhammad sendiri, maka kita tidak akan menemukan satupun dari sifat-sifat istimewa yang diberikan kepada Isa ini di dalam hidup mereka. Seperti proses kelahirannya yang ajaib yaitu lahir dari seorang Perawan (Sura 19:16-34; 3:47; Injil, Matius 1:23),

Isa Al-Masih menyatakan kekekalan-Nya

Juga di dalam Alktab Isa sendiri telah mengatakan bahwa “Aku (Isa) sudah ada sebelum Abraham” (Injil, Rasul Yohanes 8:54-59), artinya Isa kekal. Isa menerima pengakuan Rasul Petrus, bahwa Isa adalah ‘Anak Allah’ ( Injil, Matius 16:13-17). Bukan berarti anak secara jasmani tetapi dalam arti kiasan, Anak Allah artinya sama dengan Firman Allah atau Kalimat Allah (Injil, Sura Ibrani 1:1-3). Seperti dalam Al-Quran hanya Isa saja yang diberi gelar “Kalimat Allah”(Sura 3:35, 39; 4:171).

Isa Al-Masih suci dan dapat mengampuni dosa

Hanya Allah dapat mengampuni dosa. Dalam Alkitab mengatakan Isa berkuasa mengampuni dosa (Injil, Markus 2:5-12). Ia datang ke dunia untuk mencari orang yang berdosa dan memberi keselamatan kepada orang yang percaya kepadaNya. Isa Al-Masih mengatakan bahwa Ia turun dari surga dan sudah ada sebelum dunia ada. Dari pernyataan ini kita dapat mengetahui bahwa Isa adalah Allah, karena hanya Allah-lah yang berasal dari surga dan sudah ada sebelum segala sesuatu ada karena Allah adalah kekal (Injil, Rasul Yohanes 3:13; 17:5). Dalam Al-Quran dinyatakan bahwa Isa disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (19:19) - bandingkan dengan Adam yang berdosa, Sura 7:22,23; Abraham minta dosanya diampuni, Sura 26:82; Musa minta dosanya diampuni, Sura 28:16; Yunus berdosa, Sura 37:42; Muhammad minta diampuni, Sura 47:19; 48:2 - artinya hanya Isa saja yang tanpa dosa dan karena itu Isa tak perlu minta pengampunan. Isa adalah perantara yang dekat dengan Allah (Surat Ali Imran 45) dan hanya Isa saja sekarang sudah pasti berada di sorga ( Sura 3:55).

Isa Al-Masih tidak menolak penyembahan

Melalui penerimaan penyembahan. Isa disembah sebagai Allah. Ia tidak menolak penyembahan terhadap diriNya,  karena memang satu-satunya yang layak disembah adalah Allah.Waktu masih bayi Isa sudah disembah (Injil, Matius 2:11). Ketika Dia membuat suatu pengakuan atau mujizat-mujizat ada orang yang menyembah Dia dan Dia tidak pernah menolak atau menghalangi orang yang menyembah-Nya (Injil, Matius 14:33; 28:9).

Isa Al-Masih berkuasa mencipta dan maha tahu

Melalui sifat-sifat Ilahi dan otoritas-Nya. Isa sebagai pencipta. Kalimat Allah mempunyai kuasa untuk menciptakan dan memberi hidup. Isa adalah pencipta segala sesuatu (Injil, Rasul Yohanes 1:1-3; Sura Kolose 1:16; Sura Efesus 3:9). Allah adalah Firman Pencipta, jadi Kalimat Allah adalah satu pribadi dengan Allah. Di dalam Al-Quran dikatakan Isa menciptakan burung dari tanah (Sura Al-Maidah 110), tetapi hal ini tidak dinyatakan dalam Alkitab.

Isa mengetahui semua orang sampai kedalaman hatinya, karena manusia diciptakan oleh Dia dan sudah dipersiapkan sebelum kelahirannya. Isa Maha Tahu (Injil, Rasul Yohanes 1:47-48; Matius 9:3-4). Isa menjelaskan tanda-tanda kesudahan dunia (Injil, Matius 24:3-33). Keistimewaan inipun dalam Al-quran dinyatakan yaitu Isa memberi pengetahuan tentang hari khiamat (Sura 43:61), Isa dijadikan oleh Allah “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami”(Sura 19:21).

Isa Al-Masih mempunyai kuasa Ilahi

Dikatakan juga bahwa Isa Maha Kuasa (Injil, Kisah Para Rasul 3:6). Mujizat-mujizatNya menguatkan kebenaran ini. Memang diakui bahwa ada nabi-nabi lain yang juga melakukan mujizat, tetapi mereka melakukannya dengan memohon kuasa Allah melalui doa. Tetapi Isa tidak, Ia melakukan ini karena sifat keilahianNya berkuasa melakukan mujizat. Juga perlu dinyatakan di sini bahwa murid-murid Isa melakukan berbagai mujizat dalam nama Isa Al-Masih. Mujizat-mujizat Isa ( Sura 3:39; 5:114).

Isa Al-Masih akan menghakimi segala bangsa

Isa akan menghakimi segala bangsa (Injil, Rasul Yohanes 5:22-23b). Ia akan datang kembali sebagai hakim pada hari kiamat  (Sura 43:69). Isa akan membangkitkan semua orang yang mati (Injil, Rasul Yohanes 6:40). Setiap orang yang percaya kepadaNya akan diberi hidup yang kekal.  Dan karena hanya Allah yang bisa memberikan hidup kekal,  jadi Isa tidak lain adalah Allah itu sendiri.

Injil menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya seorang manusia biasa, juga dinyatakan dalam Al-Quran. Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia, datang ke dunia untuk membebaskan kita dari dosa, neraka, dan iblis.  Isa Al-Masih walaupun memiliki sifat Allah, tidak mempertahankan hal tersebut, tetapi sebaliknya Dia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Injil, Sura Filipi 2:6-7).

(Daniar Rayta)

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# hamba Allah 2011-08-24 12:11
*
Untuk admin: anda mengatakan bahwa Isa adalah terlepas dari segala salah dan dosa serta berkuasa mengampuni dosa.

Lalu mengapa Isa juga berdoa/meminta ampun kepada Tuhan: "Dan ampunilah kiranya kami(yesus) segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami (Matius pasal 6 ayat 12)
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 16:32
~
Saudara Hamba Allah,

Supaya saudara lebih jelas, berikut ini kami kutip ayat sebenarnya "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami" (Injil, Rasul Besar Matius 6:12)

Atas dasar apakah saudara menambahkan kata "Yesus" dalam kurung setelah kata "kami" di atas? Apakah ayat-ayat Al-Quran demikian, dapat diartikan sesuka hati?

Untuk mengetahui makna dari ayat tersebut, perhatikanlah terlebih dahulu ayat berikut ini, "Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian:..." (Injil, Rasul Besar Matius 6:8-9)

Saudara Hamba Allah, kutipan ayat yang saudara cantumkan hanyalah penggalan ayat yang diajarkan oleh Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya, bagaimana seharusnya mereka berdoa.

Dan itu bukanlah doa yang dipanjatkan oleh Isa Al-Masih kepada Allah agar Allah mengampuni dosa-dosa-Nya, sebab Isa Al-Masih adalah satu-satunya Pribadi yang suci, dan Al-Quran pun mengatakan demikian.
~
SO
# simon nasu 2012-07-05 13:14
*
Teman saya seorang Muslim, saya membicarakan Al-Quran dan bertanya tentang isi Al-Quran yang jelas-jelas menyatakan Isa Al-Masih itu suci, Roh Allah, Kalimat Allah, Firman Allah, seperti yang ada dalam Al-Quran.

Anehnya, temanku itu tiba-tiba marah, dan bilang saya lancang. Saya tanya kenapa kamu marah? Dimana kelancangan saya? Temanku tidak mau menjawab. Itulah Muslim! Kalau ditanya tentang Al-Quran marah, tapi mereka boleh mengatakan Alkitab itu palsu dan lain sebagainya. Aneh bukan!
# islamthis 2012-10-17 12:46
*
Matius 21:9 “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa Yesus minta umat-Nya untuk mendoakan. Salah satunya, supaya dosa-Nya dihapus Tuhan, dalam berkat dan rahmat Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-24 13:15
~
Untuk mengerti maksud ayat di atas, terlebih dahulu kita harus mengetahui arti kata “hosana.” Salah satu arti kata ini adalah pujian atau sanjungan.

Sehingga maksud kalimat “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:9) ini, menyatakan sukacita dan pujian kepada Tuhan. Isa Al-Masih ketika memasuki kota Yerusalem, dielu-elukan orang dengan kata “Hosana!”

Orang banyak juga melambai-lambai kan dahan palem dan meneriakkan “Hosana!” untuk mengucapkan selamat datang bagi Isa Al-Masih. Tanggapan yang spontan ini menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Allah, “Hosana bagi Anak Daud.”

Umat Krtisten pada saat melakukan ibadah sering mengucapkan kata “Hosana.” Bahkan ketika memuji Tuhan mereka juga sering mengatakan “Hosana bagi Tuhan.”
~
SL
# islamthis 2012-11-07 15:26
*
Anda salah tangkap, dalam ayat itu, ada kata “diberkatilah Dia”.

Kata “diberkati” artinya Yesus minta didoakan oleh manusia supaya Yesus “diberkati” oleh Tuhan. Intinya, Yesus minat diberkati, minta didoakan supaya diberkati oleh Tuhan. Bukan kata “Hosana”nya.

Kalau Yesus minta didoakan supaya diberkati, maka bukankah itu berarti Yesus tidak diberkati?
Dear staf Isa dan Islam,..
...
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 10:51
~
Saudaraku, perhatikan ayat ini “Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" (Injil, Rasul Besar Matius 21:8-9).

Perhatikanlah dua ayat diatas. Perkataan “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan...” bukan suatu ucapan doa melainkan ungkapan sukacita sorak-sorai memuji-muji Isa Al-Masih. Pada ayat ke-delapan, orang banyak menyambut Isa Al-Masih bak Raja yang pulang dari kemenangan perang dan ayat ke-sembilan adalah ekspresi kesukaan.

Kedua ayat diatas tidak membutuhkan penafsiran melebar menjadi doa bagi Isa Al-Masih karena Isa Al-Masih tidak pernah minta didoakan oleh manusia. Pahamilah ayat-ayat tersebut sebagaimana dimaksudkan.
~
NN
# Lambert 2012-11-12 15:58
*
Sdr. Islamthis,

Bacalah ayat ini:

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias” (Injil, Rasul Matius 16:13-20

Pada dasarnya banyak orang zaman dahulu tidak tau dan sampai sekarang siapa Yesus itu, seperti halnya anda.
# Lambert 2012-11-12 17:04
*
Untuk semua saudaraku,

Telah ada sebelum kamu dan bukan hanya saat ini saja, bahkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pun menghujat, mencari kesalahan, membunuh dan menertawakan Yesus. Seperti:

“Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" (Injil, Lukas 5:21)

“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia” (Injil, Lukas 6:7)

“berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia" (Injil, Matius 9:24)

Jadi benar apabila hingga saat ini pun banyak orang-orang yang tidak mengenal Yesus. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Injil, Lukas 23:34).
# Islamthis 2012-11-13 12:07
*
Kepada Lambert dan staf Isa dan Islam,

Saya harap anda semua tidak berkilah. Sudah jelas bahwa ayat itu menulis bahwa Yesus minta didoakan keberkatan. Bukankah itu berarti Yesus tidak dalam keadaan diberkati oleh Tuhan?

Dia juga minta didoakan oleh manusia/pengiku tnya. Bukankah ini indikasi bahwa Yesus bukan Tuhan? Kalau Yesus adalah Tuhan, seharusnya Dia sudah dapat menjamin keberkatan dan keselamatan diri-Nya sendiri, tanpa minta didoakan berkat oleh orang lain.

Harap diperhatikan dengan seksama, karena ini adalah masalah keselamatan di akhirat.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 17:21
~
Saudara Islamthis,

Dalam hal ini kami tidak berkilah. Tetapi kami hanya menyampaikan kepada saudara kebenaran yang memang sebenar-benarny a. Kami mengatakan demikian karena sebelumnya kami telah beberapa kami membaca dan mempelajari ayat tersebut. Juga kami telah berkali-kali membaca Injil yang menjelaskan secara jelas tentang Pribasi Yesus. Itulah sebabnya kami dapat dengan yakin mengatakan kepada saudara bahwa Yesus tidak pernah minta didoakan atau minta diberkati seperti yang dilakukan oleh umat Muslim terhadap nabi mereka.

Bila saudara hanya terpaku pada ayat atau kata tersebut, jelas saudara tidak akan pernah mengerti atau memahami penjelasan dari kami. Untuk itu, sebaiknya saudara terlebih dahulu membaca dan mempelajari isi Injil secara keseluruhan. Dengan demikian saudara pun akan mengerti dengan penjelasan kami, dan saudara tidak akan berkata bahwa kami hanya berkilah.

Selamat mencari kebenaran sejati dan kiranya Allah memberi hidayah-Nya bagi saudara.
~
SO
# bambungsuwung 2012-12-11 14:21
*
Duluan siapa Bapa atau Aku?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-12 15:40
~
Saudara Bambungsuwung,

Perhatikanlah ayat ini: “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Yesus berkata bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Satu berarti tunggal. Tidak ada dua atau nol.

"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Injil, Kitab Wahyi 1:8)

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Yesus. “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyi 22:13).

Karena Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu, maka keduanya adalah sama-sama kekal. Tidak ada yang pertama atau yang terakhir.
~
SO
# imelda 2013-01-30 21:13
*
Setiap bayi yang lahir dari hubungan yang halal itu suci, hanya Kristen saja yang bilang bayi itu berdosa.

Tunjukkan Injil yangdi keluarkan atau yang ditulis sekitar tahun 100 atau 325 masehi baru anda samakan isinya dengan Injil saat ini. Bila isinya sama baru kita akui bila Injil yang ada pada umat Kristen itu Injil injil yang asli. Kalau kitab palsu buat apa dijadikan bahan reverensi untuk berdebat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 12:14
~
Setiap bayi memang belum berdosa, karena bayi belum bisa melakukan hal-hal yang melarang ketetapan Allah. Tapi saudara juga perlu ingat, bahwa dalam diri bayi tersebut sudah ada sifat/watak untuk berdosa yang diturunkan dari DNA orang tuanya.

Itulah yang disebut dalam iman kekristenan bahwa setiap manusia, termasuk bayi tidak suci. Dalam artian bahwa dalam diri setiap orang terdapat sifat/watak pendosa.

Saudara Imelda, kami tidak perlu menunjukkan kepada saudara mana yang asli dan mana yang palsu. Sebaiknya pertanyaan ini saudara tujukan kepada umat Muslim lainnya. Bukankah umat Muslim yang mengatakan bahwa ada Injil palsu? Dan menurut kami, inilah salah satu kelemahan dari Al-Quran. Dia mengatakan isi Injil sudah dirubah, tetapi dia juga yang membenarkan isi Injil.

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46)
~
SO
# Abdullah 2013-02-01 12:26
*
Staf Isa dan Islam,

Anda berbohong, karena tak ada satu ayat Al-Quran pun yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, yang ada hanyalah sebagai utusan.

Isa Al-Masih dan Yesus Kristus adalah dua pribadi yang berbeda. Ini buktinya:
1. Yesus silsilah Daud, anak biologis Maria dan Yusuf, Dia lahir di kandang.

2. Isa Al-Masih adalah silsilah Imran, anak Siti Maryam, Dia lahir ajaib tanpa ayah dan dilahirkan di bawah pohon kurma.

3. Yesus tak dapat membuat burung dari tanah, sedangkan Isa Al-Masih dapat melakukannya.

4. Yesus hanya membangkitkan orang mati, sedangkan Isa dapat menghidupkan orang mati.

5. Yesus mati di kayu salib, sedangkan Isa tidak dan diangkat langsung ke surga.

Jadi, yang hanya dapat menjadi juru selamat hanyalah Isa Al-Masih dan Injilnya, bukan Yesus dan Biblenya. Karena Yesus sendiri tak dapat menyelamatkan dirinya saat disalib tentara Romawi.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 17:05
~
Saudara Abdullah,

Mari kita melihat masalah yang saudara jabarkan di atas secara logika. Menurut saudara, manakah yang lebih pantas untuk dipercaya, informasi dari seseorang yang melihat langsung kejadian tersebut, atau informasi dari seseorang yang tidak melihat bahkan belum lahir disaat kejadian sedang terjadi?

Contohnya: Pada suatu hari saya, saudara, dan seorang prajurit yang hidup di zaman penjajahan berbincang-binc ang. Kita bertiga berbicara tentang penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Manakah yang lebih saudara percaya, cerita saya yang nota-bene lahir puluhan tahun setelah Indonesia merdeka, atau cerita dari prajurit itu yang hidup dan merasakan bagaimana penjajahan itu terjadi?

Bukankah saudara lebih mempercayai perkataan prajurit tersebut?

Demikian juga halnya tentang Isa Al-Masih atau Yesus Kristus. Seluruh dunia percaya bahwa Isa Al-Masih lahir di kandang domba, hanya Muhammad yang mengatakan Dia lahir di bawah pohon kurma.

Saudara Abdullah, sekali lagi kami katakan, jangan mengeraskan hati saudara dari kebenaran yang ada. Selagi saudara ada kesempatan, terimalah jaminan keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih. Bukankah saudara sendiri percaya bahwa Isa Al-Masih dan Injil-Nya adalah Juruselamat.

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28)
~
SO
# islamthis 2013-02-01 14:30
*
Dear staf Isa dan Islam,

Menanggapi sanggahan Anda atas komen saya; saya kutip kembali. Sudah jelas Anda semua berkilah masalah ketuhanan Al-Masih ini. Mengapa Anda masih juga tidak mengaku? Sudah jelas Jesus minta didoakan berkat oleh umat manusia.

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Menurut Anda, ayat Matius di atas mengandung arti apa, kalau bukan bahwa Al-Masih minta didoakan berkat? Bahkan di dalam ayat tersebut, Al-Masih bukan saja minta didoakan berkat, namun malah memaksa dan mengancam supaya didoakan berkat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-04 15:03
~
Saudara Islamthis,

Mengenai ketuhanan Isa Al-Masih, kami tidak berkilah. Kami menyampaikan sesuai dengan apa yang tertulis dalam Alkitab.

Mengenai ayat yang saudara katakan. Pertama, jelas ayat dari Matius 23:39 yang saudara kutip bukanlah doa seperti yang saudara sampaikan.

Kedua, dalam mengartikan ayat tersebut saudara jangan melupakan konteksnya. Pada perikop sebelumnya dikatakan “Keluhan [Yesus] Terhadap Yerusalam”

Perhatikan ayat ini: "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" (Injil, Rasul Besar Matius 23:37-39).

Ini adalah peringatan dari Yesus kepada Yerusalam, akan kehancuran Yerusalam karena menolak nabi Allah termasuk Yesus Kristus. Dan Yesus mengatakan, bahwa mereka tidak akan pernah melihat Yesus sampai mereka menerima dan mengakui Dia sebagai Pribadi yang datang dalam nama Tuhan.

Yesus tidak pernah minta didoakan, sehingga orang Kristen tidak mempunyai doa shalawat nabi seperti yang dimiliki umat Muslim bagi nabi mereka. Karena Yesus Kristus adalah Sang Pembawa Keselamatan.

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)
~
SO
# Islamthis 2013-02-06 09:33
*
Perhatikan ayat ini: "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" (Matius 23:37-39).

Sudah jelas ayat di atas mengindikasikan bahwa Yesus minta didoakan berkat. Kalau Yesus tidak pernah minta didoakan berkat, mengapa Yesus sampai berkata demikian di dalam Injil?

Dan apakah Yesus tidak bisa menyusun kata-kata yang lain supaya tidak terkesan bahwa Dia minta didoakan berkat? Bukankah Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa? Bukankah masih banyak kata-kata lain yang bisa dipergunakan?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-08 16:30
~
Saudara Islamthis,

Saudara sebaiknya memahami konteks Alkitab. Pujian ini :“Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan” disebut juga doksologi, kalimat itu adalah suatu pujian bukan mengindikasikan Isa Al-Masih bermohon agar didoakan.

Isa Al-Masih mengatakan kalimat itu sebagai nubuatan dan juga sindiran kepada umat Israel yang tidak percaya kepada-Nya saat itu. Maksud Isa Al-Masih ialah kelak orang Israel akan percaya dan sadar bahwa Isa Al-Masih adalah benar jalan keselamatan. Ketika itulah mereka mengakui dan memuji Isa Al-Masih dengan suatu doksologi “ Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”

Doksologi terdapat hampir diseluruh Alkitab. Ia merupakan pujian manusia kepada Allah.

Isa Al-Masih tidak pernah meminta agar didoakan. Dalam hadis Bukhari jilid 3 ayat 1493 "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam"

Isa Al-Masih yang adalah suci tidak mungkin meminta doa dari umat manusia, nabi sekalipun, yang sudah tidak suci.
~
NN
# Islamthis 2013-02-12 16:10
*
Dear staff Isa dan Islam,

Kalau kita berkata “Oh Tuhan Bapa, berkatilah Almasih yang datang di dalam namaMu.....” maka bukankah hal tersebut merupakan doa kepada Tuhan supaya Almasih diberkati oleh Tuhan Bapa? Dan bukankah itu berarti Almasih belum terjamin diberkati – sehingga harus didoakan oleh umat?

Anda jangan lagi berkilah. Doksologi adalah ‘tambahan’ yang berasal dari luar Alkitab. Pertama dikarang oleh orang anglikan. Jadi, asli dari Injil tidak mengandung doksologi. Dengan demikian penggalan ayat tersebut bukanlah doksologi, melainkan kata-kata Almasih sendiri.

Terlarang bagi Kristen untuk kutip-kutip ajaran Islam jika tujuannya untuk mendukung ketuhan Almasih – karena logikanya di mana? Jika Muhammad memang mendukung ketuhanan Almasih maka mengapa Muhammad dan para sahabatnya tidak ibadah ke Gereja?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-08 14:00
~
Saudara Islamthis,

Dari penjelasan-penj elasan di atas, kami sudah menjelaskan kepada saudara bahwa orang Kristen atau pengikut Yesus tidak pernah diperintahkan untuk mendoakan Yesus.

Tetapi, karena saudara bersikukuh bahwa maksud dari kalimat tersebut adalah mendoakan Yesus, sekarang kami ingin bertanya kepada saudara. Apakah saudara pernah membaca dalam Alkitab/Injil ayat yang memerintahkan orang Kristen, malaikat, bahkan Allah mendoakan/bersh alawat bagi Yesus/Isa Al-Masih?

Berbeda halnya dengan Muhammad, Al-Quran secara jelas memerintahkan bahwa orang Islam – seumur hidup mereka – harus mendoakan Muhammad.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam "Penghormatan" kepadanya” (Qs 33:56)
~
SO
# moer 2013-02-17 11:53
*
To: Islamthis.

Mathew 23:39 “For I declare to you, you will not see Me again until you say, Blessed is He Who comes in the name of the Lord!”

bandingkan

Gen 9:26 “He also said, Blessed be the Lord, the God of Shem! And blessed by the Lord my God be Shem! And let Canaan be his servant.”

Gen 14:20 “And blessed, praised, and glorified be God Most High, Who has given your foes into your hand! And [Abram] gave him a tenth of all”

Gen 24:27 “And said, Blessed be the Lord, the God of my master Abraham, Who has not left my master bereft and destitute of His loving-kindness and steadfastness. As for me, going on the way [of obedience and faith] the Lord led me to the house of my master's kinsmen.”

Ini menunjukkan bahwa sejak jaman sebelum Yesus, frasa blessed tidak berarti mendoakan dan tidak menurunkan derajat Allah Abraham

Tuhan memberkati
# moer 2013-03-02 01:07
*
To: Islamthis.

1. Yesus bukan dibuat dari Firman, tapi Yesus adalah Firman itu sendiri

2. Yesus tidak pernah minta didoakan!

Matius 23:37-39 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

Ayat ini menceritakan tentang tentang keluhan Yesus melihat kejahatan orang-orang Yerusalem yang menolak utusan Allah. Kalau anda menganggap Yesus minta didoakan jadi nggak nyambung jalan ceritanya ya.
# Mustamar.Sutan 2013-04-05 07:13
*
Pernyataan dalam artikel sangat bertentang dengan pernyataan staf IDI yang mengakui Tuhan Esa pada jawaban artikel sebelumnya.

Kalau Isa lebih dahulu dari Ibrahim kenapa dalam silsilahnya di Injil dari ibrahim seterusnya ke Daud, Yoseph ayah-Nya Yesus bagaimana merangkannya?

Mujizat adalah perbuatan Allah yang berbeda dari sunahtulah umum, hanya diberikan kepada nabi dan berlaku hanya untuk nabi tersebut seperi nabi musa membelah laut, tidak diulang Yesus. Jadi mukjizat bukan tanda Tuhan.

Yesus tidak berdosa? Bagaimana dengan "dogma dosa turunan", artinya Isa juga sudah berdosa sehingga menyebabkan dogma "penyaliban" bukan?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-10 21:21
~
Saudara Sutan,

Isa Al-Masih sendiri yang berkata bahwa Dia sudah sebelum Ibrahim. Pernyataan apa ini. Apakah Isa Al-Masih bergurau. Tentu tidak. Bukankah kitab suci saudara berkata Isa Al-Masih adalah yang terkemuka di dunia dan akhirat? Hal ini menunjukan keilahian Isa Al-Masih. Jadi benar Isa Al-Masih sudah ada sebelum Ibrahim ada.

Tidak habis-habisnya misteri Isa Al-Masih jika kita mau menggalinya. Jika ia manusia biasa tidak akan mungkin misterinya sedashyat itu.
~
NN
# Child of The Truth 2013-04-15 23:32
*
Saudara Mustamar,

Pernyataan “Yesus lebih dulu ada daripada Abraham” merupakan representasi dari eksistensi-Nya sebagai Firman Allah. "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia" (Injil Yohanes 1:1-4)

Silsilah-Nya berdasarkan garis keturunan menunjukkan eksistensi sebagai manusia. Sebagaimana manusia lainnya, pastilah memiliki garis keturunan. Dalam Perjanjian Lama telah dinubuatkan akan datang Raja dari keturunan Daud.

Kristen melihat mujizat sebagai anugerah yang datang dari Tuhan, yang tidak dapat diterima logika manusia. Meskipun Yesus tidak membelah laut, tapi Dia banyak melakukan mukjizat diluar nalar manusia. Seperti: Menghidupkan orang mati, mencelikkan mata orang buta. Seorang Kristen yang hidupnya benar dihadapan Tuhan, juga dapat melakukan mukjizat seperti ini. Mukjizat adalah tanda, bahwa kuasa Tuhan itu benar adanya.

Pemahaman akan Karya Keselamatan dalam penyaliban Yesus, hanya dapat dipahami, ketika memiliki Roh Kudus dalam hatinya. Allah (Bapa), Firman Allah (Yesus/Anak), dan Roh Allah (Roh Kudus) adalah Esa. Pernyataan Bapa dan Anak untuk menunjukkan relasi yang erat antara Allah dan Sang Firman Allah. Bukan berarti Yesus diperanakkan seperti yang dilogikakan secara biologis. Adalah sesat adanya jika mengatakan Kristen memiliki tiga allah. Setiap orang akan dihakimi sesuai perbuatannya.
# yevi 2013-05-22 08:51
*
Yesus dilahirkan oleh manusia bernama Maryam wanita suci. Berarti Yesus itu manusia. Andaikata mau menuhankan manusia, lebih baik Maria saja yang dijadikan Tuhan, karena sudah melahirkan anak Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-24 10:18
~
Saudara Yevi,

Kami tidak pernah mengangkat manusia menjadi Tuhan. Apakah menurut saudara ada ajaran yang mengangkat manusia lain menjadi Tuhan atas dirinya sendiri? Kekristenan tidak pernah mengajarkan pengajaran yang sesat seperti itu.

Yesus ketika dalam kekekalan-Nya, Dia adalah Tuhan. Ketika Kalimat Allah tersebut datang ke dunia melalui proses dilahir oleh Maria, Dia dipanggil dengan nama Yesus atau Isa Al-Masih (baca di Qs 3:45)

Bukti bahwa Yesus adalah Kalimat Allah yang akan datang ke dunia, adalah nubuat dari seorang nabi yang disampaikan ratusan tahun sebelum Yesus datang. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5).

Juga pengakuan Yesus sendiri tentang diri-Nya, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13)

Untuk mengerti bagaimana Kalimat Allah dapat menjadi manusia, saudara harus mengerti dengan Konsep Tritunggal Allah. Untuk itu, silakan saudara membaca penjelasan kami di artikel ini: http://tinyurl.com/q4qf9e2.
~
SO
# yudas 2013-05-23 22:17
*
To: Admin,

Anda berpendapat bahwa Yesus bersih dari dosa, dapat melakukan mukjizat dan karena itulah Dia disebut Tuhan.

Coba bandingkan dengan Musa. Musa suci dari dosa, juga dapat melakukan mukjizat, contoh membelah laut. Dalam konteks ini, bukankah Musa juga pantas disebut Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-25 06:10
~
Saudara Yudas,

Orang Kristen mengimani Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia, bukan semata-mata karena kitab suci mengatakan Dia suci dan dapat melakukan mujizat. Banyak alasan lain yang akhirnya orang Kristen mengimani bahwa Yesus adalah benar-benar Kalimat Allah yang menjadi manusia.

Sedangkan tentang kesucian dan mujizat-Nya, adalah sebagian kecil dari kuasa Yesus dan bukti ketuhanan-Nya.

Bicara mengenai Musa, jelas Musa tidak dapat dibandingkan dengan Yesus. Saudara mengatakan Musa suci dari dosa, darimanakah saudara mengambil kesimpulan demikian? Apakah saudara pernah membaca ayat dalam Alkitab atau Al-Quran yang mengatakan bahwa Musa suci dari dosa? Bila pernah, kiranya saudara tidak keberatan berbagi informasi tersebut.
~
SO
# Ery Eko W 2013-08-13 22:31
*
Tidak ada penjelasan tentang ketuhanan Yesus (ketuhanan isa as) dalam Al-qur'an. Jangan mengadangada.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 10:31
~
Saudara Ery Eko,

Kami ulangi, bahwa Al-Quran mengenal martabat dan sifat-sifat Isa yang menempatkan Dia lebih tinggi dari semua manusia. Sifat-sifat itu telah diwujudkan dalam gaya hidup dan perilaku maupun dalam khotbah dan pribadiNya. Jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang disebut dalam Al-Quran baik para nabi maupun rasul termasuk Muhammad sendiri, maka kita tidak akan menemukan satupun dari sifat-sifat istimewa yang diberikan kepada Isa ini di dalam hidup mereka.

Al-Quran mengakui bahwa Isa Al-Masih kekal, tidak menolak penyembahan terhadapnya, mencipta, mengampuni dosa, maha tahu, menghakimi segala bangsa. Jika Isa Al-Masih bukan junjungan yang ilahi maka siapakah Dia sehingga memiliki kuasa ilahi sedemikian rupa?

Isa Al-Masih sendiri berkata "Aku dan Bapa [Allah] adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# ismail 2013-09-04 00:08
*
Dalam diskusi sangat sulit mendapat pengakuan dari umat Islam bahwa Isa adalah Kalimat Allah.

Sekali lagi saya ingin bertanya kepada umat Islam yang mau berdiskusi, apakah saudara mengakui bahwa Isa adalah Kalimat Allah?
# Adimulya 2013-10-17 23:50
*
Saudara Admin IDI,

Khusus mengenai diri Tuhan Roh Kudus sendiri, didalam kitab Bible kadangkala digambarkan sebagai api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan Tuhan Roh Kudus ini menurut kitab Perjanjian Lama (bagian awal dari Alkiitab) sudah seringkali hadir ditengah-tengah manusia, baik sebelum kelahiran Yesus hingga masa-masa setelah ketiadaan Yesus pasca penyaliban.

Kembali kita sebutkan bahwa unsur Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda. Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu kesatuan zat, maka ketika itu juga terjadilah zat Tuhan Bapa adalah zat Tuhan Anak. Kemudian zat Tuhan Anak dan zat Tuhan Bapa itu adalah juga zat dari Tuhan Roh Kudus.

Pertanyaannya sekarang, sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ?
Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai Tuhan anak, maka dimanakah Tuhan Bapa serta Tuhan Roh Kudus ?
Jika zat Tuhan dapat ditutupi daging dan kulit Yesus, dimanakah letak Maha Besar Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-23 09:27
~
Saudara Adimulya,

Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dimana ada Bapa disitulah Anak dan disitulah juga Roh Kudus yang adalah Roh Allah juga. Sekalipun Allah masuk dalam tubuh manusiawi yang terdiri dari tubuh daging, namun Allah tetap Esa. Justru disinilah kita dapat melihat kemahakuasaan Allah. Allah dapat berada dalam wujud manusiawi, namun Ia tetap berada di tahta-Nya yang mulia.

“ Ia [Isa Al-Masih] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Injil, Surat Kolose 1:15-16).

“ Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia [Isa Al-Masih], dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus” (ayat 19-20).

Dalam hadis dikatakan, " Isa Al-Masih adalah Roh Allah" (Anas Bin Malik 72).

Jadi Allah Bapa menjadi manusia daging yaitu Isa Al-Masih yang disebut sebagai Anak dan Roh-Nya yaitu Roh Kudus yang menyertai umat-Nya saat Isa Al-Masih kembali ke surga. Dan ketiga-Nya adalah satu.
~
NN
# Adimulya 2013-10-18 00:40
*
Saudara Admin IDI,

Di dalam dialog ini saudara utarakan hal shalawat dan di forum ini pula saudara utarakan bahwa orang Muslim mendoakan untuk keselamatan Nabi Muhammad.
Pertanyaan : Apakah saudara admin tahu persis tujuan dan dalil-dalil tentang shalawat nabi tersebut?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 21:30
~
Saudara Adimulya,

Umat Muslim mengucapkan shalawat sebagai penghormatan dan untuk mendoakan nabi Muhammad. Dan umat Muslim mengakhiri sholat dengan mengucapkan shalawat nabi ini. Jika saudara ingin membahas topik mengenai shalawat, silakan saudara lihat artikel kami di http://tinyurl.com/np9bj76
~
NN
# GENERASIAKHIR 2014-01-23 04:45
~
Kalaupun anda tidak mengakui Isa adalah Tuhan, tidak apa-apa. Sebab Isa tetap Tuhan. Dan setiap anda sholat dan sembahyang, Isa juga yang anda cari.

Tuhan itu tetaplah Tuhan tanpa perlu anda akui atau anda buktikan Ketuhanan-Nya. Kalau anda tidak mengakui Isa adalah Tuhan, kematian dan darah-Nya tidak menghapus dosa anda.
# Clue Verity 2014-02-06 17:20
*
Mana ada ayat Ketuhanan Yesus di Injil.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-07 16:18
*
Saudara Clue Verity,

Artikel di atas telah menjelaskan secara detail bukti-bukti Ketuhanan Isa Al-Masih dari Alkitab dan Al-Quran. Alangkah lebih baik bila saudara membaca dengan teliti.

Injil juga menuliskan sabda Isa Al-Masih, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Ini yang perlu direnungkan. Mengapa kedua kitab itu mencatat Ketuhanan Isa Al-Masih? Mengapa Al-Quran memberikan gelar yang sangat tinggi kepada Isa Al-Masih dibandingkan siapapun dengan menyebut Isa Al-Masih “terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs. 3:45)?
~
Salma
# Clue Verity 2014-02-08 17:56
~
Jadi, bagaimana, masih percaya Yesus adalah Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 23:04
~
Saudara Clue Verity,

Apakah saudara sudah membaca dengan teliti artikel di atas? Sudahkah saudara melakukan penyelidikan ulang terhadap artikel di atas? Mengutip satu sumber tanpa saudara benar-benar mempelajari hanya akan membuat kesimpulan yang salah. Pertanyaannya adalah apakah saudara sudah mempelajari Al-Quran dan Alkitab berkenaan dengan Ketuhanan Isa Al-Masih? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Taenia 2014-02-10 03:08
~
Semua nabi diberi kelebihan oleh Allah. Apakah dengan diberi kelebihan mereka bisa menjadi Tuhan? Jelas tidak bisa, termasuk Isa Al-Masih. Beliau adalah manusia biasa yang oleh Allah diberikan mukjizat yaitu dapat menghidupkan orang mati dengan seijin-Nya. Jadi, Allah tetap sebagai Tuhannya Isa Al-Masih.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 23:13
~
Saudara Taenia,

Apakah saudara sudah membaca artikel di atas dengan teliti? Sifat dan tindakan Isa Al-Masih tidak dapat kita abaikan begitu saja. Nabi adalah manusia berdosa, sedangkan Isa Al-Masih suci. Ini hanya satu contoh dari sifat Isa Al-Masih yang lebih dari sekedar nabi. Dan mujizat hanya bagian kecil dari sifat dan tindakan Isa Al-Masih. Akan jauh lebih bijak bila saudara menggali sendiri Al-Quran dan Alkitab serta membandingkanny a dengan manusia lain di dunia untuk mengenal Isa Al-Masih dengan benar. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# omzell 2014-02-20 13:42
~
Anda tidak diperkenakan mengutip bahkan satu huruf pun dari Al-Quran untuk mendukung pernyataan anda kalau Isa itu Tuhan. Sebab bila anda melakukannya akan kelihatan kemunafikan dan kebohongan anda. Satu saja dari ayat Al-Quran yang anda gunakan untuk mendukung anda, maka gugurlah segala argumen anda tentang Isa itu Tuhan. Karena itu membuktikan bahwa Al-Quran itu benar. Muhammad itu benar. Islam itu benar.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 23:22
~
Saudara Omzell,

Tentu kami mendukung setiap informasi yang menjelaskan sifat dan tindakan Isa Al-Masih yang membuktikan Dia adalah Tuhan. Karena ini sesuai dengan berita Injil. Tetapi bukan berarti bahwa semua tulisan dalam kitab saudara adalah kebenaran. Hal itu perlu ditinjau kembali. Karena tidak sedikit juga tulisan dalam kitab saudara bertentangan dengan Injil.

Nah, artikel di atas telah membuktikan bahwa Alkitab dan Al-Quran sepakat bahwa Isa Al-Masih memiliki sifat dan tindakan yang sama dengan Allah. Tidakkah ini menjadi pertanyaan kita? Mungkinkah manusia biasa memiliki sifat dan tindakan yang sama dengan Allah? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-04-27 07:57
~
Omzel,

Kitabnya Mirza Ghulam yaitu nabi Islam versi Ahmadiyah juga mencantumkan Muhammad sebagai nabi, apakah ini artinya Kitab Ahmadiyah itu dari Allah?
# KIAMAT 2014-05-08 21:57
~
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Injil, Lukas 23:34). Bukannya itu artinya Yesus berdoa kepada bapaknya? Dan apakah ada perintah untuk menyembah salib?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 23:35
~
Saudara Kiamat,

Ayat yang saudara kutip adalah salah satu bukti bahwa Isa Al-Masih yang disalibkan. Tetapi kita tidak sedang membahas hal itu. Perkataan itu merupakan perkataan luar biasa yang hanya dapat diucapkan Pribadi yang luar biasa pula. Dalam kondisi menderita tergantung di kayu salib, Isa Al-Masih masih memikirkan orang-orang yang berbuat jahat pada-Nya. Tidakkah sifat ini hanya dimiliki Tuhan? Mungkinkah manusia dapat berkata seperti itu dalam kondisi menderita yang teramat perih dan pedih tergantung di kayu salib?

Kami menyerahkan kepada saudara, apakah itu satu doa? Saudara dapat menyimpulkannya sendiri. Tetapi jelas, hal itu menunjukkan kebesaran dan sifat mahasuci Isa Al-Masih. Dia tidak mengutuk, marah, murka kepada orang yang menyalibkan-Nya , tetapi justru menunjukkan sifat pengampunan. Bukankah hanya Allah yang memiliki sifat pengampun yang tulus? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-10 07:36
~
Sudah berulang kali dijelaskan Yesus itu memiliki sisi Tuhan 100% dan sisi manusia 100%, namun keduanya tidak bercampur. Wajar saja kalau Yesus makan, capek, berdoa, disalib, dan mati karena itu sisi yang manusia. Tapi sisi Tuhan-Nya tidak makan, capek, berdoa, disalib atau mati.

Sura 21:23, "Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya." Kalau sudah keputusan Sang Khalik untuk berinkarnasi jadi manusia lalu siapa anda untuk mempertanyakann ya?
# Muhammad Rajab Habib 2014-05-12 00:14
~
Saudaraku, berpikir jernihlah. Anda yang punya blog ini mengingatkan janganlah tendensius. Kenyataannya, anda sangat-sangat arogan, memojokkan dan tidak menerima pendapat pihak lain. Anda-anda mengajak untuk dialog, tanya jawab, tapi yang anda lakukan adalah kekeh dengan Injil anda.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 23:43
~
Saudara Muhammad Rajab Habib,

Sudahkah saudara membaca artikel di atas dengan teliti? Bagaimana tanggapan saudara tentang hal itu? Bila ada sesuatu yang bertentangan dengan Injil, hal itu patut dipertanyakan. Menurut kami, itu bukan bentuk tidak menerima pendapat orang lain, tetapi sekedar berpikir kritis. Tentu kita boleh berpikir kritis asalkan itu didukung dengan data-data yang jelas, bukan? Artikel di atas telah menyampaikan data-data yang jelas yang berasal dari Alkitab dan Al-Quran. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-12 08:26
~
Habib,

Bukankah anda sendiri harusnya tahu juga bahwa Al-Quran sendiri referensi tidak jelas siapa yang menulis pertama kali? Bukankah semua tulisan terdahulu sudah dimusnahkan oleh rekayasa penguasa si Kalifah Usman? (ini saya angkat karena anda yang lempar duluan).
# Kafiir 2014-05-14 06:55
~
Kenapa Yesus disembah? Adakah kejelasan tegas dari Yesus yang menyatakan sembahlah aku. Jika tidak, kenapa Yesus tidak menegaskan, bagaimana orang akan percaya jika Tuhannya saja tidak tegas. Padahal Yesus menyatakan dalam Injil Markus ayat kalau tidak salah ayat 29-33, "Wahai bangsa Israel, sembah Allah Tuhanmu dan Tuhanku serta Tuhan nenek moyangmu. Mohon dijelaskan?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-21 00:07
~
Saudara Kafiir,

Allah yang sejati tidak pernah meminta manusia untuk menyembah-Nya, tetapi manusia secara sadar menyembah-Nya, bukan? Demikian juga dengan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Artinya hakikat-Nya adalah Allah.

Tentu Isa Al-Masih tidak secara eksplisit menyatakan Dia adalah Tuhan. Tetapi hal ini Ia nyatakan melalui sifat dan tindakan-Nya. Dan menurut kami, artikel di atas telah menjelaskan hal itu. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-15 11:05
~
Kafir,

1. Menurut Islam gelar Al-Haq (kebenaran) hanya milik Allah semata, karena itu dalam sejarah Islam seorang Sufi bernama Mansur Al-Hallaj dihukum mati karena menyebut dirinya Ana Al-Haq yang artinya Akulah Kebenaran. Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6, "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan Kebenaran (Al-Haq) dan hidup'."

2. Menurut Islam gelar Al-Awl san Al-Akhr hanya milik Allah
(Injil, Surat Wahyu 22:13). "Aku (Isa Al-Masih) adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”

3. Menurut Islam Allah adalah Yang Membangkitkan (Al-Muhyi) dan Kehidupan (Al-Hayy). Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25, "Yesus berkata: 'Akulah kebangkitan dan Hidup'."

Moga-moga setelah ini anda tidak kafir lagi.
# sugar 2014-05-15 12:18
~
Saudara Islamtis,

Apa yang salah dengan kata diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan? Itu adalah ucapan yang baik, diberkatilah kamu di hari ulang tahunmu, diberkatilah kamu di masa tuamu, contoh ya. Jadi, memang ini adalah doa bagi manusia dan ucapan baik. Tapi bukan doa keselamatan dan ayat mana Yesus minta didoakan?
# galen muslim 2014-05-20 00:00
~
Staf IDI,

Maukah anda melihat lagi tanya jawab di Muslim Wahabi dari Arab Saudi Menemukan Kasih Ilahi:

1. Keberadaan-Nya adalah kekal. Karena Isa Al-Masih kekal maka Dia adalah Allah (satu sosok yang sama).

2. Isa Al-Masih bahkan sekarang sedang hidup bersama dengan Allah di sorga, dan sedang mempersiapkan tempat bagi pengikut-pengik ut-Nya (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2) (dua sosok berbeda).

Dua pernyataan di atas adalah pernyataan yang anda tulis sendiri untuk menanggapi komentar yang ditujukan kepada anda. Pernyataan pertama mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Pernyataan kedua, mengatakan Isa Al-Masih sekarang hidup di sorga bersama Allah. Kata 'bersama' apakah berbeda dengan kalimat budi bersama bapak budi hidup di desa? Lalu siapakah itu Tuhan, Isa dan Allah menurut anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-21 00:16
~
Saudara Galen Muslim,

Terimakasih sudah menyapa kami melalui artikel ini untuk melihat topik lain. Tentu kami sangat senang menanggapi hal itu. Kita akan berdiskusi di sana.
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-24 11:08
~
Muslim-muslim,

Sang Firman berasal dari Bapa. Bapa tidak berasal dari Sang Firman (tapi kedua-Nya satu kesatuan). Hampir mirip hubungan antara Allah yang tidak tercipta dengan Firman Allah yang tidak tercipta juga.

1. Isa itu Pribadi Firman Allah yang berikarnasi menjadi manusia. Tentu Isa di sorga sekarang, namun tetap membawa sisi manusianya.

2. Sedangkan sisi Tuhan dari Isa tidak bisa diukur oleh ukuran manusia.

3. Bagaimana menyatunya sisi Tuhan Isa (Sang Firman) dengan Bapa tidak bisa diukur dengan ruang jarak dan waktu. Bagaimana bisa mengukur kesatuan Tuhan? Apa Tuhannya orang Islam boleh dan bisa diukur dengan jarak, ruang, dann waktu?

4. Bolehkah menyerupakan/me nyamakan Firman Tuhan dengan Budi dan Tuhan dengan Bpk. Budi?
# galen muslim 2014-05-24 18:11
~
Maaf, saya tidak menyamakan siapa dengan siapa, yang saya tanyakan hanya mengenai kata 'bersama'. Apakah sama arti kedua kata bersama di atas?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 21:10
~
Saudara Galen,

Kami telah memberikan tanggapan pada artikel yang saudara kunjungi. Silakan membacanya kembali dan kami juga telah memberikan link untuk menjawab pertanyaan saudara tersebut. Bila saudara belum mengunjunginya, silakan klik ini tinyurl.com/d2k6hcw.
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-26 10:09
~
Galen,

Kalau anda tidak bisa menyamakan Tuhan dengan "apa", lalu bagaimana caranya anda "membayangkan" kata "bersama"?
# galen muslim 2014-05-26 16:54
~
Anda sendiri yang mengatakan, "Bolehkah menyerupakan/me nyamakan Firman Tuhan dengan Budi dan Tuhan dengan Bpk. Budi?" Lalu anda mengatakan: "Kalau anda tidak bisa menyamakan Tuhan dengan "apa", lalu bagaimana caranya anda "membayangkan" kata 'bersama'?"

Kalau begitu anda bisa membayangkan dan menyamakan Tuhan anda seperti apa?
# berpikir sehat 2014-05-27 09:38
~
Galen,

Memangnya boleh dan bisa menyamakan Tuhan persis dengan makhluk? "Bersama" untuk Dzat Tuhan tentu tidak persis sama dengan "bersama" untuk makhluk. Setujukah anda?
# galen muslim 2014-05-27 13:32
~
Allah mempunyai sifat "tidak menyerupai makhluk ciptaan-Nya". Dan yang anda katakan bersama untuk Dzat Tuhan tentu tidak persis sama dengan bersama untuk makhluk. Kata "tidak persis sama" itu masih ada kemungkinan sama walaupun tidak persis. bukan begitu? Dan kalau dikembangkan lagi manusia masih membutuhkan bantuan orang lain. Apakah Tuhan anda masih membutuhkan bantuan yang lain?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 22:51
~
Jelas bahwa Allah tidak perlu bantuan siapapun, bukan? Tentu termasuk dalam menyelamatkan manusia dari dosa. Dia tidak perlu meminta bantuan manusia untuk melakukan perbuatan baik agar masuk sorga. Sebab yang benar adalah sebagai Pribadi yang kuasa, seharusnya Dia mampu menyediakan keselamatan tanpa diusahakan oleh manusia berdosa. Bagaimana mungkin manusia berdosa mampu melakukan kebaikan. Bukankah manusia memiliki hakekat dosa? Apakah Allah dalam Al-Quran mampua memberikan jaminan kepastian keselamatan bagi manusia?

Kuasa Allah dan kasih-Nya sangat terbukti dengan Dia menjadi manusia, apakah Allah mampu melakukan-Nya? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# berpikir sehat 2014-05-27 19:13
~
Galen menulis: "Kata tidak persis sama itu masih ada kemungkinan sama walaupun tidak persis. Bukan begitu?"

Harap yang jelas point anda mau kemana? Allah persis sama sehingga bisa diukur ataukah tidak persis sama sehingga tidak bisa diukur dengan tepat? Setahu saya sebagai insan yang sadar diri dan menjauhi ketakaburan seharusnya ambil pilihan (b). Lalu point kedua anda sama tidak jelasnya. Apa maksud anda Allah tidak butuh nabi dan malaikat? Harap beri pernyataan yang jelas. Terimakasih.
# galen muslim 2014-05-27 22:46
~
Berpikir Sehat,

Awalnya anda mengatakan"Memangnya boleh dan bisa menyamakan Tuhan persis dengan makhluk? "Bersama" untuk Dzat Tuhan tentu tidak persis sama dengan "bersama" untuk makhluk. Setujukah anda? Dan saya sanggah "Kata tidak persis sama itu masih ada kemungkinan sama walaupun tidak persis. Bukan begitu? Dan anda sanggah, harap yang jelas point anda mau kemana? Allah persis sama sehingga bisa diukur ataukah tidak persis sama sehingga tidak bisa diukur dengan tepat? Kesimpuan saya anda sendirikan yang mengatakan "tidak persis sama". Apalagi sekarang anda malahan menulis "persis sama". sayakan mengatakan jelas Allah SWT tidak menyerupai ciptaan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 23:12
~
Salam Sdr. Galen Muslim,

Jika kami bertanya, dapatkah Allah menjelma menjadi apapun di dunia ini? Termasuk manusia?

Sekalipun Allah menjelma menjadi manusia, tentu bedanya Dia tidak pernah berbuat dosa. Itulah perbedaannya yang tidak persis sama dengan manusia yakni soal dosa.
~
Salma
# berpikir sehat 2014-05-28 07:43
~
Galen,

Jadi, setelah anda mengakui tidak sama, lalu bagaimana anda bisa mengukur Tuhan? "Bersama" untuk Dzat Tuhan tentu berbeda dengan "bersama" untuk makhluk. Tuhan itu esa. Jadi, "bersama" pada tiga hakekat Dzat Tuhan yang esa sama sekali tidak mengubah keesaan Tuhan. Berarti persoalan sudah beres, bukan?

Damai Besertamu.
# galen muslim 2014-05-28 23:46
~
Berpikir Sehat,

Dengan senangnya anda bertanya kepada saya. "Jadi, setelah anda mengakui tidak sama, lalu bagaimana anda bisa mengukur Tuhan?" Jawaban saya hebat. Anda bisa mengukur Tuhan anda sendiri. Yang saya tanyakan berapa hasilnya?
# nasim 2014-05-31 05:37
~
Anda bahlul, anda majnun. Jika semua anda tafsirkan seperti itu, semua yang dilakukan Isa karena dengan ijin Allah. Tanpa ijin Allah, Isa hanya manusia biasa. Buka kitab anda ketika Isa ditanya kapan kiamat itu terjadi? Isa tidak bisa menjawab karena Isa tidak diberi petunjuk Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 15:48
~
Saudara Nasim,

Sifat dan tindakan Isa Al-Masih adalah sifat dan tindakan Allah. Tentu menciptakan dan suci adalah sifat dan tindakan mutlak Allah yang tidak mungkin ada pada manusia, sekalipun dengan ijin. Mungkinkah ada manusia yang suci? Bukankah Allah saja yang suci? Dan bila Isa Al-Masih suci, maka mungkinkah Dia hanya manusia biasa? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-09-24 07:03
~
Saudara Pedulihal dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan?

Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar topik ini, silakan kirimkan email ke:
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com