Meluruskan Kesalahpahaman Tentang Pengertian Tritunggal Kristen

Surah 5:73 menulis: Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga." Umat Kristiani juga menentang orang-orang yang menggunakan istilah 'tritunggal' dengan arti bahwa ada tiga Allah. Bagi umat Kristiani konsep tiga Allah adalah ajaran bidat, dan mereka selalu berpegang pada ke-Esa-an Allah. Umat Kristiani percaya pada SATU ALLAH, seperti yang dapat kita lihat di I Korintus 8:4 yang menyatakan, "tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa".
Al-Quran menegaskan bahwa Allah bukan Isa Al-Masih (Surah 5:17, Surah 5:72). Umat Kristiani juga percaya bahwa Kristus (Mesias) bukanlah Allah Bapa. Ketika Kristus turun ke dunia dan mati di kayu salib, hal ini tidak berarti bahwa Allah Bapa mati disalib. Tak pelak lagi, konsep tritunggal memang sangat sulit untuk dimengerti, namun umat Kristiani mengakui bahwa Kristus dan Bapa itu berbeda.
Surah 5:116 menulis: Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Umat Kristiani setuju bahwa Maria tidak boleh disembah, ia bukan anggota (bagian) dari Tritunggal. Tritunggal terdiri dari Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus.
Ungkapan 'Anak Allah' tidak ada kaitannya dengan hal menjadi ayah secara jasmaniah, melainkan semata-mata kepada hubungan yang erat & akrab dengan Bapa (Kolose 2:9; II Korintus 5:19). Uraian Al-Quran tentang kelahiran Yesus di dalam Surah 19 menunjukkan bahwa Allah memprakarsai itu, dan bahwa Maria adalah seorang perawan. Aspek-aspek ini cocok dengan catatan Alkitab yang terdapat di dalam Injil Matius dan Injil Lukas, dan dengan jelas menunjuk kepada Yesus sebagai Anak Allah.
Beberapa segi untuk dipertimbangkan
Bahkan di dalam Islam Allah tidak semata-mata esa, tetapi beraneka segi. Allah bekerja di dunia ini melalui perantara (medium) yang berbeda-beda ---alam, malaikat, manusia --- memperlihatkan diri-Nya kepada umat manusia dalam berbagai cara. Qur'an berbicara tentang "Roh itu" di dalam Surah 16:2 dan Surah 17:85. Nama-nama paling indah yang diberikan kepada Allah (7:180, 17:110, 59:24) juga menunjukkan berbagai segi dari karakter Allah. Walaupun Allah itu satu (esa), tidak berarti Ia adalah Allah satu-dimensi. Umat Kristiani menegaskan bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya dalam berbagai cara yang berbeda-beda. Sesungguhnya umat Kristiani percaya bahwa karakter Allah tampak di dalam Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Meskipun ketiganya adalah satu (esa), ketiganya adalah tiga Pribadi (bukan tiga Allah) yang semuanya menyatakan (satu) Allah kepada manusia.
Banyak orang Islam menyetujui bahwa Qur'an tidak --- mereka percaya Al-Quran itu berbeda dari Allah dan sejak kekal telah ada di sorga bersama-sama dengan Allah sebelum dinyatakan kepada umat manusia. Bukankah ini berarti menghubungkan sesuatu dengan Allah --- memberikan kepada Al-Quran sifat-sifat yang hanya bisa dimiliki oleh Allah sendiri? Apakah ini sangat berbeda bagi umat Kristiani untuk mempercayai bahwa Isa Al-Masih sejak kekal telah ada bersama-sama dengan Bapa, dan kemudian dinyatakan kepada umat manusia?
Sementara Saudara mungkin berpikir bahwa pengertian Islami yang sederhana tentang Allah menjadikan itu lebih baik, jikalau Allah itu serba-maha (tidak terbatas & kompleks) maka mengapa harus demikian sederhana untuk mengerti sifat-Nya? Sedangkan, walaupun ajaran Kristiani tentang Tritunggal menunjukkan bahwa tidak mungkin kita bisa sepenuhnya mengerti Allah, namun secara mengherankan ajaran itu juga menunjukkan bahwa adalah sangat mungkin untuk mengenal Allah karena Ia telah menyatakan diri-Nya (bukan hanya kehendak-Nya) kepada umat manusia di dalam pribadi Yesus dan melalui pekerjaan Roh Kudus.
(JM)
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


