Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Mengapa Isa Al-Masih disebut Tuhan?

Isa memegang bumiIsa Al-Masih adalah Allah yang datang ke dunia dengan mengambil rupa manusia, datang untuk menebus setiap jiwa-jiwa dari ikatan dosa dan memberikan jaminan hidup kekal. Dia datang melalui rahim Maryam yang dikandung dari Roh Kudus (Injil, Rasul Matius 1:23). Kedatangan-Nya dengan merendahkan diri dalam rupa manusia tidak akan pernah mengubah keilahian-Nya. Dan itu bukanlah suatu hal yang mustahil karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Injil, Lukas 1:37).

Injil, Rasul Yohanes 1:1 dan QS. Ali' Imran 3:45, mengatakan bahwa: “Dia (Isa Al-Masih) pada mulanya adalah Firman/Kalimat Allah”. Yang menurut Injil, Rasul Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita”.

Pada akhir zaman, Dia akan datang sebagai hakim yang adil, yang akan menghakimi segala bangsa (Injil, Rasul Yohanes 5:22) dan (QS. Az Zukhruf 43:61).

Isa Al-Masih adalah Alfa dan Omega

Jika Allah adalah Alfa dan Omega (yang pertama dan terakhir) dan Isa Al-Masih adalah Firman atau Kalimat Allah yang sudah ada di dalam Allah jauh sebelum dunia ini dijadikan, maka Isa Al-Masih adalah Alfa dan Omega karena tidak ada waktu atau saat dimana Allah tidak pernah berkalimat atau berfirman, dengan kata lain Allah tidak pernah bisu.

Secara gamblang memang tidak ada ayat di dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, namun bukan berarti bahwa Dia tidak memproklamirkan bahwa Dia adalah Allah, hal ini dapat kita ketahui melalui ucapannya di Injil, Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu”. Disamping itu, kita juga dapat menemukan keistimewaan dan gelar kehormatan yang diberikan Al-Quran kepada Isa Al-Masih yang merujuk bahwa Dia adalah Allah yang layak disembah.

Gelar Isa Al-Masih dalam Al-Quran

Inilah beberapa diantaranya gelar kehormatan dan mujizat yang dilakukan oleh Isa Al-Masih dimana hal tersebut tidak pernah ditemui didalam diri tokoh manapun yang pernah datang ke muka bumi ini: Dia disebut sebagai 'tanda bagi manusia' dan 'rahmat' (QS Maryam 19:21), yang 'didekatkan kepada Allah' (QS. Ali-Imran 3:45), sebagai 'Utusan Allah', 'Nabi', Kalimat Allah', 'Roh dari Allah' (QS An-Nisaa 4:171), lahir dari Roh Kudus, dapat berbicara diwaktu masih dalam buaian, membentuk burung dari tanah meniupnya lalu burung itupun hidup (QS Al-Maa-idah 5:110).

Pada umumnya semua gelar kehormatan dan mujizat yang ditujukan Al-Quran kepada Isa Al-Masih dapat diterima oleh orang Kristen selain mujizat yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih dapat berbicara diwaktu masih dalam buaian dan membentuk burung dari tanah, meniupnya lalu burung itupun hidup. Kedua mujizat ini tidak diakui oleh orang Kristen karena tidak ada dalam Injil.

Dan juga perhatikanlah apa yang Dia katakan dalam Injil, Rasul Yohanes 14:7-9 “.....Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa (Allah)....”. Dan juga apa yang tertulis dalam Sura Roma 10:9 “sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”

Isa Al-Masih bersabda: “Aku (Isa Al-Masih) adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Surat Wahyu 22:13).

Selain Tuhan, siapakah di muka bumi ini yang layak dikatakan sebagai Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang terkemudian?

(Saodah)

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# ingintahu 2011-03-24 22:42
*
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Injil Matius 27:46)

Apakah Tuhan membutuhkan pertolongan? Bukankah Tuhan itu maha kuasa?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-07 12:00
~
Isa Al-Masih mati bukan  karena ada seseorang yang mampu mencabut nyawaNya, melainkan Isa mati karena menyerahkan nyawa-Nya (Injil Rasul Yohanes 10:17-18). Dia mengetahui bahwa tujuan penjelmaan-Nya ke dunia adalah untuk mati disalibkan. Isa Al-Masih juga tahu bahwa Ia mesti menjadi korban dosa bagi umat manusia.

Kematian-Nya memenuhi tuntutan adil dari Allah Bapa yang kudus, yang mengharuskan dosa dihukum sehingga terbukalah pintu keselamatan dan pengampunan dari dosa bagi semua orang yang mau percaya!

Oleh sebab itu Isa Al-Masih tidak pernah berdoa minta tolong untuk diselamatkan dari kayu salib.
~
SL
# ipunk 2011-04-14 00:38
*
Salam sejahtera,

Ini bertentangan dengan logika menurut aristoteles.

Identitas: saya adalah saya dan bukan kamu.
Contoh: saya Udin hanya ada satu di dunia walaupun ada yang mirip dengan saya pasti bukan Udin.

Nonkontradiksi: saya adalah saya bukan sekaligus kamu.
Contoh: saya adalah manusia bukan sekaligus Tuhan.

Peryataan Isa Al-Masih / Yesus "Saya adalah Tuhan", peryataan itu dibenarkan dalam Islam tapi dalam porsi secara duniawi bukan secara dunia dan akhirat. Ini yang saya tau dari materi filsafat di universitas yang saya dalami.

Terimakasih telah mendengarkan aspirasi demokrasi saya.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-21 02:00
~
Saudara, ini adalah contoh logika yang salah.

Sebagai contoh: Saudara Ipunk adalah seorang mahasiswa. Maka Saudara Ipunk adalah manusia, dan di saat yang sama Saudara Ipunk sekaligus juga adalah mahasiswa. Kalau Saudara selepas kuliah bekerja sebagai sopir, maka Saudara juga adalah sopir.

Isa Al-Masih adalah Tuhan, yang kemudian berkenan menjelma menjadi manusia. Maka Dia adalah Tuhan sekaligus manusia.

CA
# Aku Moslem 2011-04-27 01:14
*
Jawaban Isa dan Islam kepada Saudara Ipunk sungguh tidak nyambung. Yang dimaksud Saudara Ipunk adalah zat atau wujud, bukan apa yang dilakukannya (pekerjaan).

Allah adalah Allah, Allah bukan Isa Al-Masih. Kalau Allah itu Pencipta, Pengutus dan Pengampun tentu saja, karena itu adalah yang dilakukan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-03 18:01
~
Saudara, kami hendak mengajukan satu pertanyaan buat Saudara.

Apakah Allah boleh menjelma menjadi manusia, jika itu yang menjadi kehendak-Nya?

Apakah Saudara hendak melarang-Nya, atau menjadi penasehat bagi-Nya?

Jika Allah akhirnya berkenan menjelma menjadi manusia, apakah itu berarti bahwa Dia bukan lagi Allah yang menciptakan langit bumi beserta segala isinya ini?

Sungguhkah Allah tidak boleh turun ke dalam dunia ciptaan-Nya?

CA
# RiVz 2011-04-28 12:07
*
"Isa mati karena menyerahkan nyawa-Nya." Maksudnya menyerahkan kepada siapa?

"Dia mengetahui bahwa tujuan penjelmaan-Nya ke dunia adalah untuk mati disalibkan. Isa Al-Masih juga tahu bahwa Ia mesti menjadi korban dosa bagi umat manusia."

Dia berkorban kepada siapa? Dia mengorbankan diri untuk menebus dosa umat manusia. Dia menebus kepada siapa?

"Kematian-Nya memenuhi tuntutan adil dari Allah Bapa yang kudus." Pernyataan itu melibatkan dua orang, -Nya (Isa Al-Masih) dan Allah Bapa yang kudus. Siapa yang anda anggap sebagai Tuhan? Apakah anda menyekutukan Tuhan?

"Oleh sebab itu Isa Al-Masih tidak pernah berdoa minta tolong untuk diselamatkan dari kayu salib." Apakah anda ada di TKP saat Isa Al-Masih disalib, sehingga anda mengetahui dengan jelas bahwa Dia tidak pernah minta pertolongan?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-03 18:08
~
Isa Al-Masih mati untuk menanggung hukuman atas dosa yang telah diperbuat manusia. Isa Al-Masih menyerahkan nyawa-Nya sendiri kepada kematian untuk diambil-Nya kembali. Kematian telah dikalahkan-Nya setelah Dia bangkit dari antara orang mati. Isa Al-Masih dalam posisi aktif, dan bukan pasif.

Isa Al-Masih mengorbankan diri-Nya sebagai korban penebus dosa kepada Allah yang Maha Adil dan Maha Kasih. Maha Adil berarti bahwa semua dosa harus menerima hukuman. Maha Kasih berarti bahwa Allah tidak membiarkan semua manusia jatuh dalam neraka, tetapi Allah menyediakan penebus bagi umat manusia.

Para pengikut Isa Al-Masih tidak pernah menyekutukan Tuhan. Bagi kami, Isa Al-Masih dan Allah di sorga adalah satu adanya.

Untuk pertanyaan terakhir, apakah Saudara RiVz hadir di saat penyaliban tersebut, sehingga Saudara tahu bahwa Isa Al-Masih ada meminta pertolongan seseorang untuk membebaskan-Nya?

Kami mengimani bahwa Isa Al-Masih tidak meminta pertolongan orang untuk membebaskan-Nya , karena justru Ia-lah yang menyerahkan diri-Nya untuk disalib, sesuai dengan apa yang kami telah jelaskan di atas.

CA
# yatno 2011-05-12 06:51
*
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).

Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.

Setiap yang dicobai oleh iblis, pasti bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 13:17
~
Saudara Yatno, perlu untuk diketahui bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berkenan untuk menjelma menjadi manusia. Oleh sebab itu, Ia adalah sekaligus Allah dan juga manusia.

Sebagai Allah, Isa Al-Masih memiliki sifat-sifat Allah, yakni Maha Tahu, Maha Kuasa, Pencipta, Maha Suci, Maha Benar, dan lainnya.

Sementara dalam wujud kemanusiaan-Nya , Isa Al-Masih memiliki sifat-sifat seorang manusia, yakni bisa merasakan lapar, haus, letih, sengsara, duka, dan juga bisa dicobai oleh iblis.

Namun perlu diketahui bahwa Kitab Suci mencatat dengan sangat jelas, bahwa peristiwa pemcobaan oleh Iblis ini juga adalah rencana dan kehendak Allah.

Perhatikanlah bahwa: "Isa diba wa oleh Roh (Qudus atau Roh Allah) ke padang gurun untuk dicobai oleh iblis (Injil, Rasul Besar Matius 4:1)." Juga perhatikan bahwa Lukas mencatat hal yang sama dengan Matius bahwa: "Isa, yang penuh dengan Roh Qudus, kembali dari sungai Yordan, lalu diba wa oleh Roh Qudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai iblis (Injil, Lukas 4:1-2)."

Ini berarti bahwa yang aktif dan berinisiatif, serta yang punya rencana dalam peristiwa Isa Al-Masih dicobai oleh iblis, adalah Allah itu sendiri. Jika Allah berkehendak, maka tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bagi-Nya.

CA
# Gufran Al Rivai Ibra 2011-08-19 15:03
*
Ketahuilah Tuhan itu pencipta. Jika untuk menyelamatkan manusia, Tuhan tidak perlu turun ke bumi, tapi cukup mengutus rasul-Nya, bahkan Ia mampu mengutus manusia yang lebih hebat dari Yesus walau bukan Tuhan.

Mengapa Tuhan harus repot-repot ingin merasakan hidup seperti manusia, sebab Dia telah sempurna dan sudah tahu kehidupan manusia kejamnya seperti apa. Karena dia yang menciptakan semua.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 11:46
~
Tuhan adalah Pencipta yang memiliki otoritas untuk melakukan apapun sesuai kehendak-Nya. Jika saudara mengatakan Tuhan tidak perlu turun kedunia, berarti saudara ingin melangkahi otoritas Tuhan . Dia dapat melakukan cara apapun untuk menyelamatkan manusia bahkan di luar jangkauan pikiran kita dan Dia memilih untuk datang langsung ke dunia

Dia bukanlah Tuhan yang jauh, yang menyembunyikan diri-Nya. Lalu Tuhan yang bagaimana yang benar itu? yaitu Tuhan yang menyatakan diri-Nya. Bukan Tuhan yang bersembunyi, yang hanya dapat diketahui dengan jelas oleh sekelompok orang yang mengatakan dipilih-Nya. Tetapi Tuhan yang membuktikan secara rill akan pribadi dan sifat-Nya.

Tuhan datang untuk memperkenalkan diri-Nya. Jika Tuhan tidak memperkenalkan diri-Nya maka malanglah nasib manusia, karena manusia rentan salah dan tidak adil bila Allah menghukum manusia karena salah sembah. Dia tahu manusia cenderung salah dan terbatas pada indra. Manusia pasti salah memilih allah jika  tidak Allah sendiri memperkenalkan diri-Nya. Itu sebabnya Allah datang ke dunia dalam rupa Isa Al-Masih supaya manusia mengenal Allah yang benar sebab Allah sang pencipta telah memperkenalkan diri. 

Isa Al-Masih berkata "..Barangsi apa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa..percayala h kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." (Injil Rasul Besar Yohane 14:9-11). "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# hamba Allah 2011-08-24 08:06
*
Untuk Saudara Ipung, Staff Isa Dan Islam,

Sungguh salah, jika Anda mengatakan bahwa di dalam Al-Quran Isa Alaihisallam adalah Tuhan. Coba baca lagi dan buka lagi dalam Al-Quran di surat Al Maidah ayat 75, dan surat Maryam ayat 30.

Pelajari Al-Quran dengan benar dan jangan setengah-seteng an, jika Anda belum tahu tentang Al-Quran maka jaganlah berspekulasi kalau Isa Al-Masih adalah Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-12 15:48
~
Memang benar berdasarkan Qs 5:75 dan Qs 19:30, kita tidak dapat mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Dalam dua ayat Al-Quran tersebut Isa Al-Masih disebut sebagai rasul dan nabi.

Secara keseluruhan ayat-ayat dalam Al-Quran pun secara eksplisit juga tidak ada yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Namun secara tersirat ada juga ayat-ayat Al-Quran yang menunjukkan tentang ‘keilaian” Isa Al-Masih.

Misalnya dalam dalam Al-Quran Isa Al-Masih diberi nama “Kalimat Allah” (Qs 4:171). Istilah “Kalimat Allah” jelas menekankan bahwa Isa Al-Masih kekal adanya. Dan jikalau Isa Al-Masih kekal, jelas Ia adalah Allah.

Agar dapat memahami ‘keilahian” Isa Al-Masih, silakan Saudara membaca pada artikel: http://tinyurl.com/3el4zod.
~
SL
# hamba Allah 2011-08-24 08:16
*
Dalam Injil, Yohanes 14:28 terdapat kata-kata: "Aku pergi kepada BapaKu, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku”. Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus itu Tuhan yang tidak sempurna karena masih ada tingkat yang diatas-Nya. Tuhan maha sempurna, yang tak sempurna adalah ciptaan-Nya.

Dan juga di Injil Markus 12:29, "maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama ialah: dengarlah olehmu hai Israil, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa". Jelas yang disebutkan oleh Yesus bahwa Dia bukanlah Tuhan, karena Tuhan itu Esa.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-12 15:46
~
Ketika Isa Al-Masih datang ke dunia dalam wujud manusia, Dia berada dalam batasan-batasan inkarnasi yang lebih rendah dari pada Bapa. Namun ketika Dia ke sorga maka Isa Al-Masih yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensi-Nya yang hakiki. Artinya Isa Al-Masih akan kembali kepada kemuliaan yang adalah milik-Nya.

Jika Isa Al-Masih memerintahkan seseorang untuk menyembah Allah, namun Dia sendiri menerima penyembahan manusia (Injil, Surat Wahyu 1:17). Ini berarti Isa Al-Masih adalah Allah, yaitu oknum kedua dari Allah Tritunggal.
~
SL
# Adri 2011-12-22 15:05
*
"jika Yesus sendiri telah mengatakan: Tuhan lebih besar dari pada aku. (Matius 14:28), lalu bagaimana kita bisa percaya bahwa Allah dan Yesus itu sama? Kepercayaan seperti itu sangat bertentangan dengan sabda Yesus sendiri di dalam kitab suci.

Jika Yesus itu sebagai anak Tuhan, berarti Allah harus ada terlebih dahulu dari pada Yesus. Justru sebelum ada Yesus, harus ada jarak waktu. Dalam jarak waktu itu Yesus belum ada. Dengan demikian sudah pasti, bahwa Yesus itu dicipta oleh Allah dari esensi yang sebelumnya tidak ada. Oleh karena itu Yesus tidak sama dengan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-05 10:21
~
Saudara Adri,

Saudara salah mengutip Matius 14:28, sebab bunyinya “Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."

Isa Al-Masih sudah ada sebelum dunia ini ada. Lihat Injil, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Firman itu telah menjadi manusia (Isa Al-Masih), dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3, 14).

Ada Firman yang tertulis dan ada Firman yang menjadi manusia, Dialah Isa Al-Masih. Dan Isa Al-Masih juga berkata : “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Maka tidak heran jika tercatat dalam kitab Saudara, Qs 3:45 yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih Yang terkemuka di dunia bahkan di akhirat.
~
NN
# dedex 2012-01-03 20:19
*
Staff Isa dan Islam,

Saya sangat setuju dengan saudara Adri, bahkan yang saya ketahui bahwa pertama kalinya Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan adalah pada tahun 325 Masehi oleh Raja Romawi Konstantin. Jadi sebelum 325 Masehi nabi Isa Al-Masih belumlah menjadi Tuhan.

Bagaimana mungkin manusia bisa melantik manusia lain menjadi Tuhan? Bisakah saudara jelaskan sejarah tersebut?.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:21
~
Akitab tidak pernah membenarkan ada manusia yang menjadi Tuhan. Tetapi Alkitab justru membenarkan kalau Firman/ Kalimat Allah itu adalah Allah sendiri. Dan Firman/Kalimat Allah itu telah menjadi manusia dalam pribadi Isa Al-Masih ( Injil, Rasul Yohanes 1:1,14).

Kedudukan Isa Al-Masih sebagai Tuhan atas semesta alam juga diteguhkan oleh Dia sendiri.
“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13-14)
~
SL
# Adry 2012-01-12 15:21
*
Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak disalib? Buktinya Dia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar Ia terlepas dari penyaliban.

Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa, sebab itu mengapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak bisa menyelamatkan diri sendiri? Pantaskah Tuhan demikian?

Seharusnya Yesus berterimakasih terhadap orang-orang yang menyalibkan-Nya karena Yesus memang datang untuk disalibkan. Tanpa orang-orang itu, Yesus tidak bisa menebus dosa-dosa manusia. Berarti orang-orang yang menyalibkan Yesus itu tidak berdosa dan masuk sorga.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 15:35
~
Isa Al-Masih mati bukan karena ada seseorang yang mampu mencabut nyawa-Nya, melainkan Dia mati karena menyerahkan nyawa-Nya (Injil Rasul Yohanes 10:17-18). Sejak kekal Isa Al-Masih mengetahui bahwa tujuan penjelmaan-Nya ke dunia untuk mati disalibkan. Karena hanya dengan kematian-Nya, Dia dapat menebus umat manusia.

Isa Al-Masih juga bukanlah sosok yang lemah tak berdaya. Dia adalah Allah yang memegang kendali atas setiap situasi yang terjadi baik di dunia mapun di sorga . Karena Isa Al-Masih adalah Allah yang maha kuasa maka Dia mampu menyelamatkan manusia dari hukuman neraka.

Allah maha kuasa, Dia dapat mewujudkan rencana penyaliban Isa Al-Masih melalui siapa saja yang dikehendaki-Nya . Oleh sebab itu orang Kristen hanya mengucap syukur kepada Allah. Karena kasih-Nya kepada manusia, Dia telah mengirimkan Isa Al-Masih mati disalib utuk memikul dosa manusia.
Alkitab menyatakan bahwa semua orang sudah berbuat dosa dan hukumannya adalah murka Allah di neraka.

Namun setiap orang dapat selamat dari murka Allah, termasuk para pelaku penyaliban asalkan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat.
~
SL
# Jerry 2012-01-17 11:54
*
Selain Tuhan, siapakah di muka bumi ini yang layak dikatakan sebagai Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang terkemudian?

Saya akan jawab: Baca Ibrani Pasal 7 ayat 2 dan 3 “Malkisedik Yang tiada Berbapa dan tiada beribu dan tiada berselisih dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan Ia diserupakan Anak Allah. Maka kekallah Ia Selama-selamany a”.

Berdasarkan ayat ini Bukan Yesus saja yang menjadi Permulaan tetapi juga Malkisedik. Tapi kenapa Malkisedik tidak sekalian juga dianggap Tuhan, padahal dia lebih hebat dari Yesus. Tiada bersilsilah, tanpa ayah dan ibu sedangkan Yesus bersilsilah yakni keturunan Mariam.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-20 09:53
~
Tidak ada seorangpun yang pantas menyandang gelar Alfa dan Omega selain Isa Al-Masih.

Kalaupun dituliskan “Melkisedek tidak bersilsilah” (Injil, Surat Ibrani 7:3), ini menunjukkan suatu kebiasaan orang Ibrani. Mereka selalu menyertakan "silsilah" dari seseorang untuk mengetahui asal-usul orang tersebut.

Melkisedek bukan bangsa Israel (meskipun kemungkinan besar ia orang "Sem" atau bangsa/ras "semitik"), maka ia tidak harus mempunyai kebiasaan seperti orang Israel yang menulis silsilahnya.

Melkisedek adalah manusia biasa, yang hidup sezaman dengan Abraham. Disamping itu pula, tidak ada rujukan dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Melkisedek adalah Allah.

Apa yang ditulis dalam Kitab Ibrani itu adalah mengenai: typologi keimaman Melkisedek menggambarkan keimaman Isa Al-Masih.
~
SL
# Alan 2012-02-07 18:05
*
Jesus is God. Amen!
# Atap rumah 2012-03-12 13:56
*
Mengapa Yesus harus susah-susah menebus dosa umat manusia di tiang salib?. Mengapa tidak diganti seperti hukum sunat saja, yang jelas-jelas ajaran nabi Isa bagi umat-Nya untuk melaksanakan sunat tapi diubah menjadi sunat dalam hati. Mengapa ritual penebusan dosanya tidak dilakukan dalam hati saja?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-15 15:43
~
Penjelmaan Kalimat Allah, yaitu Yesus Kristus ke dunia adalah inisiatif Allah. Hal ini sudah direncanakan Allah sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Mengapa? Karena sejak saat itu manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan terpisah dari Allah. Sebab Allah yang Maha Suci tidaklah dapat bersatu dengan manusia berdosa.

Masalah keselamatan tidak sesederhana masalah sunat. 'Sunat' tidaklah dapat memberi jaminan bagi seseorang yang ingin masuk sorga. Setiap orang yang rindu masuk sorga hanya dapat menemukan 'jalan' dalam Isa Al-Masih, sebab Dia adalah satu-satunya jalan menuju pada Allah.

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa Al-Masih adalah Jalan menuju pada Allah. Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
SO
# Benjamin Gates 2012-05-02 13:20
*
Matius 7:21-23 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Bagaimana anda menjelaskan ini?
# Staff Isa dan Islam 2012-05-04 20:17
~
Saudara Benjamin,

Apakah ada yang salah dari ayat tersebut? Bukankah perkataan Yesus di atas sudah sangat jelas?

Hal keselamatan sorgawi tidak cukup hanya menjadi pengikut Yesus. Tidak cukup hanya menyebut bahwa Dia Juruselamat. Tidak cukup hanya memanggil Dia sebagai Tuhan.

Seseorang yang benar-benar telah menerima Keselamatan dari Yesus, harus hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah dan menghasilkan buah atas imannya.

Namun sayangnya, terkadang orang beragama kelihatan hidup sangat agamawi, mereka melakukan setiap hal yang membuat mereka terlihat seperti orang yang sholeh. Mereka melakukannya bukan untuk memuliakan Tuhan, melainkan supaya orang lain melihat bahwa dia orang yang sholeh.

Inilah orang-orang munafik yang diusir Yesus pada ayat di atas. Tentu Yesus akan memalingkan muka dari orang-orang seperti ini.
~
SO
# machmoud 2012-07-09 02:26
*
Kalau Tuhan Maha Kuasa dan Dia ingin mengambil wujud sebagai manusia, mengapa Dia harus terlahir dulu sebagai bayi? Mengapa Dia tidak langsung menjadi orang dewasa yang sakti mandraguna?Buka nkah proses dari bayi menuju dewasa itu waktu yang cukup lama, dan selama itu Tuhan meninggalkan makhluk-Nya. Lanta kepada siapa Tuhan menyerahkan tugas-Nya untuk mengurusi makhluk-Nya ketika Dia terlahir menjadi manusia?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-11 10:49
~
Saudara Machmoud,

Itulah rencana Allah untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dari hukuman neraka, yaitu dengan datang ke dunia menjadi manusia melalui proses kelahiran.

Dia menyembunyikan ke Allahan-Nya dibalik tubuh lemah manusia untuk menguji manusia, mana yang mau menerima-Nya dalam kondisi seperti itu. Hanya manusia yang merendahkan diri dihadapan Tuhan Penciptalah yang dapat menerima Dia. Jika Dia datang ke dunia dalam keAgungan-Nya yang tanpa batas itu, maka jelas manusia segera percaya. Tapi cara itu tidak memurnikan hati manusia yang telah najis oleh dosa sejak Adam Hawa.

Kami hendak menanyakan kepada saudara. Ketika Allah berbicara dengan Nabi Musa secara langsung dan berhadapan, apakah sorga menjadi kosong, karena Allah sedang turun ke bumi?
~
DA
# jalan lurus 2012-08-01 20:45
*
“Dia menyembunyikan ke Allahan-Nya dibalik tubuh lemah manusia untuk menguji manusia, mana yang mau menerima-Nya dalam kondisi seperti itu. Hanya ......”

Pernyataan saudara seakan- akan Tuhan itu butuh disembah. Manusia mau menyembah atau tidak, tidak akan mengurangi kebesaran-Nya.

Allah itu Maha Besar. Maka Ia lebih besar dari segala ciptaan-Nya baik itu surga neraka, maupun alam semesta ini beserta isinya. Pada saat Nabi Musa berbicara dengan Allah kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi, hanya sedikit yang Allah beritakan tentang itu.

Apakah anda merasa lebih tahu daripada Allah?

Allah tidak tinggal di surga tapi di arsy yang kita tidak tahu di mana letaknya. Hanya Nabi Muhammad yang sanggup ke sana pada saat Isra Mi’raj, bahkan malaikat tertinggi Jibril pun tak sanggup.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-03 13:20
~
Allah disembah bukan karena Dia menuntut “sembahlah Aku.” Allah disembah karena kedahsyatan kuasa, kemuliaan dan kasih-Nya yang dapat menggetarkan hati manusia.
Bahkan Allah di dalam pribadi Isa Al-Masih menghendaki orang yang menyembah-Nya adalah orang yang mengasihi-Nya dengan sepenuh hati. Berserah kepada-Nya, hatinya bergetar penuh rasa hormat.

Alkitab mengatakan bahwa tidak seorangpun pernah melihat kesucian dan kemuliaan Allah, dapat hidup kecuali Isa Al-Masih. Allah menyatakan, "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup" (Taurat, Kitab Keluaran 33:20)
~
SL
# Muliatama 2012-11-06 22:27
*
Yang dimaksud di Injil, Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu”, itu adalah satu aliran, bukan berarti bersatu menjadi Tuhan. Bersatu belum tentu menjadi Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 11:03
~
Saudara Muliatama,

Memang benar Allah dan Isa Al-Masih satu aliran dan tidak mungkin mereka bertentangan. Bahkan dalam Qs 3:45 Isa Al-Masih disebut yang terkemuka di dunia dan akhirat, padahal hanya Allah yang terkemuka di dunia dan akhirat. Apakah Allah dan Isa Al-Masih bersaing, tentu tidak sebab sebenarnya mereka satu.

Karena itulah Isa Al-Masih berkata seperti ini “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6-9).

Hal ini Allah perbuat tidak lain hanya karena rahmat-Nya yang melimpah bagi manusia.
~
NN
# Joni Aja 2013-01-06 23:05
*
To: Ipunk,

Mengapa Tuhan perlu turun ke dunia dan mengapa tidak mengutus rasul/nabi? Jawabannya: Justru di situ mengapa Dia mengutus Putera-Nya, yang merupakan bagian dari diri-Nya.

Sejak dari jaman Abraham sudah banyak nabi yang dikirim, tetapi semua mental. Manusia tetap selalu berperang, merasa benar, menikmati keduniawian yang menghasilkan selisih paham dan iri hati. Dikatakan dalam sebuah perumpamaan, bahwa ada tuan tanah mengirim hambanya untuk menagih hutang, tetapi semua hambanya kembali dengan dipukul/dibunuh . Lalu Tuan tanah itu mengutus anaknya dengan harapan pengutang tersebut takut. Tetapi anaknya malah dibunuh, maka marahlah Tuan tanah itu dan menghancurkan pengutang-pengu tang yang kurang ajar tersebut.
# phandarenz 2013-02-19 21:46
*
Sebenarnya tidak perlu mengklaim agama masing-masing dari kitab yang terbaik. Maaf sebelumnya wahai saudaraku staf Isa dan Islam. Karena agamamu adalah agamamu dan agamaku adalalah agamaku.

Mungkin dengan begini kita semua bisa saling menghargai agama dari saudara dan saudara juga bisa lebih menghormati agama saya. Karena kita tidak tahu mana yang benar terjadi (hanya Allah yang tahu). Di sini kita semua hanya berdebat tentang hal yang Ghaib, tapi sebagai orang yang beriman kita wajib percaya pada yang ghaib.

Dan yang terpenting kita melaksanakan apa yang agama kita perintahkan dan saling menjaga tali silaturahmi dengan saudara kita sesama muslim maupun non muslim.

Anda percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tapi saya percaya bahwa Nabi Isa adalah nabi dan rasul Allah. Maaf jika ada kata-kata saya yang salah.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 18:47
~
Saudara Phandarez,

Kami sangat menghargahi agama saudara, oleh sebab itu kami tidak memperdebatkan soal agama. Dan tujuan website kami justru memperkenalkan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya berdasarkan Alkitab dan Al-Quran. Sehingga umat Muslim mempunyai pengertian yang benar tentang Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih yang ditinggikan baik oleh umat Kristen maupun Muslim, bukan hanya utusan Allah melainkan Tuhan dan Juruselamat semua manusia.

Lalu kata malaikat (Gabriel) itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." (Injil, Rasul Lukas 2:10-11)

Dengan demikian umat beragama tidak lagi mengatakan “insya Allah” tentang keselamatan pribadinya. Melainkan “pasti selamat” dan masuk ke sorga pada waktu meninggalkan dunia.

“dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga." (Injil, Rasul Lukas 2:6)
~
SL
# moer 2013-02-21 17:31
*
To: Phandarenz,

Maaf sebelumnya sdr Phandarenz, tanpa bermaksud mengecilkan kitab ataupun agama saudara, tapi bukankah Al-Quran yang diklaim oleh Muslim sebagai kitab yang paling sempurna? Bukankah Al-Quran-lah yang menyalahkan kitab umat lainnya?
# lee 2013-02-23 00:46
*
Dalam Perjanjian Lama, seseorang hanya bisa diampuni dosanya kalau dia membawa domba, disembeli, dibawa imam dan diperantarakan untuk pengampunan bagi yg membawa domba/pendosa. Itu syarat mutlak di jaman itu. Baca Kitab Imamat. Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani 9:22).

Domba dalam Perjanjian Lama melambangkan Yesus. Domba yang disembeli harus tidak catat, jantan dan disembeli pada waktu petang. Itu semua merujuk kepada Yesus. Pertanyaanya adalah mengapa harus Allah (Yesus)? Kalau Yesus manusia biasa, buka bagian dari ke-Allah-an, maka proses penebusan gagal karena manusia berdosa. Kalau manusia berdosa, artinya dia mati untuk dosanya sendiri.

Dalam Injil ditulis, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak” (Injil, Surat Roma 3:10). Karena syarat penebusan adalah “tidak berdosa,” dan Yesus memenuhi syarat utama itu (Ibrani 4:15).

Kesimpulannya adalah:Hanya Yesus yang bisa melakukan itu, dan lebih penting dari itu adalah Yesus adalah bagian dari ke-Allah-an. Tidak ada satupun manusia yang bisa melakukan itu kecuali Allah. Terimakasih.
# azriady 2013-03-03 15:58
*
Tuhan tidak berwujud. Agar manusia bisa mengenal Tuhan maka di utuslah para Nabi. Tuhan mahakuasa bukan berarti mampu menjelma jadi makhluk apa saja, itu kepercayaan kaum pagan. Sapi ajaib dianggap jelmaan Tuhan maka dibuatkan patung sapi lalu disembah. Manusia ajaib dianggap jelmaan Tuhan seperti Yesus, sementara Dia selalu mengatakan hanya sebagai utusan Allah, Tuhan yang sebenarnya.

Allah maha pencipta tapi bukan berarti mampu menciptakan Tuhan yang lain. Jika benar ada Tuhan yang lain maka Tuhan yang kedua derajatnya lebih rendah dari Tuhan yang menciptakan. Jadi Tuhan yang satu tetaplah Tuhan yang sebenarnya. Antara Yesus dan Allah manakah yang lebih mahakuasa? Jika Allah tidak berfirman maka Yesus tidak akan tercipta. Segala makhluk ciptaan adalah lebih rendah derajatnya jika dibandingkan Allah, Tuhan yang sejati.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-06 15:27
~
Saudara Azriady,

Saudara tidak akan sanggup memahami Allah dengan logika manusia. Allah sendiri telah menyatakan dalam Firman-Nya bahwa Ia menjelma menjadi manusia, “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14).

Isa Al-Masih sering merujuk kepada ketuhanan-Nya sendiri, baik secara langsung atau tidak langsung.
Isa Al-Masih juga menggunakan kata-kata spesifik "Aku" (Ego eimi dalam bahasa Yunani, ani bu dalam bahasa Ibrani) dalam beberapa kesempatan misalnya Injil, Rasul Besar Yohanes 8:56-58. Ini adalah kata-kata yang sama yang Allah gunakan untuk mendeskripsikan Diri-Nya kepada Musa. Isa Al-Masih juga menyatakan secara spesifik bahwa Ia dan Allah adalah satu, lihat Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30.

Dan Isa Al-Masih memiliki otoritas atas hal-hal yang hanya dikendalikan oleh Tuhan, seperti pengampunan dosa (Injil, Rasul Besar Markus 2:5-10).

Analisis atas kehidupan Isa Al-Masih, mukjizat-Nya yang penuh belas kasihan, gaya hidup yang sempurna, dan kasih-Nya mendukung pernyataan-pern yataan-Nya dan membuktikan keilahian-Nya.
~
NN
# moer 2013-03-04 01:08
*
To: Azriady,

Yesus tidak bisa dipisahkan dari pribadi Allah, karena Dia adalah Firman Allah. Dia sudah ada bersama-sama dengan Allah sejak dunia ini belum dijadikan. Allah tidak menciptakan Yesus dengan berfirman, karena Yesus adalah firman itu sendiri.
# adriansyah 2013-03-20 12:37
*
Sdr. Moer dan staf Isa dan Islam,

Tolong saudara tunjukan kepada saya surat berapa/ayat berapa kalau Isa menyebut diri-Nya adalah Allah/Tuhan yang layak disembah dan diagungkan. Saya sekeluarga akan mempertimbangka n untuk masuk agama saudara.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-21 18:25
~
Saudara Adriansyah,

Kami tidak mempunyai kuasa untuk mengubah hati, pikiran, dan kepercayaan seseorang. Bila saudara ingin memutuskan untuk mengimani Isa Al-Masih sebagai Juruselamat saudara, hanya Allah yang sanggup melakukan hal itu. Sedangkan kami, hanya berbagi informasi kebenaran firman Tuhan yang kami dapat dari kitab suci Allah.

Secara langsung memang Yesus tidak pernah mengatakan “sembahlah Aku.” Yesus berharap orang-orang akan mengenali identitas-Nya yang sebenarnya melalui perkataan serta perbuatan-Nya. Bagi Yesus untuk keluar dan mengatakan, “Aku adalah Allah,” tidak menambah subtansi kepada pertanyaan tentang identitas Dia yang sebenarnya. Identitas Dia diperlihatkan melalui bukti yang Dia berikan, bukan melalui klaim yang dibuat oleh siapa pun.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25) Yesus membuat persyaratan untuk mendapatkan hidup yang kekal, berdasarkan iman/percaya kepada Dia. Lewat ayat ini, secara tidak langsung Yesus menyatakan bahwa Dia dapt memberi kehidupan kekal bagi seseorang di sorga.

Bukankah hanya Allah sendiri yang dapat memberi kehidupan kekal bagi seseorang?
~
SO
# azriady 2013-03-20 18:34
*
Tidak dapat dipisahkan? Tapi kenapa pada saat terakhir Yesus disalib, Yesus berteriak memanggil "Eli Eli lama sabaktani" artinya "Allah Allah kenapa kau meninggalkanku? "
# Staff Isa dan Islam 2013-03-21 18:25
~
Ketika Yesus ada di dunia, Dia tidak pernah memanggil Allah, bahkan ketika disiksa pun Dia tidak pernah minta pertolongan kepada Allah. Tetapi ucapan yang Dia sampaikan di salib, adalah ungkapan kesedihan Yesus.

Dan ungkapan ini bukanlah hal yang aneh, karena ungkapan tersebut adalah kebiasaan orang Israel, ketika mengalami kesengsaraan atau kematian, sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Mazmur Daud 22:2, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Jadi, ucapan tersebut bukan jeritan penyesalan dari Yesus karena Dia disalib. Bila Yesus menyesal atau tidak rela untuk disalib, jelas bukan hal yang sulit bagi Yesus untuk melarikan diri dari kejaran prajurit Romawi bukan?
~
SO
# azriady 2013-03-22 00:46
*
Yesus merasa ditinggalkan Allah dianggap kebiasaan ya? Jika Yesus benar Tuhan apa benar bisa merasakan kesengsaraan? Apakah Tuhan juga bisa mati? Atau sebenarnya Yesus pura-pura mati padahal sebenarnya dia abadi.

Tapi kalau tidak bisa mati bagaimana bisa menebus dosa dunia? Dosa bukan benda yang bisa diwariskan, semua orang punya kecenderungan berbuat dosa karena manusia diciptakan memiliki nafsu(keinginan ) yang tak terbatas.

Anda menyalahkan Adam karena sifat nafsu itu tapi sebenarnya menyalahkan Tuhan karena menciptakan manusia dengan memiliki nafsu. Mungkin karena itu harus Tuhan yang bertanggung jawab atas dosa dunia, jadi harus mati disalib. Tapi karena Allah tak bisa mati maka diutuslah Firmannya mewakili Allah mati sebagai manusia agar manusia puas.

Tapi tetap saja nafsu dunia tak bisa dihilangkan, karena nafsu juga membuat manusia tetap ingin hidup.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-26 11:32
~
Saudara Azriady,

Berarti berdasarkan penuturan saudara Allah menjebak manusia di dalam nafsu. Karena Allah maha tahu maka dengan memberikan nafsu pada hakikat manusia sehingga lahirlah dosa. Jadi Allah secara tidak langsung menjadikan dosa dalam diri manusia. Juga berarti Allah dibalik dosa manusia.

Jika Allah dalam Islam seperti itu maka bertentangan dengan kesucian-Nya. Apakah Islam memahami Allah dengan banyak pertentangan seperti itu?

Alkitab menjelaskan bahwa yang menjadikan manusia di kuasai nafsu ialah dosa. Pengertian dosa ialah kurang dari standard Allah. Ketidaktaatan sama dengan dosa atau kurang dari standard Allah. Contohnya Adam dan Hawa tidak taat karena makan buah terlarang.

Adam dan Hawa tidak taat maka lahirlah nafsu. Dan hasilnya, seluruh manusia kini berdosa dan ditunggangi nafsu.

Dan hanya Allah yang dapat membersihkan manusia dari dosa yang mengikat tersebut. Caranya, mintalah ampun dan percaya kepada rahmat dalam Isa Al-Masih.
~
NN
# moer 2013-03-22 15:45
*
To: Azriady, silakan terlebih dahulu membaca Kitab Mazmur Daud 22 sebelum anda sesumbar. Baca dan temukan bahwa apa yang tertulis di Mazmur Daud terjadi dalam diri Yesus. Baca dulu, lalu cermati maknanya, supaya kalau anda berkomentar setidaknya anda tau apa yang anda katakan, bukan omongan serampangan yang penuh keputus-asan

To: Adriansyah, bagian anda umat Islam yang sangat suka mempertanyakan Alkitab terjemahan, mengapa sekarang anda membawa ayat terjemahan? Apakah frasa yang ada di dalam kurung ada dalam Al-Quran yang masih orisinil itu?
# Vicar Hasan 2013-03-24 23:34
*
"Anda dan orang Kisten lainnya yakin Yesus itu Tuhan dan disalib untuk menebus dosa manusia"

Sekarang saya mau bertanya," Untuk siapa Yesus bertanggung jawab atas kesalahan Manusia sampai rela di salib, apakah kepada Tuhan yang lainnya atau dirinya sendiri, kalau menurut anda Yesus itu Tuhan, kenapa harus repot-repot di salib, tinggal bilang " Aku hapuskan semua dosa manusia " Tuhan kan yang menciptakan alam semesta beserta isinya, kan selesai.

Jadi secara logika itu betul-betul fatal kesalahan menurut kepercayaan anda dan umat Kristen lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-27 22:40
~
Saudara Vicar,

Isa Al-Masih harus menggenapi apa yang tertulis dalam Taurat. Kitab Taurat telah mewahyukan bahwa Isa Al-Masih harus mati demi dosa manusia tetapi kemudian Ia bangkit, mari lihat dalam Kitab Taurat, "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjah at, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya" (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:4,8-9).

Pikiran Allah tidaklah sama dengan pikiran manusia. Allah memilih jalan menjadi manusia untuk menyelamatkan saudara dan juga saya. Agar manusia mengenal pencipta-Nya sebagai Allah yang dekat, bukan yang jauh dan tidak terjangkau.
~
NN
# azriady 2013-03-27 01:04
*
Makna dari nafsu adalah keinginan, manusia tidak bisa hidup tanpa nafsu. Makan pun harus punya nafsu makan, nafsu hidup, nafsu pada wanita agar bisa peroleh keturunan, dan lain sebagainya.

Pengertian Dosa menurut anda berbeda dengan kami, apa agama anda juga mengajarkan tentang pahala?

Amal artinya perbuatan, setiap perbuatan pasti akan memperoleh ganjaran. Amal baik akan mendapat pahala dan amal buruk akan mendapatkan dosa.

Setiap manusia dilahirkan tanpa dosa, namun bila mereka melanggar perintah Allah, saat itulah manusia akan mendapatkan dosa.

Nafsu jahat akan melahirkan dosa, dan nafsu baik melahirkan pahala. Nafsu adalah sifat yang perlu dikendalikan agar tidak membuahkan dosa, jadi dosa bukanlah sesuatu yang bisa diwariskan. Manusia tidak akan berdosa tanpa berbuat sesuatu yang melanggar perintah Tuhan, jadi Adam dan Hawa bertanggung jawab atas dosa mereka sendiri.

Karena itu hanya diri sendiri yang bisa menebus dosa sendiri dengan cara bertaubat pada Allah yang maha pengampun.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-29 20:29
~
Saudara Azriady,

Saudara benar bahwa setiap perbuatan baik pasti akan mendapat pahala. Tetapi seberapa banyak amal baik yang dapat saudara lakukan untuk mendapatkan keselamatan? Apakah saudara yakin, amal baik saudara lebih banyak dari dosa yang saudara lakukan. Karena Allah itu suci. Dosa sekecil apapun tidak akan dapat masuk dalam surga-Nya.

Apapun definisi dosa, dosa tetaplah hal yang dibenci Allah. Sebesar apapun usaha manusia untuk berbuat baik, namun saudara bisa melihat sendiri bahwa manusia tetap memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat. Manusia tidak akan sanggup memperoleh keselamatan dengan usaha sendiri.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah...”(Injil, Surat Efesus 2:8).

Hanya Allah yang sanggup menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Karena itu Allah datang dalam rupa manusia, yaitu Isa Al-Masih untuk memberikan jalan keselamatan bagi semua manusia.
~
NN
# Vicar Hasan 2013-03-27 10:45
*
Yesus (Isa) bukanlah Tuhan, melainkan seorang manusia atau yang lebih mulia disebut nabi. Dia diutus Allah ke bumi untuk menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Kalau Yesus itu Tuhan, untuk apa Dia disalib?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-04 20:36
~
Saudara Vicar,

Di atas sudah dijelaskan beberapa alasan mengatakan Yesus disebut Tuhan. Diantaranya:

Dia dikandung dari Roh Kudus, bukan hasil hubungan biologis manusia (Injil, Rasul Matius 1:23).

Dikatakan Dia adalah kekal. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-2)

Al-Quran juga mengatakan Dia “seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs 3:45)

Dia akan datang sebagai Hakim yang adil untuk menghakimi segala bangas, termasuk saudara Vicar (Qs 43:61)

Beberapa ayat di atas hanyalah sebagian kecil ayt dalam Injil yang menjelaskan bahwa Yesus adalah Tuhan yang datang ke dunia dalam wujud manusia.

Secara logika memang hal ini tidak masuk akal. Tetapi itulah kenyataannya, bahwa Allah maha besar dan tidak ada yang mustahil bagi Dia.
~
SO
# Ardilles 2013-03-29 13:45
*
Pada waktu Yesus di salibkan, Ia berkata: "ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaku"

Maksudnya itu Dia tujukan ke siapa bukankan Dia adalah penjelmaan dari Tuhan itu sendiri?

Mohon dibantu

GBU.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-06 06:54
~
Saudara Ardiles,

Penyaliban Yesus/Isa Al-Masih merupakan nubuatan yang sudah dicatat ribuan tahun sebelum-Nya dan merupakan jalan keselamatan yang telah Allah rancangkan. Saat Isa Al-Masih berkata “Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”, Ia sedang menggenapi nubuatan tentang diri-Nya, Tuhan Allah yang menjadi hamba.

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. " (Injil, Surat Filipi 2:5-8)
~
NN
# adriansyah 2013-04-17 07:27
*
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal"

Apa maksud ayat "mengaruniakan anaknya yang tunggal" di atas?

Allah / Tuhan tidak mempunyai anak yang adalah mahkluk ciptaan. Coba anda pikir dengan pribadi anda sendiri tentang ayat di atas. Anak dijadikan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 08:57
~
Saudara Adriansyah,

Memang benar bahwa Tuhan tidak pernah mempunyai anak dalam pengertian biologis. Saudara harus memahami dahulu pengertian “Anak” yang dimaksud.

Istilah atau sebutan “Anak/Anak Allah” yang menunjuk Isa Al-Masih adalah sebuah gelar sinonim dengan gelar khas lainya yaitu Mesias. Bangsa Yahudi menantikan datang-Nya Mesias yang juga disebut Anak Allah.

Istilah Mesias dan Anak Allah tersebut telah ditetapkan sebagai identitas penyelamat, dan istilah itu diberitahukan jauh sebelum Isa Al-Masih datang. Maka saat Isa Al-Masih datang Ia dipanggil Anak Allah, sebagai penggenapan dari janji Allah datangnya juruselamat.

Perhatikan "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Al-Masih, Tuhan, di kota Daud" (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-11).
~
NN
# Azriady 2013-04-27 00:10
*
Apa anda percaya wujud dan kuasa Allah tidaklah serupa dengan makhluk-Nya? Tiada Allah yang lain selain Allah Yang Maha Esa. Apakah kuasa Allah serupa jin dan malaikat yang diberi kemampuan untuk menjelma menjadi manusia? Jika ada Tuhan yang berwujud manusia maka dia bukanlah Allah.

Terserah bagaimana logika yang anda buat, bagi kami wujud Allah tidaklah serupa manusia. Karena wujud Yesus adalah manusia maka dia bukanlah Tuhan, karena Tuhan itu hanya Allah.

Tuhan turun kedunia untuk menebus dosa warisan Adam. Siapa yang berbuat dia yang menanggungnya, apa dosa dapat diwariskan? Kenapa harus Tuhan yang menebusnya, itu kan dosa kita sendiri. Allah menciptakan neraka agar manusia mempertanggungj awabkan perbuatan dosanya, Allah maha adil karena itu dosa sekecil apapun harus mendapat hukuman, seperti itulah cara Allah membersihkan manusia dari dosa. Setinggi apa derajat manusia hingga harus Allah yang menebus semua dosa yang telah kita perbuat?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 13:16
~
Saudara Azriady,

Hal ini bukan persoalan wujud. Memang ada banyak mahluk yang dapat berubah wujud dan sudah pasti mereka bukan Tuhan. Tetapi ini mengenai sifat dan kuasa Allah. Allah menjadi manusia karena sebuah alasan yaitu kasih.

Allah mengasihi manusia. Tanpa Allah mendatangi manusia dan menyatakan kasih pengorbanan-Nya , manusia akan selamanya terjerat dalam penghukuman dosa.

Siapakah Isa Al-Masih dalam wujud manusia. Isa Al-Masih jelas adalah yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45) dan Dia berkata “Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Saudara sulit melihat kasih Allah seperti ini karena Islam mendasarkan hubungannya dengan Allah dengan perasaan takut bukan kasih.
~
NN
# Sofyan 2013-05-21 08:17
*
Mana buktinya kalau Yesus itu adalah Tuhan? Kalau Dia adalah Tuhan, kenapa harus menebus dosa manusia, sedangkan Dia adalah Tuhan yang Maha Kuasa? Bukankah Dia bisa mengampuni dosa manusia tanpa ada acara tebus menebus? Ini membuktikan bahwa Dia bukan Tuhan,
# Staff Isa dan Islam 2013-05-22 08:07
~
Saudara Sofyan,

Karena dosa, manusia ditakdirkan untuk menderita selama-lamanya di Neraka. Kesucian Allah tidak dapat mentoleransi dosa. Firman Allah mengatakan “Upah dosa adalah maut” (Injil, Surat Roma 6:23) Inilah hukum dan keadilan Allah.

Namun, Allah adalah kasih! Sehingga Dia merencanakan suatu jalan bagi manusia. Rencana-Nya adalah jalan yang lurus yang akan membebaskan manusia dari hukuman mati. Kesucian Allah menuntut keadilan, sementara kasih-Nya memohon belas kasihan dan pengampunan.

Keadilan Allah berarti Dia tidak dapat melupakan dosa kita begitu saja. Coba bayangkan jika seorang hakim mengatakan bahwa pencuri yang mencuri Rp. 1M dari saudara tidak perlu membayarnya kembali, karena hakim itu merasa kasihan dan ingin mengampuni si pencuri. Ini pasti tidak adil buat saudara, bukan?

Allah yang adil tidak dapat mengadili dengan tidak adil. Agar dapat memenuhi persyaratan atas keadilan kasih-Nya, Kalimat Allah, yaitu Yesus, dihukum menggantikan kita.

Renungkanlah firman Allah ini: “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami” (Injil, Surat 2 Korintus 5:19).

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21)
~
SO
# adriansyah 2013-05-23 07:45
*
Di sini anda menuliskan Firman Allah. Bukankah Tuhan anda dan umat Kristen itu Yesus? Mengapa anda tidak menulis firman Yesus saja? Tuhan Yesus dan Tuhan Allah sangatlah berbeda. Kenapa anda tidak mempercayai hanya satu Tuhan saja yaitu Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-24 10:12
~
Saudara Adriansyah,

Menurut kami tidak ada masalah, apakah ditulis dengan kata “firman Allah” atau dengan kata “firman Yesus” Sebab Yesus dan Allah adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Di komentar atau artikel lain, kami juga sering menggunakan kata “firman Yesus.” Dan tidak ada yang salah dengan hal itu.

Sebagaimana saudara mempercayai satu Tuhan, demikian juga dengan orang Kristen sangat mengimani ajaran Tuhan itu esa. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Taurat, Kitab Ulangan 6:4)

Apakah saudara pernah mendengar orang Kristen mengajarkan bahwa Tuhan itu lebih dari satu? Jelas tidak ada bukan!

Untuk memahami hal ini, saudara perlu mengerti tentang Konsep Tritunggal Allah. Silakan mempelajari artikel ini: http://tinyurl.com/q4qf9e2.
~
SO
# Sofyan 2013-05-23 22:45
*
Aduh, kenapa jawabnya muter muter kesana kemari. Manusia berdosa kepada siapa? Tentu saja kepada Tuhan. Tapi kenapa Tuhan menebusnya? Kemana Yesus akan menebus dosa? Apakah ke Tuhan? Lalu Tuhan mana lagi?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-25 21:56
~
Saudara Sofyan,

Setiap manusia pernah berbuat dosa yang telah menajiskan dirinya dihadapan Allah.

"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku" (Taurat, Kitab Mazmur 51:7).

Seandainya saudara hendak menghidangkan segelas air kepada tamu dan tidak disengaja ada sepotong kecil kotoran cicak masuk kedalam gelas tersebut, maka tentulah saudara segera mengantikannya dengan air dan gelas yang baru.

Demikian juga dihadapan Allah. Sekalipun saudara banyak amal, jika ada sedikit saja dosa, itu telah menajiskan dan saudara tidak layak dihadapan Allah sebab Allah Maha suci.

Itu sebabnya manusia membutuhkan penebusan atas dosa-dosanya. Dan Allah yang menyatakan diri dalam rupa manusia Isa Al-Masih dengan otoritasnya atas semesta dan karena kebaikan-Nyalah maka Ia rela datang, mati, dan bangkit untuk menebus dosa manusia.

"Demikian pula Isa Al-Masih hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia"(Injil, Surat Ibrani 9:28).

Jadi, adakah manusia yang tidak berdosa selama hidupnya sehingga layak dibenarkan Allah karena perbuatan-Nya? Tidak. Maka karena itulah Allah memberikan jalan yaitu menyucikan manusia melalui pengorbanan-Nya , sehingga manusia dibenarkan dan beroleh kehormatan.
~
NN
# Sofyan 2013-05-26 16:07
*
Allah maha pengampun bukan maha penebus, saya memang pasti berdosa, tapi Allah maha pengampun, barang siapa mau bertobat kepadanya dengan sungguh sungguh dan meminta ampun dengan sungguh sungguh dan menjalani perintahnya dan menjauhi larangannya, insyaallah, Allah akan mengampuni dosa umatnya, bukan menebusnya apalagi mengorbankannya.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : "barangsiapa mau bertobat kepada Allah dengan tobatan nasuha, niscaya Allah akan mengampuni dosanya, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyang" (HR. Bukhori dan Muslim)

Jadi sulit di cerna oleh akal kalau Tuhan itu harus mengorbankan diri-Nya, bukan mengampuninya. Malah pada waktu mau disalibkan Yesus berseru dengan suara nyaring katanya: "eli eli lama sabakhtani" yang artinya ya Tuhan apa sebabnya engkau meninggalkan aku. Sudah jelas Yesus tidak bersatu dengan Allah, Allah telah meninggalkan Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-28 22:47
~
Saudara Sofyan,

Seruan Isa Al-Masih “...Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Injil, Rasul Besar Matius 27:46) Mempunyai arti khusus. Ia mengutip kalimat “Eli, Eli...” dari Kitab Zabur 22:1-2 “Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.”

Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menggenapi semua nubuatan tentang diri-Nya. Mulai dari kelahiran hingga kebangkitan-Nya sudah dinubuatkan. Dan seruan-Nya “Eli, Eli ...Allahku-Alla hku mengapa Engkau meninggalkan aku” adalah penggenapan atas nubuatan mengenai kematian-Nya.

Kitab /ZaburMazmur ditulis beberapa ratus tahun sebelum Isa Al-Masih. Kitab ini banyak menubuatkan tentang Isa Al-Masih.
~
NN
# adriansyah 2013-05-27 16:15
*
Sekarang staff IDI percaya dengat kalimat Yesus apa Allah? Penguasa dunia dan akhirat adalah Allah, bukan Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-03 21:25
~
Saudara Adriansyah,

Tentu kami meyakini bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan baik di dunia dan akhirat. Dan dalam kitab saudara jelas tertulis Isa Al-Masih disebutkan sebagai yang terkemuka di dunia dan akhirat.

Mari bersama kita melihat dalam Qs 3:45, " (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat..."

Ayat tersebut menjelaskan mengenai berita kelahiran Isa Al-Masih yang disampaikan Jibril kepada Maryam. Saat itu Maryam belum mengandung Isa Al-Masih, tetapi coba perhatikan perkataan malaikat Jibril, bahwa yang akan datang ke dalam rahim perawan Maryam adalah seorang terkemuka di dunia bahkan di akhirat.

Isa Al-Masih tidak melalui proses lulus uji kesalehan baru mendapat gelar terkemuka di dunia dan akhirat, sebab sebelum Ia menjadi manusia, malaikat Jibril telah memberitahukan bahwa Isa Al-Masih adalah yang terkemuka di dunia dan akhirat. Hal ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih berasal dari sorga dan Ia sudah ada sebelum Ia dirahim Maryam.

Pertama jika disebut "terkemuka di dunia dan akhirat” maka sudah tentu Dia dari Sorga. Kedua, itu berarti Isa Al-Masih sudah ada sebelum Ia menjadi manusia. Karena mungkinkah “yang terkemuka di dunia dan akhirat” baru lahir kemudian setelah dunia berjalan begitu lama. Bila gelar "terkemuka di dunia dan akhirat" baru diperhitungkan sejak kelahiran Isa Al-Masih, maka sebelumnya siapakah yang terkemuka di dunia dan akhirat?

Bukankah yang layak memiliki gelar tersebut hanya Allah?
~
NN
# Sofyan 2013-05-29 19:02
*
Justru ini kejanggalannya mas, bukankah orang Kristen meyakini bahwa Nabi Isa bersatu dengan Allah. Tapi kenapa dia memanggil Allah? Mungkinkah tuhan memanggil Tuhan?

Anak kecilpun bisa menyimpulkan bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-09 21:23
~
Saudara Sofyan,

Keyakinan tersebut datangnya dari klaim Isa Al-Masih sendiri. Dan Nasrani hidup karena keyakinan terhadap setiap perkataan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih sendiri berkata “Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Jadi apakah klaim Isa Al-Masih tersebut benar. Jika tidak benar maka ada hanya ada dua kemungkinan, Isa Al-Masih berdusta atau Alkitab yang salah.

Sudah pasti Isa Al-Masih tidak akan berdusta sebab Alkitab dan Al-Quran menyatakan Isa suci, dan tentu saudara percaya akan hal ini. Tinggal kemungkinan yang kedua, apakah Alkitab salah. Ini tidak mungkin sebab Alkitab [Al-Quran sebut sebagai “kitab terdahulu] adalah Firman Allah. Dan tidak ada satu makhlukpun di semesta ini yamg dapat memalsukan sehingga memasukan ayat-ayat palsu dalam Firman Allah lihat Qs 5:48.

Jadi Isa Al-Masih adalah Allah. Dan semasa Ia menjadi manusia Ia tidak terang-terangan menyatakan hal itu, kecuali kepada para murid-Nya. Jadi jangan heran apabila dalam rupa manusia-Nya kala itu Isa Al-Masih mengajarakan tentang Tuhan.
~
NN
# zaeni 2013-06-01 18:43
*
Jika Allah hendak menghapuskan dosa umat manusia tidaklah harus turun kebumi dan menjelma sebagai manusia, cukuplah manusia itu bertaubat berdoa mohon ampun dengan sepenuh hati allah sudah menghapus dosa nya, Tuhan itu maha pengampun, maha berkuasa, maha berkehendak, dan Allah menciptakan sesuatu yang tidak sia-sia.

Jika Allah harus turun dan menjelma sebagai manusia hanya untuk menghapus dosa manusia itu hal yang sia-sia dan tidaklah mungkin Allah seperti itu. Yang jelas Isa di turunkan ke bumi hanya untuk menyampaikan ajaran Allah, (tetapi ajarannya selama ini telah di salah tafsirkan) sehingga di dalam Al-Quran di sebut kaum yang tersesat. mereka telah menyakini ajaran yg salah tafsir.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-09 21:34
*
Saudara Zaeni,

Manusia sudah diberi kesempatan oleh Allah namun terbukti manusia gagal untuk bertobat. Yang dimaksud bertobat adalah tidak lagi melakukan lagi dosa. Jika masih ada pikiran kotor, iri hati, benci, cemburu, nafsu maka gagallah pertobatan itu. Malahan sejarah mencatat bahwa kejahatan manusia terus bertambah. Hal ini membuktikan bahwa manusia gagal dan tidak mungkin menyucikan diri sebagaimana kehendak Allah. Apakah saudara sudah mencapai pertobatan sempurna? Atau beranikah saudara menjamin bahwa diwaktu mendatang saudara akan sempurna berkenan kepada Allah dan diterima-Nya?

Karena kegagalan manusia maka Allah sendiri membersihkan dosa manusia dengan darah-Nya. Ia menjadi manusia memberikan teladan dan menyelamatkan manusia.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, surat Efesus 2:8-9).
~
NN
# adriansyah 2013-06-04 07:49
*
Apakah anda percaya dengan ayat yang anda tampilkan seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat..."

Di ayat tersebut tertulis "seorang yang diciptakan" Apakah anda mau menyangkal bahwa Isa terciptakan.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-09 21:21
~
Saudara Adriansyah,

Kitab Ali Imran menyebut Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Rohullah. Dan Anas Bin Malik 72 menyatakan hal serupa bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Roh Allah.

Kalimat adalah Allah dalam hakikat-Nya dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi. Kalimat adalah pribadi Ilahi. Roh Kudus adalah Roh Allah, dan Roh Allah tidak diciptakan. Roh Kudus artinya Roh Yang dikuduskan atau nama Allah yang akbar. Roh kudus itu tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri.

Sebab tidak mungkin Kalimat Allah dan Roh Allah termasuk ciptaan, Dialah Isa Al-Masih.
~
NN
# Sofyan 2013-06-10 21:19
*
"Aku dan Bapa (Allah) adalah satu" (Yohanes 10:30)

Jadi itu dasarnya saudara meyakini yesus bersatu dengan Allah.

Silahkan anda simak ayat ini "Aku di dalam mereka itu dan engkau di dalam aku, supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan" (Yohanes 17:23).

Aku di dalam mereka : kata "mereka" adalah murid Yesus. Sedangkan "aku" adalah Yesus, jadi Yesus beserta muridnya bersatu.

Kalau saudara percaya kesatuan Yesus dengan Bapa berarti anda harus percaya kesatuan Yesus dengan ke dua belas muridnya, dan bukan tritunggal melainkan lima belas tunggal.

Jadi yang mana yg benar tritunggalkah atau limabelas tunggal kah?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-24 10:09
~
Saudara Sofyan,

Pengertian satu antara Isa Al-Masih dengan Allah berbeda pengertiannya dengan para pengikut. Bahwa maksud “satu” dalam konteks Yohanes 17 memiliki beberapa makna yang berbeda. Dalam pasal ini Isa Al-Masih menekankan kesatuan dalam arti hubungan yang erat. Hubungan yang sangat dekat, sangat akrab antara manusia dengan penciptan-Nya. Itulah tujuan kedatangan Isa Al-Masih, agar manusia dekat dengan pencipta-Nya.

JIka saudara percaya Yohanes 17 maka seharusnya saudara percaya juga Yohanes 14. Demikian bunyinya "Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami. (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:8-9).
~
NN
# adriansyah 2013-06-19 07:48
*
Sudah jelas Isa adalah seorang putra yang terciptakan, masih juga menyangkal. Kemana sebenarnya anda. Sadar apa tidak.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-24 10:17
~
Saudara Adriansyah,

Jika benar Isa Al-Masih diciptakan, maka pertanyaannya sejak kapan Isa Al-Masih menjadi yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45) dan sampai kapan Dia yang terkemuka di dunia dan akhirat?
~
NN
# Sofyan 2013-07-01 20:47
*
Begitupun persatuan Yesus dengan Allah, bukan berarti Yesus bersatu dengan Allah, buktinya Yesus lapar, tidur, makan, sedih takut, mestinya jika Yesus bersatu dengan Allah sifat-sifat itu tidak ada pada Yesus .

Yesus teriak eli eli lamasabakhtani adalah bukti Yesus tidak bersatu dengan Allah. Dalam Injil sendiri Yesus mengaku dengan polos bahwa Ia tidak mengetahui hari kiamat dan hanya Allah yang tau, mestinya kalau Yesus bersatu dengan Allah tentu Dia tau hari kiamat.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-03 17:15
~
Saudara Sofyan,

Memang terkadang orang yang mengamati lebih mudah untuk memberi penilaian. Harus begini, harus begitu. Mereka tidak pernah melihat dari sudut pandang yang lain, mereka hanya fokus pada sudut pandangnya sendiri.

Contoh seperti suporter pemain bola. Sepertinya mereka lebih pintar dalam menggiring bola. Dan ketika si pemain melakukan kesalahan, maka mereka akan mengomel dan mengatakan pemain itu tidak becus.

Dalam memahami siapakah Yesus sebenarnya, kita harus melihat Yesus dalam dua situasi yang berbeda. Pertama: Yesus sebagai manusia, tentu Dia bisa lapar, tidur, makan sedih, takut dll. Hal ini lumrah, sebab ketika Yesus di dunia, Dia adalah 100% manusia. Jadi wajar saja bila Dia merasakan hal-hal yang umumnya dirasakan oleh manusia.

Kedua: Yesus sebagai Kalimat Allah yang nuzul ke dunia. Yesus, sebelum datang ke dunia, Dia adalah Kalimat Allah yang berada bersama-sama dengan Allah dalam kekekalan-Nya. Itulah sebabnya dalam Injil Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Dalam kondisi ini Yesus adalah 100% Tuhan.

Jadi, bila saudara Sofyan mau mengenal tentang Pribadi Yesus, ada baiknya saudara memahami satu demi satu. Jangan terlalu banyak seperti komentar saudara di atas. Bagaimana bila saudara memulai dengan pengetahuan Yesus akan hari kiamat? Silakan membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/d8hdrs5.
~
SO
# adriansyah 2013-07-08 07:37
*
Sejak Allah mengabarkan kelahiran Isa bin Maryam melalui malaikat-Nya. Sampai Isa diturunkan Allah kembali ke dunia, Isa akan memerangi orang-orang yang inkar akan kebesaran Allah, karena hanya Allah yang patut di sembah.

Tiada Tuhan selain Allah. Isa akan mengajak umat untuk menyembah Allah dan akan ajak umat mengerjakan sholat lima waktu. Imam mahdi yang akan menjadi imamnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-10 05:33
~
Saudara Adriansyah,

Coba saudara renungkan siapakah sebenarnya Isa Al-Masih ini. Dalam Qs 3:45 Ia disebut Kalimat Allah dan Roh Allah. Bahkan sebelum Dia ada dalam rahim Maryam, Ia disebut sebagai Yang terkemuka di dunia dan akhirat.

Jadi Isa Al-Masih adalah Yang terkemuka di dunia dan akhirat berarti Ia sudah ada sebelum dunia dan akhirat ini ada. Ia juga Kalimat Allah dan Roh Allah berarti Ia tidak diciptakan dan apa yang tidak diciptakan adalah Allah itu sendiri.

Fakta tentang keilahian Isa Al-Masih ini jangan saudara abaikan. Dengan bukti keilahian inilah kita dapat mengenal Allah sebab itu Isa Al-Masih merupakan Junjungan yang ilahi.
~
NN
# hamba Allah 2013-08-13 12:46
*
Isa Al-Masih bukan Yesus/Allah. Isa Al-Masih adalah nabi ciptaan Allah yang diutus oleh Allah untuk mendamaikan umat manusia dengan membawa Injil yang ajarannya menyembah Allah. Injil yang dibawa Isa Al-Masih isinya bukan Injil yang diyakini oleh umat Nasrani. Karena kitab Injil sudah dimusnahkan dan disempurnakan dengan Al-Quran. Jadi Injil yang ada sekarang hanya karangan umat Nasrani
# Staff Isa dan Islam 2013-08-16 20:52
~
Saudara Hamba Allah,

Saudara tidak dapat menyangkali firman Allah yang meyatakan bahwa Isa adalah firman Allah yang menjadi manusia.

“ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan...Fir man itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3,14)

Ayat tersebut sangat jelas menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah, segala sesuatu dijadikan oleh Isa. Ini menunjukan bahwa Isa Al-Masih adalah pencipta bukan ciptaan Allah. Isa Al-Masih adalah Allah yang menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia.

Dan jika Injil yang ada sekarang hanya karangan manusia, apakah berarti Allah telah gagal untuk menjaga firman-Nya agar tetap murni? Apakah Allah tidak memiliki kekuatan untuk menjaga firman-Nya?
~
NN
# azriady 2013-08-15 00:34
*
Jika Yesus Tuhan artinya bukan manusia, tapi jika Dia manusia artinya bukan Tuhan. Jika Yesus adalah manusia sekaligus Tuhan, artinya lebih hebat dari Allah yang cuma punya status sebagai Tuhan tapi bukan manusia. Jika Yesus dan Allah adalah satu , maka andai Yesus mati berarti Allah juga ikut mati. Jika Allah tidak bisa mati berarti Yesus juga tidak bisa mati. Jadi sebenarnya Yesus cuma pura-pura mati karena tentunya dia tidak bisa mati, atau yang mati itu adalah sisi manusianya dan sisi keTuhanannya telah menyatu kembali kedalam diri Allah. Itu berarti Yesus sudah tidak ada lagi hanya tinggal Allah saja. Jika Yesus masih ada berarti dia tidak menyatu dengan Allah, artinya sekarang di langit ada dua Tuhan. Tapi di antara Allah dan Yesus, cuma Allah Tuhan yang maha besar.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 09:34
~
Saudara Azriady,

Kami mengingatkan saudara sekali lagi, bahwa saudara sedang membicarakan tentang Allah yang memiliki segala kebesaran yang tidak dapat dipikirkan oleh pikiran manusia yang sangat terbatas. Allah bukan manusia yang perbuatannya dapat dirumuskan dan dibatasi oleh logika saudara. Jika Allah dapat dibatasi, tentu Ia bukanlah Allah.

Allah yang mahakuasa dapat melakukan apapun juga. Ia dapat berada di dunia dan tetap berada di tahata kemuliaannya di sorga. Allah dapat mendatangi dunia orang hidup dan orang mati. Allah maha hadir, Ia dapat ada dimana-mana. Saat Allah menjadi manusia dalam Isa Al-Masih, bukan berarti Allah menjadi dua pribadi. Allah tetaplah satu.
~
NN
# azriady 2013-08-20 01:12
*
Emang betul, siapapun yang membicarakan tentang Allah tidak boleh pakai logika manusia. Tapi Yesus adalah manusia, dan itu fakta. Seorang manusia tidak mungkin dipanggil Tuhan, jika anda tidak memakai logika anda sendiri.

Anda seolah merendahkan derajat Tuhan, dengan mengatakan Allah berkorban untuk menebus dosa dunia. Siapa yang membuat aturan bahwa dosa itu butuh tumbal? Kepada siapa tumbal itu diserahkan? Jika Allah yang menjadi tumbal untuk dosa manusia, untuk diserahkan kepada Allah yang mana lagi?

Tak ada Allah yang lain selain Allah. Apa Allah tidak maha kuasa mengampuni semua dosa manusia tanpa harus ikuti aturan dari Allah yang laen, yang mengatakan dosa harus ditebus dengan mengadakan tumbal. Apa Allah ingin mengajarkan kepada manusia agar membunuh anaknya sendiri jika ada orang lain yang berbuat dosa pada kita?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-26 14:03
~
Memang sulit untuk dimengerti bagaimana Tuhan bisa menjadi manusia hanya untuk menanggung dosa manusia yang notebene adalah ciptaan-Nya sendiri.

Sdr. Azriady, pertama saudara harus ingat bahwa “upah dosa adalah maut.” Artinya, setiap orang yang melakukan dosa akan mati secara rohani. Kedua, sifat Allah adalah maha adil. Oleh karenanya dosa harus dihukum.

Agama Islam mengajarkan perbuatan baik akan menghapus dosa. Jika timbangan lebih berat kepada kebaikan kita, kita akan masuk sorga. Tapi Adam hanya berdosa satu kali saja, dan karena itu Allah mengusir Adam keluar dari Firdaus. Jika Anda melakukan bahkan hanya satu dosa saja seperti Adam, harapan apa yang Anda miliki untuk bisa masuk ke sorga?

Karena mustahil perbuatan baik kita lebih berat dari dosa, maka kita perlu cara lain untuk masuk sorga. Isa Al-Masih bersedia untuk mati di kayu salib, sehingga kita dapat dibebaskan dari hukuman dosa kita. Itulah sebabnya, hanya melalui percaya kepada Isa Al-Masih maka kita dapat masuk ke sorga.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)
~
SO
# ingin mengerti 2013-09-03 12:31
*
Salam damai,

Saya percaya bila Yesus dan Allah itu satu. Seperti Injil katakan, “Barang siapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa.....percay alah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9-11). "Aku dan Bapa adalah satu.”

Saya berfikir seperti ini. Contoh saja ya. Allah mencabut 10 helai rambut-Nya dan 10 rambut-Nya itu dihembuskan nafas-Nya dan hiduplah rambut itu dan diberi nama Yesus. Lalu dikirimlah Yesus ke dunia untuk memberikan Firman Tuhan. Memberikan arti kebenaran.

Kira-kira seperti itulah pikiran saya tentang Yesus. Itu hanya contoh saja, bukan berarti Yesus diciptakan dari rambut Allah. Lebih tepatnya saya rasa Yesus itu terciptakan dari kalimat Allah, makanya di Alkitab disebut Yesus adalah Firman Allah yang hidup.

Maaf bila salah kata, saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang Yesus. Tolong ditanggapi. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-04 17:22
~
Saudara Ingin Mengerti,

Menurut kami ilustrasi yang saudara berikan di atas tidak salah. Namun memang tidak mudah untuk memahami bagaimana mungkin Allah mau menjadi sama dengan ciptaan-Nya. Tetapi bagi mereka yang dapat memahami bagaimana kasih Allah yang begitu besar bagi manusia, maka mereka akan dapat melihat bahwa Yesus Kristus adalah anugerah terbesar Allah bagi manusia.

Sehingga, melalui pengorbanan Yesus, manusia mendapatkan kesempatan kembali untuk datang kepada Kemuliaan Allah yang sudah terpisah karena dosa.

Firman Allah mengatakan, “Karena upah dosa yaitulah mati; tetapi karunia Allah yaitu hidup yang kekal dalam Tuhan kita Isa al-Masih” (Injil, Surat Roma 6:23).
~
SO
# Azriady 2013-09-04 01:29
*
Saya setuju bahwa tidak ada manusia bisa luput dari dosa, sekecil apapun dosa harus mendapat hukuman. Tapi saya tidak setuju bila hukuman dari dosa adalah maut, seperti yang anda katakan.

Apa Adam dimusnahkan setelah berbuat dosa di sorga? Adam dikirim ke bumi untuk mempertanggung- jawabkan semua dosanya, berbuat banyak kebaikan di dunia agar Allah bisa mempertimbangka n lagi untuk menerima Adam kembali ke sorga.

Hukuman dari dosa bukanlah maut, karena semua manusia sudah tentu akan mati. Manusia tetap mendapat hukuman dari seberapa besar dosa yang telah di buat. Namun jika kebaikan lebih besar dari dosa maka Allah maha pengampun. Dosa tidak dapat ditebus oleh orang lain, jadi kami tidak percaya soal penebusan dosa tersebut. Dosa Adam tidak akan pula ditanggung anak cucunya. Manusia berdosa dari perbuatannya sendiri, harus di pertanggung-jaw abkan sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-05 17:06
~
Saudara Azriady,

Adalah hak saudara untuk menolak atau menerima penjelasan kami. Kami hanya menyampaikan kebenaran sesuai yang tertulis dalam Kitab Suci bahwa upah dosa adalah maut. Karena dosa telah membuat manusia mati secara rohani.

Memang Allah tidak memusnahkan Adam, tetapi Adam sudah mati secara rohani. Hal itu dapat kita lihat bagaimana Allah mengusir Adam dari Taman Firdaus. Karena jelas Allah yang Maha Kudus tidak dapat tinggal bersama-sama dengan dosa.

Benarkah Allah mempertimbangka n kebaikan yang dilakukan oleh Adam selama dia hidup di dunia? Sepertinya tidak! Buktinya, hingga Adam meninggal dia tetap di dunia. Allah tidak pernah memanggilnya untuk kembali hidup di Taman Firdaus.

Bila kebaikan dapat mengampuni dosa, dapatkah saudara menjelaskan seberapa banyak kebaikan yang harus saudara lakukan agar cukup menghapus dosa-dosa saudara?

Perhatikanlah perkataan nabi saudara berikut ini: "Bukan amal seseorang yang memasukannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt belaka" (HSM 2412-2414).

Dikatakan, seseorang yang masuk sorga bukan karena amal. Tetapi oleh rahmat Allah. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# ingin mengerti 2013-09-06 20:23
*
Terimakasih,

Sungguh bahagia bisa mengenal Yesus. Sungguh mulia diri-Nya, suci, tanpa dosa. Saya rasa Yesus memiliki posisi paling spesial di antara semua nabi yang pernah ada. Saat mendengar namanya saja "Yesus" saya sudah bisa tau bila diri-Nya adalah orang yang sangat baik luar biasa.

Sungguh bahagia bila mendengar namanya "Yesus". Seandainya semua orang bisa merasakan apa yang kurasakan, pasti semakin banyak orang yang mencintai-Nya.
# prio 2013-09-06 21:17
*
Ketika anda sangat mencintai seseorang maka, maka yang anda pikirkan adalah orang tersebut. Meniru gayanya, mencintai hobinya, bahkan juga barang-barangny a. Semua yang diceritakan dihubung-hubung kan dengan orang yang dicintai. Apa saja diikuti karena begitu mengidolakan, ketika diperintah oleh orang itu serta merta dilakoni dengan ikhlas.

Isa Al-Masih hanyalah seseorang yang amat sangat mencintai Tuhan-Nya. Namun itu tidak akan pernah menjadikan dirinya Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-08 13:25
~
Saudara Prio,

Kami ingin mengajak saudara melihat sisi lain dari Isa Al-Masih. Yaitu dari hal-hal yang Dia lakukan ketika Dia ada di dunia.

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut seketika itu juga reda ketika Isa membentaknya.

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari.

Nah, dari karya-karya Isa di atas, menurut Sdr. Prio siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu?

Juga kiranya saudara dapat merenungkan ayat ini: “Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45). Dalam Qs 19:19 Al-Quran juga mengatakan Isa Al-Masih satu-satunya yang suci.
~
SO
# Nak Sekolah Minggu 2013-09-07 07:25
*
Tuhan dalam arti adalah Penguasa.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (Qs 2:131)

Dalam Alkitab: Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”

Dalam Al-Quran: "Ketika Malaikat berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat dari pada-Nya namanya Al masih Isa Putra Maryam. Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan" (Qs 3:45)

Pertanyaannya: Siapa yang terkemuka di sorga selain dari Allah?
# h,b,k,k,i. 2013-09-17 02:33
*
Jika tiap umat beragama saling menuduh maupun menjelek-jelekk an agama lain, justru berpotensi konflik. Jalani saja yang anda percayai, hidup rukun antar umat beragama. Toh agama diciptakan bukan buat saling memecah belah manusia.

Jalani perintah agama dan jauhi larangannya. Dengan jadi manusia yang saling mengasihi sesamanya, saya yakini itu sebagai upaya menyenangkan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-17 22:44
~
Kami setuju dengan pernyataan saudara. Tapi perlu saudara ingat, bahwa tujuan dari forum ini bukan untuk menjelek-jelekk an agama lain. Forum ini bertujuan untuk mencari-tahu siapakah sebenarnya Isa Al-Masih menurut Al-Quran dan juga Alkitab.

Bila saudara mempunyai pandangan tentang hal tersebut, tentu kami tidak keberatan saudara memberi pendapat.
~
SO
# andi 2013-09-17 03:52
*
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan...Fir man itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3,14).

Di sini sangat janggal sekali, harusnya kita obyektif jangan subyektif. Di ayat ini saja sudah jelas kalau ini sangat membingungkan.

Pertama adalah Firman, Firman bersama Allah, dst. Bagaimana mungkin awalnya sendiri, lalu bersama lalu menyatu. Apa mungkin pada mulanya Andi, Andi bersama dengan Udin, lalu saya adalah Udin. Kan tidak logis.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-17 22:44
~
Saudara Andi,

Menurut kami tidak ada yang aneh dengan kalimat tersebut, asal saudara membacanya dengan baik-baik. Juga jangan hanya membaca sebagian ayat, silakan membaca ayat dalam satu perikop supaya saudara mengerti alur ceritanya.

Berikut penjelasan kami untuk ayat yang saudara kutip:

Ayat 1-2 menuliskan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah” Dulu, ketika dalam kekekalan Yesus itu adalah Firman Allah. Dia ada bersama-sama dengan Allah karena Dia adalah Allah itu sendiri. Dengan kata lain, Firman dan Allah ada dalam satu Pribadi.

Ayat 14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” Sekarang, Firman itu menjadi manusia dan tinggal di dunia bersama-sama manusia yang lain. Melalui Dia, manusia dapat melihat kemuliaan Allah secara langsung. Itulah sebabnya Dia disebut sebagai Anak Allah. Ingat, “anak” di sini dalam arti kiasan.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu saudara untuk memahami arti dari ayat tersebut.
~
SO
# ferry 2013-10-04 17:36
*
Dari semua pernyataan Firman maupun pendapat anda dapat saya luruskan bahwa Tuhan tidak butuh disembah, Tuhan tidak pernah menyamar atau apapun istilahnya Tuhan ada dimana mana disurga, neraka, dunia di laut di angkasa, di bulan di akhirat, di dalam usus binatang usus manusia yang jelas di mana mana (Arsy), karena Tuhan adalah Tunggal/Esa dan tidak memerlukan istilah anak bapak, anak tuhan bersatu dengan manusia dan lain lain.

Bagi yang menyangkal dan tidak mau memahami ini maka sesatlah kalian dan neraka menunggumu.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-08 21:12
~
Saudara Ferry,

Tuhan tidak membutuhkan apa-apa atas manusia tetapi Tuhan begitu mengasihi manusia. Itu sebabnya Ia menjadi manusia agar dikenal dan supaya terselamatkanla h manusia. Pasalnya manusia telah terjual karena pilihan manusia Adam dan Hawa yang lebih mendengar bujuk rayu Iblis. Dengan jalan menjadi manusia, Allah membuktikan kepada seluruh ciptaan akan kekuatan kasih. Dengan kasih dan pengorbanan Allah menebus manusia dari jerat Iblis. Ada tertulis:

Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Injil, surat Ibrani 9:28).
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2013-10-05 22:47
~
Saudara Aku,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# andy 2013-10-14 22:42
*
Saya ingin bertanya:
1. Kapan Yesus diangkat jadi Tuhan?
2. Kapan tanggal lahir Yesus yang sebenarnya?
3. Kenapa dalam Alkitab anda selalu berubah-ubah? Bukankah firman Allah itu kekal dan tidak bisa dirubah-rubah seenaknya saja?
4. Apa betul itu muka Yesus?
5. Diperibadatan anda Yesus disalib, yang membuat patung Yesus itu pasti manusia kan? Itu sama saja menyembah berhala
6. Terakhir, kalau kalo anda disuruh milih. Pentium 1,2,3, dan 4 yang mana anda pilih?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-17 19:53
~
Saudara Andy, terimakasih untuk pertanyaan saudara di atas. Kami akan mencoba menjawabnya dengan singkat.

1. Tidak ada masa dimana Yesus diangkat menjadi Tuhan. Karena sejak dari permulaan Dia adalah Tuhan. Inilah perkataan Yesus akan hal itu: “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13)

2. Untuk mengetahui kapan tanggal persisnya Yesus lahir, silakan membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/7wb7ehu.

3. Benar, firman Allah tidak akan pernah berubah. Dan kami tidak pernah menemukan ada ayat Alkitab yang berubah-ubah. Kiranya saudara dapat menunjukkan ayat yang berubah-ubah tersebut.

4. Maaf, maksud saudara muka Yesus yang mana?

5. Saudara salah besar. Orang Kristen tidak pernah menyembah patung. Yang kami sembah adalah Tuhan yang hidup. Darimanakah saudara mendapat pengajaran bahwa orang Kristen menyembah patung?

6. Bila yang saudara tanyakan adalah merk komputer, tentu kami memilih pentium 4. Pertanyaan kami: Apakah menurut saudara firman Allah sama dengan sebuah komputer?
~
SO
# ferry 2013-10-17 11:25
*
Waduh ngawur jawabannya admin. Masa Tuhan menjadi manusia agar dikenal dengan alasan kasih dan pengorbanan tidak berlakulah pernyataan ini. Jangan-jangan dari Paulus lagi. Tidak berlaku alasan apapun Tuhan mengorbankan diri-Nya menjadi manusia dengan turun dari sorga. Waduh kacau deh sorga ditinggalin. Tidak esa berarti Tuhannya.

Contoh. Tuan Konstantin bersalah lalu dihukum mati dengan kukunya dicabut. Karena ini bagian dari Konstantin hingga kukunya saja, yang namanaya Konstantin adalah 100% zat unsur Konstantin tidak berlaku hanya kukunya saja bukan? atau kakinya saja tidak juga berlaku bukan? Begitu juga dengan Tuhan 100 % zat Allah boleh dikatakan Tuhan. Kalau ia menyamar menjadi Yesus haruslah 100%, kalau belum 100% tidak boleh dikatakan Tuhan. Kalau 100 % menjadi Yesus turun kebumi berarti sorga ditinggalin dong, sedangkan Tuhan zat maha Tunggal 100%. Tidak berlaku faham di pecah-pecah atau sebagian saja atau nyamarlah. Jadi jelaslah sesat yang mempercayai Yesus Tuhan. Oke.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 20:42
~
Saudara Ferry,

Saudara tidak akan dapat memahami kemahakuasaan Allah selama saudara masih memandang Allah dengan kacamata saudara. Pikiran manusia yang terbatas tidak akan sanggup untuk memahami Allah yang tidak terbatas.

Allah sang pencipta bukanlah Konstantin. Sekalipun Allah berada di dunia dalam wujud manusia, bukan berarti Ia meninggalkan tahta-Nya yang mulia dan surga menjadi kosong. Allah maha hadir, Ia dapat berada di beberapa tempat dalam waktu yang bersamaan. Bagi Allah ini adalah hal yang mudah sekali. Allah dapat melakukan apapun juga sesuai kehendak-Nya, bukan?

Apakah berarti saudara meragukan kemahakuasaan Allah?

Allah menjadi manusia dalam Isa Al-Masih, disalibkan, mati namun bangkit kembali. Pengorbanan yang dilakukan-Nya adalah untuk memberikan keselamatan bagi saudara, saya dan semua manusia,, agar kita tidak binasa dalam neraka kekal. Sekalipun ada banyak orang yang menolak-Nya.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”(Injil, Surat Filipi 2:5-8).

~
NN
# Rio 2013-10-18 03:55
*
"Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan" (Keluaran 31:2-3)

Pertanyaan :
Yesus dimasuki Roh Allah sedangkan Bezaleel bin Uri bin Hur telah dipenuhi Roh Allah, roh keahlian, pengertian dan pengetahuan.

Pertanyaannya :

Mana yang lebih hebat, Yesus yang dimasuki Roh Allah atau Bezaleel bin Uri bin Hur yang dipenuhi Roh Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 21:02
~
Saudara Rio,

Siapapun juga dapat dipenuhi oleh Roh Allah. Artinya Roh Allah yang memberikan kita kuasa dan yang selalu menyertai kita. Namun Isa Al-Masih bukan hanya dipenuhi oleh Roh Allah, tetapi Ia adalah Allah. Isa Al-Masih menyatakan kesatuan-Nya dengan Bapa [Allah], “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Silakan saudara baca ayat ini, “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3).

Dan Firman itu telah menjadi manusia,“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (ayat 14). Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang menjadi manusia
~
NN
# ferry 2013-10-23 16:33
*
Pernyataan admin firman Tuhan berubah menjadi Yesus adalagi Isa/Yesus dipenuhi Roh Allah, menyamar, jelma, turun dari sorgalah jadi meninggalkan sorga dong. Maka tidak esa/tunggal.

Tuhan adalah esa/tunggal bukan tritunggal atau nyamar atau masuk atau apapun namanya contoh, tuan Konstantin dihukum mati pada saat eksekusi tangannya saja atau kakinya saja karena bagian darinya. Maka belum boleh dikatakan Konstantin karena 100% zat unsur Konstantin barulah boleh dikatakan Konstantin, begitu juga dengan Tuhan, kalau hanya sebagian menyamar, masuk atau apapun namanya kalau hanya sebagian menjadi Yesus, belum boleh dikatakan Yesus begitu juga kalau keseluruhan menjadi Yesus, meninggalkan sorga dong. Jadi tidak tunggal/esa.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-25 22:40
~
Saudara Ferry,

Alkitab Firman Allah tidak pernah mengatakan Tuhan menyamar. Menyamar itukan istilah yang saudara buat-buat. Yang benar adalah, Tuhan menjadi manusia supaya manusia tertolong dan mengenal Allah. Anda pasti tahu Allah tetapi apakah anda mengenal Dia.

Mengetahui dengan mengenal adalah dua hal yang berbeda. Sebelum Isa Al-Masih datang ke dunia tidak ada harapan bagi manusia untuk mengetahui Allah apalagi mengenal Allah. Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri, itu sebabnya Dialah yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45). Maka melalui Dia manusia mengenal Allah.

Umat Islam tidak mengenal Allah melainkan mengetahui tentang Allah.
~
NN
# ferry 2013-10-23 17:06
*
Panjang sekali jawaban admin, kami tidak boleh panjang-panjang.

Admin, itu adalah menurut anda, dari kacamata saya sendiri karena anda selalu menyimpang. Anda harus belajar tentang pengertian Esa/Tunggal. Yang namanya esa bukan dapat berada di beberapa tempat dalam waktu yang sama.

Esa adalah Tunggal, satu kesatuan bukannya Tritunggal. Oke. Di surga di dunia, di neraka, dalam bumi laut dll. Kalau menjadi Yesus haruslah 100% zat Allah (tunggal Esa satu kesatuan tidak ada ditempat lain lagi) pasti tahu hari kiamat. Baru boleh dikatakan Tuhan. Kalau hanya sebagian atau apapun namaya tidak berlaku.

Jadi sudah jelas hanya pernyataan Paulus agar beliau menjadi rasul (tidak ada dalam sejarah para rasul). maka sesatlah kalian.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-26 14:30
~
Saudara Ferry,

Sebenarnya yang menyimpang itu kami atau saudara?

Kepercayaan kami terhadap Sang Ilahi tidak pernah menyimpang. Kami mengimani Dia maha kuasa dan maha hadir. Dia adalah Allah yang infinity, Allah yang dapat hadir dimanapun dalam waktu yang bersamaan. Dia adalah Allah yang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu.

Berbeda memang dengan sesembahan saudara, yang tidak dapat hadir dimana-mana. Hanya dapat hadir di satu tempat. Mungkin itulah sebabnya saudara ketika beribadah harus menghadap tempat tertentu, karena sesembahan saudara hanya bisa bersemayam di sana.

Menurut Sdr. Ferry, apakah sesembahan yang demikian dapat membawa saudara ke sorga? Bukankah hanya Allah yang maha kuasa yang dapat melakukannya bagi saudara?
~
SO
# Putra 2013-10-25 00:28
*
To: Ferry,

Kalau pengertian tentang ke-Allah-an anda seperti itu berarti :
- Ketika Allah baru hadir di ibadah berjamaah ditempat A maka Allah tidak akan mungkin hadir di acara lain?
- Ketika Allah sedang menyertai saya maka Allah tidak ada pada diri anda
- Ketika Allah sedang menyertai kita, kemudian Surga menjadi kosong

Ataukah mungkin konsep Allah menurut saudara adalah Allah tetap berada di Surga dan tidak akan kemana-mana? Sehingga ketika anda mengadakan ibadah bersama, Allah mengetahui ibadah anda namun Allah tidak datang di tengah ibadah tersebut, menyertai ibadah anda melainkan Allah tetap duduk di Surga sehingga anda perlu berseru-seru.

Menurut anda Esa adalah satu kesatuan, bisa dianalogikan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari banyak macam tapi tetap satu bukan? Berarti bisakah Esa disebut satu kesatuan seperti saudara katakan?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-29 18:10
~
Saudara Ferry,

Maaf komentar saudara kami hapus. Saran kami, kiranya ketika memberi komentar saudara memperhatikan beberapa aturan yang sudah kami tetapkan di atas. Juga, pilihlah kata-kata/kalim at yang sopan dan enak untuk dibaca. Karena forum ini untuk diskusi, bukan untuk menghina kepercayaan orang lain.

Demikian, kiranya saudara maklum dan dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.
~
Saodah
# aye 2013-11-08 01:31
***
Saya ingin bertanya.
1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa Dia beragama Kristen?
2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?
3. Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja”?
4. Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
5. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 08:29
~
Saudara Aye,

Terimakasih untuk pertanyaan saudara di atas. Pertanyaan yang saudara ajukan sangat banyak sekali. Dan tidak mungkin kami menjelaskan satu per satu di sini karena keterbatasan tempat.

Tapi saudara tidak perlu khawatir, semua pertanyaan saudara di atas adalah topik yang sudah sering dibahas di situs ini. Saran kami, bila memang saudara ingin mengetahui kebenaran dari pertanyaan saudara di atas, silakan membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut di situs ini. Semua pertanyaan saudara sudah kami jelaskan di sana.

Demikian, kiranya saudara maklum adanya.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 08:28
~
Saudara Ferry,

Sebelumnya terimakasih untuk komentar yang saudara berikan. Perlu kami informasikan bahwa di forum ini terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan setiap orang yang ingin memberi komentar. Dan ketika komentar yang diberikan tidak sesuai dengan aturan tersebut, maka kami berhak menghapusnya.

Demikian juga dengan komentar saudara. Maaf bila kami terpaksa menghapusnya. Saran kami, tolong memberikan komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek dan bersifat menyerang termasuk komentar yang tidak ada hubungannya dengan artikel di atas.

Kami harap saudara dapat memperhatikannya.
~
Saodah
# sasanychan 2013-11-28 16:08
~
Isa Al-Masih hanyalah rasul. Dia hanyalah manusia yang dimuliakan oleh Allah dan memberi peringatan kepada manusia. Kalau Nabi Isa bisa berbicara dalam buaian, menyembuhkan orang sakit, membuat burung hidup dari tanah liat, itu semua atas ijin Allah. Kalau Allah tidak menghendaki maka hal itu tidak akan pernah terjadi.

Tuhan mana yang kehendak-Nya dapat dibatasi oleh Tuhan yang lain? Dalam Islam kita tidak diperbolehkan merenungkan zatnya Allah karena bisa-bisa kita menciptakan Tuhan dalam kepala kita sendiri. Cukup renungkan 99 asmaul husna untuk mengerti Allah itu seperti apa.

Allah yang memberikan dosa maka Dia berkuasa untuk menghapusnya kalau Allah mau. Kenapa harus menghukum diri sendiri atas kesalahan ciptaannya? Sedangkan kekuasaannya tidak terbatas. Rendah diri, bersahaja, sederhana itu cuma buat manusia. Nabi Isa diciptakan dengan Kalimat Allah dan dia tidak setara dengan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-02 18:36
~
Saudara Sasanychan,

Memang tidak mudah untuk memahami bahwa Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kami maklum bisa saudara mengatakan hal itu aneh.

Tapi bagaimana bila kita mencoba mengenal Isa melalui karya-karya-Nya ketika Dia ada di dunia? Perhatikan karya Isa Al-Masih berikut ini:

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut seketika itu juga reda ketika Isa membentaknya.

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari.

Nah, dari karya-karya Isa di atas, menurut Sdr. Sasanychan siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu. Apakah Dia hanya manusia biasa atau lebih daripada itu?
~
SO
# Bulder 2014-01-21 08:04
~
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (Qs.5: 72).

"Sesungguhnya kafirlah orang orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih”

(Qs.5: 73).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:04
~
Salam Bulder,

Umat Nasrani tidak pernah menuhankan Isa Al-Masih apalagi percaya dan menyembah Allah lebih dari satu. Jika ada banyak tuduhan dari umat Muslim tentang Allah yang dipercaya oleh umat Nasrani lebih dari satu, tentu itu pemahaman yang salah.

Al-Quran sendiri mengakui ketuhanan Isa Al-Masih. Salah satunya apa yang dikatakan dalam Qs.19:19 dikatakan Isa Al-Masih suci. Bukankah kesucian atau kekudusan milik Allah? Jika Isa Al-Masih suci/kudus (tanpa dosa) bukankah Dia adalah Tuhan?
~
Salma
# Cikendegdeg 2014-01-21 08:21
~
Pertanyaan admin tentang kapan Injil dipalsukan, Inji dipalsukan sebelum datangnya Nabi Muhammad. Sudah dijelaskan dalam ayat ini. ”Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebiha n (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus" (Qs 5: 77).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:27
~
Salam Cikkendegdeg,

Benarkan Injil dipalsukan sebelum kedatangan Muhammad? Memang agak sedikit aneh juga, untuk apa kira-kira Injil dipalsukan?

Rasul Paulus pernah mengatakan hal tersebut. “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus” (Injil, Surat Galatia1:6-7).

Ada orang-orang yang hendak memutarbalikan Injil. Injil yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus adalah ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Injil, yang mewartakan bahwa Kristus bukanlah Allah. Jadi, kitab yang tidak menceritakan Isa Al-Masih adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat berdosa, itu adalah injil-injil lain. Rasul Paulus sudah memperingatkan jauh sebelum Muhammad ada, bukan?

~
Salma
# athaillah 2014-01-23 23:34
~
Bagaimana pendapat anda tentang Kristen tauhid. Menara Pengawal dan Adven yang tidak percaya Yesus itu Tuhan. Yesus adalah utusan dan Tuhan adalah Bapa/Yahweh.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:36
~
Salam Athaillah,

Umat Nasrani percaya kepada Allah yang esa. Sebab Isa Al-Masih pernah berkata “Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12:28-29). Jadi jika umat Nasrani tidak percaya kepada Allah yang esa tentu itu bukan umat Nasrani.

Ada banyak pemahaman yang tidak percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Tetapi sangat disayangkan, mereka tidak menyelidiki dengan benar apa yang Alkitab katakan. Alkitab adalah wahyu dari Allah dan sangat terbukti kebenarannya.

Isa Al-Masih adalah Firman yang telah menjelma menjadi manusia. Dia datang untuk memberikan jaminan keselamatan kepada manusia, sebab manusia tidak mampu mengusahakan untuk melakukan kebaikan demi sorga. Hanya Allah yang mampu melakukannya. Oleh sebab itu Allah yang berinisiatif untuk datang ke dunia dalam Pribadi Isa Al-Masih.
~
Salma
# Amazing Grace 2014-01-25 15:33
~
Seperti halnya sebuah anugerah keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada manusia, hanyalah anugerah pula yang dapat memberikan pengertian kepada kita seperti apa itu Allah. Jika kita terus menerus memikirkan Allah dengan logika manusia, itu sama halnya dengan menuang seember air ke dalam gelas kecil.

Tentu tidak akan bisa menampung semuanya. Sekali lagi, hanya anugerah yang dapat menuntun kita kepada pengertian itu. Sebab itu, mintalah kepada Allah anugerah itu dengan berdoa, agar kita mengerti siapa itu Allah. Sekian.

Untuk staff Isa dan Islam, Tuhan memberkati, tetap setia.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:43
~
Salam Sdr. Grace,

Terimakasih atas pemaparannya saudara yang sangat baik. Hanya anugrah Allah yang memampukan manusia untuk memahami-Nya. Allah benar adalah Allah yang sangat dekat dengan manusia. Hal itu telah dibuktikan melalui kematian-Nya di kayu salib.

Dia rela meninggalkan segala kemegahan dan kemahaan-Nya demi manusia. Sayangya, dunia menolak Dia. Tetapi Allah tetaplah kasih, sekalipun manusia tidak menerima-Nya. Kasih-Nya dapat memberikan keselamatan kekal bagi manusia yang percaya pada-Nya.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
Salma
# Jarwo 2014-02-10 23:45
~
Arti Isa tidak ada maknanya, kecuali terkesan sebagai suatu penolakan tersembunyi terhadap nama asli dan makna hakikinya. Secara rohani ini mengarah kepada pelecehan bahkan penghujatan tersembunyi dari Islam. Ingat, nama Yesus adalah nama Ilahi. Kebingungan Islami ini memperlihatkan bahwa nama “Isa” tidak punya kaitan dengan figur dan sejarah Yesus dari Nazaret yang diakui oleh orang Kristen sebagai Juru Selamat dan Elohim.

Nama Isa bahkan telah hilang dari makna aslinya. Yesus yang ilahi, yang artinya adalah “Yahweh Menyelamatkan”. Atas otoritas siapa nama Yesus yang disampaikan dua kali oleh Gabriel dan yang dipakai oleh Yesus untuk diri-Nya sendiri, bisa digantikan seenaknya oleh wangsit Muhammad dengan sebuah nama lain? Dapatkah Muslim menerima bilamana pendeta mengubah nama Muhammad menjadi mumet?
# Hamba Allah 2014-02-16 04:04
~
Maaf sebelumnya agar tidak ada pertengkaran.

Pertanyaan, mengapa ada yang namanya Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Dan siapa pencipta dari kitab Perjanjian Baru tersebut? Apakah dia salah satu dari firman Allah yang hidup di antara manusia sehingga dia berani menciptakan pedoman baru bagi umat manusia?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 12:53
~
Saudara Hamba Allah,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, kami tidak dapat menanggapi karena tidak sesuai dengan artikel di atas.

Bila saudara ingin mengetahui hal ini, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8f7wac5
~
Salma
# athaillah 2014-02-16 22:10
~
To: IDI Salma,

Anda menulis, "Umat Nasrani percaya kepada Allah yang esa. Sebab Isa Al-Masih pernah berkata, 'Dengar lah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa' (Markus 12:28-29). Jadi jika umat Nasrani tidak percaya kepada Allah yang esa tentu itu bukan umat Nasrani."

Bukankah Menara Pengawal dan lain-lain meyakini bahwa Tuhan itu esa yaitu Bapa/Yahweh dan tidak mengakui Trinitas? Bukankah anda yang memaksakan bahwa Yesus harus ikut jadi Tuhan, tiga menjadi satu, satu menjadi tiga? Jadi, siapa yang sebenarnya Nasrani?

Coba perhatikan Matius 4:10, mengapa Yesus menyuruh Iblis menyembah Tuhan, Allahmu? Kalau Yesus itu Tuhan mengapa Yesus tidak memerintahkan Iblis untuk menyembah-Nya (Yesus)? Apakah Iblis mempunyai Tuhan, selain Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 13:17
~
Saudara Athailla,

Saat Isa Al-Masih di dunia ini, Ia mempermuliakan Bapa. Tetapi bukan berarti Isa Al-Masih bukan Tuhan. Sebab Isa Al-Masih bersabda, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Satu di sini adalah hakikat-Nya.

Karena itu, ketika "Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaik at datang melayani" Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Matius 4:11). Bukankah malaikat melayani Tuhan?

Nah, adakah kami menuliskan memaksa Isa Al-Masih menjadi Tuhan? Kami tidak perlu memaksa, sebab Isa Al-Masih adalah Tuhan. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw untuk mengetahui keesaan Allah.
~
Salma
# Jarwo 2014-02-18 23:50
~
To: Hamba Allah,

Pertanyaan saudara sudah terjawab admin di tema lain di situs ini. Jadi, harapan saya anda jangan menanyakan pertanyaan yang sudah terjawab berulang kali.

To: Athaillah,

Sebagian besar pertanyaan saudara sudah saya jawab di tema lain dan selebihnya saya persilakan admin IDI untuk menambahkan yang menjadi kerinduan saudara Athaillah.
# Ardha 2014-02-20 00:27
~
Coba saudara staf website ini yang selalu mengatakan bahwasanya Isa itu adalah Tuhan. Coba anda tonton di youtube dengan search keyword Seikh Ahmad Deedat subtitle Indo. Video berisi tentang perdebatan yang berhubungan apakah Yesus itu Tuhan atau tidak. Perdebatan dilakukan dengan para pendara terkemuka terpelajar yang rata-rata mereka hanya terdiam.

Satu hal lagi ada ayat di dalam Al-Quran yang jelas-jelas mengatakan dengan tegas dan gamblang "Di sana karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya tetapi orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Ssungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang Isa benar-benar dalam keraguan yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali persangkaan belaka" (An Nisa :156).
# Staff Isa dan Islam 2014-03-25 21:55
~
Saudara Ardha,

Kami menghargai masukan saudara. Tetapi Injil dengan jelas menyatakan sifat dan hakikat Isa Al-Masih yang adalah Tuhan. Dia suci dan berkuasa mengampuni dosa manusia (Injil, Rasul Besar Matius 9:6). Bukankah hanya Allah yang layak dan berkuasa mengampuni dosa manusia? Tentu kita tidak dapat mengabaikan fakta yang tertulis dalam Injil, bukan?
~
Salma
# WARNO 2014-02-24 08:50
~
Qs 4:171 diartikan salah oleh segelintir umat Kristen. Kalimat "subhanahu anniyakuunalahu waladun" terjemahannya "Maha suci Allah dari mempunyai anak", artinya Allah terlalu jauh dari mempunyai anak. Mengapa Allah tidak mengatakan Aku Allah tidak mempunyai anak? Karena Sang maha pencipta tidak sama dengan yang diciptakan seperti manusia.

Banyak manusia atau mahluk yang tidak mempunyai anak. Banyak manusia tidak mempunyai anak, malaikat dan jin juga banyak yang tidak punya anak.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-25 22:02
~
Saudara Warno,

Kami berterimakasih karena saudara berkenan mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, menurut kami, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas.

Bila saudara ingin melanjutkan dengan topik tersebut, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/b53xf54
~
Salma
# Udin 2014-02-26 21:41
~
Jelas-jelas kisah tentang Isa/Yesus Kristus ini berbeda versi menurut kedua kitab (Al-Quran maupun Injil). Kalau yang satu memakai pedoman yang A pasti akan bertentangan dengan pedoman yang B. Sekarang akar permasalahannya kitab mana yang benar-benar akurat?

Apakah Injil? Versi yang mana? Berubah-ubah? Ataukah Al-Quran? Yang disebutkan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya?

Bukan bermaksud untuk mengusik atau mengkritik agama manapun. Tapi kita sebagai manusia beragama diwajibkan untuk mencari yang benar dan menguak yang salah. Kita umat beragama bertujuan satu, ingin selamat! Selamat dari dunia menuju akhirat. Bukan mencari keuntungan material.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-25 22:09
~
Saudara Udin,

Dalam hal ini, kami perlu setuju dengan sebagian tulisan saudara. Memang ada perbedaan tentang Isa Al-Masih yang tertulis di Injil dan Al-Quran. Injil dengan jelas dan tegas menyatakan sifat dan tindakan Isa Al-Masih adalah Tuhan.

Tetapi Al-Quran justru membantahnya, walaupun secara implisit ada beberapa ayat yang menjelaskan keunikkan Isa Al-Masih dibandingkan para nabi. Seperti Isa Al-Masih "terkemuka di dunia dan di akhirat" (Qs 3:45). Bukankah hanya Allah yang layak disebut demikian? Kiranya ini menjadi pertimbangan untuk melihat Ketuhanan Isa Al-Masih.
~
Salma
# Andri 2014-03-04 16:29
~
"Kami hendak menanyakan kepada saudara. Ketika Allah berbicara dengan Nabi Musa secara langsung dan berhadapan, apakah sorga menjadi kosong, karena Allah sedang turun ke bumi?"

Sorga itu ciptaan Allah, Allah itu meliputi keseluruhannya. Turun atau naik tidaklah ada bagi-Nya. Dia yang maha. Musa tidak berbicara tatap muka seperti logika manusia (seperti anda kira). Jika logika menerjemahkan hakikat, maka batal yang haq itu.

Manusia tidak dapat melihat langsung pencipta-Nya bukan karena kekurangan Allahnya, tapi karena manusia tersebut belum mampu melihat-Nya. Sorga dan neraka bukan tempat Allah. Dia meliputi seluruh yang anda dapat lihat dan yang tidak dapat anda lihat serta anda pahami.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-25 22:16
~
Saudara Andri,

Kami setuju dengan saudara bahwa manusia tidak dapat melihat Allah secara langsung sebab manusia yang melihat Allah pasti mati. Karena itulah, Allah berkenan menjadi manusia agar dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lebih dekat. Tentu tidak ada seorang pun yang dapat melarang Allah menjadi manusia, bukan?
~
Salma
# CempyotCuy 2014-03-13 01:13
~
Secara gamblang juga tidak ada ayat di dalam Injil yang anda baca yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih berkata "Akulah Tuhan" atau "Sembahlah Aku"

Nb: Kalau mau menyangkal tunjukkan ayatnya.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-25 22:21
~
Saudara CempyotCuy,

Menurut kami, Allah yang sejati tidak perlu memproklamirkan diri seperti itu. Tindakan seperti itu hanya tepat dilakukan Allah palsu yang sesungguhnya bukan Allah. Apakah saudara pernah mendengar bahwa Allah Pencipta dunia ini memproklamirkan diri kepada manusia dengan cara yang saudara minta? Bila tidak, mengapa saudara tetap menyembah-Nya? Tentu ini perlu dipertanyakan, bukan?
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-25 22:23
~
Saudara Tarmudjiachmad,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# bayu 2014-04-04 17:08
~
Injil Matius 4:8-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. Jika yesus adalah Tuhan, mengapa Iblis mau memberikan sesuatu yang sudah dimiliki Tuhan?

Kemudian diminta menyembah Tuhan, Allahmu. Jika Yesus adalah Tuhan, Yesus lebih tepat berkata "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Aku sajalah engkau berbakti". Tidakkah saudara berpikir jika memang sudara termasuk orang-orang yang berpikir.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 12:09
~
Salam Sdr. Bayu,

Isa Al-Masih mengawali pelayanan-Nya dengan berpuasa selama 40 hari. Iblis mengetahui bahwa saat lapar tentu seseorang akan mudah dicobai. Oleh sebab itu iblis mencobai Isa Al-Masih. Sekalipun memiliki tubuh manusia tetapi Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Tentu Iblis sangat tahu bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Oleh sebab itu Isa Al-Masih mengatakan "...Enyalaj Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti". Isa Al-Masih hendak menekankan siapa iblis itu sesungguhnya. Dia tidak memiliki hak untuk disembah.
~
Salma
# ayeshasangmuallaf 2014-04-14 20:20
~
Tolong sebutkan satu ayat saja yang menyebutkan bahwa Yesus 100 persen Tuhan? Dan pernahkah Yesus berkata sembahlah Aku?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 12:47
~
Salam Sdr. Ayesha,

Bukti bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan adalah hakekatnya, Dia tidak berdosa. Tentu tidak perlu menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, jika dalam hakekat dan perbuatnanya Dia menunjukan keilahian-Nya, bukan?

“Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (Injil, Surat 1 Petrus 2:22). Isa tidak perlu meminta orang-orang menyambah-Nya. "Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya.. ." (Injil, Rasul Besar Matius 28:17).
~
Salma
# priyo 2014-04-15 09:01
~
Isa Al-Masih mati untuk menanggung hukuman atas dosa yang telah diperbuat manusia. Berarti setelah Isa disalib, manusia bebas melakukan perbuatan keji dan perbuatan jahat lain termasuk seks bebas karena dosa manusia dah ditanggung Isa.

Saran saya sebaiknya situs ini ditutup saja karena ini bisa berakibat SARA, mengapa saudara harus mendiskusikan tentang Islam dan Kristen. Lebih baik urus dulu ahlak masing-masing. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 13:26
~
Salam Sdr. Priyo,

Mengapa situs ini ada, untuk meluruskan pemahaman yang selama ini disalahartikan seperti pemikiran saudara. Ada banyak orang yang menganggap bahwa umat Nasrani adalah orang-orang yang hidupnya bebas melakukan dosa setelah Isa Al-Masih mati tersalib karena manusia berdosa.

Moral tertinggi adalah moral yang diajarkan oleh Isa Al-Masih. Silakan sauara selidiki ajaran Isa Al-Masih dan niscaya saudara dapat menemukan kebenaran.
~
Salma
# berpikir sehat 2014-04-26 20:19
~
1. Menurut Islam gelar Al-Haq (kebenaran) hanya milik Allah semata, karena itu dalam sejarah Islam seorang Sufi bernama Mansur Al-Hallaj dihukum mati karena menyebut dirinya Ana Al-Haq yang artinya Akulah Kebenaran. Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6 "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan Kebenaran (Al-Haq) dan hidup".

2. Menurut Islam gelar Al-Awl san Al-Akhr hanya milik Allah
(Injil, Surat Wahyu 22:13). "Aku (Isa Al-Masih) adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir”.

3. Menurut Islam Allah adalah Yang Membangkitkan (Al-Muhyi) dan Kehidupan (Al-Hayy). Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25 Yesus berkata: "Akulah kebangkitan dan Hidup".
# betel tel 2014-05-01 22:35
~
Saudara Bulder,

Saya mau bertanya. Siapakah yang berkata-kata di Qs 5:72-73 itu. Bagi pengertian saya, itu seolah-olah bukan firman Allah tetapi sepertinya ucapan manusia. Sebab siapa yang mengucapkan kata-kata itu tidak jelas identitasnya. Tolong diperjelaskan.
# betel tel 2014-05-01 23:18
~
Saudara Ardha,

Bagaimana tanggapan kamu dengan ayat Qs Maryam 19:33, QS Ali Imran 3:55 dan Qs Al Maidah 5:117 menjelaskan Tuhan Yesus disalibkan, wafat dan bangkit hidup kembali sementara Qs An-Nisaa ayat 157 dan 158 menjelaskan yang mati di kayu salib bukan Tuhan Yesus melainkan orang lain. Mengapa ayat Qs bertentangan? Mohon diperjelaskan.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-02 05:59
~
Saudara Betel Tel,

Sesungguhnya kami memiliki artikel yang berhubungan dengan ini. Barangkali lebih baik berdiskusi di sana untuk mendalami tentang penyaliban Isa Al-Masih. Bagaimana jika saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/llvaxey?
~
Solihin
# orang ingin murtad 2014-05-04 07:44
~
Staff IDI,

Maaf kalau pertanyaan saya ini tidak sesuai dengan pernyataan di atas. Apakah jika ingin diakui sebagai pengikut Yesus harus dibaptis?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 22:54
~
Saudara Orang Ingin Murtad,

Kami berharap email yang saudara berikan kepada kami benar. Sebab kami telah menjawab pertanyaan saudara melalui email. Karena pertanyaan saudara tidak berhubungan dengan topik artikel di atas. Oh ya, kalau boleh tahu, apa yang membuat saudara tertarik bertanya tentang hal itu?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-05 12:22
~
Orang Ingin Murtad,

Sudah tahu pertanyaan off topik. Maka sebagai makhluk berakal anda tentu harusnya sadar pertanyaan anda tidak perlu dijawab. Bukankah pembelokan masalah adalah tanda seorang Muslim frustasi karena kewalahan tidak bisa menyanggah?
# Pengamat 2014-06-21 03:40
~
Kalau Yesus itu adalah Firman Tuhan yang menjadi manusia, maka Yesus sesungguhnya tidak perlu berfirman lagi. Karena dalam diam pun, Dia telah menjadi Firman. Kalau Dia juga berfirman, maka akan terjadi 2 Firman. Lantas pernah tidak Yesus sendiri berkata bahwa Dia adalah Firman? Tidak pernah, bukan?Sungguh ajaran yang membuat pusing kepala.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-21 06:33
~
Salam Sdr. Pengamat,

Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-2 mengatakan bahwa "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah". Dan lagi, Firman itu pernah menjadi manusia dalam Isa Al-Masih.

Ayat 14 menegaskan "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran".

Allah mengasihi manusia sehingga Dia merelakan diri untuk mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia. Mampukah manusia menjadi Tuhan? Tentu tidak, bukan? Tetapi menurut saudara berkuasakah Tuhan menjadi manusia?

Jika Allah sudah mengambil rupa menjadi manusia, lalu mengapa manusia masih tidak percaya? Bukankah itu menandakan bahwa manusia tidak percaya bahwa Tuhan berkuasa.
~
Salma
# Pengamat 2014-06-21 06:51
~
Kemudian kedua ayat yang anda kutip itu ucapan siapa, ucapan Tuhan Bapa, ucapan Yesus atau ucapan Paulus? Kalau ayat itu ucapan Paulus, berarti ajaran agama anda adalah ajaran Paulus. Pertanyaannya, untuk apa lagi Yesus berfirman, kalau Dia sendiri adalah firman?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-21 09:15
~
Saudara Pengamat,

Bila saudara tertarik mendiskusikan tentang perkataan siapakah kedua ayat itu, maka ada baiknya saudara mengunjungi link http://tinyurl.com/6uh4jag dan berdiskusi di sana. Sebab pertanyaan saudara sudah mengarah ke topik lain.
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com