Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Islam & Kristen Setuju - Allah Tidak Beranak

Ayah dan Bayi"Allah orang Kristen mempunyai anak!" Kalimat ini sudah tidak asing di telinga saya. Sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, teman-teman Muslim saya sudah sering mengejek iman saya dengan perkataan tersebut.

Walau saat itu saya masih kecil, saya percaya Allah itu satu. Dia tidak mempunyai anak. Tentulah ada alasan tersendiri dibalik iman orang Kristen yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Namun memang, saat itu saya belum bisa menjelaskan apa maksud dari "Isa Al-Masih anak Allah".

Hanya Manusia Mempunyai Anak, Allah Tidak!

Salah satu naluri yang ada dalam diri manusia adalah mempunyai anak. Memiliki anak merupakan berkat tersendiri bagi seseorang. Bahkan, orang tua yang tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki anak kandung, tidak jarang mereka melakukan adopsi.

Manusia berbeda dengan Allah. Bila manusia mempunyai naluri memiliki anak, tidak demikian halnya dengan Allah. Allah tidak pernah mempunyai anak biologis! Tidak satu pun ayat dalam Kitab Suci yang menjelaskan bahwa Allah pernah melakukan hubungan biologis dengan manusia, hingga melahirkan seorang anak.

Isa Al-Masih Bukan Anak Biologis Allah!

". . . janganlah kamu mengatakan: '(Tuhan itu) tiga'. . . . Sesungguhnya . . . Maha Suci Allah dari mempunyai anak . . ." (Qs 4:171).

Ayat di atas adalah salah satu kekeliruan yang diberikan Al-Quran kepada umat Muslim. Sehingga selama ratusan tahun, umat Muslim percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Anak biologis Allah menurut kepercayaan orang Kristen. Alhasil, umat Muslim salah, menuduh orang Kristen mempunyai kepercayaan politeisme.

Jika seorang Muslim sungguh-sungguh memikirkan ayat dalam Al-Quran tentang ke-anak-an Isa Al-Masih, mereka akan dipaksa untuk meragukan dan menolaknya. Sebab Qs 6:101 berkata, "Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu"

Benar, Allah adalah Sang Pencipta. Tidak mungkin Dia mempunyai isteri atau anak!

Arti Ke-anak-an Isa Al-Masih

Bila merujuk kepada Injil, memang kita akan menemukan beberapa ayat yang menyatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Diantaranya: "Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Rasul Besar Matius 3:17).

Juga, " . . . . sebab itu anak yang akan kaulahirkan [Maryam] itu akan disebut kudus, Anak Allah" (Injil, Rasul Lukas 1:35).

Ayat di atas tidak berarti bahwa Allah telah melakukan hubungan biologis dengan Maryam dan menghasilkan Isa Al-Masih. Kata "anak" pada kedua ayat tersebut  adalah "anak" dalam arti kiasan/figuratif. Seperti: Mesir merupakan anak dari sungai Nil. Kita juga mengenal istilah "ibu jari." Atau "anak pribumi."  Jangan membuat kesalahan yang mengartikan kata "anak" secara harfiah!  Ini hanya dapat diartikan secara figuratif!

Penjelmaan dan Kedatangan Kalimat Allah Ke Dunia

Ketika Injil mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Anak Allah, bukan berarti "anak" biologis Allah. Tetapi karena kasih Allah yang sungguh luar biasa bagi manusia berdosa, Allah hadir ke dunia dalam pribadi Isa Al-Masih. Sehingga melalui penjelmaan ini, Isa Al-Masih dapat dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia.

Inilah kepercayaan kekristenan yang sebenarnya. Isa Al-Masih bukan "anak" biologis Allah. Tetapi Dia adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Dan tinggal di tengah-tengah manusia, sebagaimana firman Allah berkata, "Pada mulanya adalah Firman [Kalimat]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . . . Firman itu menjadi manusia, dan diam di antara kita . . ." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14).

Satu-satunya tujuan Kalimat Allah datang ke dunia, adalah untuk menyediakan Jalan Keselamatan bagi setiap orang yang mau menerimanya.

 

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Johan 2012-10-12 14:20
*
Staf Isa,

Mengapa orang Kristen mensejajarkan Nabi Isa dengan Allah?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-19 08:24
~
Saudara Johan,

Isa Al-Masih Tuhan bukan karena disejajarkan dengan Tuhan. Izinkan kami memberitahukan Firman dari Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14, dibawah ini penjelasannya:

1. "Pada mulanya adalah Firman" (ayat 1) Ini menunjukan kekekalan Firman. Ia tidak berawal. Ketika segala sesuatu mulai ada, Ia sudah ada.

2. "Firman itu bersama-sama dengan Allah" (ayat 1) ini merupakan kepribadian Firman. Kuasa yang melakukan rencana Allah adalah kuasa suatu pribadi tertentu, yang berdiri dalam hubungan yang kekal dengan Allah dalam persekutuan yang aktif.

3. "Dan Firman itu adalah Allah" (ayat 1). Ini adalah ke-Allah-an Firman. Meskipun secara pribadi di dunia Dia berbeda dengan Bapa [Allah], Ia bukanlah mahluk ciptaan. Ia adalah Allah sendiri. Disinilah terletak misteri kesatuan Allah yang terungkap dalam penjelmaan-Nya.

4. “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia" (ayat 3). Ini menunjukan Firman yang mencipta. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Dan Dia bukan ciptaan.

5. "dalam Dia ada hidup" (ayat 4). Ini adalah Firman yang memberikan daya penggerak. Tidak ada kehidupan dalam dunia ini kecuali didalam Dia dan melalui Dia.

6. "Dan hidup itu adalah terang manusia" (ayat 4). Ini adalah Firman yang memberikan penyingkapan. Dalam memberikan kehidupan, Dia juga memberikan terang, artinya kedekatan hubungan dengan Allah melalui penjelmaan-Nya menjadi manusia.

7. "Firman itu telah menjadi manusia" (ayat 14) Ini adalah inkarnasi Firman. Bayi dalam palungan di Betlehem tidak lain adalah Firman yang kekal.

Itu sebabnya dalam Qs 3:45 Isa Al-Masih disebut “Kalimattulah, Yang terkemuka di dunia dan akhirat”. Ini menunjukkan kekekalan-Nya.
~
NN
# sangkala 2012-10-13 23:30
*
Orang Kristen percaya kalau Nabi Isa itu identik dengan Allah. Yang membuat saya heran, mengapa orang Kristen yang percaya dengan Trinitas (Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus), justru lebih condong menyembah Putera (Yesus) daripada Allah Bapa yang disembah oleh Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-15 20:11
~
Orang Kristen tidak pernah menyamakan atau mentahbiskan Isa Al-Masih menjadi Allah. Namun Alkitab memberi kesaksian bahwa Isa Al-Masih itu adalah benar-benar Allah. Bahkan kita juga melihat ayat di Al-Quran yang juga menunjukkan keilahian Isa Al-Masih.

“Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya” (Qs 4:171)

Jelas “Kalimat Allah” tidak mempunyai permulaan. Jika ada permulaan, maka ada masa dimana Allah tidak berkalimat. Itu mustahil!  Karena Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” maka Ia juga Allah. Dan juga Roh Allah itu kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan.

Sejak dulu sampai sekarang umat Kristen menyembah Allah Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Kalimat Allah dan Roh Allah, namun ketiga-Nya adalah esa.
~
SL
# jinggo 2012-10-14 10:07
*
Agama Kristen itu membingungkan. Banyak hal yang harus diterangkan panjang lebar, itupun kadang masih membuat bingung.

Mengapa Tuhan orang Kristen tidak menggunakan istilah yang sederhana, supaya mudah dipahami? Dengan menggunakan istilah Anak bisa menimbulkan kesalah-mengert ian, saya yakin orang Kristen sendiripun banyak yang tidak paham dengan istilah anak ini.

Manakakah ayat dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa istilah anak adalah makna figuratif?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-15 20:12
~
Orang Kristen memahami imannya dengan hati yang terbuka, mereka menyadari bahwa ciptaan itu tidak mungkin dapat mengerti keseluruhan tentang Pencipta.

Misalnya tentang istilah Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Orang Kristen dengan pikiran sederhana memaknai bahwa Allah tidak mungkin mempunyai anak biologis! Allah tidak pernah melakukan hubungan biologis dengan manusia, hingga melahirkan seorang anak.

"... Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi”
(Injil, Rasul Lukas 1:31-32)

Isa Al-Masih disebut Anak Allah (makna figuratif). Anak Allah adalah gelar yang diberikan untuk menunjukkan keakraban hubungan. Isa Al-Masih dan Bapa memiliki "satu" hakekat, tidak berarti bahwa kedua-duanya itu sama.
~
SL
# sangkala 2012-10-17 23:00
*
Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya, bagaimana Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari orang-orang tersebut?

Islam mengajarkan Tuhan itu tidak beranak dan diperanakan: “Dia tidak beranak dan tidak diperanakan” (Qs 11:3).
# Staff Isa dan Islam 2012-10-22 16:35
~
Saudara Sangkala,

Kami setuju dengan pernyataan saudara bahwa Tuhan adalah pencipta segalanya. Bagaimana dengan Yesus? Perhatikanlah ayat berikut:

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3).

Ayat di atas menjelaskan bahwa awalnya “Firman” itu bersama-sama dengan Allah dan “Firman” itu adalah Allah sendiri.

Perhatikan juga ayat ini: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Ada masa dimana “Firman” tersebut menjadi manusia dan tinggal di antara manusia. Dan “Firman” tersebut dikenal dengan nama: Yesus Kristus/Isa Al-Masih.

Itulah sebabnya Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:58).

Tentangnya Allah memiliki anak, silakan saudara membaca artikel pada link ini: http://tinyurl.com/75kj53j.
~
SO
# putra minang 2012-10-22 15:25
*
Saya bingung mengapa di Alkitab tidak ada yang menyebutkan bahwa Yesus itu Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-25 18:05
~
Saudara Putra Minang,

Bila saudara ingin mengetahui dengan baik tentang pribadi Yesus, saudara harus mencaritahu hal tersebut dalam Alkitab. Dengan membaca Alkitab secara keseluruhan, saudara akan mengerti siapa sebenarnya Yesus. Apakah Dia hanya sekedar manusia biasa seperti pendapat saudara, ataukah Dia memang benar Allah yang menjelma menjadi manusia sebagaimana yang diyakini umat Kristen selama ini.

Perhatikanlah ayat ini: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5).

Inilah salah satu nubuat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dikatakan bahwa Dia adalah “Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai!”

perhatikan juga ayat ini: “Aku [Yesus] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13). Dikatakan bahwa Yesus adalah kekal.

Menurut saudara, selain Allah, adakah manusia yang kekal? Jelas tidak! Semua mahkluk hidup, termasuk manusia, pada akhirnya akan menemui ajalnya.

Untuk mengetahui lebih lagi pribadi Yesus, silakan saudara mempelajari artikel ini: http://www.isadanislam.com/isa-al-masih/.
~
SO
# TynPCS 2012-10-22 22:58
*
Putra Minang, sampai kapan pun kamu tidak bisa faham jika tidak baca dengan hati yang tenang. silakan baca dengan focus apa yang staf Isa terangkan di atas, dan kamu pasti mendapat jawaban apa yang kamu mahu. Tuhan memberkati!
# petruk 2012-10-26 07:30
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Sangkala,

Perhatikan juga ayat ini: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

~
SO

Perhatikan juga ayat ini: “Firman itu............ diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya (Allah), yaitu kemuliaan yang diberikan kepada (Yesus) sebagai Anak......Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Maaf bila saya meng-edit ayat di atas,yang menurut saya seharusnya demikian karena memang bila kita beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka semua firman Allah ada dihati kita.

Semua umat pada zamannya bahkan masih berlanjut hingga saat ini, menyebut Allah dengan istilah 'Bapa'.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-29 16:13
~
Saudara Petruk,

Terimakasih atas komentar yang saudara sampaikan, dan tentang ayat yang saudara edit (ambil sepotong-sepoto ng) menurut kami secara keseluruhan tidak mengubah makna awal dari ayat tersebut. Sebab memang benar, bahwa Firman itu (yaitu Isa Al-Masih) telah diam diantara manusia, ketika Dia datang ke dunia dalam wujud manusia, yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih.

Dia disebut sebagai Anak Allah, sebab Dia telah dengan sempurna menyatakan Kemuliaan Allah bagi manusia. Dan tentang panggilan “Bapa” terhadap Allah, menandakan adanya hubungan yang indah antara orang-orang percaya dengan Allah yang telah mengaruniakan kasih-Nya yang begitu besar.

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah” (Injil, Surat 1 Yohanes 3:1).
~
SO
# assyiffa 2012-10-27 13:29
*
Allah berfirman, Firman tersebut adalah Yesus yang berwujud manusia. Lalu kenapa yang di-Tuhan-kan adalah Yesus yang merupakan Firman berupa manusia. Itu artinya Yesus merupakan ciptaan Allah bukan?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-29 16:14
~
Saudara Assyiffa,

Pertama, perlu saudara ketahui bahwa Yesus tidak pernah diciptakan. Dia datang ke dunia bukan karena diciptakan Allah, tetapi adalah manifestasi Allah sendiri.

Allah atau Yesus tidak dapat dipisahkan. Sebab keduanya adalah Pribadi yang sama. Sehingga, bila seseorang menyembah Yesus, maka secara otomatis pula yang bersangkutan menyembah Allah.

Pada penjelasan sebelumnya telah dikatakan, bahwa “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Memang bukanlah hal yang mudah untuk mengerti tentang Pribadi Allah yang demikian. Namun, itulah kebesaran Allah, keterbatasan akal pikiran manusia jelas tidak dapat mengenal sifat-Nya dengan sempurna.

Untuk mengerti Pribadi Allah, saudara membutuhkan hikmat dari Allah. Saran kami, sebelum saudara mencari kebenaran tentang Pribadi Allah, berdoalah terlebih dahulu. Minta Roh Allah yang Kudus membimbing saudara untuk mengenal Dia dengan baik.
~
SO
# Harun 2012-11-16 20:09
*
Allah bukan Yesus, karena:

1. Yesus dan Bapa adalah dua Pribadi, bukan satu pribadi; berdasarkan Yoh. 8:17-18.

2. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Allah, bahkan dia menyebut Bapa sebagai Allah dan satu-satunya Allah yang telah mengutus Dia. Lihat Yoh. 17:3

3. Yesus adalah yang diurapi Allah berdasarkan Kis. 10:38. Apakah yang diurapi itu sama dengan yang mengurapi? Dan Roh Kudus sebagai ‘minyak’ apakah sama dengan yang mengurapi dan yang diurapi?

4. Yesus adalah Rasul dan Imam Besar berdasarkan Ibrani 3:1. Yesus sebagai Rasul yang diutus dan sebagai Imam besar tidak bisa menjadi Allah. Yesus adalah Rasul yang setia sebagaimana Musa, seorang manusia biasa yang dipilih Allah untuk menjadi Rasul. Lihat Ibr. 3:2; Yoh. 5:36.

5. Yesus adalah penyampai pesan Allah Yang Esa kepada manusia berdasar 1 Tim. 2:5.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-13 16:15
~
1. Inilah bukti bahwa Yesus dan Bapa bukan dua Pribadi: “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:3).

2. Benar, Yesus dalam kapasitas-Nya sebagai manusia memang diutus Allah ke dunia. Memang Allah-lah yang mengambil inisiatif untuk mengutus Kalimatullah, yaitu Isa/Yesus untuk datang ke dunia menjadi manusia. Supaya dengan demikian, Allah dapat menyatakan kemuliaan-Nya secara langsung kepada manusia.

3. Ini adalah bukti dalam Alkitab tentang Allah Tritunggal. Dimana Allah Bapa mengurapi Sang Mesias yaitu Isa Al-Masih. Memang Kalimat Allah ketika di dunia wujudnya adalah manusia. Tetapi Dia adalah Allah dan Raja Damai sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5)

4. Terdapat banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang menjelaskan tentang ketuhanan Isa Al-Masih. Saudara dapat membacanya dalam artikel pada link ini: http://tinyurl.com/8abrx5t.

5. Saudara benar. Allah harus terlebih dahulu menjadi manusia agar Dia dapat menyatakan langsung isi hati-Nya kepada manusia. Jelas mustahil bila Allah dalam wujud-Nya berbicara kepada manusia, karena tidak seorangpun dapat melihat kemuliaan Allah. Itulah sebabnya Kalimatullah harus menjadi manusia dan dikenal dengan nama Isa Al-Masih.
~
SO
# Navhitopulloe 2012-11-21 04:25
*
Hal ini sangat mudah untuk dimengerti. Logikanya, apa salah jika diriku berkata? Jiwaku adalah Bapa bagi Tubuh dan Rohku, kepada tubuhku, jiwaku berkenan.

Diriku mempunyai 3 komponen. Yaitu: Jiwa, Roh dan Tubuh. Tubuhku adalah anak dari jiwaku, bagian hidupku. Apa mungkin jiwa dapat melakukan hubungan biologis?

Tubuhku hanya mengikuti perintah dari jiwaku, dan rohku yang membuat tubuhku dapat hidup didunia/bumi. Manusia itu 1, tetapi terdiri dari 3 bagian, tubuh,j iwa, dan roh.

Untuk mendalami manusia saja, para psikiater/dokte r sudah kesulitan selama berabad-abad tahun, apalagi mendalami Allah.
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer