Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Kelemahan-kelemahan Konsep Tauhid

BingungAda orang berkata bahwa konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga sulit diterima dengan nalar. Memang semua konsep tentang Allah sulit diterima dengan nalar, karena Allah jauh di atas kita. Bahkan konsep Tauhid jauh lebih sulit diterima nalar, dibandingkan konsep Allah Tri-Tunggal.

Konsep ketauhidan Allah menggambarkan Allah yang jauh dari sempurna. Allah SWT hanya dapat dilihat sempurna, jika diteropong di dalam konsep bahwa Allah itu Maha Esa yang beroknum tiga.

Berikut dikemukakan beberapa kelemahan konsep Tauhid:

1. Dengan Konsep Tauhid, Allah Sendirian dalam Kekekalan

Kita tahu Allah SWT kekal adanya. Artinya, Ia sudah ada sebelum manusia dan alam raya diciptakan. Dia selalu ada. Apakah yang dilakukan Allah sebelum jagad raya dan manusia ada? Mungkin pertanyaan tersebut terdengar aneh. Namun tidak salah bila kita bertanya, apakah Dia sendirian saja?

Mungkin Anda akan berkata, “Dia menyibukkan diri dengan menciptakan jagad raya lain.” Walau benar, tapi jawaban ini kurang masuk akal. Karena Allah dapat menciptakan sejuta jagad raya dengan sepatah kata saja.

Konsep Tri-Tunggal menjelaskan masalah ini. Dalam diri Allah yang Esa terdapat tiga Pribadi (Oknum, “Person”) yang selalu ada. Dalam kekekalan ketiga Pribadi itu saling mengasihi satu sama lain. Allah tidak sendirian dalam kekekalan. Ada lingkaran kasih dalam Allah Tri-Tunggal. Dalam Allah yang Maha-Esa ada interaksi kekal antara tiga Pribadi ini.

Mungkin Anda berkata, “Allah tidak pernah bosan dan senang sendirian.” Jawaban ini sulit diterima dengan nalar. Pribadi yang sendirian dalam kekekalan pasti bosan!

2. Dengan Konsep Tauhid, Allah Tidak Memiliki Sifat KasihTidak Ada Kasih

Kita semua tahu bahwa sifat kasih sejati hanya dapat dinyatakan jika ada pribadi lain untuk dikasihi. Karena kasih berarti memberi. Maka menurut nalar, bila tidak ada seseorang untuk dikasihi, maka kasih tidak dapat dinyatakan.

Jika Allah dalam kekekalan sendirian, siapakah yang dikasihi-Nya? Tidak ada! Sehingga, dari kekekalan, yaitu dalam diri Pribadi Allah, sifat kasih tidak mungkin ada.

Jika Allah SWT perlu menciptakan malaikat atau manusia agar Dia dapat menyatakan sifat kasih itu, berarti sifat kasih Allah bergantung pada ciptaan-Nya. Artinya, Allah SWT tidak sempurna di dalam diri-Nya. Sebab sebelum ciptaan-Nya ada, sifat kasih-Nya tidak ada.

Dalam konsep Allah Tri-Tunggal, dapat dimengerti bahwa Allah yang kekal memiliki sifat kasih yang sama kekalnya. Jadi Allah tidak bergantung pada ciptaan-Nya untuk memungkinkan adanya sifat kasih-Nya. Dalam Allah Tri-Tunggal, Roh Allah mengasihi Allah Bapa dan Kalimat Allah. Kalimat Allah mengasihi Roh Allah dan Allah Bapa. Allah Bapa mengasihi Roh Allah dan Kalimat Allah. Sehingga Allah Maha Esa yang beroknum tiga selalu berada dalam lingkaran kasih yang kekal adanya.

3. Dengan Konsep Tauhid, Kemampuan Allah untuk Berkomunikasi Dibatasi

Menurut konsep tauhid, sebelum dunia diciptakan Allah tidak dapat berkomunikasi. Karena berabad-abad lamanya, bahkan sebelum masa penciptaan, yaitu dalam kekekalan, Allah tidak dapat berkomunikasi. Karena tidak ada satu oknum pun yang dapat menerima komunikasi-Nya.

Manusia sadar bahwa hubungan seseorang dengan yang lain sangat penting. Tetapi konsep Tauhid berarti bahwa sebelum sesuatu diciptakan, yaitu bertrilyun-trilyun tahun, bahkan sebelum “waktu” diciptakan, Allah tinggal sendirian tanpa hubungan dengan seorangpun.

Konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga menyelesaikan masalah ini. Sejak kekekalan, sebelum ada suatu apapun, telah ada komunikasi dalam lingkaran Allah Tri-Tunggal.

4. Dengan Konsep Tauhid, Orang Islam Terpaksa Harus Menolak Kekekalan Al-Quran

Dalam abad kesembilan Imam Hanbal dianiaya oleh orang Islam karena mengatakan Al-Quran kekal. Akhirnya pihak Imam Hanbal menang. Umumnya Muslim setuju dengan Imam Hanbal dan Imam Shaafi’ee yang berkata, “Al-Quran tidak diciptakan Allah. Siapa yang mengatakan Al-Quran diciptakan adalah orang kafir” (Ash-Shariah). Ayat berikut ini juga sering dikutip, “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh (batu tulisan abadi)” (Qs 85:21-22).

Bila kita menerima konsep bahwa Al-Quran kekal adanya, berarti Al-Quran tidak mempunyai permulaan. Sama seperti Allah tidak mempunyai permulaan. Jika Al-Quran tidak mempunyai permulaan, berarti ada dua yang kekal. Berarti, Allah mempunyai saingan.

Orang yang sungguh-sungguh ingin berpegang pada konsep tauhid, terpaksa harus menolak konsep bahwa Al-Quran kekal adanya. Jelas orang Islam tidak percaya pada dua Allah. Demikian juga orang Kristen tidak percaya pada tiga Allah. Namun mereka percaya bahwa Allah Bapa, Kalimat Allah, dan Roh Allah kekal.

kuburan islam5. Konsep Tauhid Menyebabkan Orang Sembahyang di Makam Orang Sakti

Mengapa Mukmin di seluruh dunia banyak yang berziarah ke makam orang sakti (tempat keramat)? Walaupun Islam sudah ada di Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Iran, Iraq berabad-abad lamanya, tapi mengapa banyak Muslim yang sembahyang di makam orang yang sudah mati? Bukankah ini karena ajaran Tauhid meyakinkan umat bahwa Allah terpisah jauh dari manusia. Allah tersendiri, terpisah dari umat-Nya.

Allah tidak dikenal oleh manusia. Orang Sufi berusaha mengatasi doktrin ini dengan berkata “Allah lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (Qs 50:16). Tapi pada umumnya Allah SWT dianggap tersendiri. Nun jauh di sana dan terpisah dari manusia.

Konsep Allah Tri-Tunggal mengatasi masalah ini. Kalimat Allah, yaitu satu Oknum dari Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, menjelma menjadi manusia. Ia tinggal di antara kita. Kita tahu siapa Dia, yaitu Isa Al-Masih. Ketika Ia kembali ke sorga, Roh Allah turun dan memenuhi hati setiap orang percaya, “. . . Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’” (Injil, Surat Galatia 4:6).

Orang yang sudah menerima keselamatan melalui Isa Al-Masih tidak mungkin sembahyang ke kuburan! Mengapa? Karena Allah sudah berkomunikasi dengan mereka setiap hari melalui Roh Allah yang mendiami hati mereka.

Kesimpulan

Jelas konsep Tauhid memuat beberapa kelemahan filsafati dan teologis. Orang Kristen juga mengakui sulit menjelaskan konsep Tri-Tunggal. Namun jauh lebih sulit memecahkan beberapa pertanyaan yang diakibatkan oleh konsep tauhid. Jika keduanya dibandingkan, konsep Tri-Tunggal lebih gampang diterima dengan nalar.

Akhirnya perlu diingat bahwa Allah tidak jauh dari kita. Tidak terpisah dari kita dan tidak tinggal sendirian. Dalam diri Kalimat Allah Ia turun ke dunia untuk menyelamatkan kita, dan mendiami hati kita. Setiap orang diundang datang kepada-Nya dan menerima keselamatan. Isa Al-Masih berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28).

(Jason Gilead)

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

 

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Staff Isa dan Islam 2010-06-24 06:04
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# Achmad Nurul 2010-06-24 14:53
*
Otak dan akal manusia itu seperti sangkar dan merpati, dan pengetahuan Tuhan itu seperti rajawali. Jadi bagaimana mungkin bisa, rajawali masuk sangkar merpati?" (Jalaluddin Rumi)
# afrianto 2010-07-05 21:47
*
Ada 1 hal besar yang membedakan antara konsep ketuhanan Islam dan agama lainnya, yaitu personifikasi.

Dalam agama lain termasuk Kristen, ternyata Tuhan begitu lemah (seperti makhluk), karena bisa bosan sehingga membutuhkan teman.

Untuk bisa mengasihi, Tuhan ternyata tidak bisa jika tidak ada teman.

Kesimpulan: Tuhan dalam Kristen lemah, dan bersifat kemakhlukan (ciptaan) karena punya kebutuhan.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-08 06:45
~
Sdr. Afrianto perlu berusaha menjawab pertanyaan-pert anyaan yang termuat dalam konsep Tauhid: (1) Dengan siapakah Allah berkomunikasi sebelum Ia menciptakan satu mahluk? (2) Apakah satu “personifikasi” dapat mempunyai sifat kasih jikalau tidak ada sesuatu untuk dikasihi? (3) Apakah Allah sudah ada sebelum Al-Quran ada?

Daripada menyerang agama Kristen, kiranya Saudara lebih dahulu berusaha menjawab pertanyaan-pert anyaan itu.

Dalam konsep Allah Yang Maha Esa yang beroknum tiga, pertanyaan 1 dan 2 mempunyai jawaban yang jelas. Orang Kristen yakin Allah tidak lemah dan tidak berkebutuhan.

Jawaban pada pertanyaan 1 dan 2, akan menolong Saudara melihat keindahan dari Isa Al-Masih, Kalimat Allah.
~
CA
# afrianto 2010-07-09 13:52
*
Jika Tuhan butuh beroknum tiga untuk bisa sempurna dan tidak butuh apa-apa, sama saja berarti Tuhan tidak sempurna karena butuh beroknum tiga.

Kebutuhan menunjukkan kelemahan.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-10 00:47
~
Karena Tuhan dalam diri-Nya adalah “Maha Esa yang beroknum tiga”, ini berarti definisi kesempurnaan ialah “Allah yang Maha Eesa, yang beroknum tiga.” Apa saja yang berusaha menyerang kesempurnaan ini, berusaha mengurangi kesempurnaan Tuhan. Jika demikian, konsep Tauhid adalah berusaha mengurangi kesempurnaan Tuhan. Kami yakin Saudara tidak percaya bahwa konsep Tauhid mengurangi kesempurnaan Tuhan.

Tuhan tidak butuh tiga oknum untuk menjadi sempurna. Kesempurnaan terdiri dari Allah Yang Maha Esa yang beroknum tiga.

Tetapi perlu kami tekankan bahwa kami yakin penuh akan keesaan Tuhan. Kami hanya merasa konsep Tauhid mengurangi kesempurnaan Tuhan karena tidak mengaku bahwa Allah beroknum tiga.
~
CA
# arif budiman 2010-07-10 23:12
*
Salam.

Apa kabar? Saya sangat senang dengan adanya kolom ini. Semoga akan tetap menjadi sarana yang akan memberikan pengertian yang seluas-luasnya bagi kita semua, Amin.
# Danang 2010-07-11 23:24
*
Apakah Allah memiliki kasih sebelum menciptakan makhluknya? Tentu iya, karena tiap perbuatan ada dasarnya. Seperti seorang calon ibu yang memiliki rasa kasih walau anaknya belum lahir.

Dengan siapa Allah berkomunikasi? Hanya Allah yang tahu. Allah tidak membutuhkan apapun. Dia berkehendak atas segala sesuatu. Jika Allah digambarkan membutuhkan sesuatu, itu justru akan melemahkan sifat keEsaanNya.
# zulkeffli 2010-07-29 16:07
*
Saya sangat senang membaca setiap uraian-uraian yang diberikan oleh admin. Dan yang lebih menarik, di sini kesediaan admin menjawab dengan tenang segala pertanyaan. Islam seharusnya memiliki kesabaran seperti admin.

Saya merasa bahwa pegangan dan tradisi beragamakan Islam itu menjadi penghalang orang Islam mendalami Kristian.

Wasallam,
Zul
# Iskandar el-Masihiyy 2010-07-31 19:25
*
Tritunggal (Ats-Tsuluts al-Muwahid) Kristen yang berakar pada teologi Ibrani justru ingin memurnikan Tauhid (Ke-Esa-an) Ilahi: Esensi Allah Bapa (al-Abi, Dzat Wajib al-Wujud) sejak kekal memiliki Akal Ilahi/Hikmat/Fi rman (al-Ibni, Kalimat Allah).

Allah yang ghaib / tak tampak (ar-Ruh al-Qudus, Hayat Allah) itu, dinyatakan secara historis-tempor al dengan Inkarnasi Firman (Kalimat Allah Mutajjasad): Sayyidina 'Isa al-Masih Ibn Maryam. Dia mempunyai dua kodrat (sempurna Ilahi dan sempurna insani) sebagaimana keyakinan Islam tentang kodrat ganda Al-Quran.
# Muslim 2010-07-31 19:59
*
Baru pertama saya membaca, bahwa konsep Tri-tunggal adalah konsep yang mudah diterima oleh nalar manusia. Umat non-muslim sendiri bahkan professor sekalipun menyatakan sebaliknya.

Konsep Tri-tunggal adalah konsep yang tidak masuk di akal dan paling sulit untuk dimengerti.
# raihan mubarok 2010-08-05 15:39
*
Allah adalah zat yang sempurna. Jangan samakan kasih Allah seperti kasih kita. Jangan samakan pikiran Allah seperti pikiran kita . Jangan samakan nalar Allah seperti nalar kita.

Jangan samakan waktu Allah seperti waktu kita. Jangan samakan perhitungan Allah dengan perhitungan kita. Jangan samakan logika Allah dengan logika kita, dan seterusnya.

Dalam Al-Quran sudah jelas tidak ada nalar seorang manusiapun yang sanggup memikirkan zat Allah yang Esa. Allah menyarankan kepada manusia hanya untuk memikirkan ciptaan-Nya yang begitu sempurna.

Jika ada orang yang berpikir, bahwa tidak mungkin ciptaan Allah yang sempurna ini terjadi dengan sendirinya, pasti ada zat ilahi yang menciptakan.
Contoh, betapa teliti Allah menciptakan organ tubuh kita hanya dari setetes air. Tidak mungkin itu terjadi dengan sendirinya.
# Nur 2010-08-07 21:51
*
(1) Sudah jelas kalau Allah berbeda dengan manusia, jadi kasih dari Allah tidak sama dengan nalar anda tentang kasih anda.

(2) Anda sendiri kalau mendapat sakit, itu termasuk kasih dari Tuhan atau tidak?

(3) Tetapi kalau anda berbuat kasih ke anak anda, akankah dia akan anda sakiti?

Terserah anda yang menjawab itu menunjukkan nalar anda atau tidak.
# Nana 2010-12-23 09:19
*
Perlu kerendahan hati dan bersikap netral untuk mempelajari keunikan Allah.

Manusia hanyalah debu yang tidak mungkin menjangkau pikiran-pikiran Allah.

Namun setiap kita diberi akal sehat dan hati nurani untuk membedakan mana yang benar, yang berasal dari Allah asalnya.

Allah yang Maha Kasih tidak mungkin membiarkan manusia tersesat dan jatuh ke dalam neraka untuk selamanya.

Walaupun tidak mungkin manusia diselamatkan oleh kekuatan sendiri karena manusia adalah pembuat dosa, dan karena hukuman dosa adalah maut. Namun Allah tak kurang jalan untuk mewujudkan rencana penyelamatan-Ny a.
# hayati 2010-12-26 13:33
*
Kalau Islam sendiri tak mampu menjabarkan kenapa Tuhan itu sendiri, apakah anda bisa menjabarkan mengapa ada Trinitas?

Siapakah yang lebih berkuasa: Allah, Yesus, atau Roh Kudus?
# hadi 2011-02-26 08:24
*
"Dengan Konsep Tauhid, Orang Islam terpaksa harus menolak kekekalan Al-Quran"
Jawaban dari konsep tersebut adalah, dalam ajaran Islam Allah itu kekal, dan hanya Allah yang maha kekal, lalu bagaimana dengan surga, neraka, dan Al-Quran yang katanya kekal.

Dalam ajaran Tauhid juga ada yang sudah kekal, yaitu Allah, dan ada yang dikekalkan, contohnya Al-Quran. Sedangkan surga dan neraka, dari awal diciptakan semua tidak kekal, lalu Allah kekalkan.

Jadi, hanya Allah saja yang maha kekal, bukan saja kekal, tapi maha kekal. Karena hanya Allah yang kekal. Maksudnya, Allah yang pertama kekal, sebelum yang lain dikekalkan, dan hanya Allah yg bisa mengekalkan sesuatu (Al-Quran dan lain-lain).
# Tasya 2011-02-26 13:20
*
Tolong tunjukan firman dalam Injil yang menunjukan kata "Trinitas".
# Staff Isa dan Islam 2011-06-07 16:03
~
Saudara Tasya, kami hendak menginformasika n bahwa di dalam Alkitab tidak ada kata 'trinitas'. Demikian pula tidak ada kata 'tauhid' di dalam Al-Quran.

Hanya istilahnya saja yang tidak pernah muncul, namun semua pengajaran di dalam Al-Kitab selalu mengajarkan tentang konsep trinitas ini. Sebagai contoh:

"Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (Allah) Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

Demikian pula ada sangat banyak ayat lainnya dalam Kitab Suci yang juga mengajarkan tentang trinitas ini.
~
CA
# Hamba Allah 2011-03-02 16:22
*
Kehidupan Tuhan dan manusia sangatlah berbeda. Jangan samakan kehidupan Tuhan dengan manusia yang butuh pasangan.

Manusia terbatas akalnya. Jadi jangan terlalu jauh memikirkan kehidupan Tuhan, akibatnya kamu akan tersesat dan celaka.
# arsun 2011-04-27 12:54
*
Konsep Allah itu satu, menunjukkan tidak ada kelemahan dari diri-Nya, tapi kalau tiga menjadi satu maka Tuhan itu ada kelemahannya.

Di Al-Quran selalu dikatakan bahwa Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang. Kalau Tuhan itu tiga dan saling mengasihi, maka Tuhan itu pasti ada kelemahan karena Dia tidak perlu mengasihi, karena dia sudah maha.
# Udin 2011-06-22 19:25
*
5. Konsep Tauhid menyebabkan orang bersembahyang pada kuburan orang sakti.

Ziarah kubur ahli Tauhid adalah tiga hal:

1. untuk mengingat mati, mengambil i'tibar dan pelajaran. Nabi Muhammad bersabda "Lakukanlah ziarah kubur, karena ia akan mengingatkanmu pada hari akhirat."

2. Berbuat baik (doa) kepada si mayat agar tidak ditinggalkan dan dilupakan. Berziarah agar berdoa untuk ahli kubur dengan memohon ampunan, rahmat dan kesentosaan bagi mereka.

3. Berbuat baik kepada diri sendiri dengan mengikuti Sunnah dalam berziarah. Dan itu bukan kepada orang Sakti, tapi kepada keluarga dan Ahli Islam. Sholat mayat (tanpa sujud )hukumnya sunnah untuk mendoakan si mayat agar terhapus dosanya.

Allah itu terpisah (dari kehidupan nyata) manusia, bukan berarti tidak berhubungan, jika tidak terhubung untuk apa kami susah payah sholat 5 kali sehari, berdoa dan memohon.
# Orang Awam Jawab 2011-06-24 03:37
*
Maaf, saya cuma mau bertanya:

Saudara yakin, Allah saudara itu 1 (satu) tapi beroknum/pribad i 3 (tiga)? Tapi saudara menolak jika dibilang punya 3 (tiga) Allah.

Analoginya begini:

Di seluruh dunia, kumpulan 2 manusia atau lebih namanya kelompok atau gerombolan atau kawanan.

Oknum = person = pribadi itu pasti sendiri-sendiri.
Masa satu manusia bisa berisi 3 Orang?

Jika saudara tidak mau disebut mempunyai tiga Allah, lebih mungkin anda meyakini adanya Dewan Allah, Kelompok Allah atau Gerombolan Allah, karena terdiri dari 3 Oknum atau 3 Pribadi.
# ahdi 2011-10-31 04:49
*
Aku seorang Kristen dan percaya kepada Allah yang Esa dan tidak terbatas. Konsep Tritunggal adalah cara memahami Allah yang ada di Alkitab, tetapi kata Tritunggal tidak ada dalam Alkitab.

Konsep yang saya pahami Allah yang Esa yang menyelamatkan manusia melalui Yesus yang sehakikat dengan Dia dan menolong kita melalui Roh-Nya adalah Allah yang punya satu pribadi, bukan 3 pribadi.

Memang dalam waktu bersamaan ada Allah yang di sorga, ada Yesus di dunia, tetapi sebenarnya adalah satu pribadi karena kemaha-kuasaan- Nya, mau jadi 4 atau 5 pun tidak masalah bagi Allah.
# sibocah 2012-03-30 07:03
*
Di konsep agama anda, Tuhan anda yang disebut 'The Son' adalah anak yang dilahirkan Maryam. Saya merasa aneh di sini, kenapa Trinitas yang menyakini bahwa tiga yang kekal, 'The Son' sendiri baru ada setelah dilahirkan? Kenapa lahir dari sebuah mahluk? namanyakan merendahkan Tuhan?, Jadi 'The Son' adalah ciptaan 'The Father'?
# Staff Isa dan Islam 2012-04-09 12:00
~
'The Son' yang saudara sebut di atas, atau yang biasa juga disebut Allah Anak, atau Yesus/Isa adalah kekal adanya. Sama halnya seperti Allah Bapa dan Allah Roh. Walaupun ada tiga oknum yang berbeda, tetapi ketiga oknum tersebut semuanya adalah Kekal.

Perhatikanlah perkataan The Son berikut ini: “Aku [Isa Al-Masih] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13).

Di atas adalah kesaksian Isa Al-Masih, bahwa Dia mempunyai kekekalan yang sama dengan Allah Bapa.
~
SO
# rudi setiawan 2012-07-29 21:02
*
Maaf sebelumnya, saya yang bingung dengan adanya Trinitas.

Allah adalah Tuhan yang Maha Kuasa bukan? Allah bukan makhluk yang merasakan kesepian atau bosan seperti yang anda utarakan. Dan Allah adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan tiada hal yang patut dipertanyakan tentang itu.

Mohon belajarlah lagi arti ketauhidan dan pelajarilah lagi makna keTuhanan. Karena jika anda menemukan kebenarannya saya yakin, anda adalah salah seorang yang beruntung.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-03 16:21
~
Saudara Rudi Setiawan, terimakasih sudah bersedia mengunjungi dan memberi komentar pada situs kami.

Dalam uraian kami mengatakan bahwa konsep Trinitas memang sulit dimengerti. Namun, lebih sulit lagi memecahkan beberapa pertanyaan yang diakibatkan oleh konsep Tauhid. Tetapi masalah itu dapat dipecahkan/diat asi oleh konsep Trinitas.

Kita harus berpikir dari segi kekekalan. Dalam diri Allah tidak mungkin dapat memiliki kasih, kalau tidak ada sesuatu untuk dikasihi. Kasih hanya mungkin bisa/ada asal ada obyek untuk dikasihi. Justru kami merasa bahwa Tuhan dalam kekekalan tidak menjadi bosan, karena Allah Yang Maha Esa itu beroknum tiga. Jikalau Allah baru dapat berbicara kepada yang lain sesudah Ia menciptakannya, berarti Allah SWT bersandar pada ciptaan-Nya.

Terimakasih untuk masukannya. Kami juga memiliki kerinduan untuk berbagi kebenaran, karena pada kami telah dibukakan pengetahuan akan keselamatan oleh Allah, di dalam dan melalui diri Isa Al-Masih. Untuk itu silakan baca dan renungkan http://tinyurl.com/6ntpehg

Kiranya melalui artikel-artikel di situs kami dan diskusi ini menjadi pemahaman baru bagi saudara.
~
DA
# ahmad 2012-07-30 10:08
*
Kalau Allah dengan kesendirian-Nya membuat anda bingung sehingga butuh keramaian, kenapa keramaian tersebut anda batasi dengan tiga? Mengapa tidak empat atau lima. Allah itu Esa, jadi tidak perlu bingung.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-31 19:34
~
Saudara Ahmad,

Kami memang bingung menyelami kebesaran Allah. Walau bagaimanapun kami mencoba untuk mengetahui tentang Dia, tetapi kami tetap tidak bisa. Itulah kebesaran Allah. Bila Allah dapat kita mengerti dengan baik, bisa jadi kitalah yang lebih besar daripada Allah.

Kami tidak pernah membatasi atau membuat Allah menjadi tiga. Yang kami tahu hanyalah, bahwa Allah yang Esa adalah Allah yang terdiri dari tiga oknum yang berbeda. Yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Dimana ketiga-Nya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
~
SO
# andyandy 2012-08-01 21:31
*
Anda menyebutkan "satu oknum dari Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, menjelma menjadi manusia" Itu salah besar. Buktinya dalam Injil ketika disalib, Yesus memanggil-mangg il “eli-eli lama sabakhtani, “Tuhan tuhan jangan tinggalkan aku”.

Jadi Tuhan Allah adalah oknum terpisah dari tubuh Yesus yang manusia. Bukti lain kalau Yesus oknum terpisah dari Tuhan, “Lalu Yesus menengadah ke atas (langit) dan berdoa “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu karena Engkau telah mendengarkan Aku,…. Engkaulah yang mengutus Aku” (Injil Yohanes 11:41:42).
# Staff Isa dan Islam 2012-08-03 13:18
~
Isa Al-Masih disebut sebagai Pengantara Tunggal antara Allah dan manusia. Sebagai pengantara antara Khalik dan makhluk. Isa Al-Masih harus memiliki dua sifat dasar yang menyatu dalam satu pribadi, yaitu ke-Allah-an dan kemanusiaan.

Namun harus dimengerti di sini bahwa Isa Al-Masih sama sekali bukan termasuk kategori makhluk ciptaan, tetapi sebaliknya Dia adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia sejati!

Ke-Allah-an Isa Al-Masih tidaklah berkurang ketika di dalam dunia, Dia berdoa kepada Allah Bapa di surga. Isa Al-Masih berdoa kepada Bapa menunjukkan hubungan yang erat dalam ketritunggalan dengan Bapa. Dan Dia menjadi contoh bagi umat Kristen, bahwa mereka juga harus bersandar kepada Allah melalui doa untuk kekuatan dan hikmat yang diperlukan.
~
SL
# andyandy 2012-08-07 19:59
*
Isa Al-Masih dan Allah Bapa di sorga adalah memang dua pribadi yang beda. Ini sudah jelas bahwa Tri-Tunggal yang saudara uraikan jauh pengertiannya dengan tanggapan yang sekarang.

Dan sejarah mengatakan, tidak ada sedikitpun bukti yang menyatakan bahwa para rasul pernah mendengar kata 'Tri-Tunggal' langsung dari Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-10 16:43
~
Saudara Andyandy,

Dimana letak perbedaan dari penjelasan kami mengenai Tritunggal? Mungkin saudara dapat menunjukkan kepada kami, sehingga kami dapat menjelaskan kepada saudara, terimakasih.

Allah Bapa, Isa Al-Masih dan Roh Kudus adalah tiga pribadi yang berbeda, tetapi mereka memiliki keesaan esensi yaitu Ilahi.

Ambil sebagai contoh, saudara Andyandy terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Ketiganya berbeda, tetapi tidak disebut tiga orang melainkan hanya satu yaitu saudara Andyandy.

Memang tidak ada dalam Alkitab Isa Al-Masih mengucapkan kata “Tritunggal”, namun Isa Al-Masih mengajarkan bahwa, "Aku"..."Bapa". .."Roh Kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14;16-17), atau "Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku" (14;26). Dan mengutus murid-muridNya membaptiskan orang yang menyambut Dia, yaitu Injil, dengan rumus, 'dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus' (Injil, Rasul Besar Matius 28;20).

Nah, kata Trinitas digunakan untuk menyebut “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan”. Jadi, konsep yang diwakili oleh kata “Tritunggal” ada dalam Alkitab.
~
DA
# kenzo 2012-11-17 00:53
*
Maaf saya orang awam dan jauh dari sempurna. Untuk bisa mengasihi, saya rasa bisa tanpa ada objek lain karena tiap pagi saya menyisir rambut (memperindah diri), mandi 2-3x dalam sehari (menyehatkan diri) dll.

Dan itu tidak membutuhkan objek lain selain diri saya.
Kesimpulan, saya bisa mengasihi diri saya sendiri, dan itu terjadi sebelum ada istri saya.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-19 21:02
~
Setiap pagi saudara menyisir rambut anda, mandi agar tubuh saudara bersih. Semua saudara lakukan karena saudara mengasihi tubuh dan rambut saudara. Bukankah rambut dan tubuh saudara adalah objek?

Saudara Kenzo, untuk menyalurkan rasa kasih itu, jelas diperlukan objek. Kasih tidak dapat dilakukan tanpa ada objek yang akan menerima kasih tersebut.
~
SO
# Doni Andra 2012-11-20 07:26
*
Bukankah Alkitab sendiri memberitakan pada anda jangan mengatakan "pasti" karena itu adalah bentuk "kesombongan". Tetapi mengapa Kristen dengan bangganya mengatakan asal iman kepada Yesus pastimasuk sorga.

Saya kutip larangan mengatakan pasti: "Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu meme­gahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa" (Yakobus 4:13-17)

Dan bisakah Anda menunjukkan pada kami ayat dalam Alkitab beriman kepada Yesus pasti masuk sorga?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-20 15:41
~
Saudara Doni,

Perhatikanlah ayat ini: “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohaens 3:15). Hidup kekal, jelas bukan di bumi, melainkan di sorga. Sebab di bumi tidak ada yang kekal.

“Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohaens 11:25).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Inilah beberapa ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa seseorang yang beriman kepada Yesus PASTI masuk sorga!

Kepastian pada ayat-ayat yang kami kutip di atas adalah “pasti” menurut Tuhan. Bukan menurut manusia. Sedangkan kata “pasti” yang terdapat dalam ayat yang saudara kutip, adalah “pasti” menurut manusia. Siapakah manusia sehingga dia tahu pasti apa yang akan terjadi di depannya?
~
SO
# gg 2012-12-22 23:34
*
(Injil, Rasul Besar Yohaens 3:15). Hidup kekal, jelas bukan di bumi, melainkan di sorga. Sebab di bumi tidak ada yang kekal.

“Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohaens 11:25).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia,. . .” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Inilah beberapa ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa seseorang yang beriman kepada Yesus pasti masuk sorga!

Tidak ada kalimat pasti yang menuliskan bahwa hidup kekal itu berada di surga, dari ayat yang saudara berikan, sama sekali tidak disebutkan kata-kata surga, apakah keselamatan itu benar-benar surga-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-26 21:17
~
Saudara Gg,

Bila hidup kekal bukan di sorga, lalu menurut saudara hidup kekal itu ada dimana, apakah di dunia?

Kitab suci berkata, bahwa Keselamatan yang dibawa oleh Yesus adalah Keselamatan Hidup Kekal di sorga. Bukan di dunia! Karena di dunia tidak ada yang kekal.

Atau saudara mempunyai pandangan lain mengenai kehidupan di dunia?
~
SO
# hakkuallah 2013-02-06 12:06
*
Pemahaman para staff Kristen masih dangkal dan tidak memahami apa yang dikatakan. Segala sesuatu yang bukan sumbernya dari Allah dan Rasul-Nya amalnya akan tertolak (alias tidak diterima).

Nabi Isa tidak mengajarkan Trinitas. Untuk menafsirkan Al-Quran harus memiliki persyaratan. Terjemahan adalah buatan manusia, sementara Al-Quran buatan Allah. Sampai saat ini tidak ada satupun yang sanggup mengkritik Al-Quran. Yang mereka kritik adalah terjemahan saja. Berarti terbukti bahwa Al-Quran bebas tuduhan dari kesalahan dan kekurangan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-08 16:27
~
Saudara Hakkuallah,

Seorang mantan Islam menjelaskan: “Umat Muslim sudah diajarkan untuk mempercayai tuduhan Kristen adalah kafir sebab menyekutukan Allah. Apakah benar mereka menyekutukan Allah? Lihatlah ketika umat nasrani disebut kafir, mereka tidak tersinggung dan tidak meresponi. Itu karena mereka tidak merasa seperti yang dituduhkan di ceramah-cermah Islam, bahwa Kristen telah menyekutukan Allah.

Allah Kristen itu esa eksistensinya, tak terhitung presensinya, dan tak terhitung juga penampilannya. Berdasarkan Alkitab, Penampilan Allah yang tak terhitung jumlahnya tadi dikelompokkan ke dalam 3 kelompok yakni penampilan sebagai Sang Allah Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus.

Ada namanya gelombang Elektromagnetik . Gelombang elektromagnetik ini memberikan pengertian bahwa : Eksistensi gelombang hanya ada 1 atau tunggal, Presensi gelombang tak terhitung jumlahnya, Presentasi gelombang ada 5 buah.

Dengan wawasan gelombang elektromagnetik ini diketahui bahwa sesuatu yang bereksistensi tunggal, presensi dan presentasinya tidak harus tunggal.

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (Injil, surat 1 Timotius 2:5).
~
NN
# Daeng 2013-02-14 17:42
*
Secara filsafi konsep Trinitas "runtuh". Secara logika lahirnya konsep tri karena ada satu. Itu artinya tri melekat dalam satu. Tri hanya simbol dari pecahan satu, satu, satu menjadi tiga.

Semua yang ada adalah satu. Tauhid adalah satu. Satu adalah general. General adalah satu. Tauhid adalah Independenpent, tidak berjarak, dan utuh. Fahami konsep ini.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-08 21:37
~
Saudara Daeng,

Umat Muslim sudah diajarkan untuk mempercayai tuduhan Kristen adalah kafir sebab menyekutukan Allah. Apakah benar kami menyekutukan Allah? Lihatlah ketika umat Nasrani disebut kafir, mereka tidak tersinggung dan tidak meresponi. Ada apa ini, itu karena mereka tidak merasa seperti yang dituduhkan di ceramah-cermah Islam, bahwa Kristen kafir telah menyekutukan Allah.

Allah Kristen itu esa eksistensinya, tak terhitung presensinya, dan tak terhitung juga penampilannya. Berdasarkan Alkitab, Penampilan Allah yang tak terhitung jumlahnya tadi dikelompokkan ke dalam 3 kelompok yakni penampilan sebagai Sang Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus.
~
NN
# arhamdi 2013-03-02 16:57
*
Jujur, saya beberapa kali membaca namun saya tidak mengerti maksud tulisan ini. Sedikit saya pahami bahwa dalam Islam dan ajaran tauhid kita jangan memikirkan Allah, karena otak manusia ini diciptkan oleh Allah, jadi tidak akan mampu.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-08 21:43
~
Saudara Armadi,

Keterbatasan otak manusia bukanlah penyebeb ketidakmampuan manusia mengenal atau memahami Tuhannya. Buktinya, Adam dan Hawa pernah memiliki relasi yang sangat intim dengan Allah. Memang benar, saat ini manusia tidak lagi mampu mengenal Tuhannya seperti Adam intim dengan Tuhan.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, kapan dan apa penyebabnya sehingga manusia memiliki hubungan yang amat terbatas terhadap Tuhan.

Pada waktu Adam dan Hawa makan buah terlarang maka pada saat itulah manusia kehilangan keintiman dengan Tuhan. Hubungan intim itu putus karena dosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Injil, surat Roma 3:23). Manusia diperbudak dosa.

Dan hanya Tuhanlah yang mampu memulihkan hubungan itu. Sedangkan manusia tidak berdaya. Maka Tuhan datang ke dunia dalam wujud manusia. “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-11).
~
NN
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer