Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Ketuhanan Isa Al-Masih Berdasarkan Alkitab dan Al-Quran

Ketuhanan Isa Mari kita mempelajari dan meneliti tentang Ketuhanan Isa Al-Masih berdasarkan Alkitab dan yang dinyatakan dalam Al-Quran. Al-Quran mengenal martabat dan sifat-sifat Isa yang menempatkan Dia lebih tinggi dari semua manusia. Sifat-sifat itu telah diwujudkan dalam gaya hidup dan perilaku maupun dalam khotbah dan pribadiNya. Jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang disebut dalam Al-Quran baik para nabi maupun rasul termasuk Muhammad sendiri, maka kita tidak akan menemukan satupun dari sifat-sifat istimewa yang diberikan kepada Isa ini di dalam hidup mereka. Seperti proses kelahirannya yang ajaib yaitu lahir dari seorang Perawan (Sura 19:16-34; 3:47; Injil, Matius 1:23),

Isa Al-Masih menyatakan kekekalan-Nya

Juga di dalam Alktab Isa sendiri telah mengatakan bahwa “Aku (Isa) sudah ada sebelum Abraham” (Injil, Rasul Yohanes 8:54-59), artinya Isa kekal. Isa menerima pengakuan Rasul Petrus, bahwa Isa adalah ‘Anak Allah’ ( Injil, Matius 16:13-17). Bukan berarti anak secara jasmani tetapi dalam arti kiasan, Anak Allah artinya sama dengan Firman Allah atau Kalimat Allah (Injil, Sura Ibrani 1:1-3). Seperti dalam Al-Quran hanya Isa saja yang diberi gelar “Kalimat Allah”(Sura 3:45, 39; 4:171).

Isa Al-Masih suci dan dapat mengampuni dosa

Hanya Allah dapat mengampuni dosa. Dalam Alkitab mengatakan Isa berkuasa mengampuni dosa (Injil, Markus 2:5-12). Ia datang ke dunia untuk mencari orang yang berdosa dan memberi keselamatan kepada orang yang percaya kepadaNya. Isa Al-Masih mengatakan bahwa Ia turun dari surga dan sudah ada sebelum dunia ada. Dari pernyataan ini kita dapat mengetahui bahwa Isa adalah Allah, karena hanya Allah-lah yang berasal dari surga dan sudah ada sebelum segala sesuatu ada karena Allah adalah kekal (Injil, Rasul Yohanes 3:13; 17:5). Dalam Al-Quran dinyatakan bahwa Isa disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (19:19) - bandingkan dengan Adam yang berdosa, Sura 7:22,23; Abraham minta dosanya diampuni, Sura 26:82; Musa minta dosanya diampuni, Sura 28:16; Yunus berdosa, Sura 37:142; Muhammad minta diampuni, Sura 47:19; 48:2 - artinya hanya Isa saja yang tanpa dosa dan karena itu Isa tak perlu minta pengampunan. Isa adalah perantara yang dekat dengan Allah (Surat Ali Imran 45) dan hanya Isa saja sekarang sudah pasti berada di sorga ( Sura 3:55).

Isa Al-Masih tidak menolak penyembahan

Melalui penerimaan penyembahan. Isa disembah sebagai Allah. Ia tidak menolak penyembahan terhadap diriNya,  karena memang satu-satunya yang layak disembah adalah Allah.Waktu masih bayi Isa sudah disembah (Injil, Matius 2:11). Ketika Dia membuat suatu pengakuan atau mujizat-mujizat ada orang yang menyembah Dia dan Dia tidak pernah menolak atau menghalangi orang yang menyembah-Nya (Injil, Matius 14:33; 28:9).

Isa Al-Masih berkuasa mencipta dan maha tahu

Melalui sifat-sifat Ilahi dan otoritas-Nya. Isa sebagai pencipta. Kalimat Allah mempunyai kuasa untuk menciptakan dan memberi hidup. Isa adalah pencipta segala sesuatu (Injil, Rasul Yohanes 1:1-3; Sura Kolose 1:16; Sura Efesus 3:9). Allah adalah Firman Pencipta, jadi Kalimat Allah adalah satu pribadi dengan Allah. Di dalam Al-Quran dikatakan Isa menciptakan burung dari tanah (Sura Al-Maidah 110), tetapi hal ini tidak dinyatakan dalam Alkitab.

Isa mengetahui semua orang sampai kedalaman hatinya, karena manusia diciptakan oleh Dia dan sudah dipersiapkan sebelum kelahirannya. Isa Maha Tahu (Injil, Rasul Yohanes 1:47-48; Matius 9:3-4). Isa menjelaskan tanda-tanda kesudahan dunia (Injil, Matius 24:3-33). Keistimewaan inipun dalam Al-quran dinyatakan yaitu Isa memberi pengetahuan tentang hari khiamat (Sura 43:61), Isa dijadikan oleh Allah “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami”(Sura 19:21).

Isa Al-Masih mempunyai kuasa Ilahi

Dikatakan juga bahwa Isa Maha Kuasa (Injil, Kisah Para Rasul 3:6). Mujizat-mujizatNya menguatkan kebenaran ini. Memang diakui bahwa ada nabi-nabi lain yang juga melakukan mujizat, tetapi mereka melakukannya dengan memohon kuasa Allah melalui doa. Tetapi Isa tidak, Ia melakukan ini karena sifat keilahianNya berkuasa melakukan mujizat. Juga perlu dinyatakan di sini bahwa murid-murid Isa melakukan berbagai mujizat dalam nama Isa Al-Masih. Mujizat-mujizat Isa ( Sura 3:39; 5:114).

Isa Al-Masih akan menghakimi segala bangsa

Isa akan menghakimi segala bangsa (Injil, Rasul Yohanes 5:22-23b). Ia akan datang kembali sebagai hakim pada hari kiamat  (Sura 43:69). Isa akan membangkitkan semua orang yang mati (Injil, Rasul Yohanes 6:40). Setiap orang yang percaya kepadaNya akan diberi hidup yang kekal.  Dan karena hanya Allah yang bisa memberikan hidup kekal,  jadi Isa tidak lain adalah Allah itu sendiri.

Injil menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya seorang manusia biasa, juga dinyatakan dalam Al-Quran. Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia, datang ke dunia untuk membebaskan kita dari dosa, neraka, dan iblis.  Isa Al-Masih walaupun memiliki sifat Allah, tidak mempertahankan hal tersebut, tetapi sebaliknya Dia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Injil, Sura Filipi 2:6-7).

(Daniar Rayta)

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# hamba Allah 2011-08-24 12:11
*
Untuk admin: anda mengatakan bahwa Isa adalah terlepas dari segala salah dan dosa serta berkuasa mengampuni dosa.

Lalu mengapa Isa juga berdoa/meminta ampun kepada Tuhan: "Dan ampunilah kiranya kami(yesus) segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami (Matius pasal 6 ayat 12)
# simon nasu 2012-07-05 13:14
*
Teman saya seorang Muslim, saya membicarakan Al-Quran dan bertanya tentang isi Al-Quran yang jelas-jelas menyatakan Isa Al-Masih itu suci, Roh Allah, Kalimat Allah, Firman Allah, seperti yang ada dalam Al-Quran.

Anehnya, temanku itu tiba-tiba marah, dan bilang saya lancang. Saya tanya kenapa kamu marah? Dimana kelancangan saya? Temanku tidak mau menjawab. Itulah Muslim! Kalau ditanya tentang Al-Quran marah, tapi mereka boleh mengatakan Alkitab itu palsu dan lain sebagainya. Aneh bukan!
# islamthis 2012-10-17 12:46
*
Matius 21:9 “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa Yesus minta umat-Nya untuk mendoakan. Salah satunya, supaya dosa-Nya dihapus Tuhan, dalam berkat dan rahmat Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-24 13:15
~
Untuk mengerti maksud ayat di atas, terlebih dahulu kita harus mengetahui arti kata “hosana.” Salah satu arti kata ini adalah pujian atau sanjungan.

Sehingga maksud kalimat “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:9) ini, menyatakan sukacita dan pujian kepada Tuhan. Isa Al-Masih ketika memasuki kota Yerusalem, dielu-elukan orang dengan kata “Hosana!”

Orang banyak juga melambai-lambai kan dahan palem dan meneriakkan “Hosana!” untuk mengucapkan selamat datang bagi Isa Al-Masih. Tanggapan yang spontan ini menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Allah, “Hosana bagi Anak Daud.”

Umat Krtisten pada saat melakukan ibadah sering mengucapkan kata “Hosana.” Bahkan ketika memuji Tuhan mereka juga sering mengatakan “Hosana bagi Tuhan.”
~
SL
# islamthis 2012-11-07 15:26
*
Anda salah tangkap, dalam ayat itu, ada kata “diberkatilah Dia”.

Kata “diberkati” artinya Yesus minta didoakan oleh manusia supaya Yesus “diberkati” oleh Tuhan. Intinya, Yesus minat diberkati, minta didoakan supaya diberkati oleh Tuhan. Bukan kata “Hosana”nya.

Kalau Yesus minta didoakan supaya diberkati, maka bukankah itu berarti Yesus tidak diberkati?
Dear staf Isa dan Islam,..
...
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 10:51
~
Saudaraku, perhatikan ayat ini “Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" (Injil, Rasul Besar Matius 21:8-9).

Perhatikanlah dua ayat diatas. Perkataan “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan...” bukan suatu ucapan doa melainkan ungkapan sukacita sorak-sorai memuji-muji Isa Al-Masih. Pada ayat ke-delapan, orang banyak menyambut Isa Al-Masih bak Raja yang pulang dari kemenangan perang dan ayat ke-sembilan adalah ekspresi kesukaan.

Kedua ayat diatas tidak membutuhkan penafsiran melebar menjadi doa bagi Isa Al-Masih karena Isa Al-Masih tidak pernah minta didoakan oleh manusia. Pahamilah ayat-ayat tersebut sebagaimana dimaksudkan.
~
NN
# Lambert 2012-11-12 15:58
*
Sdr. Islamthis,

Bacalah ayat ini:

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias” (Injil, Rasul Matius 16:13-20

Pada dasarnya banyak orang zaman dahulu tidak tau dan sampai sekarang siapa Yesus itu, seperti halnya anda.
# Lambert 2012-11-12 17:04
*
Untuk semua saudaraku,

Telah ada sebelum kamu dan bukan hanya saat ini saja, bahkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pun menghujat, mencari kesalahan, membunuh dan menertawakan Yesus. Seperti:

“Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" (Injil, Lukas 5:21)

“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia” (Injil, Lukas 6:7)

“berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia" (Injil, Matius 9:24)

Jadi benar apabila hingga saat ini pun banyak orang-orang yang tidak mengenal Yesus. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Injil, Lukas 23:34).
# Islamthis 2012-11-13 12:07
*
Kepada Lambert dan staf Isa dan Islam,

Saya harap anda semua tidak berkilah. Sudah jelas bahwa ayat itu menulis bahwa Yesus minta didoakan keberkatan. Bukankah itu berarti Yesus tidak dalam keadaan diberkati oleh Tuhan?

Dia juga minta didoakan oleh manusia/pengiku tnya. Bukankah ini indikasi bahwa Yesus bukan Tuhan? Kalau Yesus adalah Tuhan, seharusnya Dia sudah dapat menjamin keberkatan dan keselamatan diri-Nya sendiri, tanpa minta didoakan berkat oleh orang lain.

Harap diperhatikan dengan seksama, karena ini adalah masalah keselamatan di akhirat.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 17:21
~
Saudara Islamthis,

Dalam hal ini kami tidak berkilah. Tetapi kami hanya menyampaikan kepada saudara kebenaran yang memang sebenar-benarny a. Kami mengatakan demikian karena sebelumnya kami telah beberapa kami membaca dan mempelajari ayat tersebut. Juga kami telah berkali-kali membaca Injil yang menjelaskan secara jelas tentang Pribasi Yesus. Itulah sebabnya kami dapat dengan yakin mengatakan kepada saudara bahwa Yesus tidak pernah minta didoakan atau minta diberkati seperti yang dilakukan oleh umat Muslim terhadap nabi mereka.

Bila saudara hanya terpaku pada ayat atau kata tersebut, jelas saudara tidak akan pernah mengerti atau memahami penjelasan dari kami. Untuk itu, sebaiknya saudara terlebih dahulu membaca dan mempelajari isi Injil secara keseluruhan. Dengan demikian saudara pun akan mengerti dengan penjelasan kami, dan saudara tidak akan berkata bahwa kami hanya berkilah.

Selamat mencari kebenaran sejati dan kiranya Allah memberi hidayah-Nya bagi saudara.
~
SO
# bambungsuwung 2012-12-11 14:21
*
Duluan siapa Bapa atau Aku?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-12 15:40
~
Saudara Bambungsuwung,

Perhatikanlah ayat ini: “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Yesus berkata bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Satu berarti tunggal. Tidak ada dua atau nol.

"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Injil, Kitab Wahyi 1:8)

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Yesus. “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyi 22:13).

Karena Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu, maka keduanya adalah sama-sama kekal. Tidak ada yang pertama atau yang terakhir.
~
SO
# imelda 2013-01-30 21:13
*
Setiap bayi yang lahir dari hubungan yang halal itu suci, hanya Kristen saja yang bilang bayi itu berdosa.

Tunjukkan Injil yangdi keluarkan atau yang ditulis sekitar tahun 100 atau 325 masehi baru anda samakan isinya dengan Injil saat ini. Bila isinya sama baru kita akui bila Injil yang ada pada umat Kristen itu Injil injil yang asli. Kalau kitab palsu buat apa dijadikan bahan reverensi untuk berdebat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 12:14
~
Setiap bayi memang belum berdosa, karena bayi belum bisa melakukan hal-hal yang melarang ketetapan Allah. Tapi saudara juga perlu ingat, bahwa dalam diri bayi tersebut sudah ada sifat/watak untuk berdosa yang diturunkan dari DNA orang tuanya.

Itulah yang disebut dalam iman kekristenan bahwa setiap manusia, termasuk bayi tidak suci. Dalam artian bahwa dalam diri setiap orang terdapat sifat/watak pendosa.

Saudara Imelda, kami tidak perlu menunjukkan kepada saudara mana yang asli dan mana yang palsu. Sebaiknya pertanyaan ini saudara tujukan kepada umat Muslim lainnya. Bukankah umat Muslim yang mengatakan bahwa ada Injil palsu? Dan menurut kami, inilah salah satu kelemahan dari Al-Quran. Dia mengatakan isi Injil sudah dirubah, tetapi dia juga yang membenarkan isi Injil.

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46)
~
SO
# Abdullah 2013-02-01 12:26
*
Staf Isa dan Islam,

Anda berbohong, karena tak ada satu ayat Al-Quran pun yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, yang ada hanyalah sebagai utusan.

Isa Al-Masih dan Yesus Kristus adalah dua pribadi yang berbeda. Ini buktinya:
1. Yesus silsilah Daud, anak biologis Maria dan Yusuf, Dia lahir di kandang.

2. Isa Al-Masih adalah silsilah Imran, anak Siti Maryam, Dia lahir ajaib tanpa ayah dan dilahirkan di bawah pohon kurma.

3. Yesus tak dapat membuat burung dari tanah, sedangkan Isa Al-Masih dapat melakukannya.

4. Yesus hanya membangkitkan orang mati, sedangkan Isa dapat menghidupkan orang mati.

5. Yesus mati di kayu salib, sedangkan Isa tidak dan diangkat langsung ke surga.

Jadi, yang hanya dapat menjadi juru selamat hanyalah Isa Al-Masih dan Injilnya, bukan Yesus dan Biblenya. Karena Yesus sendiri tak dapat menyelamatkan dirinya saat disalib tentara Romawi.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 17:05
~
Saudara Abdullah,

Mari kita melihat masalah yang saudara jabarkan di atas secara logika. Menurut saudara, manakah yang lebih pantas untuk dipercaya, informasi dari seseorang yang melihat langsung kejadian tersebut, atau informasi dari seseorang yang tidak melihat bahkan belum lahir disaat kejadian sedang terjadi?

Contohnya: Pada suatu hari saya, saudara, dan seorang prajurit yang hidup di zaman penjajahan berbincang-binc ang. Kita bertiga berbicara tentang penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Manakah yang lebih saudara percaya, cerita saya yang nota-bene lahir puluhan tahun setelah Indonesia merdeka, atau cerita dari prajurit itu yang hidup dan merasakan bagaimana penjajahan itu terjadi?

Bukankah saudara lebih mempercayai perkataan prajurit tersebut?

Demikian juga halnya tentang Isa Al-Masih atau Yesus Kristus. Seluruh dunia percaya bahwa Isa Al-Masih lahir di kandang domba, hanya Muhammad yang mengatakan Dia lahir di bawah pohon kurma.

Saudara Abdullah, sekali lagi kami katakan, jangan mengeraskan hati saudara dari kebenaran yang ada. Selagi saudara ada kesempatan, terimalah jaminan keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih. Bukankah saudara sendiri percaya bahwa Isa Al-Masih dan Injil-Nya adalah Juruselamat.

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28)
~
SO