Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Ulasan Berita Agama

BeritaDalam kehidupan sehari-hari kita banyak melihat berita-berita yang terjadi di Indonesia, maupun di negara-negara lain melalui televisi, koran dan juga media-media lainnya. Apakah semua berita tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama?. Melalui “Ulasan Berita Agama” para pembaca akan dapat melihat bagaimana sudut pandang agama mengenai berita-berita tersebut.

 

Cetak

Sikap Islam dan Kristen Terhadap Terrorisme

on .

KenyaWestgate12 Oktober 2002 - Di Kuta, Bali, kelompok teroris Muslim Indonesia meledakkan bom. 202 orang terbunuh, dan 240 orang luka.

4 April, 2013 - Di “Boston Marathon” di Amerika beberapa bom teroris meledak. Tiga orang terbunuh dan 264 orang luka. Pelakunya orang Islam dan Chechnya, Rusia.

21 September 2013 - Westgate Shopping Mall di Nairobi, Kenya diserang teroris Islam Al-Shabaab dari Somalia. Setidaknya 67 orang terbunuh.  

Pelaku-Pelaku Teroris yang Beragama

Umumnya orang Islam dan Kristen menyesalkan serangan teroris. Karena teroris di atas beragama Islam, umat Muslim pun makin jengkel. Kebanyakan orang Islam berpendapat agamanya tidak mendukung terorisme. Seperti baru-baru ini pimpinan NU maupun Muhammadiyah menyatakan bahwa mereka tidak mendukung kekerasan yang dipergunakan ISIS di Timur Tengah (Muslim Leaders Condemn Support for ISIL, Jakarta Post, August 2, 2014).

Perlu diketahui, secara historis orang Kristen, Hindu, Budha, Ateis juga terlibat dalam tindakan teror. Jadi sangat salah jika agama Islam dianggap sebagai satu-satunya agama yang menghasilkan teroris.

Umat Beragama Tidak Menaati Ajaran Agamanya

Kita tahu tidak semua umat beragama menaati ajaran agamanya. Misalnya, baik agama Islam maupun Kristen melarang mabuk. Namun faktanya, ada saja pengikut dua agama ini yang senang mabuk-mabukan.

Contoh lain adalah perintah Isa Al-Masih yang tertulis dalam Buku Allah. Isa memerintahkan pengikut-Nya, “Kasihilah musuhmu . . .”, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada mereka . . .”, “Kasihlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Injil, Rasul Besar Matius 5:55, 7:12, 22:39).

Sayang orang Kristen tidak selalu menaati ajaran Isa dalam hal ini. Namun satu hal yang pasti, pengikut Isa Al-Masih yang benar mustahil terlibat dalam tindakan terorisme.

we-scimitar1Ajaran Agama Islam Tentang Terorisme

Seperti ditulis di atas, sebagian besar orang Islam sangat menolak sepak-terjang teroris. Tetapi, adakah ajaran dalam Kitab Islam yang dapat digunakan teroris untuk membenarkan tindakannya? Tentu! Ada lebih dari 100 ayat Al-Quran yang mendukung jihadis. Berikut dua ayat diantaranya untuk dipertimbangkan.

Qs 4:74 – “Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.”

Qs 9:5 – “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. . . .”

Muhammad berkata: Berperang melawan orang-orang sampai mereka mengaku bahwa tidak ada allah kecuali Allah, dan Muhammad adalah rasul Allah” (Hadits, Muslim 1:33).

Kesimpulan

Orang Kristen seharusnya malu dan menyesal karena tidak selalu menaati intisari etika Injil. Mereka perlu bertanya pada diri sendiri, “Mengapa saya tidak mengasihi sesama, termasuk musuh, sebagaimana Isa Al-Masih mengajarkannya?”

Demikian juga dengan orang Islam. Mereka perlu merenungkan pertanyaan berikut, “Mengapa ada begitu banyak ayat dalam buku suci kami yang dipergunakan ekstremis untuk membenarkan terorisme?”

Penganut Islam dan Kristen perlu mempertimbangkan kembali karakter Isa Al-Masih. Yang walaupun disalibkan, tetap mengasihi musuh-Nya, bahkan mengampuni mereka. Lagi Ia menyediakan pengampunan kekal juga buat kita semua.

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa Al-Quran memuat begitu banyak ayat tentang jihad?        
  2. Mengapa Isa Al-Masih begitu berfokus pada pengampunan dan keperluan mengasihi musuh?
  3. Apa yang dapat diperbuat oleh orang beragama supaya lebih menaati perintah Isa Al-Masih untuk mengasihi musuh?      

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Cetak

Daftar 200 Tindakan Kejam Atas Nama Agama

on .

Peace-SignSeluruh umat Muslim percaya bahwa Islam adalah agama damai. Walaupun dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat perang yang merupakan mandat Muhammad bagi umat Muslim untuk memerangi non-Muslim.  Memang sebagian orang Islam tidak memandang ayat-ayat itu sebagai ayat perang.

Al-Quran maupun hadist menekankan bahwa menolak Islam sama artinya menyerang Islam, menyerang Allah, dan menyerang Muhammad. Menyerang Islam berarti menjadi musuh Islam. Sehingga umat Muslim percaya, bahwa perang melawan non-Muslim dalam situasi apapun adalah perang untuk membela diri. Itulah sebabnya orang Islam percaya bahwa Islam adalah agama damai.

Para 'pembela' Islam berpegang pada ayat Al-Quran yang merupakan mandat Muhammad. Mereka menggunakan ayat-ayat tersebut sebagai landasan untuk memerangi non-Muslim.  Semua non-Muslim dicap kafir.

Selama bulan Juli 2012, setidaknya terdapat 200 "perang Islam" yang dilakukan oleh para 'pembela' agama Islam. [Untuk mengetahui kegiatan kekerasan tersebut, silakan klik pada link ini: http://tinyurl.com/8zrfqp2]. Demikian kekerasan demi kekerasan dilancarkan 'pembela' Islam demi menegakkan agama Islam.  Yang cukup aneh, daftar ini juga memuat banyak tindakan keras Islam lawan Islam.

Perlu untuk kita renungkan: Bila Isa Al-Masih telah memberi pengajaran untuk saling mengasihi, mungkinkah Allah akan menggantinya dengan ajaran untuk saling membunuh?

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Cetak

Dapatkah Al-Quran Dikorupsi?

on .

Al-Quran"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka" (Injil, Surat 1 Timotius 6:10).

Ayat di atas sangat sesuai untuk menggambarkan kondisi pemerintah Indonesia saat ini. Setiap hari media televisi maupun cetak tidak luput dari pemberitaan para koruptor.

"Uang" memang dapat membuat orang hilang kendali dan lupa diri. Banyak kejahatan timbul yang berasal dari uang. Seperti: Mencuri, membunuh, bahkan menipu sesama.

Al-Quran Dikorupsi

Berita yang hangat baru-baru ini adalah korupsi yang terjadi di jajaran Departemen Agama. Seperti yang dikutip dari sebuah media, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, "Kementerian Agama sedang melakukan investigasi internal untuk menelusuri dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di kementeriannnya".

Berita ini sungguh mengejutkan. Sebab bagaimana mungkin sebuah departemen keagamaan melakukan korupsi dalam pengadaan kitab suci?

Benarkah Al-Quran Buku Suci?

Benarkah Al-Quran buku suci? Pertanyaan ini muncul sebagai dampak dari apa yang dilakukan oleh orang-orang di Departemen Agama. Sebagai umat Muslim, apakah mereka melihat bahwa Al-Quran bukanlah sebuah kitab suci dan layak untuk dikorupsi?

Bicara tentang Al-Quran, umumnya umat Islam menganggap "buku" ini adalah "buku suci". Bahkan tanpa disadari, sewaktu-waktu kelihatan mereka telah memberhalakan buku ini. Seperti: Al-Quran tidak boleh dipegang dengan tangan kiri. Al-Quran tidak boleh diletakkan dibawah buku lain. Seorang wanita yang sedang menstruasi tidak boleh menyentuh Al-Quran. Dan masih banyak aturan lainnya dalam memegang dan menyimpan Al-Quran.

Ayat-ayat Al-Quran juga kerap dipakai sebagai jimat. Misalnya, kutipan ayat ditulis dalam kertas lalu di disimpan di dompet. Selain jimat, ada juga yang menggunakan sebagai pelindung dari roh-roh jahat. Ada yang dengan sengaja menempel salah satu Surah Al-Quran di dinding rumah, agar jin atau setan tidak berani masuk ke dalam rumah.

Buku Tidak Ada Kuasa. Firman Allah Berkuasa

Al-Quran hanyalah sebuah buku. Sebagaimana layaknya buku-buku lain, Al-Quran juga tidak mempunyai kuasa. Kuasa hanya datang dari Allah, sebab Dialah Sumber dari segala kekuasaan. Setan atau roh jahat tidak dapat diusir hanya dengan menunjukkan sebuah buku. Roh-roh jahat hanya dapat diusir oleh kuasa Allah melalui firman-Nya.

"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita" (Injil, Surat Ibrani 4:12).

"Al-Quran" hanyalah sebuah buku yang diyakini oleh umat Islam berisi perkataan-perkataan Allah. Sehingga wajar saja bila orang-orang yang melakukan korupsi pada pengadaan Al-Quran, tidak merasa takut karena telah mengkorupsi sebuah "buku suci."

Mungkin bagi mereka, mengkorupsi pengadaan Al-Quran, sama halnya seperti mengkorupsi dana untuk kegiatan lain.

Isa Mengajarkan Jangan Mencuri!

Mengambil sesuatu yang bukan milik sendiri tanpa seijin yang punya adalah tindak pencurian. Suatu hari ketika Isa Al-Masih sedang memberitakan Kebenaran Allah, ada seorang datang pada-Nya dan bertanya apa yang harus dilakukan agar memperoleh hidup kekal.

Yesus menjawab orang itu, "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta" (Injil, Rasul Besar Matius 19:18).

Firman Allah mengatakan, seseorang yang mencuri tidak layak untuk memperoleh hidup kekal.

Setiap manusia sudah terlahir dengan tabiat berdosa yang cenderung korupsi. Untuk dapat melepaskan diri dari tabiat tersebut, kita memerlukan anugerah dari Allah. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus" (Injil, Surat Roma 3:23-24).

[Staf Isa dan Islam – Apakah saudara telah menerima "pelepasan" dari tabiat korupsi?  Pelepasan disediakan Allah melalui Isa Al-Masih? Artikel tentang Pelepasan ini dapat membantu saudara.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Cetak

Seorang Ulama Islam Menista Agama

on .

rimshaSebagian umat Muslim melihat Al-Quran sebagai buku suci "keramat" yang mempunyai "kekuatan ghaib." Di antara mereka ada yang menggunakan ayat Al-Quran sebagai jimat. Ayat ditulis di secarik kertas, lalu disimpan dalam dompet atau terlebih dahulu dibungkus dengan kain warna merah atau putih.

Ketika memegang Al-Quran ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Harus memegang dengan tangan kanan, dan tingginya sejajar dengan dada, tidak boleh lebih rendah dari dada.  Akan lebih baik bila membawanya di atas kepala. Ketika menyimpan, tidak boleh diletakkan dibawah tumpukan buku lain. Al-Quran harus selalu diletakkan paling atas.

Gadis Penderita Down Syndrome Dituduh Menfitnah Al-Quran

Dari uraian di atas, kita dapat melihat bagaimana umat Muslim meninggikan Al-Quran. Sehingga tidak salah bila umat Muslim merasa seperti kebakaran jenggot ketika ada yang memperlakukan Al-Quran dengan tidak senonoh.

Itulah yang dialami oleh Rimsha, gadis belia Kristen di Pakistan yang menderita down syndrome, di mana dia memiliki usia mental di bawah usia fisiknya yang sebenarnya.Gadis malang itu harus meringkuk dalam penjara dengan pengamanan yang sangat ketat selama beberapa minggu. Dia dituduh telah membakar Al-Quran.

Rakyat Pakistan yang mayoritas Muslim, mengatakan Rimsha telah menghujat Islam dan dia harus dihukum. Di Pakistan, kasus penistaan agama Islam adalah kasus yang sangat sensitif dan kadang berujung kematian bagi pelakunya.

Hasil Penyelidikan Aparat Pemerintah Pakistan

Untunglah keadilan berpihak pada gadis malang itu. Setelah menjalani masa tahanan, akhirnya tim penyidik setempat dapat membuktikan kebenarannya. Sebuah media merilis: Penghentian penyelidikan terhadap Rimsha semakin menguat dari sejumlah kelompok yang membelanya setelah beberapa hari sebelumnya Kepolisian Pakistan menangkap seorang imam karena dituduh meletakkan halaman Al-Quran yang terbakar ke dalam tas plastik milik gadis belasan tahun itu.

Ternyata apa yang dilakukan ulama tersebut semata-semata untuk menegakkan agama Islam, sebagaimana pengakuannya, "Kalian tahu bahwa hanya ini satu-satunya cara untuk mengusir para penganut Kristen dari wilayah ini."

Pakistan memang negara Islam. Tetapi haruskah seorang ulama melakukan penganiayaan kepada seorang gadis polos demi menegakkan agama Islam? Inikah yang diajarkan dalam Islam? Kami yakin kebanyakan orang Islam tidak akan bertindak demikian.

Al-Quran dan Ayat-ayat Kekerasannya yang Menghasilkan Kekerasan

Bila kita menilik ayat-ayat Al-Quran, di satu sisi apa yang dilakukan ulama tersebut tidak sepenuhnya salah. Muhammad memberi ijin kepada pengikutnya bertindak keras demi menegakkan agama Islam. Faktanya, terdapat paling sedikit 109 ayat perintah perang dalam Al-Quran yang teridentifikasi.

Para pembela Islam berpendapat, kekerasan yang mereka lakukan hanya sebagai tindakan mempertahankan diri. Benarkah? Lalu bagaimana dengan ayat Al-Quran yang justru memberi mandat kepada umat Muslim untuk melakukan agresi terhadap orang-orang non-Muslim yang mereka sebut sebagai kafir?

 "Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa" (Qs 9:123).

" . . . . maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. Ketentuan yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya . . . . " (Qs 8:12-13).

Ajaran Kasih Isa Al-Masih

Sebelum Muhammad datang dengan ajaran Islam, Kalimat Allah, yaitu Isa Al-Masih, telah memberi satu pengajaran bagi seluruh manusia. Yaitu, "Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada hukum ini" (Kitab Suci Injil, Rasul Markus 12:31).

Dan ketika Isa Al-Masih memberi mandat kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan ajaran-Nya, inilah pesan-Nya bagi mereka "Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka" (Injil, Rasul Markus 6:11).

Setiap umat mempunyai hak menentukan ajaran yang mereka anut. Memaksa mereka untuk memeluk keyakinan yang sama, adalah sebuah pelanggaran. Terlebih bila dilakukan dengan cara kekerasan dan penipuan!

Isa Al-Masih Membawa Damai di Dunia

Jauh sebelum Kalimat Allah, yaitu Isa Al-Masih, menjelma menjadi manusia, seorang nabi besar dalam kitabnya menubuatkan ". . . . namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5).  Perhatikan kata Raja Damai!

Isa Al-Masih datang ke dunia untuk membawa damai. Bukan hanya hubungan damai dengan sesama, namun yang terutama adalah hubungan damai dengan Allah. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Dia telah mendamaikan manusia dengan Allah.

Sehingga, ketika seseorang mempunyai hubungan yang damai dengan Allah. Maka dia akan mempunyai hubungan yang damai pula dengan sesamanya. Tanpa terkecuali dengan mereka yang berbeda keyakinan dengannya.

[Staf Isa dan Islam – Sudahkah saudara menerima damai yang dibawa Isa Al-Masih? Inilah Kesaksian dari mereka yang telah menerima damai dari Isa Al-Masih.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

 

Cetak

Nabi Muhammad: Pemimpin Harus Muslim

on .

MahkotaWajar saja bila pemimpin yang duduk di Lembaga Pemerintahan Indonesia adalah seorang Muslim. Sebab Indonesia adalah negara mayoritas Muslim. Bahkan ketika Presiden RI ke-5 terpilih seorang wanita, hampir masyarakat Indonesia tidak dapat menerima. Sebab, dalam agama Islam, seorang pemimpin haruslah pria. "kaum laki-laki adalah pemimpin bagi wanita" (Qs 4:34).

Walau akhirnya, Presiden RI ke-5 yang terpilih tetap naik pada tahktanya. Sehingga dia menjadi pemimpin tertinggi wanita pertama di negeri ini.

Pemimpin Non-Muslim Tidak Boleh Diangkat

Saat ini yang sedang marak dibicarakan adalah calon pemimpin Jakarta berlatar-belakang non-Muslim. Walau belum dapat dipastikan calon tersebut akan memenangkan pemilu, tetapi beberapa tokoh agama, bahkan secara individu berupaya agar masyarakat tidak memilih seorang non-Muslim untuk menjadi pemimpin di ibukota.

Salah satu dakwah yang disoroti media adalah yang dilakukan oleh seorang artis Muslim. Dalam dakwanya di salah satu Mesjid di Jakarta dia berkata, "Jika umat Islam memilih pemimpin yang kafir, maka mereka akan menjadi musuh Allah" (TRIBUN news.com–Jum, 3 Agustus 2012).

Al-Quran Melarang Pemimpin Seorang Non-Muslim

Apa yang disampaikan oleh pendakwa di atas tidak dapat disalahkan. Karena memang demikianlah ajaran dari Muhammad. Dilarang memilih pemimpin seorang non-Muslim.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim" (Qs 5:51).

Sungguhkah Allah tidak akan memberi petunjuk pada golongan tertentu? Bukankah Dia adalah Allah yang Maha Adil?

Isa Al-Masih: Taatlah Pada Pemimpinmu!

Isa Al-Masih hidup dalam zaman penjajahan Romawi. Sebelum penjajahan Romawi, bangsa-Nya sudah dijajah selama lebih dari 586 tahun (kecuali jaman kemerdekaan Maccabees, 166-63 sebelum Masihi). Bahkan silih berganti dijajah oleh bangsa lain, seperti: Babilonia, Persia, dan Yunani. Terhitung sejak dari raja Yoyakhin sampai raja terakhir orang Yahudi (586 SM).

Sekalipun Isa Al-Masih hidup dalam zaman penjajahan, Ia tetap mengajarkan kepada para pengikut-Nya untuk tetap taat kepada pemimpin kala itu. Ada satu peristiwa yang menarik, dimana orang Yahudi meminta pendapat Isa Al-Masih mengenai sejauh mana ketaatan kepada Allah dan kepada kaisar yang kafir sebagai pemimpin kala itu.

Sabda Yesus "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah" (Injil, Rasul Besar Matius 22:20-21).

Pengikut Isa Al-Masih Menjadi Penduduk Teladan Setiap Negara

Para pengikut Isa Al-Masih bukan hanya bersedia taat, tetapi juga takluk kepada pemimpin yang di atasnya, sekalipun berbeda agama. Sebab pemimpin berasal dari Allah dan ditetapkan oleh Allah. Bila tidak taat atau takluk berarti melawan ketetapan Allah.

Demikianlah sebagai pengikut Isa Al-Masih yang telah menerima kasih karunia dari Allah, dapat menerima bahkan mengasihi seorang pemimpin yang sekalipun berbeda keyakinan. Mereka juga dimampukan untuk berdoa bagi para pemimpin, agar mereka bertindak adil kepada semua rakyatnya, tanpa memandang agama, suku, dan tingkat sosial.

[Staf Isa dan Islam – Terimalah kasih karunia Isa Al-Masih, dengan demikian saudara akan dimampukan untuk dapat tunduk dan taat pada pemimpin saudara.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com