Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Ulasan Berita Agama

BeritaDalam kehidupan sehari-hari kita banyak melihat berita-berita yang terjadi di Indonesia, maupun di negara-negara lain melalui televisi, koran dan juga media-media lainnya. Apakah semua berita tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama?. Melalui “Ulasan Berita Agama” para pembaca akan dapat melihat bagaimana sudut pandang agama mengenai berita-berita tersebut.

 

Bom di Gereja Samarinda, Benarkah Motif Rohani Pelakunya?

on .

bom samarindaLagi-lagi teroris mengebom gereja. Korbannya ialah orang-orang non-Muslim. Benarkah motif jihad dan masuk sorga penyebab para teroris membom gereja?

Korban Bom di Gereja Samarinda

Terulang lagi teroris membunuh kaum non-Muslim. Teroris meledakkan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.10 WITA.

Beberapa korban bom itu menderita luka bakar. Satu balita berusia 2,5 tahun akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan beberapa hari. Korban lainnya ialah AS (4 tahun), TH (3 tahun), dan AS (2 tahun).

Motif Teroris di Samarinda

Pelaku bom molotov di Gereja Oikumene di Samarinda adalah Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng. Dia pernah dipenjara karena kasus bom buku. Ia pernah hendak membunuh Nur Haya, istrinya, agar masuk sorga.

“Nur Haya . . . bercerita bahwa Jo mencari dirinya karena ingin membunuh agar bisa masuk surga. Alasan itu membuat Nur Haya takut bertemu suaminya, Jo,” kata Sadariah kerabat Nur Haya.

Motif seperti itu dibenarkan oleh Kapolri Tito Karnavian, setelah menginterograsi 500 teroris. "Doktrinnya, membunuh orang kafir di mata mereka itu adalah pahala. Kalau mereka terbunuh, mereka masuk surga dan bertemu bidadari . . ." jelas Kapolri.

doll headMembunuh Anak-Anak Menurut Islam Dan Kristen

Al-Quran menuliskan bahwa “. . . anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia . . . (Qs 18:46). Bolehkah merusak perhiasan kehidupan? Bolehkah membunuh orang beragama lain?

Isa Al-Masih menegaskan bahwa orang menyesatkan anak-anak harus dihukum berat, (Injil, Rasul Besar Matius 18:6). Apalagi membunuh mereka.

Injil Allah menegaskan bahwa pembunuh tidak akan masuk sorga. “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia . . .  tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya” (Injil,1 Yohanes 3:15).

Kaitan Teroris, Jihad dan Masuk Sorga

Menurut Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mungkin para teroris tidak sejahtera hidup di dunia. ". . ., sehingga memilih . . . kesejahteraan di akhirat . . . melalui jihad, karena dengan mati syahid nanti akan masuk surga. Padahal cara itu salah karena hanya akan merugikan orang lain dan merusak fasilitas umum.”

Ia menambahkan, “ . . . melakukan kekerasan, menghilangkan nyawa orang lain, dan merusak fasilitas umum, serta mereduksi fungsi kemanusiaan, menunjukkan sikap perilaku manusia yang tidak bermartabat.”

Cara Pasti Masuk Sorga

Cara pasti dan terjamin masuk sorga ialah percaya kepada Isa Al-Masih, Sang Juruselamat. Sebab melalui penyaliban-Nya, Isa telah menanggung hukuman dosa. Yaitu kematian kekal di neraka.

Maka Isa berfirman “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Pilihan ada di tangan Anda. Apakah Anda ingin masuk sorga dengan cara membunuh sesama. Atau menerima jaminan sorga yang sudah diberikan Isa Al-Masih?

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa membunuh orang lain, bukanlah cara masuk sorga?
  2. Mengapa cara Isa menjamin sorga umat-Nya termulia dan terjamin, dibandingkan cara teroris (atau cara lain) untuk mendapatkan sorga?
  3. Menurut saudara mengapa Isa berkuasa menjamin hidup kekal umat-Nya?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-8100-0718

Para Mukmin: Gubernur DKI Dan Keperluan Membela Allah

on .

kepalan tanganBenarkah Allah patut dibela umat-Nya? Dengan cara apakah kita dapat membela Allah? Dengan mengetahui Allah yang benar, Anda akan mengerti apakah Dia benar-benar harus dibela atau tidak!

Pidato Kontroversial Gubernur DKI

Pada salah satu pidatonya, Gubernur DKI Jakarta menyinggung ayat Al-Quran. Sayangnya, seseorang telah mensabotase perkataan gubernur tersebut, sehingga mengubah makna perkataannya ke arah negatif. Sontak beragama reaksi pun bermunculan di dunia maya. Mulai dari orang awam yang tidak mengerti politik sama sekali, hingga ulama agama serta politikus.

Berikut ini adalah salah satu reaksi dari pengguna sosial media yang terdapat di akunnya, “Allah akan kami lindungi karena kalau kami tidak melindunginya siapa lagi? Siapa lagi?”

Mengapa Allah Al-Quran Perlu Dibela, Dilindungi?

Perintah untuk membela Allah dalam Al-Quran memang sangat jelas. “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong . . . Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (Qs 47:7).

Dalam Tafsir Thobary dijelaskan bahwa yang dimaksud “menolong Allah” pada ayat tersebut adalah menolong Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalahnya, dan membantu dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Menurut tafsiran ini menolong Allah sama dengan menolong Muhammad. Melawan musuh Muhammad sama dengan melawan musuh Allah.

Mungkinkah Tuhan Sang Pencipta yang mahakasih itu minta pertolongan umat-Nya untuk membunuh dan memerangi sesama? Apakah dengan cara ini mereka membela Allah?

Kitab Allah Memperkenalkan Siapa Sang Pencipta

Lewat Alkitab, kita dapat mengenal sifat utama Allah. Yaitu bersifat pribadi, memiliki hubungan, dan dapat dikenal. Tuhan yang digambarkan sebagai Kasih di dalam Alkitab sangat alami, begitu hadir. Ia menunjukkan kasih itu lewat pengorbanan di kayu salib, guna menolong umat-Nya agar terhindar dari azab neraka.

Inilah pertolongan Allah yang luar biasa bagi umat-Nya. Ia rela berkorban demi keselamatan umat-Nya. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

tongkat dan gadaBenarkah Allah Minta Dibela?

Tidak! Allah, Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi bukan tuhan yang lemah. Dia bukan tuhan yang membutuhkan pembelaan dari umat-Nya, termasuk Anda!

Tuhan Pencipta alam semesta adalah Tuhan yang maha kuat. Dia yang akan membela kita. Dalam Kitab Mazmur Daud dituliskan, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Mazmur Daud 23:4). Sebab memang demikianlah seharusnya. Allah menolong umat-Nya dan bukan sebaliknya.

Pilihan Ada di Tangan Anda!

Siapakah yang akan Anda pilih? Allah yang lemah, yang memerintahkan umatnya saling bunuh guna membela dia? Atau Allah yang berdaulat atas langit dan bumi? Allah yang rela meninggalkan tahta-Nya untuk menolong Anda keluar dari kebinasaan?

[Staf Isa dan Islam - Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Setujukah Anda bahwa Allah mempunyai musuh yang harus diperangi oleh umat-Nya? Jelaskan alasan saudara!
  2. Mengapa Al-Quran menyebutkan non-Muslim adalah musuh Allah yang harus diperangi?
  3. Mengapa Allah dalam Al-Quran dan Allah Alkitab mempunyai sifat yang bertolak-belakang?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-8100-0718

LGBT – Ajaran Agama atau Kelainan Prilaku Seseorang

on .

lgbtLGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) bukan hal baru di Indonesia. Masyarakat Indonesia belum dapat menerima keberadaan LGBT. Sehingga, kita hanya dapat menemukan mereka di tempat-tempat tertentu saja. Berbeda dengan salah satu negara Asia yang saya kunjungi akhir tahun lalu. Di sana para LGBT dapat mengeskpresikan cinta mereka dengan leluasa. Bahkan di tempat umum.

Bagaimana pandangan Kitab Suci mengenai LGBT? Apa dampak perilaku seks sesama jenis? Mengapa seseorang menjadi LGBT? Umat beragama perlu menyelidikinya. Sehingga kita dapat mengambil sikap yang benar dalam menyikapi LGBT.

LGBT Genetik atau Penyakit?

Beberapa teori mencoba menjelaskan mengapa seseorang memutuskan menjadi LGBT. Dua faktor berikut menjadi faktor terbesar. Pertama faktor biologis. Hal ini dipengaruhi oleh susunan kromosom, ketidak-seimbangan hormon, struktur otak, dan kelainan susunan syaraf.

Kedua faktor lingkungan. Lingkungan sangat berperan terbentuknya LGBT. Terutama pola asuh orang tua terhadap anak. Pola asuh yang kurang tepat dapat berimplikasi pada terbentuknya identitas homoseksual pada anak. Orang tua sejak dini tidak memperkenalkan dan mendidik anak secara tepat dan benar, akan identitas seksual anak. Serta perbedaan yang jelas antara pria dan wanita. Ketika anak gagal mengidentifikasi dan mengasimilasi apa, siapa, dan bagaimana menjadi dan menjalani peranan, sesuai dengan identitas seksual berdasarkan nilai-nilai universal pria dan wanita. Maka saat itulah kemungkinan besar LGBT terbentuk.

Berbagai Penyakit Yang Timbul Akibat LGBT

Sebagai perilaku seks yang tidak sehat, beberapa penyakit yang dapat menyerang kelompok LGBT diantaranya kanker anal. Terjadi pada gay akibat HPV (Human Papilloma Virus).

Penelitian di New England Journal of Medicine, menemukan bahwa rokok bukan satu-satunya penyebab kanker mulut. Yang lebih berisiko tinggi terkena kanker mulut adalah orang yang melakukan oral seks dengan enam atau lebih partner seks yang berbeda. Hal ini sering dilakukan oleh para gay, yakni bertukar pasangan seks.

HIV/AID merupakan penyakit yang terjadi akibat hubungan seks yang tidak sehat. Sehingga tidak heran jika penyakit ini juga dapat menyerang LGBT.

alkitab alquranBagaimana Pandangan Agama Tentang LGBT

Agama Islam dan Kristen sepakat, LGBT adalah kebiasaan terlarang. Secara jelas firman Allah berkata, seks sesama jenis adalah dosa dan kekejian di mata Allah. “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian”(Taurat, Kitab Imamat 18:22).

Juga dikatakan, “. . . Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit . . . tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah” (Injil, Surat 1 Korintus 6:9-10). Kata “pemburit” berasal dari teks asli Alkitab bahasa Yunani “arsenokoites.” Artinya, sesama pria yang melakukan hubungan seks seperti sodomi atau homoseks.

Dalam agama Islam golongan LGBT disebut sebagai orang-orang yang melampaui batas. “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas" (Qs 26:165-166).

Sikap Umat Beragama Terhadap LGBT

Walau Allah memandang sikap seks golongan LGBT sebagai kekejian, namun Allah tetap mengasihi mereka. Demikian juga kiranya kita sebagai umat beragama. Tidak menghina, merendahkan, atau membenci. Tetapi mengasihi mereka sebagai sesama umat manusia.

Kasih Allah dan kematian Isa Al-Masih disalib juga berlaku bagi golongan LGBT. Kitab Allah berkata, tatkala Isa melihat orang banyak, berulang-kali “. . . tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 9:36, 14:14; Injil, Rasul Markus 6:334).

Demikian semua umat beragama, terlebih pengikut Isa Al-Masih, selayaknya memperlakukan LGBT dengan belas-kasihan. Mengasihi mereka bukan berarti menyetujui tindakan dan pandangan mereka yang jijik dan kotor.

Isa Al-Masih Dapat Memberi Jalan Keluar!

“ . . . laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Taurat, Kitab Kejadian 1:27). Demikianlah Allah menciptakan manusia sepadang. Pria dan wanita. Inilah pernikahan yang Allah inginkan.

Namun dosa telah membuat manusia menyimpang dari rancangan Allah. Pernikahan pun tidak lagi antara pria dan wanita. Akibatnya, manusia semakin jauh jatuh ke dalam dosa.

Jika Anda atau ada seorang yang Anda kenal, saat ini telah jatuh dalam dosa LGBT. Datanglah kepada Isa Al-Masih. Dia satu-satunya yang dapat melepaskan Anda dari dosa dan kekejian tersebut. Responilah undangan Isa Al-Masih berikut ini, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28).

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Setelah membaca penjelasan pada artikel di atas, menurut saudara bagaimana seharusnya kita menyikapi seorang LGBT?
  2. Menurut saudara, apakah dosa LGBT lebih besar dibanding dosa yang lain? Jelaskan alasan saudara!
  3. Menurut saudara, apakah seorang LGBT mempunyai hak yang sama dengan orang lain dalam hal keselamatan sorgawi? Jelaskan jawaban saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-8100-0718

Orang Islam Melindungi Kristen Dari Teroris

on .

Saya terkejut membaca berita November 2014, terorisAl Shabab Somalia membunuh 28 orang Kristen. Semuanya penumpang bis di Kenya. Mereka memisahkan 28 orang Kristen (19 pria, 9 wanita) diantara 60 penumpang bis. Caranya, para penumpang harus mengucapkan syahadat.  Al-Shabaab membunuh mereka semata-mata karena beragama Kristen.

Pembunuhan Kristen Berdasarkan Ayat Al-Quran?

Tindakan teroris membingungkan saya. Mengapa? Saya yakin tetangga Muslim saya tidak mungkin membunuh orang Kristen karena kepercayaannya. Teroris Islam Somalia bertindak demikian sesuai dengan Qs 9:5, “Bunuhlah orang-orang musyrikin itu . . . .” 

Mereka mengelompokkan orang Kristen sebagai orang kafir.

Tindakan Orang Islam Lain yang Penuh Kasih Sayang

Desember 2015 ada kejadian yang hampir sama. Tetapi kali ini, saat teroris Al-Shabaab menghentikan bis, penumpang Muslim melindungi penumpang Kristen. Penumpang Muslim memberi wanita Kristen kain penutup kepala agar kelihatan seperti Muslim. Beberapa orang Kristen juga berdiri di antara kelompok Muslim. Akhirnya seorang Muslim membohongi teroris dengan berkata kendaraan penuh polisi mengikuti bis. Akibatnya teroris menyuruh penumpang naik bis dan berangkat.

Dalam situas ini, orang Islam melindungi Kristen. Mereka berani melawan teroris. Mereka tidak tinggal diam. Mereka tidak mengijinkan pembunuhan orang Kristen yang tidak bersalah. Mereka memberi teladan yang semua umat beragama perlu mengikuti!

berjabat tanganAyat Mas yang Mendorong Kita Menolong Sesama

Penumpang bis yang beragama Islam tahu bahwa semua orang, Kristen dan Muslim, adalah ciptaan Allah. Semua sama berharganya di mata Allah. Mereka juga menaati hukum kedua Isa Al-Masih, “Cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Injil, Rasul Markus 12:31).

Saya rajin membaca berita dunia. Saya selalu sedih melihat orang Muslim membunuh orang Kristen, maupun sebaliknya. Pembunuhan seperti ini membebani hati kita, bukan? Setahu saya, jalan keluar ialah supaya semua penganut Islam dan Kristen menaati Hukum Kedua Isa Al-Masih.

Tindakan Muslim Kenya yang Baik - Metafora Keselamatan Injil

Para Muslim yang melindungi orang Kristen mengambil risiko besar. Jika teroris Al-Shabaab tahu mereka menolong penumpang Kristen, mereka juga pasti akan dibunuh. Namun mereka mengambil risiko itu karena mengasihi sesama. Demikian mereka menyelamatkan penumpang Kristen dari kematian.

Demikian juga Isa Al-Masih. Ia bukan hanya mengambil resiko kematian, tetapi Ia sungguh tersalib, sungguh-sungguh mati. Setiap kita pasti masuk neraka karena dosa. Tapi Isa rela tersalib dengan tujuan melindungi kita dari kebinasaan tersebut.

Penumpang-penumpang bis menerima keselamatan melalui intervensi penumpang Muslim. Demikian juga kita semua perlu menerima keselamatan abadi melalui intervensi Isa Al-Masih. Dengan demikian kita akan menghindari penderitaan kekal di neraka.

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa tidak lebih banyak orang di dunia bertindak sebagai orang Muslim di Kenya yang melindungi orang Kristen.
  2. Bagaimana pandangan Anda terhadap ayat-ayat di Al-Quran yang mengajar bertindak keras kepada orang dari agama lain? Jelaskanlah.
  3. Bagaimana sikap Anda kepada orang yang rela menderita bagi Anda? Bagaimana sikap Anda terhadap Isa Al-Masih yang tersalib buat Anda?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Orang Muslim Paris - "Islam Agama Kasih"

on .

Paris tragedyDalam tindakan terorisme “Charlie Hebdo” (7 Januari 2015) para teroris membunuh seorang polisi Muslim Perancis bernama Ahmed Merabet. 14 November 2015, sesudah pembunuhan 129 orang di Paris, saudaranya, bernama Malek Merabet, berkata, “Agama Islam adalah agama kasih.”

Saya yakin Malek Merabet baik hati. Dia pasti membenci semua tindakan teroris. Sayangnya, teroris membunuh saudara kandungnya. Adakah yang meragukan bahwa mayoritas Islam di dunia, terlebih di Indonesia, membenci terorisme? Mereka adalah warga yang baik dan berbelas-kasih kepada sesama.

Namun demikian, pantaskah menyebut “Islam agama kasih”? Umat beragama perlu memikirkan pertanyaan ini.

AGAMA ISLAM – AGAMA KASIH?

Saya sudah lama mencari ayat-ayat di Al-Quran yang berfokus pada kasih Allah kepada sesama. Juga, adakah ayat-ayat yang memerintahkan Muslim mengasihi orang lain, termasuk musuhnya

Al-Fatihah dimulai dengan ayat yang menjelaskan bahwa Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim (Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Juga Allah mempunyai nama Al-Wadud (Maha Mengasihani) dan Ar-Rauf (Maha Belas Kasihan).  Dari nama-nama ini kita tahu bahwa Allah bersifat kasih.

Tapi adakah ayat Al-Quran yang menekankan bahwa Allah Maha Kasih? Adakah ayat Al-Quran yang memerintahkan dengan jelas agar Muslim mengasihi non-Muslim? Agama kasih pasti akan mendasarkan sifatnya kepada sesama pada ayat-ayat seperti ini.

AGAMA KRISTEN – AGAMA KASIH?

Bagaimana dengan Injil Allah? Apakah ada ayat-ayat suci yang menekankan kasih? Apakah orang boleh menyebut agama Kristen agama kasih?

Menurut Injil, “Allah itu kasih” (Injil, Surat 1 Yohanes 4:16). Dari semua hukum Allah, hukum kedua dari segi kepentingan ialah, “Kasihlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Injil, Rasul Markus 12:31). Mengapa begitu penting? Karena, “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia. Sebab itu kasih merupakan kegenapan hukum Taurat” (Injil, Surat Roma 13:10).

Isa Al-Masih mengajarkan kita bagaimana mengasihi orang lain. Kasihilah orang yang menyeterui kamu dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu. Mintalah berkat dari Allah untuk orang yang mengutuk kamu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu (Injil, Rasul Lukas 6:27-28).

Jadi siapa yang sungguh mengasihi Allah? “Jikalau seorang berkata, ‘Aku mengasihi Allah’ padahal ia membenci saudaranya, orang itu bohong. Karena jikalau ia tidak mengasihi saudaranya yang dapat dilihat, maka tidak bisa ia mengasihi Allah yang belum pernah dilihatnya” (Injil, Surat I Yohanes 4:20).

Ada puluhan ayat senada dalam Injil. Berdasarkan ayat-ayat ini apakah orang boleh mengatakan bahwa agama Kristen agama kasih?

Yellow CrossISA AL-MASIH MENELADANI KASIH BAGI ISLAM DAN KRISTEN

Bagaimana sikap Isa Al-Masih terhadap orang-orang yang mengolok-Nya, mengejek-Nya, menyalibkan-Nya? Di sinilah kita melihat teladan kasih Allah, yang harus dipraktekkan oleh setiap umat beragama. Saat itu Isa berkata, “. . . Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Injil, Rasul Lukas 23:34). Di kayu salibpun Isa mengasihi musuh-Nya.

Juga, kita semua dapat yakin akan kasih Allah bagi kita. Mengapa? Karena Isa Al-Masih mati tersalib untuk kita (Injil, Surat I Yohanes 4:10). Pertanyaan terpenting ialah: apakah kita mau menerima kasih-Nya?

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Tahukah Anda ayat-ayat di Al-Quran yang membuktikan bahwa Islam agama kasih? Kiranya Anda dapat menunjukkan ayat-ayat itu kepada para pembaca artikel ini.
  2. Menurut hemat Anda, agama mana sungguh merupakan agama kasih, agama Islam atau agama Kristen? Berikanlah alasan-alasan Anda.
  3. Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah mengasihi manusia, mengasihi kita masing-masing?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.