Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Apakah Kopi Luwak Dapat Dikatakan Haram?

.

KopiFatwa baru yang dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) adalah “biji kopi luwak haram.” Kemudian menjadi “halal bila biji kopi melalui proses pencucian”.  Bicara mengenai halal atau haram, zaman Nabi Besar Musa ketetapan ini juga berlaku, diantaranya babi.  Bila kita melihat dua makanan ini dari kacamata biologi/kedokteran, jelas babi lebih kotor.  Babi mengandung banyak bakteri dibandingkan kopi luwak.  Wajar bila babi dilarang untuk dikonsumsi pada saat itu. Bagaimana dengan kopi?  Bukankah kopi merupakan biji dari tumbuh-tumbuhan yang tidak kotor?  Apakah mengandung bakteri seperti babi?


Semua Jenis Makanan Aman Untuk Dikonsumsi

Pada masa ini, mengatakan babi kurang aman untuk dikonsumsi jelas salah. Babi telah menjadi salah satu daging utama di dunia dan tidak menimbulkan penyakit bila dikonsumsi. Begitupun dengan luwak haram. Jika diolah dengan benar, maka tidak akan menimbulkan penyakit. Sebaliknya jika sapi tidak dipelihara dengan baik, orang yang mengkonsumsi susunya bisa menjadi sakit. Pada zaman modern ini, tidak seharusnya melarang masyarakat memakan sesuatu karena takut penyakit. Semua makanan jika diolah dengan baik dan sehat akan layak dikonsumsi.

Makanan “Haram” Berdasarkan Kepercayaan Agama

Agama-agama dunia melarang bermacam makanan untuk dikonsumsi. Seperti, agama Hindu dilarang makan daging. Ada aliran Kristen dilarang minum kopi. Orang Mormon, satu bidat Kristen dilarang minum Coca Cola. Agama Rastafarians di Jamaica dilarang memasukkan garam ke dalam masakan yang disiapkan.  Ada kelompok Budhist yang dilarang makan bawang merah dan bawang putih.  Kelinci dilarang oleh Shia Islam dan diperbolehkan oleh orang Sunni. Jelas agama Islam melarang makan babi.

Orang Beragama Membingungkan Dunia

Antar agama juga saling menuduh mengenai makanan yang dilarang. Agama Rastafarians menuduh orang Muslim karena mengkonsumsi garam.  Orang Mormon menuduh agama lain yang minum Coca Cola.  Orang Hindu menuduh orang Islam karena makan kambing.  Orang Budha menuduh orang Shia karena melarang makan kelinci.  Orang Islam menuduh orang Kristen karena makan babi.  Namun, orang dunia modern akan tertawa mendengar tuduhan-tuduhan tersebut.

Ajaran Isa Al-Masih Terkemuka dan Paling Rasional

Ajaran Isa Al-Masih mengenai hal ini terdapat dalam Injil Rasul Markus 7:15.  Isa Al-Masih bersabda "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." Bahkan dipertegas lebih lagi di Injil Rasul Markus 7:18-19, "Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Isa Al-Masih mengajarkan bahwa semua makanan halal!

Allah Memperhatikan Keadaan Hati Manusia

Namun biasanya orang agamawi lebih mementingkan hal-hal yang di luar, yang terlihat.  Mereka mengabaikan hal-hal yang tersembunyi dan tidak dilihat manusia.  Bagi Allah SWT tidak ada dosa yang tersembunyi. "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Markus 7:21-22).  Itulah yang menajiskan dan menjadi haram buat manusia.

Manusia Beragama Terbalik Dalam Berpikir

Sayang sekali, umat beragama terlalu mempersoalkan hal makan babi atau minum kopi, namun dosa keangkuhan tidak diperhatikan. Sementara Allah sangat membenci keangkuhan, pikiran jahat, keserakahan dll!  Manusia justru sebaliknya!  Seharusnyalah kita mengutamakan ajaran Isa Al-Masih dan mulai berfokus pada keadaan hati kita.

Bagi yang ingin melihat pembaharuan hati, inilah jalannya. Menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi.  Rasul Besar Paulus memberi wahyu Allah: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus [Isa Al-Masih], ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (Injil, Surat II Korintus 5:17)


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.



Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Staff Isa dan Islam 2010-07-29 02:43
~
PEDOMAN WAJIB UNTUK MEMASUKKAN COMMENT-COMMENT :

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk di atas akan kita perhatikan.
~
SO
# mendy_1 2010-07-30 23:49
*
Flu Babi (Swine Flu) : Schwein Influenza Virus (SIV) Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.

Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.

Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.

Apa pendapat Saudara?
# raihan mubarok 2010-08-05 17:20
*
Apa yang diharamkan atau dimakruhkan dalam Islam pasti ada hikmahnya kalau benar-benar diteliti secara obyektif.

Contoh yang mudah: Bangkai hewan kecuali ikan, minuman yang memabukkan dan sejenisnya, hewan yang bertaring dan menjijikkan, makan terlalu kenyang. Tahu sendiri akibatnya kalau dihalalkan.
# edo 2010-08-10 09:16
*
Saya bingung mengapa harus dibuat peraturan yang mengharamkan sesuatu. Kita manusia tidak boleh mengharamkan sesuatu. Bukankah itu yang diajarkan?
# Staff Isa dan Islam 2010-08-12 07:34
~
Agama-agama di dunia cenderung mengharamkan sesuatu makanan. Ini pengaruh dari zaman kuno di mana orang merasa berkenan kepada ilah mereka kalau mereka menjauhkan diri dari makanan tertentu.

Isa Al-Masih menekankan bahwa semua makanan yang dulu dianggap haram, sekarang menjadi halal. Isa Al-Masih sungguh memerdekakan manusia dari konsep halal dan haram.
~
SO
# jhodie 2010-11-14 05:29
*
Pada masa ini adalah salah untuk mengatakan bahwa babi kurang aman untuk dikonsumsi.

Pertanyaan saya:

1. Apakah ini berarti bahwa babi di masa lalu adalah tidak aman untuk dikonsumsi?

2. Apakah daging babi di masa lalu dan masa kini berbeda?

3. Bukankah dalam Alkitab ada larangan untuk makan babi?
# sepatu hitam 2010-11-16 10:54
*
Halal haram adalah termasuk ranah masing-masing agama sehingga hanya berlaku untuk agama itu. Menurut saya itu sangat adil.

Lalu, mengapa hal sekecil ini menjadi masalah? Apa karena masalah perut lagi yang menjadi ganjalan yang terselubung dengan masalah hak asasi?
# Staff Isa dan Islam 2011-02-22 16:58
~
Saudara, apakah Saudara berniat mengatakan bahwa di balik larangan itu tidak ada maksud apa-apa dari Allah? Apakah ini berarti larangan dan hukum agama dibuat tanpa ada alasan ataupun tujuan tertentu? Terimakasih.
~
SO
# Muhammad Yesus 2011-01-10 11:50
*
Bahkan dipertegas lebih lagi di Injil Rasul Markus 7:18-19, "Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?"

Dengan demikian Isa Al-Masih mengajarkan bahwa semua makanan halal!

Kita tidak bisa memaknai begitu saja makna ayat di atas karena sangat membahayakan.

Nanti (maaf) apapun bisa dimakan termasuk sampah. Sebab ayat di atas secara jelas memperbolehkan apa saja masuk ke dalam perut dan tidak merinci secara jelas.

Mari kita sama-sama menghargai perbedaan.

Bagiku tidaklah penting apa agama yang kau pegang, tapi bagaimana agamamu itu bisa membawa dirimu menjadi rahmat dan kedamaian bagi orang lain.
# gathot 2011-04-14 15:33
*
Dalam Islam, hal-hal yang sudah terang-benderan g dalam Al-Quran tidak perlu diperdebatkan lagi, seperti haramnya daging babi, darah, bangkai dan binatang sembelihan yang disembelih tidak atas nama Allah.

Jadi, haramnya babi bukan karena mengandung penyakit atau lainnya, tapi perintah dari Allah.

Jika rekan-rekan Kristen mau makan babi silakan saja. Tidak perlu mengurus rekan-rekan Muslim yang melarang makan babi. Toh rekan-rekan Muslim juga tidak mengurus rekan-rekan Kristen yang makan babi, bangkai, atau lainnya asal doyan saja.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 13:01
~
Saudara Gathot,

Apakah yang Saudara maksudkan sebagai sesuatu yang sudah terang-benderan g? Apakah ini berarti Saudara sudah mengetahui mengapa hal itu dilarang? Adakah alasan yang kuat untuk hal tersebut?

Artikel kami menyebut bahwa adalah lebih penting apa yang keluar (dilakukan seseorang), daripada apa yang masuk (dimakan). Apakah Saudara setuju akan isi artikel kami?

Biasanya orang-orang lebih mementingkan hal-hal yang di luar, hal-hal yang terlihat. Namun mereka mengabaikan hal-hal yang tersembunyi dan tidak dilihat manusia. Bagi Allah tidak ada dosa yang tersembunyi. "sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,perz inahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22).

Itulah yang menajiskan dan menjadi haram buat manusia.
~
CA
# Anang 2011-04-15 08:31
*
"Daging binatang-binata ng itu (antara lain babi) janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu." (Injil - Imamat 11:8).

Yesus memusnahkan 2000 babi untuk menyembuhkan seorang manusia.

Haram ya haram. Jangan berdalih ayatnya ada di Kitab Injil.
# Mikha 2011-05-08 22:41
*
Matius 15:11 menyatakan semua makanan boleh dimakan (halal), tapi Imamat 11:7-8 dan Yesaya 66:17 menyatakan babi haram. Kitab suci kok begini? Apakah Tuhan plin-plan? Tak mungkin Tuhan salah. Kalau begitu, kitabnya dong yang salah tulis.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-18 19:03
~
Saudara Mikha,

Tuhan yang sejati tidak mungkin plin-plan ataupun salah, sehingga harus mengubah-ubah perintah-Nya (seperti halnya dengan arah kiblat yang sudah berkali-kali diubah).

Perlu diketahui bahwa Kitab Suci umat Kristiani terbagi dalam 2 bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Di dalam Perjanjian Lama tergabung Kitab-Kitab Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi. Sementara Perjanjian Baru berisi Injil.

Perjanjian Lama dan Baru dipisahkan dan ditandai dengan kelahiran Isa Al-Masih sebagai janji Allah yang sudah dikabulkan-Nya kepada manusia sejak lembaran pertama Kitab Suci sebagaimana yang tertera dalam Taurat Musa, Kitab Kejadian 3:15.

Ketika Isa Al-Masih belum dilahirkan, maka umat Tuhan terikat dengan hal-hal lahiriah di dalam menjalankan ibadah.

Namun semua perintah Allah untuk dilakukan secara lahiriah ini, hanyalah untuk senantiasa mengingatkan dan mengarahkan pandangan umat Allah, terhadap janji Allah akan seorang Juru Selamat yang akan diberikan oleh-Nya.

Ketika janji Allah itu sudah dikabulkan di dalam diri Isa Al-Masih, maka perintah-perint ah secara lahiriah itu tidak lagi menjadi suatu kewajiban untuk dilakukan, karena janji Allah sudah digenapi.

Umat Kristiani percaya bahwa hal mengenai sorga tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat jasmani (lahiriah), melainkan lebih pada hal-hal batiniah (rohani) yang tidak kelihatan.

Hal-hal menyangkut pakaian, makanan, dan lain-lain adalah baik, namun itu tidak menjadi acuan apakah kita akan diselamatkan menuju sorga atau tidak. Adalah hal yang lebih penting untuk mengetahui apakah kita sudah diselamatkan?

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara menemukan hidayah yang sejati dari Allah.
~
CA
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer