Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Apakah Kopi Luwak Dapat Dikatakan Haram?

.

KopiFatwa baru yang dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) adalah “biji kopi luwak haram.” Kemudian menjadi “halal bila biji kopi melalui proses pencucian”.  Bicara mengenai halal atau haram, zaman Nabi Besar Musa ketetapan ini juga berlaku, diantaranya babi.  Bila kita melihat dua makanan ini dari kacamata biologi/kedokteran, jelas babi lebih kotor.  Babi mengandung banyak bakteri dibandingkan kopi luwak.  Wajar bila babi dilarang untuk dikonsumsi pada saat itu. Bagaimana dengan kopi?  Bukankah kopi merupakan biji dari tumbuh-tumbuhan yang tidak kotor?  Apakah mengandung bakteri seperti babi?


Semua Jenis Makanan Aman Untuk Dikonsumsi

Pada masa ini, mengatakan babi kurang aman untuk dikonsumsi jelas salah. Babi telah menjadi salah satu daging utama di dunia dan tidak menimbulkan penyakit bila dikonsumsi. Begitupun dengan luwak haram. Jika diolah dengan benar, maka tidak akan menimbulkan penyakit. Sebaliknya jika sapi tidak dipelihara dengan baik, orang yang mengkonsumsi susunya bisa menjadi sakit. Pada zaman modern ini, tidak seharusnya melarang masyarakat memakan sesuatu karena takut penyakit. Semua makanan jika diolah dengan baik dan sehat akan layak dikonsumsi.

Makanan “Haram” Berdasarkan Kepercayaan Agama

Agama-agama dunia melarang bermacam makanan untuk dikonsumsi. Seperti, agama Hindu dilarang makan daging. Ada aliran Kristen dilarang minum kopi. Orang Mormon, satu bidat Kristen dilarang minum Coca Cola. Agama Rastafarians di Jamaica dilarang memasukkan garam ke dalam masakan yang disiapkan.  Ada kelompok Budhist yang dilarang makan bawang merah dan bawang putih.  Kelinci dilarang oleh Shia Islam dan diperbolehkan oleh orang Sunni. Jelas agama Islam melarang makan babi.

Orang Beragama Membingungkan Dunia

Antar agama juga saling menuduh mengenai makanan yang dilarang. Agama Rastafarians menuduh orang Muslim karena mengkonsumsi garam.  Orang Mormon menuduh agama lain yang minum Coca Cola.  Orang Hindu menuduh orang Islam karena makan kambing.  Orang Budha menuduh orang Shia karena melarang makan kelinci.  Orang Islam menuduh orang Kristen karena makan babi.  Namun, orang dunia modern akan tertawa mendengar tuduhan-tuduhan tersebut.

Ajaran Isa Al-Masih Terkemuka dan Paling Rasional

Ajaran Isa Al-Masih mengenai hal ini terdapat dalam Injil Rasul Markus 7:15.  Isa Al-Masih bersabda "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." Bahkan dipertegas lebih lagi di Injil Rasul Markus 7:18-19, "Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Isa Al-Masih mengajarkan bahwa semua makanan halal!

Allah Memperhatikan Keadaan Hati Manusia

Namun biasanya orang agamawi lebih mementingkan hal-hal yang di luar, yang terlihat.  Mereka mengabaikan hal-hal yang tersembunyi dan tidak dilihat manusia.  Bagi Allah SWT tidak ada dosa yang tersembunyi. "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Markus 7:21-22).  Itulah yang menajiskan dan menjadi haram buat manusia.

Manusia Beragama Terbalik Dalam Berpikir

Sayang sekali, umat beragama terlalu mempersoalkan hal makan babi atau minum kopi, namun dosa keangkuhan tidak diperhatikan. Sementara Allah sangat membenci keangkuhan, pikiran jahat, keserakahan dll!  Manusia justru sebaliknya!  Seharusnyalah kita mengutamakan ajaran Isa Al-Masih dan mulai berfokus pada keadaan hati kita.

Bagi yang ingin melihat pembaharuan hati, inilah jalannya. Menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi.  Rasul Besar Paulus memberi wahyu Allah: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus [Isa Al-Masih], ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (Injil, Surat II Korintus 5:17)


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.



Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Staff Isa dan Islam 2010-07-29 02:43
~
PEDOMAN WAJIB UNTUK MEMASUKKAN COMMENT-COMMENT :

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk di atas akan kita perhatikan.
~
SO
# mendy_1 2010-07-30 23:49
*
Flu Babi (Swine Flu) : Schwein Influenza Virus (SIV) Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.

Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.

Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.

Apa pendapat Saudara?
# Staff Isa dan Islam 2010-07-31 01:24
~
Sdr. Mendy, pada mulanya H1N1 dianggap mempunyai persamaan dengan virus yang terdapat dalam babi. Namun dalam riset baru ditemukan bahwa H1N1 berbeda besar dengan virus dalam babi. Dengan demikian sejak permulaan nama “Flu Babi” adalah salah.

Juga sudah ditemukan bahwa Flu Burung dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Apakah kita perlu berhenti makan ayam?

Kita perlu ingat bahwa suku Tiong Hwa di Tiong Kok telah mengkonsumsi babi selama ribuan tahun dan mereka mempunyai jumlah penduduk yang terbesar di dunia. Juga di Eropa, babi dimakan selama ribuan tahun. Babi, seperti semua makanan lain, baik untuk dimakan, asal dimasak dengan cara yang benar.

Allah memperlihatkan satu penglihatan kepada Rasul Petrus. Dalam penglihatan, ada semua macam binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Allah menyuruh Petrus untuk memakannya. Petrus menolak dan berkata: "Tidak, Tuhan, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.” Allah menegurnya, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” (Injil, Kisah Para Rasul 10:11-15)

Dengan demikian Allah menyatakan semua makanan halal.

JG/CA
# raihan mubarok 2010-08-05 17:20
*
Apa yang diharamkan atau dimakruhkan dalam Islam pasti ada hikmahnya kalau benar-benar diteliti secara obyektif.

Contoh yang mudah: Bangkai hewan kecuali ikan, minuman yang memabukkan dan sejenisnya, hewan yang bertaring dan menjijikkan, makan terlalu kenyang. Tahu sendiri akibatnya kalau dihalalkan.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-06 05:48
~
Bila melihat dari segi kesehatan, jelas ada makanan yang lebih baik tidak dimakan atau dikurangi. Daging yang berpotensi merugikan kesehatan tidaklah perlu memberi label haram. Tetapi mempraktekkan hidup sehat dengan tidak terlalu sering mengkonsumsinya

Allah sendiri menghalalkan semua makanan ketika Ia berfirman pada Rasul Petrus seperti dijelaskan di atas.

Sebagian umat beragama merasa, mereka dapat hidup berkenan pada Allah bila menghindari makanan tertentu. Isa Al-Masih mengajarkan, yang menajiskan orang adalah apa yang keluar dari hati bukan apa yang masuk ke dalam mulut. (Injil, Rasul Besar Markus 7:18)

Sangat disayangkan, bila menyibukkan diri tentang apa yang dimakan tapi acuh-tak-acuh dengan pikiran jahat, kotor, dan tindakan yang tidak mencerminkan kelakuan umat beragama.

Yang terpenting ialah penyucian hati dari dosa. Caranya? Melalui darah Isa Al-Masih yang dicurahkan pada kayu salib, dapat menyucikan kita dari segala dosa. (Injil, Surat I Yohanes 1:7)
~
JG/SO
# edo 2010-08-10 09:16
*
Saya bingung mengapa harus dibuat peraturan yang mengharamkan sesuatu. Kita manusia tidak boleh mengharamkan sesuatu. Bukankah itu yang diajarkan?
# Staff Isa dan Islam 2010-08-12 07:34
~
Agama-agama di dunia cenderung mengharamkan sesuatu makanan. Ini pengaruh dari zaman kuno di mana orang merasa berkenan kepada ilah mereka kalau mereka menjauhkan diri dari makanan tertentu.

Isa Al-Masih menekankan bahwa semua makanan yang dulu dianggap haram, sekarang menjadi halal. Isa Al-Masih sungguh memerdekakan manusia dari konsep halal dan haram.
~
SO
# jhodie 2010-11-14 05:29
*
Pada masa ini adalah salah untuk mengatakan bahwa babi kurang aman untuk dikonsumsi.

Pertanyaan saya:

1. Apakah ini berarti bahwa babi di masa lalu adalah tidak aman untuk dikonsumsi?

2. Apakah daging babi di masa lalu dan masa kini berbeda?

3. Bukankah dalam Alkitab ada larangan untuk makan babi?
# Staff Isa dan Islam 2010-11-15 17:33
~
Sdr Jhodie,

Babi jaman sekarang dengan babi jaman dulu adalah sama. Tetapi pengetahuan tentang cara mengolah bahan makanan pada zaman ini tentulah berbeda dengan cara mengolah makanan pada zaman dahulu.

Babi termasuk salah satu hewan yang hidup di tempat yang kotor. Cukup banyak bibit-bibit penyakit yang terdapat dalam babi. Namun jika daging babi diolah dengan benar, maka hidangan daging babi tidak akan merugikan kesehatan. Semua jenis daging dapat merugikan kesehatan jika diolah secara salah atau kurang higienis.

Firman Allah dalam Injil, seperti dikutip oleh Rasul Besar Matius 15:11 mengatakan "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Dengan demikian, semua makanan adalah halal, selama itu dikolah secara benar dan higienis.
~
SO
# sepatu hitam 2010-11-16 10:54
*
Halal haram adalah termasuk ranah masing-masing agama sehingga hanya berlaku untuk agama itu. Menurut saya itu sangat adil.

Lalu, mengapa hal sekecil ini menjadi masalah? Apa karena masalah perut lagi yang menjadi ganjalan yang terselubung dengan masalah hak asasi?
# Staff Isa dan Islam 2011-02-22 16:58
~
Saudara, apakah Saudara berniat mengatakan bahwa di balik larangan itu tidak ada maksud apa-apa dari Allah? Apakah ini berarti larangan dan hukum agama dibuat tanpa ada alasan ataupun tujuan tertentu? Terimakasih.
~
SO
# Muhammad Yesus 2011-01-10 11:50
*
Bahkan dipertegas lebih lagi di Injil Rasul Markus 7:18-19, "Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?"

Dengan demikian Isa Al-Masih mengajarkan bahwa semua makanan halal!

Kita tidak bisa memaknai begitu saja makna ayat di atas karena sangat membahayakan.

Nanti (maaf) apapun bisa dimakan termasuk sampah. Sebab ayat di atas secara jelas memperbolehkan apa saja masuk ke dalam perut dan tidak merinci secara jelas.

Mari kita sama-sama menghargai perbedaan.

Bagiku tidaklah penting apa agama yang kau pegang, tapi bagaimana agamamu itu bisa membawa dirimu menjadi rahmat dan kedamaian bagi orang lain.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-13 17:45
~
Setiap manusia diberi akal dan pikiran oleh Allah. Sehingga mereka dapat membedakan manakah makanan yang layak dimakan dan mana yang tidak. Jangankan orang dewasa, anak kecilpun pasti tahu apakah sandal, sampah dan kotoran hewan layak dimakan atau tidak.

Mengenai memakan makanan curian, justru inlah yang dimaksud Isa Al-Masih sebagai masalah hati. Dan inilah yang seharusnya lebih diperhatikan. Hatilah yang menajiskan seseorang dan bukan makanan.

Aturan-aturan agama hanyalah buatan manusia yang dipakai untuk mengatur perilaku supaya manusia merasa lebih berkenan di hadapan Allah.

Aturan-aturan tersebut tidaklah dapat menghantarkan mereka pada kemuliaan Allah, karena hanya ada satu cara untuk dapat menuju kemuliaan Allah. "Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa adalah sang "Jalan". Melalui Dia, orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
SO
# gathot 2011-04-14 15:33
*
Dalam Islam, hal-hal yang sudah terang-benderan g dalam Al-Quran tidak perlu diperdebatkan lagi, seperti haramnya daging babi, darah, bangkai dan binatang sembelihan yang disembelih tidak atas nama Allah.

Jadi, haramnya babi bukan karena mengandung penyakit atau lainnya, tapi perintah dari Allah.

Jika rekan-rekan Kristen mau makan babi silakan saja. Tidak perlu mengurus rekan-rekan Muslim yang melarang makan babi. Toh rekan-rekan Muslim juga tidak mengurus rekan-rekan Kristen yang makan babi, bangkai, atau lainnya asal doyan saja.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 13:01
~
Saudara Gathot,

Apakah yang Saudara maksudkan sebagai sesuatu yang sudah terang-benderan g? Apakah ini berarti Saudara sudah mengetahui mengapa hal itu dilarang? Adakah alasan yang kuat untuk hal tersebut?

Artikel kami menyebut bahwa adalah lebih penting apa yang keluar (dilakukan seseorang), daripada apa yang masuk (dimakan). Apakah Saudara setuju akan isi artikel kami?

Biasanya orang-orang lebih mementingkan hal-hal yang di luar, hal-hal yang terlihat. Namun mereka mengabaikan hal-hal yang tersembunyi dan tidak dilihat manusia. Bagi Allah tidak ada dosa yang tersembunyi. "sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,perz inahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22).

Itulah yang menajiskan dan menjadi haram buat manusia.
~
CA
# Anang 2011-04-15 08:31
*
"Daging binatang-binata ng itu (antara lain babi) janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu." (Injil - Imamat 11:8).

Yesus memusnahkan 2000 babi untuk menyembuhkan seorang manusia.

Haram ya haram. Jangan berdalih ayatnya ada di Kitab Injil.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 13:16
~
Saudara Anang,

Dalam Taurat Musa, tepatnya dalam Kitab Imamat 11, memang ada banyak sekali binatang yang dilarang untuk dimakan. Di antaranya unta, kelinci, babi hutan (tidak tertulis babi), dan lain-lain binatang darat, termasuk berbagai jenis ikan dan burung.

Saat itu kita ketahui bahwa umat Tuhan yang dipimpin oleh Musa sedang menempuh perjalanan jalan kaki yang panjang. Ini adalah migrasi manusia dalam jumlah terbanyak sepanjang sejarah.

Dalam perjalanan ini, tentulah akan sangat banyak peraturan. Karena satu orang salah makan dan menderita sakit, akan berakibat fatal bagi seluruh rombongan.

Jadi, kami setuju jikalau pantangan makanan dipelihara dengan alasan kesehatan, namun tidak untuk alasan keagamaan. Karena agama adalah mengatur urusan rohaniah dan bukan jasmaniah. Urusan rohaniah adalah menyangkut bagaimana hubungan kita dengan Allah, dan bukan soal makan dan minum.

Sudahkah hubungan Saudara dengan Allah diperbaharui? Kami mengajak Saudara merenungkan: www.isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara mendapatkan berkah dari Allah.
~
CA
# Mikha 2011-05-08 22:41
*
Matius 15:11 menyatakan semua makanan boleh dimakan (halal), tapi Imamat 11:7-8 dan Yesaya 66:17 menyatakan babi haram. Kitab suci kok begini? Apakah Tuhan plin-plan? Tak mungkin Tuhan salah. Kalau begitu, kitabnya dong yang salah tulis.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-18 19:03
~
Saudara Mikha,

Tuhan yang sejati tidak mungkin plin-plan ataupun salah, sehingga harus mengubah-ubah perintah-Nya (seperti halnya dengan arah kiblat yang sudah berkali-kali diubah).

Perlu diketahui bahwa Kitab Suci umat Kristiani terbagi dalam 2 bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Di dalam Perjanjian Lama tergabung Kitab-Kitab Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi. Sementara Perjanjian Baru berisi Injil.

Perjanjian Lama dan Baru dipisahkan dan ditandai dengan kelahiran Isa Al-Masih sebagai janji Allah yang sudah dikabulkan-Nya kepada manusia sejak lembaran pertama Kitab Suci sebagaimana yang tertera dalam Taurat Musa, Kitab Kejadian 3:15.

Ketika Isa Al-Masih belum dilahirkan, maka umat Tuhan terikat dengan hal-hal lahiriah di dalam menjalankan ibadah.

Namun semua perintah Allah untuk dilakukan secara lahiriah ini, hanyalah untuk senantiasa mengingatkan dan mengarahkan pandangan umat Allah, terhadap janji Allah akan seorang Juru Selamat yang akan diberikan oleh-Nya.

Ketika janji Allah itu sudah dikabulkan di dalam diri Isa Al-Masih, maka perintah-perint ah secara lahiriah itu tidak lagi menjadi suatu kewajiban untuk dilakukan, karena janji Allah sudah digenapi.

Umat Kristiani percaya bahwa hal mengenai sorga tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat jasmani (lahiriah), melainkan lebih pada hal-hal batiniah (rohani) yang tidak kelihatan.

Hal-hal menyangkut pakaian, makanan, dan lain-lain adalah baik, namun itu tidak menjadi acuan apakah kita akan diselamatkan menuju sorga atau tidak. Adalah hal yang lebih penting untuk mengetahui apakah kita sudah diselamatkan?

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara menemukan hidayah yang sejati dari Allah.
~
CA
# joko 2011-05-09 22:50
*
Alasan saya tetap menjadi Muslim karena apa yang ada di Al-Quran begitu indah dan bermakna.

Sampai-sampai ibadahnya pun membawa kebaikan. Banyak peneliti non Islam yang telah menguji fungsi dari shalat, puasa, halal dan haram dalam Islam.

Dan bahkan sampai kenapa harus shalat 5(lima) waktu di waktu-waktu yang telah ditentukan. Saya yakin bahwa apa yang diharamkan bagi orang Islam memang tidak baik bagi saya.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-18 19:27
~
Saudara Joko, hal-hal tertentu yang dilakukan secara lahiriah, tentu saja kalau dicari-cari manfaatnya, ya tentu saja ada.

Sebagai contoh, dalam hal merokok yang jelas-jelas merugikan kesehatan, kalau mau kita cari manfaatnya, ya pasti ada. Misalnya ada penelitian yang mengatakan bahwa perokok lebih jarang terkena penyakit alzheimer (pikun), ostreoathritis, kanker usus, parkinson, gangguan syaraf, dan yang lainnya. Untuk sumber-sumber penelitiannya, kami bisa memberikan buat Saudara jika Saudara menghendaki.

Tetapi kembali pada topik yang kami dibahas di atas. Menurut Saudara, manakah hal yang lebih menajiskan orang? Makanan yang masuk ke dalam mulut, ataukah ucapan orang yang menyakitkan hati dan kelakuan manusia yang melakukan dosa?
~
CA
# Hermanto Ramos 2011-05-13 15:08
*
Beragamalah sesuai dgn kepercayaan anda. Kalau orang Islam tidak boleh memakan babi ya jangan dipaksa dan dicarikan dalil-dalil yang menurutmu benar.

Hal-hal seperti inilah yang terkadang bisa menciptakan permusuhan antara kita.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-18 19:31
~
Saudara Hermanto, kami jelas tidak memaksa seseorang untuk memakan babi. Melalui artikel di atas, kami menerangkan bahwa biasanya orang-orang lebih mementingkan hal-hal yang terlihat, namun mereka mengabaikan hal-hal yang tersembunyi dan tidak terlihat manusia.

Sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih: "sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22).

Sesungguhnya itulah yang menajiskan dan menjadi haram buat manusia, dan bukan apa yang masuk ke dalam mulut.

Apakah Saudara setuju dengan kami?
~
CA
# rezaaltamir agasih 2011-05-23 21:00
*
Saya setuju bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya dengan baik / halal, dan semuanya diperuntukkan bagi manusia. Saya setuju bahwa haram dan najis adalah dilihat dari tingkah laku dan perbuatan manusia, bukan makanan.

Seandainya ada kelaparan dan kemiskinan, maka berburu babi di hutan adalah tentu lebih baik daripada mati kelaparan. Kecuali bahwa seseorang memiliki alergi tersendiri akan suatu makanan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 14:20
~
Terima kasih Saudara Reza atas pendapat yang telah Saudara sampaikan, kami sangat menghargainya.

Perlu juga untuk memperhatikan bahwa sesungguhnya yang membuat manusia menjadi haram, najis, ataupun jahat, adalah karena apa yang berasal dari dalam hati. Oleh karena itu, kita harus lebih mampu menjaga hati kita, daripada hanya soal makan dan minum.

"Sebab dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Markus 7:21-22). Itulah yang sesungguhnya menajiskan dan menjadikan manusia haram.
~
CA
# Isnael 2011-08-10 05:40
*
Saya tertarik mengenai haram dan halal. Yang saya tahu di ayat Matius 15:11 mengatakan, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
Itu bukan mengenai makanan, tetapi tentang apa yang diucapkan "seseorang".
Lagi pula orang Israel (Yahudi) sangat tahu jelas tentang makanan haram dan halal.

Bagaimana tentang Nabi Yesaya yang mengatakan tentang mereka yang memakan babi dalam Yesaya 66:17?

Mohon penjelasan tentang pernyataan "dengan demikian, semua makanan adalah halal, selama itu diolah secara benar dan higienis".
# Staff Isa dan Islam 2011-08-12 13:23
~
Perjanjian Lama memberikan pengarahan mengenai makanan yang haram dan halal. Hal ini rupanya untuk alasan-alasan kesehatan tetapi juga sebagai patokan untuk menolong umat Israel agar terpisah dari masyarakat fasik di sekitar mereka. Pengarahan mengenai makanan ini tidak lagi mengikat untuk orang Kristen, karena Isa Al-Masih telah menggenapi makna dan tujuan Perjanjian Lama.

Akan tetapi prinsip-prinsip ini masih berlaku sampai sekarang. Orang Kristen harus dapat dibedakan dengan masyarakat sekitarnya dengan cara makan, minum dan berpakaian. Orang Kristen harus “kudus dalam seluruh hidupnya” (Injil, Surat 1 Petrus 1:15), agar Tuhan dapat dipermuliakan dengan cara hidup mereka.
~
SL
# al-islam 2011-08-19 20:53
*
Sdr. Gathot,


Rekan-rekan Kristen tidak meminta anda untuk makan babi saya kira. Yang mereka jelaskan bahwa najis, haram, tidak ditentukan dari makanan yang dimakan.

Seharusnya anda mencari tahu mengapa dalam Islam babi dilarang.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-20 16:06
~
Saudara Al-Islam,

Terimakasih untuk komentar yang sudah saudara sampaikan.
~
SO
# Bayu 2011-12-13 17:08
*
To: Saudara Mikha,

Alkitab tidak pernah meleset karena itu adalah firman Allah yang Ya dan Amin. Hampir semuanya telah tergenapi dan akan segera selesai tergenapi.

Beberapa di antaranya, di Alkitab sudah menubuatkan kalau pada akhir zaman akan ada banyak nabi-nabi palsu, makin banyak orang yang menghujat Yesus, antikris/chip 666 dan itu semua telah tergenapi. Anda perlu banyak membaca Alkitab lagi, God bless you.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-27 09:39
~
Saudara Bayu,

Terimakasih atas komentar yang sudah saudara berikan. Semoga menjadi pencerahan bagi orang yang membacanya.
~
SO
# purwa 2012-08-09 08:10
*
Saya melihat staf Isa dan Islam juga orang Kristen berpedoman pada ayat-ayat ini

“Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram” (Injil, Kisah Para Rasul 10:11-15)

"Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?'' (Injil Markus 7:18-19)

"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil Matius 15:11)

Kesimpulanya: Mereka ngotot segala sesuatu yang masuk keperut adalah halal. Jadi alkohol, ganja, drugs, segala makanan dan lain-lain juga halal. Barang curian, hasil jajahan (rampok), korupsi dan lain-lain juga ok. Apa lagi kalau didonasikan untuk kemakmuran gereja dan karyawan-karyawannya

Pantesan gereja megah-megah sekali, berhala-berhala nya juga top-top, walau sepi jemaat atau nasabah.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-09 12:51
~
Saudara Purwa,

Tuhan memberi manusia pikiran. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Dengan pikiran tersebut, kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Juga dapat mengerti firman Allah.

Tidak pernah ada larangan mengkonsumsi alkohol atau ganja. Yang dilarang adalah, menggunakannya untuk hal-hal yang tidak benar, seperti mabuk-mabukan.

Orang-orang Aceh menggunakan ganja untuk bumbu masakan dan kopi. Tentu sesuai dengan takarannya. Alkohol, di negara-negara tertentu minuman ini dikonsumsi untuk meningkatkan suhu tubuh dikala musim dingin. Sekali lagi, mereka mengkonsumsi sesuai dengan takarannya.

Mengenai rampok dan korupsi. Kami rasa di bangsa ini saudara dapat melihat sendiri para koruptor. Bahkan Departemen Agama sendiri berani mengkorupsi dana untuk mencetak Al-Quran. Bagaimana pendapat saudara akan hal itu? Apakah saudara ingin mengatakan Islam memang mengajarkan korupsi?

Seharusnya saudara Purwa bertanya pada diri sendiri, mengapa bangunan gereja selalu mewah dibanding masjid. Mengapa tidak ada orang yang berdiri di pinggir jalan untuk meminta sedekah ketika gereja dibangun, seperti orang-orang meminta sedekah ketika masjid dibangun.
~
SO
# evan 2013-10-09 21:53
*
Bagaimana dengan minuman keras/alkohol yang masuk ke dalam mulut kita? Bagaimana dengan rokok yang mempunyai banyak dampak negatif? Apakah halal atau haram?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-11 20:17
~
Saudara Evan,

Hukum yang dibuat oleh manusia sudah menyatakan bahwa minuman keras dan rokok adalah barang berbahaya bagi kesehatan. Apalagi hukum Tuhan yang lebih sempurna. Silakan saudara merenungkan sendiri hal tersebut.
~
NN
# el 2014-05-25 02:47
~
Sebaiknya perdalam dulu, Islam mengajarkan cara makan dan minum yang baik. Tidak ada dalam Islam menghalalkan memakan binatang bertaring, termasuk babi. Mohon jangan sembarangan.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-25 20:08
~
Saudara El,

Kami yakin saudara sudah membaca artikel di atas dengan teliti. Kami kira agama-agama membuat bingung dunia dengan peraturan halal dan haram. Hanya ajaran Isa Al-Masih yang paling rasional menyikapi hal ini. Tentu saudara perlu mempelajarinya dengan teliti. Bagaimana saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com