Bolehkah Orang Beragama Menonton Piala Dunia
Hampir sebagian besar penduduk dunia saat ini “demam” bola, sehubungan dengan pertandingan sebuah cabang oleh raga yaitu sepak boleh yang diikuti oleh club-club besar di seluruh dunia, World Cup 2010 yang diadakan di Afrika Selatan. Walaupun pertandingan ini tidak diikuti oleh pesepak bola Indonesia, namun sebagian besar penduduk Indonesia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, wanita maupun pria selalu setia mengikuti perkembangan dari pertandingan tersebut.
Pertandingan Piala Dunia menjadi berhala
Bahkan tidak sedikit dari para maniak bola membuat ajang ini sebagai tempat judi dengan memasang taruhan uang dalam jumlah besar dan menjagokan jagoan mereka masing-masing, mulai dari taruhan dalam jumlah kecil hingga kelas kakap terdapat dalam ajang ini.
Bukan hanya judi saja yang dapat kita temukan pada musim event raksasa ini, orang-orang yang duduk di depan televisi dan menghabiskan waktu berjam-jam pun banyak kita temui, demi menonton pertandingan ini mereka rela mengesampingkan aktifitas lainnya dan kegiatan menonton pertandingan ini kadang menjadi prioritas utama bagi sebagian orang.
Hidup yang berkenan dalam Allah
Bagaimana orang Kristen menyikapi hal ini? Bolehkah mereka mengikuti judi atau taruhan tersebut? Bolehkan orang Kristen menjadikan pertandingan piala dunia menjadi prioritas utama dalam hidup mereka?
Tidak ada firman Tuhan yang melarang orang percaya untuk menonton pertandingan ini, yang menjadi masalah adalah, sebagai orang percaya tentulah tidak diperkenankan untuk mengikuti taruhan-taruhan seperti diatas karena taruhan atau judi merupakan perbuatan yang melanggar firman Tuhan, 1 Timotius 6:10 memberitahu kita “karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”.
Lalu apa kata Alkitab tentang mereka yang menjadikan aktifitas menonton ini menjadi prioritas utama? Tentulah hal itu juga melanggar firman Tuhan karena dalam Kitab Keluaran 20:3 Allah berfirman “Jangan ada allah lain dihadapan-Ku (Allah)”, karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang mempunyai sifat cemburu (Taurat, Kitab Keluaran 34:14).
Dengan demikian, setiap orang yang telah menerima Keselamatan dari Allah melalui penebusan Isa Al-Masih hendaklah hidup sesuai dengan firman Allah, dan menjadikan Allah menjadi prioritas utama dalam setiap hal supaya hidup kita menjadi berkenan dihadapan Allah.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


