Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Muslimah NU Cerdas Menjelaskan Kodrat Isa Al-Masih

.

muslimah teacher clipartHakekat dan kisah Isa Al-Masih dalam Islam berbeda dari Kristen. Penjelasan Muslimah NU ini menolong para Mukmin memahami Isa Al-Masih dengan benar.

Paparan Muslimah Cerdas Soal Kodrat Ganda Isa Al-Masih

Muslimah NU, Aisha Nurramdhani prihatin dengan salah paham kaum Muslim soal Isa. Contohnya, mereka “. . . membenturkan sifat ketuhanan Yesus dengan kodratnya sebagai manusia. Rata-rata karena mereka tidak paham sifat "sepenuhnya insani" (kamil bi al-nasut) dan "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) yang dimiliki Yesus di atas. “Yesus adalah 100 persen Allah (dalam kapasitasnya sebagai Firman Tuhan) namun juga 100 persen manusia (dalam fisik insaninya).” 

Ia juga heran dengan kawan-kawan Muslimnya yang sulit menerima Isa 100 persen Ilahi dan 100 persen insani. Padahal mereka gampang memahami ajaran Islam bahwa Al-Quran adalah 100 persen firman Allah dan 100 persen buku.

Muslimath NU: Kemanusiaan Isa Tidak Mempengaruhi Keilahian-Nya

“Yesus [Isa Al-Masih] pun dalam rupanya sebagai manusia tentu dapat mengalami kerusakan secara fisik - merasakan sakit, lapar, mati (namun bangkit lagi). Tapi kerusakan secara fisik tentu tidak berpengaruh apa-apa terhadap status-Nya sebagai Firman Allah. Apalagi sampai hal-hal fisik ini dipandang sebagai bukti bahwa Yesus [Isa Al-Masih] bukan Firman Allah,” tambahnya.

Penjelasan itu tepat, sebab kematian Isa tidak menyentuh kodrat Ilahi-Nya.  Injil Allah menegaskan bahwa kematian Isa Al-Masih  itu “ . . .  dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh” (Injil, Surat 1 Petrus 3:18).

ujianMuslimah NU: Ujilah Ke-Ilahian Isa Al-Masih

Muslimah NU ini menyarankan para Muslim untuk menguji ke-Ilahian Isa Al-Masih. Agar tidak terjadi klaim dan tuduhan kosong.

“Lebih tepat kalau mau mempertanyakan Yesus adalah Tuhan atau bukan, ujilah apakah Ia pernah berbuat dosa atau tidak (karena kodrat manusia adalah berdosa). Dengan unsur Ilahi pada beliau, adakah mukjizat besar yang Ia perbuat dimana mukjizat ini hanya bisa dilakukan Allah sendiri? Membuat sesuatu menjadi mahkluk hidup, misalnya” sarannya.

Saran itu sangat bijak sekali. Jika Anda ingin tahu tentang ke-Ilahian Isa Al-Masih, silakan mengemail kami.

Inikah Bukti Ke-Ilahian Isa Al-Masih?

Hakekat Isa Al-Masih ialah Kalimatullah yang nuzul ke dunia untuk menjadi manusia dan mati tersalib. Penyaliban-Nya itu untuk menanggung hukuman dosa manusia, yaitu siksaan neraka kekal.

Isa Al-Masih adalah Sumber Kehidupan (Al Hayyu). Maka Isa menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal di sorga bagi orang yang percaya kepada-Nya. Firman-Nya, Akulah kebangkitan dan hidup . . . setiap orang . . . yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25-26).

Jika Isa adalah Tuhan, Ia berkuasa menjamin hidup kekal di sorga. Maka wajiblah kita percaya dan menyembah-Nya agar beroleh hidup kekal. Maukah Anda memiliki hidup yang kekal?

[Staf Isa dan Islam – Untuk  informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1.  Adakah penjelasan Muslimah NU, Aisha Nurramdhani di atas, yang menolong Anda lebih mengerti Isa Al-Masih? Jelaskan!
  2. Dari penjelasan Muslimah NU, Aisha Nurramdhani di atas, kisah Isa Al-Masih dalam Islam dan Kristen berbeda. Kisah manakah yang seharusnya kita percayai? Mengapa?
  3. Menurut ulasan Muslimah NU di atas, apa buktinya Isa Al-Masih 100% Allah?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-8100-0718

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Santo Muhammad SAW 2017-02-20 17:15
***
Saya menanggapi pertanyaan no #1:

Saya sering membaca tulisan-tulisan Muslim ajaran Gus Dur (NU moderat).

Untuk mencari titik temu dialog Islam Kristen harus membandingkan Yesus dengan Al-Quran. Yesus dan Al-Quran adalah Firman Allah. Yang satu nuzul menjadi manusia, yang satu lagi nuzul dalam bentuk buku.

Yesus lahir dari perawan, Al-Quran dari seorang buta huruf. Yesus bisa merasa kesakitan (terluka), Al-Quran bisa rusak. Sangat gampang memahaminya.

Jadi untuk memahami Yesus, bandingkan dengan Al-Quran. Jangan dengan Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-21 14:40
***
Sdr. Santo,

Terimakasih sudah mencoba menjawab pertanyaan yang kami berikan.

Mengacu kepada penjelasan sdr di atas, dimana menurut sdr bahwa kedudukan Yesus di hadapan Allah sama dengan kedudukan Al-Quran. Benarkah begitu?

Bila memang demikian adanya, berarti Sdr. Santo percaya bahwa Yesus itu kekal adanya. Yesus bukan sekedar manusia yang kebetulan dipilih Allah menjadi salah satu nabi-Nya.

Mungkinkah karena Yesus kekal dan Allah pun kekal. Maka Yesus adalah Allah itu sendiri? Tentu semua umat beragama setuju bila kami mengatakan “kekal” hanyalah sifat Allah, bukan?

Sehingga benarlah perkataan Yesus yang terdapat dalam Kitab Suci Allah, “Aku [Yesus] dan Bapa [Allah] adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
Saodah
# Santo Muhammad SAW 2017-02-20 17:24
***
Jawaban no #2.

Sejenak kita harus meletakkan sisi rohaninya dan bersikap netral memandang hal ini. Injil ditulis murid yang hidup bersama Yesus atau sezaman dengan Yesus.

Al-Quran datang 600 tahun dari zaman Yesus. Injil ditulis empat orang yang saling menguatkan, belum lagi tulisan-tulisan murid Yesus yang lain.

Begitu banyak nubuatan-nubuat an akan kedatangan Allah di Perjanjian Lama dan digenapi Pi perjanjian Baru. Sungguh mengagungkan rencana Allah di Alkitab.

Sangat jauh beda cerita di Al-Quran yang sangat jelas menyimpang jauh karena bersifat dongeng-dongeng karangan dan contekan Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-21 14:40
***
Terimakasih untuk tanggapan yang sdr paparkan di atas.

Dari apa yang sdr paparkan, kami mengambil kesimpulan bahwa sdr setuju, antara kisah Isa Al-Masih yang terdapat dalam Kitab Suci Injil dan kisah yang terdapat dalam Al-Quran, maka yang layak untuk dipercaya adalah kisah yang terdapat dalam Kitab Suci Injil. Alasannya, karena Kitab Suci Injil ditulis oleh murid-murid Yesus. Walaupun keempatnya memberi kesaksian yang berbeda, tetapi semuanya saling melengkapi.
~
Saodah
# Zakir Naik 2017-02-20 17:29
~
To Nasrani,

Yesus nuzul sebagai "Firman dan Kalimat" Allah. Dengan bukti semua mukjizat dan kemuliaan yang diberikan-Nya menjadi "tanda" untuk kalian "baca." Agar dengan "tanda" tersebut, kalian menemukan petunjuk akan keberadaan Allah dan mau mengikuti Yesus berserah diri kepada Allah, sebagai seorang Muslim (Alkitab).

"Tanda firman dan kalimat" itu telah mati. Karena Yesus sudah tidak dapat lagi terlahir suci tanpa ayah, menghidupkan orang mati dan melakukan semua mukjizat dan kemuliannya. Sebagaimana tertulis di dalam Alkitab dan Al-Quran, dan telah disempurnakan dengan turunnya "firman dan kalimat" yang dapat dibaca oleh seluruh umat manusia, sepanjang masa, sebagai tanda kekuasaan-Nya di alam semesta, sebagai hakikat Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-21 14:41
~
Sdr. Zakir Naik,

Dalam Kitab Suci Injil, Isa berkata “Akulah kebenaran.” Isa juga berkata “Akulah terang dunia.”

Sementara Al-Quran berkata, “Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Al-Quran sudah dengan sangat jelas mengatakan bahwa petunjuk dan cahaya itu terdapat dalam Kitab Suci Injil. Dan Isa berkata, Ia adalah jalan/petunjuk dan terang/cahaya itu. Bukankah sudah selayaknya kita sebagai orang yang bertakwa wajib mengenal Pribadi Isa Al-Masih lebih jauh?
~
Saodah
# Agur bin Yake 2017-02-20 17:49
~
Mengapa seorang wanita (Muslimah ) lebih faham akan hakikat Isa Al-Masih dari pada Muhammad yang dibantu oleh Jibril?
# Staff Isa dan Islam 2017-02-21 14:41
~
Maaf Sdr. Agur, artikel di atas sedang membahas soal “Kodrat Isa Al-Masih” menurut pandangan seorang Muslimah NU. Bila sdr ingin mengetahui bagaimana pandangan wanita tentang Muhamamad, mungkin artikel ini dapat menolong: http://tinyurl.com/hwqmk2x.

Setelah membaca artikel di atas, bagaimana pandangan Sdr. Agur tentang pendapat Muslimah tersebut mengenai kodrat Isa Al-Masih?
~
Saodah
# Trisant 2017-02-20 19:52
~
Zakir Naik,

Saya dengan komentar Anda. Ini tambah menguatkan iman saya sebagai seorang Muslim yang berserah diri hanya kepada Allah swt yang esa. Bukannya 100% manusia bukan 100% Roh Kudus bukan 100% dll.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-21 14:42
~
Sdr. Trisant,

Memang bukan hal mudah untuk memahami kodrat Isa Al-Masih yang adalah 100% Allah dan 100% manusia. Bahkan seorang Muslimah NU pun menyadari akan hal itu. Itulah sebabnya beliau mengajak teman-teman Muslim melihat Pribadi/Kodrat Isa ini dari sudut pandang yang berbeda. Bukan dari sudut pandang agama Islam.

Menurut kami, tidak salah bila Sdr. Trisant mencoba mengenal Pribadi Isa Al-Masih seperti yang Muslimah NU di atas paparkan.
~
Saodah
# pengamat 2017-02-20 20:44
~
To: Sdr. Santo,

Kitab Perjanjian Lama berisi nubuatan kedatangan Mesias (nabi yang dijanjikan Allah), bukan kedatangan Allah. Apa kata Yesus tentang sosok Mesias? Silakan baca Injil Matius 22:45, kata Yesus, "jika Daud menyebutnya tuan, bagaimana mungkin ia anaknya pula?"

Jadi Yesus tidak mungkin tuannya Daud, sebab Yesus anak Daud. Mesias tidak mungkin dari keturunan Daud.

Yesus = mesias kecil, Muhammad = mesias besar.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-22 15:43
~
Sdr. Pengamat,

Seperti yang dikatakan oleh Muslim NU di atas, bagaimana bila Sdr. Pengamat mencoba melihat kodrat Isa berdasarkan ke-Ilahian Isa (kamil bi al-lahut). Jangan selalu melihat sifat atau kodrat Isa berdasarkan insani (kamil bi al-nasut) saja. Bila sdr melihat Isa dari sisi ke-Ilahian-Nya, niscaya sdr akan mengenal Pribadi Isa Al-Masih dengan baik.

Muhamamad adalah mesias? Sepertinya Al-Quran tidak pernah mengatakan hal ini, bukan?
~
Saodah
# Santo Muhammad SAW 2017-02-20 21:24
~
To: Pengamat,

Muhammad seorang mesias?

Tolong tunjukkan silsilah Muhammad sampai Daud. Di mana tertulis ayatnya dalam Al-Quran? Jika Muhamamad mesias, berarti Muhammad adalah Al-Masih/Kristu s.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-22 15:44
~
Setahu kami Al-Quran tidak pernah mengatakan bahwa Muhamamad adalah mesias. Baik mesias besar maupun kecil. Sebaliknya, Al-Quran dan Muhamamad mengajarkan bahwa Sang Mesias adalah Isa Al-Masih.
~
Saodah
# LGN 2017-02-20 23:31
~
1. Wanita lebih peka terhadap hati, mereka lebih terbuka hati untuk menerima kebenaran, beda dengan laki-laki yang sifat egonya terlalu tinggi.

2. Tentu Isa Al-Masih (ada beribu-ribu saksi mata yang menyaksikan pada zamannya dan terbentuklah namanya Alkitab sebagai kisah nyata yang tertulis lengkap)

Yesus/Allah tidak mungkin salah dalam memilih murid yang dipilih sebagai saksi untuk menyatakan kebenaran, karena Allah adalah Kebenaran. maaf, Berbeda dengan muhammad ("mengaku-ngaku " dapat wahyu) ini menjadi tanda tanya besar. Yesus pernah mengingatkan ini (Matius 24:11)

3. Yesus berkuasa atas kehidupan, kematian, dan kebangkitan, kemudian menjamin kehidupan kekal. No body can do this, ingat! Tidak seorang pun, kecuali Allah, dan Yesus adalah Allah itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-22 15:44
~
Mungkin benar yang sdr katakan di atas bahwa wanita lebih peka dibanding pria. Karena menurut riset, wanita lebih cenderung melihat masalah dengan hati mereka. Sedangkan pria lebih cendrung memakai logika.

Ketika ada dua kita mencatat soal kisah Isa Al-Masih, tentulah yang lebih dapat dipertanggung-j awabkan adalah kesaksian yang ditulis oleh para saksi mata. Dan lagi, kesaksian yang ditulis dalam rentang waktu yang tidak terlalu jauh dengan kejadian, juga lebih dapat diterima, bukan?

Seperti Muslimah NU di atas, menurut kami tidak salah bila teman-teman Muslim membuka diri untuk mengenal Pribadi Isa Al-Masih yang sebenarnya.
~
Saodah
# Azriady 2017-02-21 05:31
~
Al-Quran adalah 100% Firman Allah dan 100% buku, sama seperti Isa 100% Firman Allah dan 100% manusia. Itu masuk akal. Tapi, apakah boleh mengatakan bahwa Al-Quran itu 100% adalah Tuhan? Atau Al-Quran itu Tuhan dalam wujud buku?

Hak Tuhan sebagai Pencipta dan hak manusia sebagai ciptaan tidak dapat disatukan, karena bisa terjadi kontadiksi. Kita percaya bahwa Tuhan tidak dapat mati, namun di sisi lain kita percaya Tuhan juga bisa mati.

Jangan sampai kita menistakan Tuhan, yaitu ketika firman-Nya berkata bahwa Allah itu maha Kekal kita malah membantahnya dengan mengatakan bahwa Allah bisa mati dalam wujud makhluk ciptaannya.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-24 11:32
~
Bila Sdr. Azriady,

Sepertinya Sdr. Azriady belum membaca artikel di atas, khususnya tentang bagaimana menguji ke-Ilahian Isa Al-Masih. Agar tidak terjadi klaim dan tuduhan kosong.

Dikatakan, “Lebih tepat kalau mau mempertanyakan Yesus adalah Tuhan atau bukan, ujilah apakah Ia pernah berbuat dosa atau tidak (karena kodrat manusia adalah berdosa). Dengan unsur Ilahi pada Isa, adakah mukjizat besar yang Ia perbuat dimana mukjizat ini hanya bisa dilakukan Allah sendiri?

Menurut kami tidak salah bila Sdr. Azriady mencoba untuk melakukan seperti yang disarankan oleh Muslimah NU tersebut.
~
Saodah
# Zakir Naik 2017-02-21 08:14
~
To Nasrani,

Sebagaimana Ibrahim, Musa, dan semua nabi-nabi Allah yang diberikan mukjizat. Yesus turun dengan semua mukjizat dan kemuliaan yang diberikan-Nya, menjadi "tanda" kekuasaan Allah. Untuk kalian "baca" sebagai "firman dan kalimat" Allah yang nuzul ke dunia (dengan bukti mukjizat dan kemuliaan tsb), agar melalui "tanda" tsb, kalian dapat menemukan petunjuk akan keberadaan Allah ,dan mau mengikuti Yesus berserah diri kepada Allah,sebagai seorang muslim (Alkitab).
# Staff Isa dan Islam 2017-02-24 11:33
~
Sdr. Zakir Naik,

Memang benar yang sdr katakan bahwa Ibrahim dan Musa diberi mujizat oleh Allah sebagai tanda kenabian mereka. Bagaimana dengan Muhamamad, apakah Al-Quran menuliskan mujizatnya?

Sekalipun Ibrahim dan Musa diberi mujizat, tapi mereka melakukannya dengan kuasa Allah. Berbeda dengan Isa, Dia melakukan semua mujizat dengan kuasa-Nya sendiri. Dan salah satu mujizat terbesar Isa adalah kuasa-Nya dalam mengampuni dosa seseorang.

Lantas, mengapa Isa berkuasa mengampuni dosa seseorang? Kembali kepada pernyataan Muslimah NU tersebut. Kami percaya Isa berkuasa mengampuni dosa dengan kodrat ke-Ilahian-Nya.
~
Saodah