Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Ilustrasi Gambar Nabi Muhammad

on .

buku-muhammadHampir setiap orang mempunyai koleksi foto atau gambar. Mungkin foto keluarga, sahabat, atau kekasih. Biasanya foto juga menjadi kenangan pada momen-momen istimewa, seperti pernikahan, liburan dll.

Di samping itu foto juga dapat mengingatkan kita pada kebaikan atau jasa seseorang. Seperti gambar para pahlawan misalnya, atau gambar tokoh-tokoh juga selebritis yang kita idolakan.

Orang Islam Menolak Gambar Ilustrasi Nabinya

Bicara tentang gambar, baru-baru ini media elektronik maupun cetak menampilkan sebuah berita yang cukup menarik. Adalah sebuah buku yang beredar di sekolah Islam, berjudul "Kisah Menarik Masa Kecil Para Nabi". Buku yang memuat gambar ilustrasi nabi Muhammad ini ditarik dari peredaran karena dianggap kontroversial.

Pihak yang berwenang meminta untuk segera mengusut dan melakukan penindakan internal atas penyebaran buku tersebut. Bahkan lebih lanjut dikatakan, buku keagamaan tidak boleh menyajikan hal-hal yang melanggar ketentuan agama, misalnya visualisasi Allah SWT atau Nabi Muhammad SAW.

Allah Adalah Roh, Muhammad Manusia Biasa

Kami setuju akan larangan pembuatan visualisasi dari Allah. Sebab Allah adalah Roh adanya. “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24)

Tetapi bagaimana dengan Muhammad? Muhammad adalah manusia biasa, sama seperti nabi-nabi lain yang terdapat dalam buku tersebut, yang juga dibuatkan gambar ilustrasinya.

Pertanyaan yang pantas direnungkan:  Apakah nabi Muhammad setara dengan Allah sehingga visualisasi baginya juga tidak diperkenankan?

Gambar, Patung, Ka'bah dan Batu Hitam

Tentang penyembahan berhala, umat Islam mempunyai sikap yang tegas. Melarang membuat patung karena dianggap menduakan Allah.

Kami sangat setuju akan hal ini! Firman Allah dengan tegas melarang umat-Nya untuk membuat patung yang menyerupai apapun untuk disembah. “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi” (Taurat, Kitab Keluaran 20:4)

Di satu sisi umat Muslim menolak tegas akan patung dan gambar. Namun di sisi lain, Rukun Islam kelima memerintahkan umat Muslim menunaikan ibadah haji, di mana salah satu ritualnya adalah mengitari Ka'bah sebanyak tujuh kali dan mencium Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad).

Selain itu, umat Muslim hanya diperbolehkan sembahyang menghadap pada satu arah, yaitu Ka'bah. Hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa Allah hanya bersemayam di Ka'bah dan pada waktu-waktu tertentu.

Dan lagi, bila kita renungkan, tidak terlihat perbedaan antara membuat patung dan gambar, dengan mencium Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad). Hasrat jutaan umat Muslim untuk mencium bahkan sekedar menyentuh Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad) sulit untuk menepis bahwa mereka tidak menyembah berhala.

Orang Kristen Menyembah Pribadi Isa Al-Masih, Bukan Gambar-Nya

Sebuah foto dapat mengingatkan kita pada seseorang atau momen-momen indah yang pernah kita lewati. Sehingga tidak salah bila orang Kristen memajang gambar Isa Al-Masih di rumah atau tempat-tempat yang mereka inginkan.

Orang Kristen memang tidak tahu secara pasti sosok Isa Al-Masih. Namun melalui gambar yang ada, orang Kristen dapat mengerti bahwa Allah yang Maha Pengasih pernah datang dan tinggal di dunia dalam rupa manusia yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih.

Jelas orang Kristen tidak menyembah gambar Isa Al-Masih. Tetapi melalui cerita tentang Isa Al-Masih yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar, membuat mereka lebih mudah untuk mengerti. Dan salib yang identik dengan orang Kristen, hanya merupakan sarana untuk mengingat bagaimana Isa Al-Masih telah menjadi “Tebusan” yang besar bagi dosa-dosa manusia.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” (Injil, Surat Roma 5:8-9)

[Staf Isa dan Islam – Artikel tentang Keselamatan dapat menuntun saudara untuk lebih mengerti kasih Allah.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Iqbal 2012-05-29 01:47
*
Saudara staf Isa dan Islam yang baik hati,

Saya beri ilustrasi kepada anda, karena tampaknya anda sulit untuk memahami.

Seperti di link-link yang lain, anda seorang laki-laki? Anda pernah jatuh cinta? Normal kan? Kalau anda diberi setangkai bunga oleh istri/pacar anda, dan ketika anda rindu kepada wanita tersebut, pasti anda mencium dan menghirup bunga itu. Ketika anda mencium bunga itu, pasti yang anda pikirkan adalah orang yang memberinya, kan? Anda tidak menyembah setangkai bunga, kan? Atau tidak memohon pada bunga, kan?

Itu bedanya berhala dengan Hajar Aswad. Berhala itu disembah dan meyakini bahwa berhala itu mempunyai kuasa, tapi kalau Hajar Aswad sebagai perantara untuk selalu mengingat Allah. Seperti Al-Quran, Ka'bah, dll.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-29 14:42
~
Benarkah Hajar Aswad, Al-Quran, dan Ka'bah hanya sebagai “perantara” untuk mengingat Allah? Sulit untuk dibenarkan, sebab umat Islam percaya, bila mencium Hajar Aswad mereka akan mendapat berkah dan juga dipercaya dapat mengampuni dosa-dosa mereka. Itulah mungkin salah satu alasan mengapa umat Islam yang naik haji rela berdesak-desaka n bahkan sampai terinjak-injak ketika mereka berusaha mencium Hajar Aswad.

Al-Quran, bagi umat Muslim, kitab ini adalah “buku suci”. Maka, tidak boleh memegang Al-Quran dengan tangan kiri, tidak boleh meletakkan buku lain di atas Al-Quran. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, beberapa umat Muslim percaya, ketika membawa Al-Quran harus pegang di atas kepala, atau minimal sejajar dengan dada, tidak boleh lebih rendah dengan dada.

Menurut saudara Iqbal, apakah cara-cara tersebut tidak sama saja menganggap bahwa Al-Quran benda berhala dan bukan sekedar kitab yang berisi firman Allah?

Tentang Ka'bah, hingga saat ini umat Muslim sendiri tidak dapat menjelaskan, mengapa sholat harus sujud pada ciptaan manusia tersebut!
~
SO
# Azriady 2012-05-29 02:43
*
Andai sejak dulu lukisan atau patung Nabi Muhammad dibuat mungkin zaman sekarang Muhammad sudah disembah. Lihat saja makam para wali, sebagian umat ziarah bukan datang untuk mengenang dan mendoakan tapi malah meminta berkah.

Beberapa tahun setelah penyaliban dan kebangkitan, kemanakah Nabi Isa? Sangat janggal bila benar Al-Quran mengatakan Nabi Isa benar wafat, kenapa tidak ditemukan makam-Nya? Mungkin para sahabat merahasiakan makam-Nya sesuai pesan Nabi agar umat-Nya tidak terlalu bersedih sampai tiba kedatangan Roh Kebenaran.

Setiap nabi adalah manusia biasa dan setiap manusia pasti akan mengalami kematian.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-29 14:38
~
Penyembahan berhala terjadi bukan hanya karena ada foto atau tidak. Datang berziarah ke makam dan berdoa di sana juga merupakan penyembahan berhala. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang naik haji, pergi ke makam Muhammad dan berdoa di makam tersebut, apakah itu tidak termasuk berhala?

Tentang penyaliban dan kebangkitan Isa Al-Masih adalah sesuatu yang nyata, disaksikan oleh banyak orang. Dan itu bukan sebuah rekayasa. Bukan juga sebuah kisah yang terdapat “kemungkinan-ke mungkinan” seperti yang saudara pikirkan. Dan Isa Al-Masih tidak pernah memerintahkan agar umat-Nya menyembunyikan makam-Nya.

Bila menurut saudara pengakuan Al-Quran akan kematian Isa Al-Masih adalah janggal, adalah hak saudara untuk meragukan isi kitab suci saudara.

Saudara benar, setiap nabi adalah manusia biasa, termasuk Muhammad. Itulah sebabnya dia hingga saat ini masih dalam kubur. Tapi tidak dengan Isa Al-Masih, Dia adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Karena Dia adalah Kalimat Allah, maka maut tidak kuasa atas nyawa-Nya, itulah sebabnya, walau Kitab Suci mencatat Dia benar wafat, tetapi Kitab Suci juga mencatat, pada hari ketiga Dia bangkit dari kematian-Nya dan naik ke sorga.

Artikel pada tautan ini akan membantu saudara untuk mengerti lebih lagi tentang Isa Al-Masih: http://tinyurl.com/c4phapd.
~
SO
# al 2012-05-29 14:40
*
Saudara staff IDI,

Seperti pernyataan saudara Iqbal, tampaknya kalian tak bisa memahami. Pernahkah kalian lewat pemakaman lalu melihat seseorang menangis di depan sebuah kuburan dan menciumi batu nisannya?

Memang tampaknya orang tersebut mencium batu tetapi pada hakekatnya ia meluapkan kerinduan yang mendalam terhadap orang yang tersayang yang sudah berbeda alam.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-30 13:40
~
Saudara Al yang baik hati dan juga ramah,

Kami sungguh mengerti dengan penjelasan saudara di atas. Setahu kami, bahkan ada beberapa suku tertentu, mereka mengunjungi makam pada saat tertentu untuk mengenang handai-taulan mereka yang sudah meninggal. Bahkan bila kita lihat, tidak jarang makam-makam dibangun dengan bentuk yang bagus dan dari material yang bagus pula. Semua itu dilakukan sebagai wujud kecintaan mereka pada jasad yang terbaring dalam makam tersebut.

Bila saudara Al dan saudara Iqbal menyamakan, orang yang mencium batu nisan tersebut dengan orang yang mencium Hajar Aswad, pertanyaan kami: Apakah Allah bersemayam atau berada di Hajar Aswad sehingga orang-orang harus berlomba menciumnya?

Bila ada orang yang mencium batu nisan, menurut kami itu hal wajar, sebab memang benar ada jasad orang yang dicintainya di bawah batu nisan tersebut. Bila menurut saudara Allah bersemayam di Hajar Aswad, perlu dipertanyakan apakah Allah yang saudara sembah adalah Allah yang Agung, yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
~
SO
# Azriady 2012-05-30 11:16
*
Umat Islam merasa tidaklah pantas bila gambar atau lukisan para nabi dibuat sebagai hiasan dinding, komik, atau bahkan dibuat sebagai patung pajangan. Kami sangat menghormati nabi kami melebihi umat lainnya. Jika gambar atau lukisan telah rusak akan berakhir di tempat sampah, disobek atau dibakar, itu sangat membuat kami sedih.

Para Nabi adalah orang suci, tidaklah setara dengan para artis yang senang gambarnya dipajang dimana-mana. Kami juga percaya bangsa Jin atau Iblis sangat senang bersemayam dalam patung berwujud hewan atau manusia, apalagi bila benda tersebut berusia ratusan tahun. Iblis biasanya akan mengabulkan permintaan orang yang mengharapkan berkah pada patung atau lukisan agar mereka tersesat.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-31 10:30
~
Saudara Azriady,

Disinilah letak perbedaan cara pandangan serta iman orang Kristen dan Islam dalam menyikapi sebuah gambar, lukisan, atau patung.

Bagi orang Kristen, lukisan tetaplah sebuah lukisan. Mungkin gambar atau lukisan tersebut mempunyai nilai history, tetapi tidak mempunyai kekuatan supranatural sehingga harus tetap dijaga dan tidak boleh dibuang ke tong sampah.

Bagi orang Kristen, Isa Al-Masih telah tinggal di hati mereka. Sehingga, bila ada gambar Isa yang rusak dan terpaksa dibuang ke tong sampah, hal itu tidak mengurangi iman mereka pada Isa Al-Masih. Dan juga tidak akan membuang sedikitpun Isa Al-Masih di hati mereka.

Tidak ada manusia yang suci, semua manusia pernah melakukan dosa, tanpa terkecuali para nabi termasuk Muhammad. Tetapi tidak dengan Isa Al-Masih. “Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19)

Bila jin atau iblis senang bersemayam di patung, bukankah juga tidak menutup kemungkinan jin atau ibli bersemayam di Batu Hitam yang disembah jutaaan umat Muslim?
~
SO
# aeldie 2012-06-07 01:23
*
Tujuan tidak boleh ada gambar Nabi Muhammad dalam Islam adalah, karena Muhammad manusia mulia, jangan sampai nanti tercoreng dengan tingkah laku manusia sekarang yang kebetulan mirip dengannya dan mengaku-ngaku keturunannya.

Oleh sebab itulah tidak boleh ada gambar Nabi Muhammad. Jangan sampai dikotori dan dipecah-belah oleh orang-orang yang mengaku keturunannya.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-08 16:14
~
Saudara Aeldie,

Kami memang pernah mendengar, umat Muslim mengimani Muhammad sebagai manusia mulia. Apakah saudara Aeldie juga pernah mendengar bahwa Al-Quran mengatakan Isa Al-Masih satu-satunya manusia termulai di dunia dan di akhirat?

Bila disebut manusia yang mulia, tentu ada lebih dari satu orang. Tapi bila telah dikatakan sebagai termulia, maka tidak ada yang lebih mulia selain dia.

Pertanyaan kami, bila Muhammad saja yang masih sebatas mulia tidak boleh dibuat gambarnya, lalu mengapa Isa Al-Masih yang sudah termulia, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat, umat Muslim masih mau membuat gambar-Nya? Bukankah menjaga citra Isa Al-Masih supaya tidak tercoreng adalah lebih penting, karena Dia termulia, dibanding yang hanya sebatas mulia?

Sayangnya, hingga saat ini kami belum menemukan penjelasan yang masuk akal mengapa Muhammad tidak boleh dibuatkan gambarnya.
~
SO
# basri 2012-06-12 10:48
*
Saudara admin,

1) Agama Kristen, Hindu, Budha, konfucu dll, semua mengkultuskan orang-orang tertentu, sehingga dibuatlah gambar serta patung dari orang-orang tersebut. inilah yang membedakan dengan agama Islam.

2) Adapun mengenai Ka'bah & Hajar Aswad, tentunya sangat salah persepsi kalau anda mengatakan kalau orang Islam menyembah Ka'bah (Hajar Aswad). Adapun Sholat menghadap ke arah Kiblat (Ka'bah) Itu adalah perintah Allah SWT.

3) Menghadap ke arah Kiblat bukan berarti Islam menyembah Ka'bah karena dalam sholat tidak boleh mengingat apapun selain keyakinan hanya kepada Tuhan Semesta Alam.

4) Admin yg terhormat, Anda selalu menggunakan ayat Al-Quran untuk memuliakan Nabi Isa AS. Tapi tentunya bukan buat Yesus Kristus yang mati di kayu salib. Karena Nabi Isa AS tidak disalib menurut Al-Quran. Jadi itu adalah orang yg berbeda

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-13 15:17
~
Saudara Basri,

Terimakasih untuk komentar dan juga penjelasan saudara di atas.

1. Bagaimana dengan Islam, apakah Islam tidak mengkultuskan Muhammad? Menurut kami, justru Islam sangat mengkultuskan Muhammad, sehingga apapun yang dilakukan Muhammad selalu dibenarkan. Bahkan pada awal kewahyuannya, Allah harus menurunkan setiap ayat untuk membenarkan apa yang dilakukan oleh Muhammad.

Saudara dapat membaca sejarah Islam pada url ini: http://tinyurl.com/cmmdk6r

2. Bila memang orang Islam tidak menyembah Hajar Aswad, dapatkah saudara menjelaskan pada kami, apa tujuan orang-orang yang naik haji berdesak-desaka n untuk mencium atau sekedar menyentuh Hajar Aswad?

3. Satu ayat dalam Al-Quran, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai” (Qs 2:144).

Yang ingin kami tanyakan, bila memang Allah melarang Muhammad menengadah ke langit, ke tempat yang Allah ciptakan sendiri, ketika dia sholat, mengapa Allah justru memperbolehkan Muhammad menghadap ke Ka'bah, sebuah benda yang hanya ciptaan manusia? Siapakah sebenarnya yang membuat perintah untuk menghadap Ka'bah, Allah atau manusia?

4. Tentang kebangkitan dan kenaikan Isa Al-Masih ke sorga, silakan saudara membaca penjelasan kami pada url ini: http://tinyurl.com/c2quvd8
~
SO
# bambang nugroho 2012-06-12 13:13
*
Siapa bilang orang Kristen belum pernah melihat Yesus (Isa Al-Masih)? Saya salah satu orangnya yang telah melihat Dia. Dia menjamah saya disaat kami berada di mobil kami yang sederhana. Penuh sinar keputihan, Dia bersifat Kebapakan karena suara-Nya sangat lembut, lembut kulit-Nya, tidak keriput, mata berwarna biru dan jubah putih bersinar dan tangan-Nya memegang bintang, penuh karisma dan kita tidak bisa membantah-Nya.

Sapaan-Nya yang pertama "Salom, salam damai dan sejahtera bagimu.” Ini sungguh-sungguh nyata. Itulah yang menjadi sumber kenapa saya berbalik 360 derajat kepada-Nya. Yang lalu biarlah berlalu, yang penting, saya ingi selamat dunia dan akhirat. GBU. Inilah Firman hidup yang sesungguhnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-13 15:15
~
Tuhan mempunyai berbagai cara untuk menampakkan diri-Nya pada seseorang. Ada melalui firman, lewat mimpi ataupun penglihatan.

Setiap orang yang memang benar-benar menerima Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, tentulah orang tersebut pernah bertemu dengan Isa secara pribadi. Seorang Kristen yang tidak pernah mengalami perjumpaan pribadi dengan Isa melalui salah satu cara di atas, orang tersebut belumlah layak dikatakan sebagai pengikut Isa sepenuhnya.

“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya"
(Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36).
~
SO
# akunawal 2012-06-15 16:31
*
“Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi” (Taurat, Kitab Keluaran 20:4)

Mengutip ayat ini, berarti tidak boleh membuat patung apapun. Tetapi, mengapa Kristen masih membuat patung Yesus? Adakah ayat bible yang menyatakan pengecualian terhadap patung Yesus?

Jika anda mengatakan bahwa bagi orang Kristen, Isa Al-Masih di hati mereka, mengapa ada orang yang berdoa menghadap ke patung Yesus atau mereka menggenggam erat salib-Nya?

Jika anda mengatakan bahwa ada kemungkinan iblis atau setan bersemayam di Hajar Aswad, maka lebih sangat mungkin jika iblis/setan bersemayam dalam patung Yesus yang nyata-nyata bentuknya patung.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-18 15:17
~
Saya kutip di sini lanjutan dari ayat yang saudara kutip, 5 “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu” (Taurat, Kitab Keluaran 20:5)

Allah dengan jelas menekankan, jangan sujud dan menyembah pada buatan manusia.

Bila demikian, apakah salah bila seorang membuat patung atau gambar dan menyimpannya? Menurut kami tidaklah salah! Selama orang itu tidak menyembah dan sujud pada patung atau gambar tersebut.

Seorang Kristen yang benar-benar telah menerima Keselamatan dan Hidup Kekal dari Isa Al-Masih, tidak akan menyembah sebuah patung atau salib. Termasuk pada patung Yesus!

Patung Yesus hanyalah sebuah patung yang dibuat manusia, demikian juga dengan salib. Patung atau salib tersebut tidak dapat menjawab doa seseorang. Hanya Allah yang dapat mengabulkan setiap doa dan permohonan yang dinaikkan dengan tulus.

“Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Injil, Rasul Besar Matius 4:10).
~
SO
# mhyan 2012-06-25 14:08
*
Saya sangat bersyukur terlahir sebagai Kristen, hanya Tuhanku Yesus yang dapat memberi menjamin keselamatanku.
# arianti 2012-07-04 14:36
*
Saya setuju sekali dengan penjelasan mengenai gambar maupun patung, itu semua hanyalah sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri. Sama halnya bila kita rindu pada seseorang, kita melihat fotonya. Logikanya begitu, kecuali ada manusia-manusia yang logikanya tidak jalan menuduh orang Kristen menyembah patung.

Kita diciptakan dengan akal dan fikiran dan hati nurani, jadi gunakanlah itu, untuk memilih. Jangan hanya menerima doktrin. Mana yang benar, mana yang salah. Mana yang asli mana yang palsu.
# Jesus My Lord 2012-07-10 08:54
*
Kami tidak pernah menyembah apa yang telah kami buat, patung salib atau yang lainnya hanyalah lambang keimanan kami, lambang penebusan dosa yang telah Yesus janjikan, seperti halnya tulisan Allah yang menggunakan tulisan Arab yang biasa menghiasi Masjid atau pun rumah-rumah saudara Muslim, semuanya itu hanyalah lambang keimanan kita.

Kristen tidak mengharuskan seseorang menghadap ke arah mana untuk melakukan sembahyang, tidak mesti di depannya ada salib atau pun gambar Yesus. Lain halnya dengan Muslim yang bila sholat harus menghadap ke arah tertentu agar doanya dapat diterima dan sah, apa yang mereka hadap?
# hamba Allah 2012-07-22 12:52
*
Saudara admin,

Hendaknya anda mencari, menggali, dan mengkaji lebih mendalam sebuah informasi terlebih dahulu sebelum mem-posting-nya di web ini. Kesalahan informasi yang anda berikan akan menunjukkan kurangnya ilmu dan kekritisan anda terhadap sebuah informasi.

Mengenai Hajar Aswad sudah banyak sekali penjelasannya. Mengapa umat Islam mencium Hajar Aswad? karena mencontoh Nabi Muhammad.

Umar bin Al-Khattab berkata, Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalalulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.

Jadi umat Islam hanyalah mengikuti perintah Nabi Muhammad untuk mencium Hajar Aswad, bukan berarti kami menyembahnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-24 15:16
~
Saudara Hamba Allah,

Terimakasih untuk saran saudara. Tentu kami selalu berusaha memberi yang terbaik lewat situs ini.

Segala sesuatu tentu ada sebab akibatnya. Begitu pula dengan perintah yang harus dilakukan oleh orang Islam dalam mencium Hajar Aswad. Tentu ada sebab akibatnya bukan?

Satu pertanyaan kami, kiranya saudara Hamba Allah bersedia menjelaskannya kepada kami. Menurut saudara Hamba Allah mengapa Muhammad mencium Hajar Aswad? Dan juga mengapa perlakuan tersebut wajib dilakukan oleh pengikutnya juga? Ada apa sebenarnya dengan Hajar Aswad?

Kami tahu bahwa Muhammad adalah nabi yang sangat dicintai umat Muslim. Dia adalah teladan bagi umat Muslim. Tetapi menurut kami, tidak ada salahnya kita mempelajari mengapa orang Islam harus meneladani setiap hal yang dia lakukan, dengan demikian kita tidak beriman secara buta.
~
SO
# joni gundul 2012-07-23 13:49
*
Ada guyonan, mengapa Tuhan tidak mengirim Nabi lagi setelah Muhammad? Karena Tuhan menyesal.

Jika Yesus dianggap gagal dalam misi penyelamatannya , setidaknya bisa jadi aktor komedi. Ketika ada kisah plesetan Yesus, orang Kristenpun bisa ikut tersenyum. Tapi sebaliknya ketika muncul kartun Muhammad orang Islam langsung bereaksi tangkap dan bunuh pembuatnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-24 15:15
~
Saudara Joni Gundul,

Dari guyonan saudara di atas, saudara dapat membandingkan bagaimana Yesus dan Muhammad memberi pengajaran pada pengikutnya.

Bagi orang Kristen, Yesus adalah Sang Juruselamat yang tidak perlu dibela. Siapakah manusia sehingga mereka dapat membela Kalimat Allah? Sebaliknya, justru Dia-lah yang membela pengikut-Nya dan memberi Keselamatan bagi mereka.

Bagaimana dengan Muhammad. Mengapa umatnya harus selalu mati-matian membela dia. Apakah karena dia tidak dapat membela dirinya sendiri, sehingga umatnya harus menangkap dan membunuh orang yang hanya membuat sebuah kartun baginya?
~
SO
# die 2012-07-26 17:31
*
Maaf saudara admin, hanya memberi sedikit penjelasan. Orang-orang Islam bukanlah menyembah Ka'bah atau Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad), tetapi hal tersebut hanyalah symbolis untuk mengingat akan kekuasaan Allah SWT. Allah hanya ada satu di dunia ini. Dan menghadap pada satu arah, yaitu Ka'bah.

Coba anda bayangkan jika umat Muslim sembayang tidak mengahadap 1 arah, dan ke banyak arah, maka hal tersebut akan menggangu kerapihan sembayang. Dan lagi, sesungguhnya bagimulah agamamu dan bagikulah Agamaku.

Mungkin lebih baik anda tidak menganggap buruk suatu hal yang anda tidak mengerti, dan belum jelas akan hukum-Nya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-27 19:03
~
Saudara Die, terimakasih atas penjelasan saudara.

Lalu bagaimana saudara menjelaskan ketika umat Muslim mengitari dan sujud menghadap Ka'bah serta mencium Batu hitam? Apakah kuasanya dan Allah sendiri ada di situ sehingga dilakukan ritual mengelilingi, menghadap dan menciumnya?

Mungkin hal tersebut dapat dimengerti atau bahkan belum dimengerti oleh umat Muslim. Bukankah ada baiknya jika kita dapat berbagi kebenaran. Sehingga kita semua memiliki niat dalam hati untuk menyelidiki dan mengetahui kebenaran yang sejati, serta mengikutinya.

Satu lagi untuk Saudara renungkan, tidak terlihat perbedaan antara membuat patung dan gambar, dengan mencium Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad). Jika melihat hasrat jutaan umat Muslim untuk mencium bahkan sekedar menyentuh Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad).
~
DA
# jalan lurus 2012-08-05 06:32
*
Staff IDI yang terhormat,

Ibadah haji dan umroh adalah perintah Allah. Begitu pula mencium Hajar Aswad adalah perintah Nabi Muhammad. Ritual ini sudah ada sejak Nabi Ibrahim/Abraham . Dan diapun melaksakannya.

Apakah anda ingin mengatakan bahwa Nabi Ibrahim/Abraham ini salah?

Kami umat Islam tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan kalau kami menyembah Ka'bah atau Hajar Aswad berarti kami telah menyekutukan-Ny a. Kalau ingin menyekutukan-Ny a untuk apa repot-repot ke Arab sana, buat saja patung.

Besar sekali perbedaan membuat patung dan gambar yang dilakukan umat Kristen dengan mencium Hajar Aswad. Patung dan gambar yang dibuat untuk disembah sebagai Tuhan atau representasi Tuhan seperti pada agama Budha. Sedangkan mencium Hajar Aswad hanya untuk melaksanakan perintah Nabi Muhammad tanpa menyembah atau men-Tuhankannya . Jika itu dilakukan batallah semua ibadah hajinya.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-08 20:25
~
Segala sesuatu tentu ada sebab dan akibatnya. Untuk itu, dapatkah saudara menjelaskan mengapa orang Islam harus mencium Hajar Aswad? Bila tidak keberatan, kiranya saudara dapat memberi ayat yang memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad.

Setahu kami, ritual mencium Hajar Aswad adalah ajaran Muhammad. Bukan ajaran nabi Ibrahim. Taurat tidak pernah mencatat bahwa nabi Ibrahim melakukan ritual tersebut. Mohon saudara koreksi bila pandangan kami salah.

Orang Kristen tidak menyembah patung maupun gambar Isa Al-Masih, tetapi menyembah Allah. Allah juga tidak melarang kalaupun orang Kristen membuat patung atau gambar Isa Al-Masih sebagai karya seni, Dia melarang penyembahan patung.
~
SO
# Adi 2012-08-08 08:35
*
Masalah mengelilingi Ka'bah dan mencium Hajar Aswad adalah ritual/tata cara ibadah haji. Bukan berarti menyembah kepada Ka'bah dan Hajar Aswad. Yang kita sembah hanya Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Cuma pada ibadah haji memang ada rukunnya bertakwaf mengelilingi Ka'bah dan meletakan Ka'bah di sebelah kiri orang yang mengelilinginya . Hal ini sama dengan takwafnya alam semesta.

Contoh, semua planet mengelilingi matahari dan matahari selalu berada disebelah kiri planet-planet tersebut. Begitu juga pergerakan atom netron dan proton di alam ini semua tawafnya seperti itu.

Ka'bah hanya kiblat sholat untuk mempersatukan umat Islam di dunia. Kalau kita berada di hutan dalam keadaan tidak tahu arah Kiblat atau di dalam pesawat, kita tidak harus mengikut Kiblat. Kita bisa sholat menghadap kemana saja karena dalam Al-Quran ada disebutkan bahwa “Kemana saja kamu menghadap disitu ada Allah” Itu membuktikan bahwa Ka'bah itu fungsinya hanya kiblat saja bukan menyembah Ka'bah.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-08 16:34
~
Saudara Adi,

Dari pernyataan saudara di atas, kami tertarik untuk menanggapi kalimat saudara yang berbunyi “Kemana saja kamu menghadap disitu ada Allah”.

Kalimat ini sungguh jelas. Berarti Allah ada dimana saja. Tidak terbatas pada mata arah angin. Bila demikian adanya, mengapa sholat yang tidak berkiblat ke Ka'bah, maka sholatnya dianggap tidak sah?

Pertanyaan kami kedua, mengapa hanya orang yang sedang di hutan dan tidak tahu arah Kiblat yang boleh sholat tanpa menghadap ke Ka'bah?

Mana sebenarnya yang benar, boleh menghadap kemana saja atau harus ke Ka'bah?
~
SO
# jalan lurus 2012-08-09 20:57
*
Staff IDI,

Umat Muslim mencium Hajar Aswad karena perintah Nabi Muhammad. Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersada, Demi Allah, Allah akan membangkit Hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak.

Umar bin Al-Khattab berkata, Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalalulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.

Anda tak menyimak postingan saya. Kata "haji dan umroh" adalah ritual Nabi Ibrahim.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-11 20:32
~
Saudara Jalan Lurus,

Perhatikanlah baik-baik hadist Muhammad di atas yang saudara kutip. Secara tidak langsung, hadist tersebut telah menjelaskan bahwa Hajar Aswad bukankah sekedar batu seperti yang dikatakan Umar bin-Khattab.

Pada hadist di atas Muhammad dengan jelas mengatakan, Hajar Aswad akan dibangkitkan pada hari kiamat dan memberi kesaksian bagi orang yang mengusapnya?

Dengan kata lain, Muhammad percaya ada roh pada Hajar Aswad. Dan orang-orang yang menyetuh Hajar Aswad menyimpan satu tujuan tertentu. Apakah perbuatan ini tidak dapat dikatakan telah menyekutukan Allah?

Setahu kami, haji dan umroh adalah ajaran Muhammad. Bukan ajaran nabi Ibrahim. Taurat tidak pernah mencatat bahwa Nabi Ibrahim melakukan ritual tersebut. Mohon saudara koreksi bila pandangan kami salah. Dan berilah bukti dari Taurat bahwa Nabi Ibrahim pernah melakukan haji dan umroh.
~
SO
# Noval 2012-11-07 13:35
*
Firman Allah dengan tegas melarang umat-Nya untuk membuat patung yang menyerupai apapun untuk disembah. “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi” (Taurat, Kitab Keluaran 20:4)

Kenapa kaum Nasrani malah membuat patung, dan banyak terdapat patung di gereja?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-13 10:24
~
Saya kutip di sini lanjutan dari ayat yang saudara kutip, “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu” (Taurat, Kitab Keluaran 20:5)

Allah dengan jelas menekankan, jangan sujud dan menyembah pada buatan manusia.

Bila demikian, apakah salah bila seorang membuat patung atau gambar dan menyimpannya? Menurut kami tidaklah salah! Selama orang itu tidak menyembah dan sujud pada patung atau gambar tersebut.

Seorang Kristen yang benar-benar telah menerima Keselamatan dan Hidup Kekal dari Isa Al-Masih, tidak akan menyembah sebuah patung atau salib. Termasuk pada patung Yesus!

Patung Yesus hanyalah sebuah patung yang dibuat manusia, demikian juga dengan salib. Patung atau salib tersebut tidak dapat menjawab doa seseorang. Hanya Allah yang dapat mengabulkan setiap doa dan permohonan yang dinaikkan dengan tulus.

“Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Injil, Rasul Besar Matius 4:10).
~
SO
# manasye agus h 2012-12-15 08:56
*
Mengenai sholat menghadap Ka'bah, dari situs lain saya menemukan ayat-ayat yang juga berlalu bagi kalangan non-Islam. Yaitu: Mazmur 5:8, 138:2, Yeheskiel 44:4, Daniel 6:10, Matius 26:39, Markus 14:35, Matius 4:10.

Bagaimana tentang penjelasan ini? Terimakasih!
# Staff Isa dan Islam 2012-12-17 22:04
~
Saudara Manasye Agus,

Untuk lebih jelasnya, berikut kami kutip isi dari ayat-ayat tersebut, dan juga sedikit penjelasan dari kami:

Mazmur 5:8 “TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku” Sedikitpun kami tidak melihat penjelasan sholat atau Ka'bah pada ayat tersebut.

Mazmur 138:2 “Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu”
Dalam ayat tersebut memang ada kata “sujud”. Tetapi kata itu belumlah cukup membuktikan bahwa sholat adalah perintah Allah. Demikian juga dengan kata “bait-Mu”, tidak sedikitpun menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah Ka'bah.

Yeheskiel 44:4 “Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah” Bait Suci yang dimaksud dalam ayat di atas adalah Bait Suci Israel. Bukan Ka'bah! Untuk lebih jelasnya, silakan saudara membaca Yeheskiel 43, di sana dijelaskan bagaimana bentuk Bait Suci tersebut.

Daniar 6:10 “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” Kami tidak menemukan pada ayat tersebut yang menyatakan sholat dan Ka'bah.

Matius 26:39 “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" Di atas sudah kami jelaskan, bahwa sujud bukan berarti sholat. Perlu saudara perhatikan aturan-aturan atau gerakan-gerakan tubuh yang harus dilakukan ketika sholat. Bukan hanya sujud saja, masih ada gerakan-gerakan lainnya.

Inilah isi dari Matius 4:10 “Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Markus 14:35 “Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya” Silakan baca penjelasan kami sebelumnya.

Jadi Saudara Manasye, sekali lagi kami sampaikan bahwa ajaran sholat dan Ka'bah hanyalah ajaran Muhammad. Bukan ajaran nabi-nabi sebelumnya.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-07-21 20:49
~
Saudara Ismailmangkasara,

Maaf karena komentar-koment ar saudara kami hapus. Saran kami, dalam memberi komentar silakan memperhatikan aturan yang telah kami cantumkan di setiap artikel yang ada. Berikut ini kami copy kembali aturan tersebut, agar saudara lebih jelas.

PEDOMAN MEMASUKKAN KOMENTAR:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.
~
SO
# JBK Al-Sabah 2013-10-22 18:59
*
Silap besar umat Kristen dalam menanggapi Islam. Hanya dalam Al-Quran memberi petunjuk yang sebenar. Jangankan umat Kristen, umat Islam pun ramai yang tidak kenal Allah SWT. Bila kita mau beragama, kenali Allah SWT terlebih dahulu. Untuk mengenali Allah, kita perlu bermula dari dalam ke dalam. Ok jawab dulu soalan di bawah ini:
1. Siapa yang menamakan Allah itu Allah?
2. Siapa yang ada sebelum terjadinya apa-apa? Maksudnya ketika kosong semata-mata? Isu ini hanya dapat ditemui melalui Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-29 22:03
~
Saudara JBK Al-Sabah,

Allah tidak pernah memperkenalkan diri-Nya dengan nama “Allah”. Namun Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Yahwe. Kata “Allah” berasal dari agama pagan yang berarti Al-Illah yang merupakan salah satu dari dewa yang mereka sembah.

Alkitab dengan sangat jelas menuliskan,“ karena di dalam Dialah [Isa Al-Masih] telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia” (Injil, Surat Kolose 1:16-17). Artinya Isa Al-Masih adalah kekal. Ia telah ada sebelum segala sesuatu dijadikan. Siapakah yang kekal selain Allah?

Isa Al-Masih juga berkata, “ Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Surat Wahyu 22:13).

~
NN
# moh zain sutrisno 2014-02-09 23:35
~
Admin yang bijak,

Ada dua kemungkinan Isa Al-Masih sebagai Firman Allah. Kemungkinan pertama, Isa Al-Masih (firman Allah) mungkin saja bukan Allah, melainkan permulaan ciptaan Allah. Seperti yang tertulis dengan jelas dalam Wahyu 3:14, "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah."

Kemungkinan kedua, ada kata yang terlupakan dicetak dalam Yohanes 1:1, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah (permulaan ciptaan) Allah."

Mohon konfirmasinya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-28 15:31
~
Saudara Moh Zain Sutrisno,

Kami berterimakasih atas komentar saudara. Dan sesungguhnya kami sangat tertarik untuk menjawab ini. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas.

Kami harap saudara berkenan mendiskusikanny a pada artikel yang tepat. Dan kami pikir, saudara dapat mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8xrx8pc
~
Salma
# moh zain sutrisno 2014-02-10 03:35
*
To: Admin,

Isa Al-Masih di dalam gambar menunjukan rambutnya panjang. Benarkah semasa hidupnya Isa Al-Masih berambut panjang? Jika benar, maka berambut panjang bagi laki-laki adalah contoh perbuatan mulia karena diajarkan oleh Isa Al-Masih.

Jika demikian halnya, mengapa Paulus berani mengatakan dalam I Korintus 11:14, " Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang."

Bisakah ayat di atas kita tafsirkan bahwa Paulus mengatakan Isa Al-Masih adalah hina karena Isa-Al Masih berambut panjang?

Mohon penjelasannya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-28 15:48
*
Saudara Moh Zain Sutrisno,

Tidak ada yang tahu bagaimana rupa dan bentuk rambut Isa Al-Masih. Injil tidak mencatat bentuk fisik Isa Al-Masih. Tetapi mencatat kedatangan-Nya ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan gambar Isa Al-Masih bukan dijadikan sebagai penyembahan.

Sangat berbeda dengan Muhammad. Adalah mengherankan bahwa Muhammad tidak boleh dibuatkan gambarnya. Bukankah dia manusia biasa? Bukankah hanya Allah yang tidak dapat digambarkan? Apakah ini berarti umat Islam sedang mempertuhankan Muhammad?
~
Salma
# nanda 2014-02-16 00:45
~
To: Hamba Allah,

Umar bin Al-Khattab berkata, "Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi mudharat maupun manfaat. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya."

Jika demikian, seluruh umat Muslim tidak boleh buang air menghadap kiblat. Padahal banyak toilet yang memungkinkan buang air menghadap kiblat.
# nanda 2014-02-16 00:50
~
To: Moh zain Sutrisno,

Dengan jelas dalam Wahyu 3:14, "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah."

Kemungkinan kedua, ada kata yang terlupakan dicetak dalam Yohanes 1:1, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah (permulaan ciptaan) Allah."

Silakan cari yang mmbahas soal di atas.
# Katolik Sejati 2014-02-28 10:23
~
Kenapa Muslim selalu mengelak dan memberi penjelasan yang tak sama antara satu dengan yang lain soal kegiatan atau ritual naik haji, khususnya saat mencium, memegang, dan mengelilingi batu hitam?

Apakah Allah mengajarkan hal yang berbeda kepada setiap Muslim di dunia? Kenapa Muslim sholat harus menghadap ke Ka'bah? Mungkinkah Allah hanya ada di arah-arah tertentu dan pada jam-jam tertentu saja? Bagaimana jika sholatnya tak tepat waktu jika adzan berkumandang?

Terimakasih buat jawaban dari Muslim yang bergabung di sini. Yesus mengasihi dan memberkati kita.
# lukman 2014-02-28 12:27
~
Tidak ada penjelasan dalam Alkitab kalau Nabi Isa itu bangkit. silakan hubungi nomor saya jika mau berdebat, 082291157676. Saya tunggu kalau berani.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-28 16:03
~
Saudara Lukman,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas.

Barangkali kami dapat membantu saudara dengan pertanyaan ini. Mengapa gambar Muhammad tidak boleh dibuat? Bukankah Muhammad manusia biasa? Bukankah hanya Allah yang tidak boleh digambar? Apakah umat Islam sedang mempertuhankan Muhammad?
~
Salma
# nabi palsu 2014-02-28 15:49
~
Saudara Lukman, saya sebagai orang yang beriman dan memiliki pikiran maka saya akan memercayai Alkitab yang sudah ada ribuan tahun. Dari pada percaya kepada wahyu karangan dan banyak sadur atau cerita ulang sesuatu yang terdapat di Alkitab. Sebelum Yesus bangkit Dia sendiri sudah bersaksi tentang kebangkitan-Nya , coba baca di Injil, Rasul Besar Matius 17:9, 23; 20:19, 26:32. Dan ini perkataan malaikat pada Injil, Rasul Besar Matius 28:6 “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya”.

Saya juga mau bertanya kepada saudara Lukman, siapakah saksi yang menyaksikan Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah?
# siti jenar 2014-02-28 23:23
~
Staf IDI,

Tujuan anda hanya ingin Muslim yang awam guncang imannya dan pindah ke agama yang saudara anut, begitu bukan? Jika anda mencari kebenaran atau memilih mana yang paling benar mestinya anda cepat balas komentar orang lain.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-29 11:20
~
Salam Sdr. Siti Jenar,

Apapun yang kami sampaikan dan tuliskan dalam artikel ini semata-mata tidak ingin mempengaruhi siapapun. Kami hanya menyampaikan tentang Pribadi Isa Al-Masih yang benar. Sebab banyak informasi yang diwartakan tentang Isa Al-Masih tidak seperti yang disampaikan dalam Alkitab.
~
Salma
# Kiswandi 2014-03-01 13:28
~
Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24 menyatakan “Allah itu Roh, barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”. Jadi ditegaskan bukanlah menyembah Anak Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-29 11:22
~
Salam Sdr. Kiswandi,

Banyak orang Mukmim yang beranggapan bahwa Isa Al-Masih itu adalah Anak Allah dalam pengertian yang berbeda. Anak Allah adalah sebuah gelar yang diberikan kepada Isa Al-Masih. Anak Allah bukan pengertian biologis melainkan adikodrati.
~
Salma
# firman 2014-03-02 21:00
~
To: Lukman dan Siti Jenar,

Menurut saya ada kok ayat yang membahas tentang kebangkitan Isa Al-Masih dalam Al-Quran, silakan saudara mencarinya.

Menurut saya tidak ada salahnya Jika staf IDI memberikan informasi yang menurut saya itu adalah suatu "kebenaran". Bukankah Al-Quran dengan jelas mengtakan bahwa Isa Al-Masih Jalan Lurus?

“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” (Qs 43:61).
# ratilda yordania 2014-03-08 16:57
~
Luar biasa Firman Tuhan, ia dan amen.
# ayu hidayati 2014-03-09 21:17
~
Kitab Injil sekarang tidak meyakinkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-29 11:31
~
Salam Sdr. Ayu Hidayati,

Terimakasih untuk kunjungan saudara pada situs kami. Bolehkah saudara memberikan penjelasan kepada kami, apakah yang tidak meyakinkan dalam Injil. Atas kesediaan saudara, kami ucapkan terimakasih.
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-29 11:28
~
Salam Sdr. Panss,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemapran saudara. tetapi minta maaf karena terpaksa harus menghapus komentar saudara. Jika saudara hendak menuliskan komentar, silakan menggunakan satu kolom pada setiap artikel.

Jika saudara menggunakan lebih dari satu kolom, maka secara otomatis kami harus menghapusnya. Kami harap saudara maklum. Terimakasih.
~
Salma
# panssss 2014-03-31 00:49
~
Buat Staf IDI,

Inilah yang saya sangat tidak suka dengan blog ini, karena setiap komentar yang membuktikan umat Kristen tidak benar, malah selalu dihapus. Kalau pun saya menulis sampai dua kolom hapus saja satu, bukan menghapus semua pernyataan saya yang membuktikan bahwa Kristen adalah agama yang awalnya benar menjadi tidak benar.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 19:30
~
Saudara Pansss,

Kami akan sangat senang mendiskusikan hal itu dengan saudara, bahkan kami akan sangat terbuka untuk berdiskusi bila ada ajaran Isa Al-Masih yang tidak benar. Tetapi kami harap saudara tetap memerhatikan ketentuan situs kami.

Nah, mari kita kembali ke topik. Mengapa menggambar nabi saudara tidak boleh? Kami menangkap kesan seakan-akan nabi saudara adalah Allah. Bukankah hanya Allah yang tidak boleh digambarkan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# #saiia 2014-04-16 00:08
~
Pertanyaannya, mengapa menggambar nabi saudara tidak boleh? Kami menangkap kesan seakan-akan nabi saudara adalah Allah. Bukankah hanya Allah yang tidak boleh digambarkan? Bagaimana menurut saudara?

1. Karena Muslim tidak boleh mengagungkan berhala (gambar, patung). Orang-orang suci itu biasanya di puja-puja walaupun telah tiada apalagi kalau ada patungnya.

2. Karena Allah YME tidak mungkin makhluk ciptaannya mampu menggambarkanny a sedangkan akal pikiran jiwa dan raga manusia merupakan pemberian/cipta an Allah. Karena manusia memiliki batas, silakan kau coba gambarkan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-17 08:35
~
Saudara Saiia,

Pengikut Isa Al-Masih pun tidak diperbolehkan menyembah berhala. Tetapi adanya gambar dan patung bukan berarti untuk disembah. Yang membuat kami heran, bahkan nabi saudara pun tidak boleh digambarkan. Dan bila digambarkan, maka ada kemarahan besar di kalangan Islam. Tidakkah ini janggal?

Adakah alasan lain yang lebih masuk akal, mengapa nabi saudara tidak boleh digambarkan? Sebab hanya Allah saja yang tidak boleh digambarkan karena kita tidak tahu wujud-Nya.
~
Solihin
# pansss 2014-04-17 04:13
~
Buat Staf IDI,

Andai sejak dulu lukisan atau patung Nabi Muhammad dibuat mungkin zaman sekarang Muhammad sudah disembah bahkan bisa dianggap Muhammad adalah Allah. Dan juga umat Islam merasa tidaklah pantas bila gambar atau lukisan para nabi dibuat sebagai hiasan dinding, komik, atau bahkan dibuat sebagai patung pajangan. Kami sangat menghormati nabi kami melebihi umat lainnya. Jika gambar atau lukisan telah rusak akan berakhir di tempat sampah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-18 05:55
~
Saudara Pansss,

Nabi saudara adalah manusia berdosa sehingga sangat tidak mungkin dianggap sebagai Allah. Justru yang mengherankan adalah umat Islam menjadi murka dan tidak segan-segan membunuh bila nabi saudara digambarkan. Menghilangkan nyawa orang karena munculnya gambar nabi saudara adalah tindakan yang bertentangan dengan firman Allah (Taurat, Kitab Keluaran 20:13).

Tidakkah ini telah menjadikan nabi saudara Allah? Bukankah hanya Allah yang tidak bisa digambarkan? Menurut kami, ini satu reaksi yang berlebihan. Pertanyaannya adalah bila nabi saudara adalah manusia berdosa, mengapa menggambarkan dirinya tidak boleh dan mengapa harus ada korban jiwa dari penggambaran nabi saudara?
~
Solihin
# pansss 2014-04-19 04:05
~
Buat Staf IDI,

Saya ingin tanya, dosa apa yang dilakukan nabi kami? Memang manusia tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan, berarti Yesus yang menjelma menjadi manusia juga berdosa dan tidak mungkin dianggap sebagai Tuhan. Masalah pembunuhan karena menggambarkan nabi kami merupakan suatu pandangan berbeda bagi tiap manusia.

Kalau anda tanya pada saya, kenapa sampai membunuh, saya jawab saya tidak membunuh karena menggambarkan nabi kami. Saya juga ingin tanya apakah anda rela patung Yesus atau gambar Yesus yang rusak dibuang ke tong sampah yang penuh dengan kotoran?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-29 16:27
~
Saudara Pansss,

Fakta membuktikan bahwa ada korban dari aksi menggambarkan nabi saudara. Tentu ini tidak dapat kita abaikan, bukan? Nah, bila sosok manusia yang berdosa diperlakukan seperti itu, tidakkah ini sama saja dengan mengkultuskan nabi saudara? Ini adalah pengkultusan terselubung.

Mengenai pertanyaan saudara. Kami kira tidak ada yang rela membuang gambar Isa Al-Masih selagi gambar itu tidak rusak. Dan yang lebih penting lagi, tidak akan ada korban dari membuang gambar Isa Al-Masih. Bagaimana menurut saudara dengan dua fakta berbeda ini?
~
Solihin
# Hakim Agung 2014-04-21 23:12
~
Yesus Kristus akan datang sebagai Hakim yang Adil pada hari penghakiman. Buat yang belum menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, ingatlah salah satu ayat ini: "Akulah jalan kebenaran dan hidup.." Ingatlah yang baik belum tentu benar tetapi yang benar sudah pasti baik. Kami umat Kristen tidak menyembah patung tetapi itu adalah simbol yang mengingatkan kita akan pengorbanan Yesus Kristus disalib demi menebus dosa umat manusia.

Sama dengan ketika upacara kemerdekaan. Ketika kita hormat pada bendera kita, apakah kita menyembah benderanya atau simbol bahwa kita menghormati dan menghargai jasa pahlawan demi kemerdekaan kita? Kurang lebihnya seperti itu. Wassalam.
# Adang 2014-04-28 00:32
~
Yth. Staf IDI,

Mohon maaf, saya setuju dengan saudari Siti Jenar. Sepertinya tulisan ini bermaksud untuk menggoyahkan umat islam yang kurang kuat imannya untuk berpindah agama. Ada yang ganjil dalam penyajian blog ini, yaitu tidak adanya fasiltas untuk si pemberi komentar melanjutkan komentarnya setelah anda membalasnya. Jelas terlihat seolah si pemberi komentar (kaum Muslim) dibuat mati kutu untuk tidak bisa menjawab kalimat pertanyaan berikutnya yang anda sisipkan pada balasan anda.

Saya sendiri yakin mereka pasti dapat membalas apa yang anda maksud. Kalau mau adil, cobalah komentar blognya dibuat dinamis bisa saling berbalas, paling tidak ajaklah kembali si pemberi komentar untuk membalas komentar anda, toh emailnya ada pada Anda. Mohon untuk tidak mendelete komentar ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-29 16:37
~
Saudara Adang Yang Terkasih,

Sebenarnya komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas sehingga setiap komentar yang tidak berhubungan dapat dihapus. Tetapi kami merasa perlu untuk meluruskan tuduhan saudara.

Kami hadir untuk memperkenalkan Isa Al-Masih dengan benar kepada semua orang, termasuk Nasrani. Dan kami tidak mempunyai niat agar orang pindah agama, dari agama satu ke agama lain. Karena bukan agama yang menyelamatkan, tetapi Isa Al-Masih. Bagi kami, banyaknya pengikut pada agama tertentu, tidak menjadikan kami bangga atau gusar. Sebab Isa Al-Masih datang untuk menyelamatkan manusia, bukan membawa agama.

Nah, bila berbicara tentang topik di atas, bagaimana tanggapan saudara sendiri atas tidak diperkenankanny a menggambar nabi saudara? Dan mengapa reaksi yang muncul atas penggambaran tersebut hingga berujung pada maut atau pembunuhan? Ada apakah dibalik ini?
~
Solihin
# gathan 2014-05-22 19:29
~
Web ini menunjukan saudara terlihat dalam keraguan dalam keyakinan saudara. Saran saya bacalah Al-Quran, maka saudara akan merasakan Tuhan sedang berbicara langsung dengan saudara. Bacalah dan pelajari Al-Quran khusunya untuk orang-orang yang berpikir. "Yahudi dan Nasrani tidak senang dengan kalian (Muslim) sebelum kalian mengikuti agama mereka" Petunjuk di Al-Quran ini benar dan sangat tepat, menggambarkan perilaku karakter mereka hingga sekarang (web ini).
# Staff Isa dan Islam 2014-06-24 09:43
~
Salam Sdr. Gathan,

Apapun agama saudara, tentu tidak menjadikan kami untuk berpikir agar saudara meninggalkan agama saudara. Kami hanya hendak mempertanyakan, apakah saudara sudah mempelajari Alkitab dan mengenal Pribadi Isa Al-Masih, sama seperti yang digambarkan dalam kitab saudara?

Bukankah kita harus menyelidiki kebenaran dari setiap apapun juga termask yang katanya kitab suci. Sebab jika kita menyelidiki dengan benar berdasarkan data dan fakta maka semua akan tersingkap, bukan? Termasuk mengapa tidak diperkenankanny a menampilkan gambar nabi Islam, bukankah ini perlu dilihat lebih lanjut? Bagaimana saudara?
~
Salma
# Pengamat 2014-06-23 11:19
~
Menarik membaca kisah sdr. Bambang Nugroho yang menceritakan pengalamannya bertemu Isa Al-Masih. Mudah-mudahan itu bukan halusinasi anda. Lagian ngapain Tuhan Yesus hanya bertemu dengan anda seorang. Ketika Dia bertemu anda, jelas Dia sedang mengingkari pertemuan Dia dengan sekian milyard umat manusia selain anda. Berarti Dia bukan Tuhan umat manusia. Kemudian apakah Dia tidak tinggal di orga, sehingga bertemu anda di sini?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-24 09:49
~
Salam Sdr. Pengamat,

Saya hendak memberikan sedikit cerita tantang sebiah kisah yang dialami oleh teman saya yang beragama Muslim. Ia rindu mempelajari Injil dan ingin membuktikan kebanaran itu dari Isa Al-Masih. Ia kemudian bertemu dengan Isa Al-Masih yang menggunakan jubah putih dan bercahaya melalui mimpi dan juga disertai dengan burung merpati putih.

Ia mengambil keputusan dan percaya kepada Isa Al-Masih, sebab ia berkata, sejak bertemu dengan Isa Al-Masih seluruh hidupnya telah diubahkan. Tentu setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam hidupnya. Hanya yang pasti di dalam Isa Al-Masih ada jalan keselamatan yang pasti, tanpa ada keraguan. Apakah saudara juga rindu mengenal Pribadi Isa Al-Masih?
~
Salma
# Pengamat 2014-06-27 17:25
~
Menarik cerita tersebut. Yang jadi pertanyaan: Darimana teman Muslim tersebut mengetahui kalau itu Isa Al-Masih? Tentu dari gambar. Kalau dari gambar bisa dipastikan bahwa itu adalah imaginasinya. Dia mengetahui rupa dan bentuk Isa Al-Masih dari gambar, kemudian Isa Al-Masih datang dalam hayalannya. Sebagaimana kaum Nasrani juga sering berkhayal tentang surga dan keselamatan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-28 15:01
~
Salam Sdr. Pengamat,

Kami sepakat bahwa tentu berbeda gambar Isa Al-Masih dengan aslinya. Tetapi Allah melalui Pribadi Isa Al-Masih memutuskan untuk mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia pada orang Yahudi. Tentu wajah-Nya tidak terlepas dari orang Yahudi, bukan? Dan tidak menutup kemungkinan juga dengan Muhammad, bukan? Sebab sangat jelas Muhammad keturunan bangsa Arab, maka tidak mungkin ia mirip dengan orang Asia.

Lalu, menurut saudara mengapa begitu keramatnya wajah Muhammad sehingga tidak dapat digambarkan?

Sekalipun umat Nasrani hanya dapat mengabadikan wajah Isa Al-Masih melalui gambar-gambar, lantas tidak menjadikan umat Nasrani menyembahnya. Hanya Tuhan yang layak disembah.
~
Salma
# N Afandi 2014-08-29 10:17
~
Orang Kristen menyembah Pribadi Isa Al-Masih, bukan gambar-Nya. Kalau saya ganti begini. Orang Islam menyembah Allah, bukan Kabbah-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 13:39
~
Saudara Afandi,

Umat Islam berbondong-bond ong mengarahkan pandangan atau kiblat ke Kabah. Pertanyaannya adalah mengapa harus ke Kabah? Bukankah Allah maha hadir? Apakah Allah hanya ada di Kabah saja? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 13:24
~
Saudara Hamba Allah dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan? Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. 

Kami senang membantu saudara agar fokus pada artikel di atas dengan pertanyaan. Men gapa Muhammad tidak boleh digambarkan? Bukankah hanya Allah yang tidak dapat digambarkan?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com