Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Orang Kristen Suka Bernyanyi

.

BernyanyiIndonesian Idol, sebuah ajang pencarian bakat penyanyi terbesar di Indonesia bagi anak muda, dimulai sejak tahun 2004 hingga saat ini dan ditayangkan secara live oleh sebuah televisi swasta dan dapat disaksikan oleh ribuan bahkan jutaan masyarakat Indonesia.


Keahlian menyanyi

Ajang yang diikuti oleh ribuan anak-anak muda ini terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, budaya dan agama. Dan sejarah mencatat, sejak diadakannya ajang ini untuk pertama kalinya pada tahun 2004, juara pertamanya seorang wanita yang percaya kepada Isa Al-Masih, lagi pada gelombang ke dua kembali juara pertama diraih seorang pria yang percaya kepada Isa Al-Masih. Jika kita perhatikan dari awal hingga tahun 2008 peringkat tiga besar tidak pernah luput dari orang-orang yang percaya kepada Isa Al-Masih, walaupun mereka tidak menduduki peringkat pertama, tetapi minimal mereka ada dalam peringkat grand-final.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga banyak menemukan orang-orang Kristen yang mempunyai suara bagus, walaupun memang cukup banyak juga orang-orang non-Kristen yang bersuara bagus. Mungkin hal ini dikarenakan orang Kristen sudah terbiasa bernyanyi di gereja, di persekutuan doa maupun pada saat seorang diri berdoa, sehingga dengan sendirinya suara mereka dapat terlatih dan terbentuk dengan baik yang akhirnya melahirkan orang-orang yang mempunyai kepintaran bernyanyi secara otodidak.

Nyanyian bagi Allah dan Keselamatan dari  Allah

Bernyanyi bagi Allah juga dilakukan oleh para Nabi besar di zaman sebelum kedatangan Isa Al-Masih, seperti yang dilakukan oleh Raja Daud saat dia dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan Allah dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian dan berbagai macam alat musik saat Allah melepaskan mereka dari cengkeraman musuh-musuhnya, dan ucapan syukur itu mereka naikkan dengan nyanyian dan tarian (Kitab II Samuel 6:5). Ternyata nyanyian Raja Daud tidak hanya disampaikannya pada saat dia senang, pada saat dia menyampaikan kesedihannya kepada Allah-pun, dia menyampaikannya dengan nyanyian (Kitab II Samuel 1:17).

Banyak cara yang dapat kita lakukan pada saat kita mengungkapkan isi hati kita pada Allah, ada yang menari sambil bernyanyi, bahkan ada juga yang berdoa dalam hati dan hanya bibirnya yang bergerak-gerak sehingga dikira mabuk (Kitab II Samuel 1:13). Namun satu hal yang perlu kita ingat, bagaimanapun cara kita meluapkan isi hati kita kepada Allah, lakukanlah dengan segenap hati seperti yang diajarkan Isa Al-Masih dalam Injil: “bernyanyi dan bersoraklah bagi Allah dengan segenap hati” (Injil, Surat Efesus 5:19).

Ternyata nyanyian pujian dan penyembahan bukan hanya diterima Allah dari mereka yang ada di dunia ini, orang-orang yang masuk sorga juga akan ikut bernyanyi, ”Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru” (Kitab Wahyu 5:9), yaitu nyanyian baru Keselamatan yang telah mereka terima dari penebusan Isa Al-Masih.


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Vitalis Wolo 2010-07-07 14:24
*
Waahhh... Luar biasa website ini. Saya beri apresiasi buat para penggagasnya. Dunia akan damai dan tentram, kalau semua berpikiran positif dan menggalakkan dialog di antara kelompok-kelomp ok yang berbeda pandangan maupun ideologi.
# Al farisi 2010-08-07 08:13
*
Kalo menurut saya pribadi, cara mengungkapkan syukur kepada Allah adalah dengan beribadah dengan sungguh-sungguh , menjauhi semua larangannya, dan mentaati semua perintahnya.

Karena saya seorang Muslim, cara meluapkan isi hati kepada Allah adalah dengan sholat, puasa, zakat, berhaji, dan juga senantiasa membaca Al-Quran ataupun membaca shalawat Nabi.

Kalo masalah bernyanyi, yang di lakukan umat Kristiani, bagi orang Islam itu tidak ada gunanya di depan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-07 22:51
~
Sdr. Al Farisi, kami berterima kasih atas masukan Saudara.

Kami setuju bahwa ada beberapa cara meluapkan isi hati kepada Allah. Orang Kristen juga bersolat, memberi zakat, berpuasa, dan apalagi meluapkan isi hati kepada Allah dengan melayani orang yang menderita, dll.

Kata "Zabur" berhubungan dengan bahasa Ibrani “zimra” yang berarti “nyanyian”. Demikian pula “Zamir”, “mizmor”, dan “zamar”, yang berarti “menyanyi”, dan atau "pujian".

Dengan demikian, Kitab Zabur yang diimani umat Muslim seperti yang disebutkan dalam Qs 4:163 dan Qs 21:105, adalah buku nyanyian rohani. Ada 150 nyanyian rohani dalam Kitab Zabur.

Berikut ada beberapa ayat dari Kitab Zabur: “Bersyu kurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus (Bahasa Arab – Oud) sepuluh tali”, “Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada”, “Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya.“ (Mazmur 33:2; 104:33; 105:2)

Dengan demikian, jelaslah bahwa Nabi Daud dan umatnya menyembah Allah sejak ribuan tahun sebelum kedatangan agama Islam, juga memakai musik sebagai cara meluapkan isi hati kepada Allah.
~
CA
# edo 2010-08-10 09:03
*
Nyanyian bagi saya merupakan suatu ucapan syukur dan luapan sukacita, kegembiraan akan pertolongan Tuhan yang sangat luar biasa.

Thank's,

God Bless You.
# Usman 2010-08-29 16:50
*
Salam sejahtera untuk saudara-saudara staff Isa & Islam.

Jawaban Saudara terhadap pertanyaan Sdr. Aslama: "Memangnya sekarang kita umat Nabi Daud?"

Saudara menjawab, "Orang yang sungguh menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi memang merupakan umat Daud secara batiniah."

Pertanyaan saya adalah: "Kalau secara batiniah merupakan umat nabi Daud, lalu bagaimana lahiriahnya?"

Dalam jawaban tersebut, Saudara juga menjelaskan: "Karena dosanya sudah diampuni dan ditutupi. Oleh karena itu mereka dapat bernyanyi dengan sukacita."

Pertanyaan saya adalah: "Bagaimana dengan permohonan akan bantuan Allah, apakah juga harus dinyanyikan dengan sukacita?"

Mohon penjelasannya & terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-31 08:35
~
Secara lahiriah, anak Tuhan berasal dari setiap bangsa di dunia. Di sorga mereka akan menyanyi bersama kepada Sang Juruselamat.

Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "...Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." (Injil, Wahyu 5:9-10)

Sering dalam kehidupan ini, kita akan bermohon pada Tuhan dengan air mata dan hati yang hancur. Allah juga menerima orang yang datang dengan cara begitu.

Masalah dosa dalam diri kita, dalam diri orang lain, dan dalam dunia, juga akan menyebabkan kita menjadi sedih dan menangis.

Tetapi apabila kita mengingat kebaikan dan keselamatan yang dimenangkan Isa Al-Masih buat kita, pastilah kita akan bersukacita dan bernyanyi!
~
JG
# Usman 2010-09-04 15:57
*
Salam sejahtera untuk Saudara-Saudara staff Isa & Islam.

(1) Pertanyaan saya tertanggal 2010.08.29 "Kalau secara batiniah merupakan umat nabi Daud, lalu bagaimana lahiriahnya?" Maksudnya adalah "setelah secara batiniah, orang yang sungguh menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi memang merupakan umat Daud (sesuai dengan penjelasan saudara tertanggal 2010.08.22), maka secara lahiriah mereka umatnya siapa (umatnya nabi yg mana)?"

Saudara juga menulis "Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "...Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." (Injil, Wahyu 5:9-10).

Pertanyaan-pertanyaan:
(2). "...Eng kau telah disembelih..." 'Engkau' yang dimaksud di sini adalah siapa? Mengingat baik nabi Daud maupun nabi Isa tidak disembelih.
(3). "...Eng kau telah membeli..." Apa yang dimaksud dengan "membeli".
(4). "...ima m-imam bagi Allah kita ..." Siapa sesungguhnya 'imam'? Allah?
# Staff Isa dan Islam 2010-09-08 07:06
~
(1) Umat Nabi Daud berarti juga adalah umat Allah. Kata “umat nabi Daud” adalah kiasan saja. Nabi Daud suka bernyanyi pada Tuhan. Demikian juga pengikut Isa Al-Masih. Semua orang Kristen yang mengalami keselamatan pribadi, yaitu yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat adalah “anak Allah” secara rohani. Tubuh mereka semua diserahkan pada Allah juga. Artinya tubuh, roh, jiwa dimiliki Allah secara total.

(2) Isa Al-Masih disalib. Istilah “sembelih” adalah kata sinonim untuk disalib. Keduanya mencurahkan darah.

(3) Kata “membeli” adalah kata kiasan untuk menjelaskan penebusan dari hukuman dosa oleh darah Isa Al-Masih. Artinya kita telah dibeli dari 'hukuman' dan sekarang kita adalah milik Allah yang menuju pada 'keselamatan'.

(4) Setiap orang yang menerima keselamatan yang diberikan oleh Isa Al-Masih diangkat menjadi “imam.” Artinya setiap orang yang percaya dapat langsung menghadap Allah dan berbicara dengan Allah, bukan karena kesuciannya sendiri, tetapi karena sudah dibersihkan dari semua dosa dengan darah Isa Al-Masih yang tersalib. Lihatlah Injil, I Yohanes 1:7, 9.
~
JG
# eden 2010-11-11 10:51
*
Bagaimana mungkin Isa Al-Masih dapat menjadi Juru Selamat bagi kamu, sedangkan kamu tidak pernah bertemu dan tidak kenal dengan Isa Al-Masih?
# bagya pralambang 2010-12-22 23:25
*
Era global harus diterima di seluruh dunia, contoh kartu ATM yang canggih harus bisa mengambil uang di seluruh dunia. Apalagi agama, harus lebih global dan bisa dipakai di seluruh dunia.

Siapa bisa memimpin siapa dan siapa mengerti tatacara pemimpin dalam ibadahnya. Apakah bisa menggunakan bahasa Indonesia memimpin orang Belanda yang peta Indonesia saja tidak tau?
# rahman 2011-03-02 11:59
*
1. Apakah pernah Isa Al-Masih mengajarkan umat-Nya untuk bernyanyi saat memuja-Nya.

2. Apakah karena cara Nabi Daud memuja Tuhan dengan bernyanyi, lalu pengikut Isa Al-Masih harus bernyanyi pula?.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-11 16:44
~
Saudara Rahman, bernyanyi memuji Tuhan bukanlah suatu keharusan. Bukan pula suatu kewajiban, seolah-olah kalau tidak dilakukan, maka kita menjadi tidak jadi diselamatkan.

Namun, seperti yang kami uraikan di atas. Kami pengikut Isa Al-Masih bernyanyi dan memuji Tuhan, sebagai rasa ungkapan sukacita dan syukur kita kepada Tuhan.

Seharusnya pertanyaan inilah yang cocok untuk diungkapkan. Apakah Saudara boleh menolong kami untuk mengetahui jawabannya?

- Apakah kita boleh memuji Tuhan dengan lagu-lagu?

- Apakah Tuhan marah kalau kita bernyanyi memuji Dia?

- Pertanyaan terakhir: Apakah pengikut Isa Al-MAsih bersalah, kalau kami memuji Tuhan dengan nyanyian, dan juga sekaligus dengan perbuatan dan sikap kita kepada-Nya?
~
CA
# yosua 2011-03-27 16:30
*
Saya suka memuji dan menyembah Tuhan dengan menyanyikan lagu-lagu rohani.

Hal itu membuat saya damai, dekat dengan Tuhan, dan membuat saya semakin mengenal kebaikan-kebaik anNya dalam kehidupan
saya.

Thanks for information about Isa AL-Masih

God Bless you forever.
# dian rosaria 2011-03-30 00:21
*
Mengapa orang Kristen cara ibadahnya ada sholat zakat puasa?

Kenapa tidak ada berhaji?

Berarti Anda menerima ajaran Muhammad, makin bingung saya dengan Kristen.

Setau saya cara beribadah Kristen dengan bernyanyi, anda mencampur adukkan Islam dan Kristen, tolong penjelasannya!

Jangan menggunakan kiasan, hiperbola dan bertele-tele.

Thank you.
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer