Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Talak dan Pernikahan, Menurut Islam dan Kristen

.

CeraiTalak! Talak! Talak! Tiga kata yang ditakuti oleh semua isteri yang beragama Islam. “Talak” adalah sebuah istilah dalam agama Islam yang berarti perceraian antara suami dan isteri. Jatuhnya talak atau cerai tidak memerlukan saksi ataupun persetujuan isteri! Cukup dengan ucapan dari suami, maka talak dianggap sah.

 

Bercanda Dengan Talak Berujung Cerai

Harian kompas.com mencatat seorang warga Qatar harus rela menceraikan isterinya. Karena dia telah terlanjur mengucapkan talak sebanyak tiga kali kepada isterinya melalui skype. Pria tersebut mengatakan bahwa ucapan talak yang ditujukan kepada isterinya hanyalah bercanda.

Namun sebuah fatwa online oleh pesantren Darul Ulum Deobandi di India menolak penjelasannya. Pesantren ini merupakan salah satu otoritas Islam terkemuka dalam hukum agama. Mereka mengatakan bahwa perempuan tersebut harus menikah dengan lelaki lain dan bercerai. Baru dia bisa menikah kembali dengan suami pertamanya.

Isteri Sekarang Menjadi Haram

Lagi, isi fatwa mengatakan, ketika suami memberikan talak tiga, maka isterinya menjadi 'haram' baginya. Tetapi mereka dapat menikah kembali setelah masa iddah atau masa tunggu sekitar tiga bulan. Dalam masa tunggu tersebut, si isteri harus menikah dulu dengan pria lain lalu menceraikannya pada saat masa tunggunya berakhir. Kemudian ia boleh menikah kembali dengan suami pertamanya.

Dengan demikian, pasangan tersebut harus menunggu setidaknya tiga bulan untuk menikah lagi. Si pria harus rela menerima kenyataan bahwa isterinya menikah dengan pria lain, lalu bercerai, kemudian menikah lagi dengannya.

pernikahanApa Arti Pernikahan Dalam Islam

Apa sebenarnya arti pernikahan menurut agama Islam? Sebegitu mudahnyakah bagi seorang pria menceraikan isterinya hanya dengan sebuah kata 'talak'? Jelas, dalam hal ini seorang wanita tidak mempunyai hak yang sama dengan pria. Isteri harus dapat menerima kenyataan bila satu hari suaminya menceraikannya.

Hampir tidak ada satu ayatpun dalam Al-Quran yang membela hak-hak dari seorang isteri. Sebaliknya sangat banyak nats Al-Quran yang memudahkan seorang suami menceraikan isterinya. Apalagi ia diperbolehkan menikahi wanita lain dan menjadikannya isteri kedua, ketiga bahkan keempat.

Injil Menjunjung Tinggi Pernikahan

Injil sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pernikahan. Seorang pengikut Isa Al-Masih hanya diperbolehkan menikahi satu orang isteri. Perceraian sangat tidak diperbolehkan. Hal ini ditegaskan dalam Injil, Rasul Besar Matius 19:5-6.

Tujuan pernikahan dalam Kristen bukan semata-mata karena kebutuhan biologis saja. Injil memerintahkan seorang isteri harus tunduk kepada suaminya seperti dia tunduk kepada Tuhan. Seorang suami harus mengasihi isterinya seperti dia mengasihi dirinya sendiri.

Malahan Injil menekankan bahwa suami harus mengasihi isteri sama seperti Isa Al-Masih mengasihi umat-Nya. Demikian seorang suami harus mengorbankan dirinya tiap hari untuk isterinya. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (Injil, Surat Efesus 5:25-27).

Nats Injil di atas menekankan bahwa Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya bagi manusia. Untuk menghasilkan rumah tangga yang bahagia sangat perlu suami dan isteri menerima keselamatan yang disediakan Isa Al-Masih.

 

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# zulfan syahansyah 2010-11-11 13:52
*
Pertama, berbeda cara dan tempat masuknya antara Islam dan Kristen. Islam masuk di kawasan Arab yang pada waktu itu masyarakatnya memandang wanita dengan pandangan yang "rendah".

Berbeda dengan Kristen yang dibawa oleh Nabi Isa yang notabene tidak "ber-ayah". Dan, di daerah kelahiran Isa, wanita menempati posisi lebih terhormat dari pada zaman pra-Islam.

Kenyataan ini berimplikasi pada keniscayaan memperlentur ajaran yang dibawa Muhammad.

sebagai contoh: Jika pada masa pra-Islam, seorang pria bisa memiliki puluhan bahkan ratusan wanita (selir), maka saat pertama kali datang, Islam tidak serta merta mengharuskan pria beristri satu. Jika itu yang dilakukan Islam, tentulah ia akan ditolak oleh komunitas Arab waktu itu.
# eden 2010-11-12 09:27
*
Dalam agama Islam, talak bukan milik suami, talak itu milik Nabi Muhammad, itulah Yasin al-Quranul Hakim yang menghakim segala perkara termasuk perbalahan suami isteri.

Apabila urusan Allah diuruskan oleh manusia bukanlah ia undang-undang Allah tetapi undang manusia.
# nuroel 2010-11-12 20:14
*
Kalimat, "Tujuan pernikahan dalam Kristen bukan semata-mata karena kebutuhan biologis saja. Injil memerintahkan seorang isteri harus tunduk kepada suaminya seperti dia tunduk kepada Tuhan.".

Jika diambil makna kalimat diatas, "kepatuhan" sama dengan ajaran Islam. Bahwa seorang istri harus melayani suaminya sebaik mungkin agar sang suami tidak sampai menceraikannya.

Tapi ajaran Islam lebih memanusiakan sang suami, karena sang Istri juga bisa minta cerai. Cerai dalam Islam adalah halal tapi dibenci oleh Allah.

Kami mohon bagi staff untuk tidak mempelajari Islam hanya dari Al-Quran saja, tapi juga hadits nabi. Karena ada banyak hal positif tentang pernikahan. Sebagai contoh: Nafkah suami untuk keluarga lebih baik ketimbang sedekah dengan beberapa derajat kemuliaan, dan lain sebagainya.

Bahkan perlu anda ketahui. Bahwa nabi Isa pun berpoligami.
*
# nuroel 2010-11-15 20:54
*
Al-Quran dan Hadits tidak bisa dipisahkan, karena keduanya adalah saling melengkapi.

Jika suami sudah tidak bisa lagi mentolerir sifat buruk isteri yang hanya ingin dicintai tapi enggan untuk mencintai, belum lagi masalah ibadah yang merupakan tanggung jawab suami yang enggan dilakukan istri bahkan lalai dalam melaksanakannya.

Itulah kenapa tanggung jawab suami lebih besar didalam rumah tangga. dan seluruh agama didunia ini mengakui itu.
# vivi 2010-12-11 10:21
*
Sdr staf, ketika saya membaca Injil saya menemukan ayat yang mengatakan Isa datang bukan untuk menghapus hukum Taurat, melainkan menggenapinya.

Bila kita baca di Perjanjian Lama, banyak kisah yang menyebutkan nabi berpoligami, seperti Abraham, Yakub, Daud (mempunyai 99 istri), dll.

Di Perjanjian Baru tidak ada nats yang melarang lelaki berpoligami, yang ada hanyalah larangan untuk menceraikan istrinya dan kemudian menikahi wanita lain. Artinya jika seseorang menikah lagi tanpa menceraikan istrinya adalah sesuatu yang boleh bukan?

Berikut ini ayat yang saya temukan: "Lalu kata-Nya kepada mereka: Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
# Hamba Allah 2010-12-11 11:10
*
Pernikahan itu adalah suci, dan ditelapak kaki wanita (ibu) terletak surga, panggilah istrimu dengan panggilan yang mulia, oleh karena itu Islam tidak memperbolehkan mempermainkanya sekalipun dengan canda gurau, disitulah letak kemuliaan Islam.

Islam diturunkan sesuai fitrah manusia, seperti jika dalam perkawinan sudah tidak ada lagi cara untuk rukun, dengan sangat terpaksa harus cerai, cerai itu boleh tapi sangat tidak disukai dalam Islam.

Lihat sekarang, perempuan lebih banyak dari laki laki, Islam melihat jauh ke depan, maka memperbolehkan poligami, tapi ingat tujuannya untuk ibadah.
# sipengebara 2010-12-16 16:40
*
Mengapa kata talak di Islam 3 kali langsung harus cerai, karena perkawinan di Islam bukan untuk main-main atau dipermainkan.

Mengapa di Islam boleh cerai, karena kita manusia banyak hal dan rintangan. Seperti: tidak mungkin perkawinan yang sudah seperti neraka akan tetap dipertahankan.

Tetapi di Islam jika sudah cerai si istri harus kawin lagi dengan orang lain baru boleh rujuk lagi (sesudah talak 3), artinya tidak boleh suami dengan semena-mena kalau tidak ingin menyesal kemudian.

Islam mengizinkan pria menikah sampai 3 orang wanita, karena fakta sejarah skarang wanita jauh lebih banyak dari pria dan mungkin masih banyak alasan tersembunyi lain. Maklum pengetahuan agama saya masih cetek :)
# Abd. Razak 2010-12-17 11:29
*
Sebenarnya yang menjunjung tinggi pernikahan adalah Islam. Yesus tidak pernah menikah.

Dalam Islam ada aturan sebelum memutuskan bercerai yaitu dengan cara pisah ranjang dulu, tujuannya supaya suami istri bisa berfikir/intros peksi diri tentang kesalahannya masing-masing.

Dalam Islam ada 3x talak, tujuannya supaya diberi kesempatan untuk rujuk (balik)kepada istrinya, jika talaknya sampai 3x baru harus ada Mahallil.
# Staff Isa dan Islam 2010-12-24 15:09
Saudara Abd.Razak,

Mengenai keharusan pisah ranjang dulu sebelum cerai untuk kesempatan masing-masing instropeksi, sepertinya hal ini tidak ada dalam Islam.

Bahkan kata 'talak' yang diucapkan dalam keadaan sedang emosi pun dihitung sebagai talak resmi.

Menjunjung tinggi pernikahan bukan berarti harus menikah bukan?

Saya menyayangi binatang, bukan berarti saya harus memelihara binatang.
Saya menghargai orang yang berpuasa, berarti justru saat itu saya tidak berpuasa.

Menjunjung tinggi pernikahan berarti bahwa di dalam pikiran, tidak ada kosa kata "cerai", melainkan walau apapun yang terjadi, tetap saling mengasihi antar suami dan istri.

Mengenai talak, silahkan Saudara melihat pada tanggapan kami atas komentar Sdr.Sipengebara di atas.

Terima Kasih,
CA
# aturan tak berlaku l 2011-01-03 23:26
*
Dalam Kristen tak boleh cerai. Aturan yang tidak berlaku pada zaman sekarang.

Negara mana di dunia ini, baik negara Islam, sekuler, Kristen, Ateis yang tidak mengatur mengenai perceraian, alias ada undang-undang atau hukum-hukumnya bahkan ada pengadilannya. Ini membuktikan bahwa di negara manapun sah-sah saja bercerai.

Aturan Islam sesuai dengan fitrah (kodrat) manusia. Dalam pernikahan ada 2 versi, yaitu:

1. mendapat pasangan yang baik, maka bahagialah kita lahir batin, pernikahan hinggga akhir hayat.

2. mendapat pasangan yang tidak baik, kita dibuat menderita lahir batin. apakah kita mau menderita sampai mati?

Makanya orang mau membayar mahal untuk becerai daripada menderita seumur hidup, hidup hanya skali, jangan dibuat susah.
# ken andien 2011-06-09 16:33
*
Meyakini setiap agama adalah hak setiap manusia, keyakinan hanya ada di hati setiap manusia. Setiap agama pasti melarang kejahatan dan menganjurkan kebaikan.

Manusia selalu mengkotak-kotak kan segala sesuatu di dunia fana ini. Yang Maha menilai manusia itu hak atau batil hanya Tuhannya masing-masing.

Jodoh ataupun bercerai adalah jalan terbaik yang dipilihkan Tuhan untuk umat-Nya agar kita bisa mendapat pelajaran hidup untuk hidup yang lebih baik kelak.

Ajaran agama tidak untuk diperdebatkan, tapi harus diambil hikmah terbaik untuk pembelajaran hidup agar kita tidak mengulang kesalahan yang terceritakan dalam Kitab, hadist ataupun segala kitab panutan umat.

Yang paling penting,
1. Ingatlah mati agar bisa berbuat yang terbaik setiap detik.
2. Cintailah sesama seperti mencintai diri sendiri.
3. Tepo sliro (bayangkan segalanya terjadi kepada dirimu sendiri ) agar kamu tak mampu menyakiti orang lain.
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer